King Narendra Richard tumbuh menjadi cowok tampan. Ia juga menjadi idola semua cewek-cewek yang ada di sekolahnya. Bukan hanya tampan, putra dari Kenan dan Alexa itu juga pintar.
Sama dengan saudara kembarnya, Queenza Narendra Richard tumbuh menjadi gadis yang cantik. Walaupun kembar, tapi sifat keduanya jauh berbeda. Yang satu lebih kalem, dan yang satunya lagi lebih banyak aksi.
Bagaimana keseruan kisah mereka, yuk kepoin. Jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian untuk King dan Queenza.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketos caper
Acara perkenalan diri tidak hanya terjadi di kelas Queenza. Di kelas King pun juga ada sesi perkenalan diri. Dan sekarang giliran King dan kedua sahabatnya.
" Perkenalkan nama saya King "
" Nama saya Aaron"
" Nama saya Bagas"
Teman sekelas kaget mendengar nama King dan kedua sahabatnya.
" Apa mereka nggak punya nama panjang"
" Sepertinya punya, mungkin mereka tidak mau menyebutkannya"
Wali murid pun menenangkan suara murid-muridnya yang mulai gaduh karena nama King dan kedua sahabatnya.
" Anak-anak harap tenang"
Wali murid King sudah melihat di daftar nama siswa kelas sepuluh A. Nama King disini di singkat. Mungkin itu singkatan nama keluarga besarnya. Jadi wali kelas tidak mempermasalahkannya.
" Ibuk harap kedepannya kalian bisa bekerja sama untuk menjaga kelas ini. Sekarang kita pilih siapa yang akan menjadi ketua kelas, sekretaris dan juga bendahara. Kita akan mengunakan voting untuk memilihnya. Sekarang tulis nama teman kalian yang pantas menjadi ketua kelas, sekretaris dan juga bendahara "
Murid kelas sepuluh A pun mulai menulis nama teman mereka. Setelah kertas itu dimasukkan ke dalam kotak yang ada di meja guru.
" Sudah semuanya"
" Sudah Buk"
" Baiklah, sekarang kita hitung poinnya"
Satu persatu kertas yang sudah berisi nama itu dibuka. Kemudian di hitung jumlahnya.
" Baiklah, kita sudah selesai menghitung jumlah nama yang terkumpul. Kalian bisa melihat di papan tulis nama siapa yang paling banyak di sana"
" King"
" Betul, King mendapatkan dua puluh lima suara dari tiga puluh lima murid. Jadi yang akan jadi ketua kelas kita, King. Apakah King bersedia menjadi ketua kelas?"
" Bersedia Buk"
" Sekretarisnya, ada Aaron, bendaharanya ada Alin dan ketua keamanan ada Bagas. Mulai besok kalian berempat sudah bisa melaksanakan tugas kalian masing-masing. Jika ada yang membuat onar, Bagas akan memberikan hukuman untuk kalian, mengerti anak-anak"
" Mengerti Buk"
" Kalian semua harus mematuhi peraturan yang ada di sekolah ini"
Selesai sesi perkenalan, guru pun memberikan daftar pelajaran pada semua murid kelas sepuluh A. Jadi mulai besok mereka sudah bisa mulai proses belajar mengajar.
" Sudah di catat daftar pelajarannya "
" Sudah Buk"
" Besok ibuk tidak ingin mendengar ada yang tidak bawa buku pelajaran. Yang sering lupa membawa buku pelajaran biasanya anak laki-laki ini. Jadi untuk semua murid ibuk terutama yang laki-laki, tolong nanti malam sebelum tidur kalian masukkan buku ke dalam tas kalian, mengerti "
" Mengerti Buk"
" Sampai disini dulu pertemuan kita, sekarang kalian boleh istirahat "
Guru pun keluar dari kelas. Satu persatu murid juga keluar dari kelas. Mereka pergi ke kantin sekolah. Termasuk King dan kedua sahabatnya.
" Apa kita jemput Queen ke kelasnya"
" Jangan Gas, nanti dia marah" kata Aaron.
Ketiga cowok tampan itu memutuskan untuk langsung ke kantin. Mereka tidak jadi menemui Queenza di kelasnya.
Suasana kantin sekolah cukup ramai. King dan kedua sahabatnya menjadi pusat perhatian murid-murid yang ada di kantin. Khususnya murid perempuan.
" Wah ganteng banget sih mereka "
" Iya, ketua OSIS tampan. Tapi mereka bertiga lebih tampan "
" Setuju banget, kayanya mereka bertiga cowok tertampan di sekolah kita"
Seperti biasa, King tidak menghiraukan omongan para cewek-cewek itu. Ia terus berjalan melewati para murid cewek itu.
" Eh coba liat, siapa itu"
" Iya cantik banget "
King juga menoleh ke arah orang yang di maksud sama murid cewek tadi. King melihat saudara kembarnya masuk ke dalam kantin bersama seorang murid cewek.
" Apa itu teman baru Queen"
" Sepertinya begitu"
King terus memperhatikan Queenza, sampai Queenza duduk.
" Kelihatannya, cewek itu baik" kata Bagas.
" Darimana Lo tau kalau dia baik"
" Queen terlihat nyaman ngobrol sama dia"
" Gue setuju dengan Lo, Gas" kata Aaron.
Tak berselang lama terdengar suara riuh lagi. Sekarang murid-murid cewek heboh karena kedatangan anggota OSIS.
" Liat itu kak Gilang "
" Mereka mau duduk dimana ya"
" Biasa, paling tempat cewek-cewek cantik"
Murid cewek-cewek itu penasaran anggota OSIS itu mau duduk dimana.
" Coba liat, mereka duduk di dekat murid cewek yang cantik tadi"
" Udah nggak kaget lagi, anggota OSIS kan memang suka cewek-cewek bening seperti itu"
" Lo bener juga, apalah daya kita yang punya wajah nggak terlalu cantik"
Murid-murid cewek fokus dengan anggota OSIS. Sedangkan King fokus sama saudara kembarnya.
" Pesan makanan dulu bro"
" Samakan aja dengan pesanan Lo berdua"
" Tumben mau pesan makanan yang sama"
" Jangan ditanya Gas, King lagi fokus melihat Queen"
Di meja yang berbeda Queenza sedang fokus melihat menu makanan yang ada di kantin. Ia bingung mau pesan yang mana. Karena semuanya kelihatan enak. Ya Queenza memang suka makan.
" Mel, kamu suka chiken katsu nggak?"
" Nggak tau Queen, soalnya baru denger nama makanannya "
" Ok, aku pesan yang ini aja. Nanti kamu cobain ya"
" Jangan Queen, aku bawa bekal "
" Nggak apa-apa, untuk tambahan lauk kamu"
Tadi Queenza juga membawa bekal dari rumah, tapi ia sudah memberikan bekalnya itu sama ibu-ibu yang ia temui di jalan.
" Boleh gabung disini "
Queenza hanya diam saja, ia tidak menghiraukan laki-laki yang sedang berbicara padanya.
" Queen"
" Hhhmmm"
" Ada ketua OSIS"
" Emang kenapa kalau ada dia"
Amel nggak tau lagi harus bicara apa. Sepertinya Queenza tidak peduli dengan ketua OSIS.
" Saya suka cewek yang seperti ini"
Ketua OSIS duduk di kursi kosong yang ada di depan Queenza. Dia bisa melihat Queenza dari jarak dekat.
" Mel, kita pindah aja yuk "
" Eh"
Queenza menarik tangan Amel. Ia tidak ingin menjadi pusat perhatian orang-orang, karena ketua OSIS duduk semeja dengannya.
" Siapa mereka, berani sekali mengabaikan ketos"
" Iya, harusnya mereka senang karena ketos mau duduk sama mereka"
" Sok jual mahal, padahal senang di deketin sama ketos"
" Pastinya "
Merasa diabaikan, ketos itupun menarik tangan Queenza.
" Berani sekali Lo mengacuhkan gue"
Aaron dan Bagas langsung berdiri dari tempat duduk mereka.
" Tenang, biarkan Queen yang menyelesaikan"
Walaupun saat ini King sangat ingin memukul wajah ketos, tapi ia tahan. Ia ingin melihat cara Queenza memberi pelajaran pada ketos itu.
" Singkirkan tangan Lo?!"
" Harusnya Lo senang karena tangan Lo gue pegang "
" Senang?, mimpi!. Yang ada gue jijik "
" Udah nggak usah sok jaim gitu sama gue"
Aaaaaaawww..
Semua orang yang ada di kantin kaget melihat Queenza memelintir tangan ketos. Berbeda dengan King, dia justru sangat senang melihat adegan itu.
" Jangan sok cakep. Gue sudah bilang, singkirkan tangan Lo. Tapi Lo malah ngeyel, dan bicara omong kosong "
Amel bingung harus bagaimana, ia tidak menyangka kalau Queenza akan melawan ketos. Amelia mencoba bicara dengan Queen.
" Udah Queen, ayo kita pergi"
Queenza melepaskan tangannya. " Lain kali kalau Lo berani nyentuh gue lagi, gue nggak akan segan-segan patahkan tangan Lo "
Queenza dan Amelia pindah ke tempat duduk yang lain. Ia tidak ingin dekat-dekat dengan ketos sok ganteng itu.
To be continued.
Happy reading guys 🤗 🤗
lagi seru😁🙏🤭
𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚜𝚎𝚛𝚞😁🙏
lanjut thor....