Hendrik seorang mafia kejam luluh dengan seorang wanita muda cantik, walau umur mereka berbeda. Cinta membutakan seseorang seperti halnya dengan Hendri yang kini jatuh cinta kepada Gersya gadis dibawah umur yang terpaksa menikah karena utang ayahnya. Seorang wanita yang sabar dan sholeh tapi setelah perjanjian pernikahan selesai yang dikonyrak selama 1 tahun.
apakah mereka akan bercerai atau cinta menyatukan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 27
Gersya dengan pakaian rapi dengan gamis, berjalan dengan menuruni tangga satu persatu, terlihat para pelayan sedang membersihkan rumah.
"Nyonya mau kemana," ucap Miko penasaran melihat Gersya terlihat cantik dan rapi.
"Saya mau minta izin keluar sebentar," ucap Gersya.
"Nyonya kok, minta izin ke pelayan," ucap Miko
"Iya...nanti ada yang cari saya," ucap Gersya.
"Oke, oiya panggil aja Pak Denis," ucap Miko.
"Kamu lupa yah, Pak Denis lagi nggak ada," ucap Gersya membuat Miko tepok jidat.
"Yaudah...saya keluar yah, kalau ada yang tanya aja aku ada di rumah orang tua aku, Assalamualaikum" ucap Gersya keluar dari rumah.
Saat diluar rumah ternyata sudah ada Taksi yang dipesannya secara online, Gersya kemudian masuk ke dalam mobil tersebut.
"Pak, ayo jalan," ucap Gersya duduk manis dibelakang.
"Baik," ucap Pak supir tersenyum licik melihat Gersya dikaca mobil.
Setelah lamanya perjalanan Gersya menyadari bahwa arah yang dituju mobil tidak sesuai dengan tujuannya.
"Pak...kok kita salah jalur sih," ucap Gersya.
"Bu tenang aja ini jalan pintas kok," ucap Pak supir.
"Nggak...aku mau keluar tolong hentikan mobilnya," ucap Gersya membuka mobilnya tapi sayang terkunci.
"Hehehe...kamu akan mati," ucap Pak supir menambah kecepatan mobilnya.
" tolong... tolong... aku.. Pak tolong hentikan mobilnya Pak aku mohon," teriak Garsya mulai menangis.
Gersya kemudian mengambil ponselnya dan menelpon Hendrik, tapi tidak aktif dengan tangan gemetar Gersya menelpon dengan telpon rumah.
"Halo,"
"Halo...ini Nyonya yah ada apa?" tanya Miko.
"Miko tolong telpon polisi...aku takut Miko...ada orang yang mau lukain aku..." belum sempat Gersya berbicara banyak, Pak supir mengambil ponselnya.
"Dasar wanita kurang ajar," ucap Pak Supir menghadap belakang mengambil ponsel Gersya, tiba-tiba mobil tak terkendali dan kemudian menabrak sebuah pohon besar.
"Pak...awas...," teriak Gersya.
"Aaaaaaaaaaaaaaaa,"
Mobil yang menabrak pohon mulai meledak dan terbakar hingga hangus
▪▪▪
Sementara itu Hendrik telah sampai di Negaranya sekarang ia berada dibandara, tiba-tiba suara telpon mulai berbunyi.
"Halo...," ucap Hendrik mengankat telpon.
"Halo Tuan, gawat Nyonya...Nyonya...,"
"Iya, Nyonya kenapa,"
"Nyonya diculik, tadi Nyonya minta tolong kesaya...kemudian saya dengar penjahatnya mengambil ponsel Nyonya tapi tib-tiba ada suara Nyonya teriak seperti tabrakan,"
"Apa....!!" Ucap Hendrik kaget.
"Sekarang liat di cctv taksi apa yang dipakai Nyonya beserta nomor platnya, kirim sekarang"
"Baik,"
"Ya...tuhan semoga istriku tidak kenapa-napa," batin Hendrik tiba-tiba suara ponsel berbunyi.
"Bagus...Steve cepat lacak nomor plat ini," ucap Hendrik.
"Baik Boss," ucap Steve.
Di rumah Suniatto terlihat Deka sedang santai meminum teh, keluarga Suniatto merasa kesal dengan kehadirannya, tiba-tiba suara telpon berbunyi.
"Halo, bagaimana?" tanya Deka.
"Gawat...boss mobilnya kecelakaan dan meledak, kami tidak yakin kalau Gersya dan teman kami masih hidup,"
"Apa!!, kalian Bodoh aku bilang hanya membuat dia terluka jangan sampai dia meninggal," ucap Deka membuat seluruh keluarga Suniatto kaget.
"Kalau begitu...aku pamit nanti aku akan datang kesini lagi," ucap Deka mengedipkan matanya kepada Stela.
Setelah Deka keluar Keluarga Suniatto bernafas lega, Suniatto penasaran siapa yang ingin dibunuh oleh Deka.
"Ada apa Pa?" tanya Winda.
"Aku penasaran siapa yang ingin dibunuh oleh Deka," ucap Suniatto.
"Iiih...nggak usah kepo Pa, semoga deh tuh om-om nggak kesini lagi aku jijik liatnya," ucap Stela berdiri dan masuk ke kamar