NovelToon NovelToon
Alesha, Gadis Absurd.

Alesha, Gadis Absurd.

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Anshuu_

Arka tak pernah berniat ikut campur dengan kehidupan Alesha. Namun, karena gadis absurd itu adalah sepupu dari sahabatnya sendiri, mereka terus dipertemukan dalam berbagai keadaan. Tingkah Alesha yang tak pernah bisa ditebak sering kali membuat Arka hanya bisa menggelengkan kepala. Mulai dari masalah sepele hingga kekacauan yang menghebohkan sekolah, Alesha selalu punya cara untuk membuatnya ikut terseret. Mau tak mau, sebagai ketua OSIS, Arka harus berkali-kali turun tangan menghadapi ulah gadis yang paling sulit dipahami itu.

Siapa sangka, dari semua kekacauan tersebut, perlahan tumbuh perasaan yang tak pernah mereka rencanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anshuu_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18.

Di depan kelas, wali kelas Alesha masih menjelaskan tentang kegiatan sekolah yang akan diadakan beberapa hari lagi.

"Kita membutuhkan satu orang perwakilan kelas untuk membantu acara sekolah."

Beberapa siswa saling melihat.

Tidak ada yang langsung mengangkat tangan.

Dinda langsung menunduk sambil berbisik.

"Jangan lihat ke depan, Les."

Alesha menoleh.

"Kenapa?"

"Biasanya kalau lo penasaran, ujung-ujungnya ikut."

Alesha hanya tertawa kecil.

Namun sebelum ia menjawab, guru kembali berbicara.

"Ada yang bersedia?"

Suasana kelas hening.

Alesha melihat teman-temannya yang masih ragu.

Tanpa sadar, tangannya terangkat.

Dinda langsung membeku.

"Les..."

Alesha baru sadar setelah beberapa detik.

"Eh?"

Seluruh kelas langsung melihat ke arahnya.

Guru tersenyum.

"Alesha, kamu bersedia?"

Alesha menatap tangannya sendiri yang masih terangkat.

Lalu menghela napas kecil.

"Iya, Pak."

Dinda langsung menutup wajahnya.

"Sudah kuduga."

Teman-teman sekelasnya mulai tersenyum.

Mereka memang belum lama mengenal Alesha, tetapi sudah tahu satu hal.

Alesha adalah tipe orang yang sulit menolak sesuatu jika sudah merasa tertarik.

Setelah pelajaran selesai, Alesha keluar kelas bersama Dinda.

"Kenapa kamu menghela napas terus?"

Dinda menatapnya.

"Karena gue merasa hidup lo selalu mencari kesibukan."

Alesha tersenyum.

"Daripada bosan."

"Tapi jangan sampai tidur lagi gara-gara capek."

Mendengar itu, Alesha langsung terdiam.

Dinda tertawa.

"Nah, ingat kan?"

"Iya, iya."

Sementara itu, di kelas Kevin, kabar tentang Alesha yang menjadi perwakilan kelas sudah sampai.

Reza menatap Kevin sambil tersenyum.

"Adik lo ikut kegiatan lagi."

Kevin langsung menutup matanya sebentar.

"Baru kemarin gue lega."

Alvian tertawa kecil.

"Dia memang tidak bisa diam."

Arka yang sedang membaca berkas hanya berkata,

"Setidaknya kali ini bukan karena tidur."

Kevin mengangguk.

"Itu benar."

Namun beberapa detik kemudian ia menambahkan,

"Tapi tetap saja harus diawasi."

Reza tertawa.

"Lo benar-benar kakak yang khawatir."

Kevin tidak membantah.

Karena ia tahu Alesha bukan tipe orang yang sengaja membuat masalah.

Masalah hanya sering datang sendiri ketika Alesha berada di dekatnya.

Saat jam istirahat, Alesha berjalan menuju kantin bersama Dinda.

Di tengah jalan, mereka bertemu dengan Arka.

Alesha langsung berhenti.

"Arka."

Arka menoleh.

"Hm?"

"Gue ikut kegiatan sekolah."

Arka menatapnya sebentar.

"Bagus."

Alesha menunggu reaksi lebih panjang.

"Hanya itu?"

"Iya."

Alesha mengerutkan kening.

"Kamu tidak penasaran?"

Arka menggeleng.

"Tidak."

Alesha langsung kecewa.

"Padahal biasanya orang-orang bertanya."

Arka tetap datar.

"Karena kalau saya bertanya, kamu akan menjelaskan panjang."

Alesha langsung terdiam.

Dinda yang mendengar langsung tertawa.

"Dia benar."

Alesha menunjuk Arka.

"Kamu mulai mengenal gue."

Arka hanya berjalan melewati mereka.

"Terlalu mudah."

Alesha menatap punggungnya sambil tersenyum kecil.

Ternyata, tanpa sadar, orang-orang di sekolah barunya mulai terbiasa dengan keberadaannya.

Bahkan Arka yang terkenal dingin pun mulai memahami sifatnya.

Dan bagi Alesha, itu berarti satu hal.

Sekolah barunya tidak seburuk yang ia bayangkan.

Hari-hari berikutnya berjalan semakin cepat.

Alesha mulai sibuk dengan kegiatan sekolah yang ia ikuti. Berbeda dari awal masuk yang hanya dikenal sebagai adiknya Kevin dan gadis yang sering tertidur di kelas, kini namanya mulai dikenal karena hal lain.

Walaupun begitu, kebiasaan cerobohnya masih belum sepenuhnya hilang.

"Alesha."

Suara Dinda membuat Alesha yang sedang sibuk menulis langsung menoleh.

"Hm?"

"Kamu sudah cek jadwal kegiatan nanti?"

Alesha terdiam.

"Jadwal?"

Dinda langsung menatapnya.

"Jangan bilang kamu lupa."

Alesha tersenyum kaku.

"Hehe..."

Dinda langsung menghela napas.

"Les."

"Iya, iya. Gue cek sekarang."

Alesha segera mengambil kertas yang diberikan guru kemarin.

Dinda hanya bisa menggeleng.

"Kadang gue heran. Kamu bisa ingat hal-hal kecil, tapi lupa hal penting."

Alesha berpikir sebentar.

"Itu bakat."

"Bukan bakat."

Mereka berdua tertawa kecil.

Sementara itu, di ruang OSIS, Arka sedang memeriksa daftar siswa yang ikut membantu kegiatan sekolah.

Matanya berhenti pada satu nama.

Alesha Wijaya.

Arka menghela napas kecil.

"Kenapa?"

Alvian yang duduk di sampingnya menoleh.

"Nggak ada."

Reza yang sedang menyusun berkas ikut melihat.

"Jangan bilang Alesha lagi."

Arka menatapnya datar.

"Kenapa?"

"Karena setiap ada kegiatan, nama dia selalu muncul."

Arka kembali melihat daftar.

"Dia memang ikut."

Reza tersenyum jahil.

"Lo sekarang sudah hafal jadwal dia."

Arka langsung menutup berkas.

"Tidak."

Alvian tertawa kecil.

"Iya, iya."

Sementara itu, Kevin yang baru saja datang ke ruang OSIS mendengar percakapan mereka.

"Apa yang tidak?"

Reza langsung menjawab.

"Arka mulai hafal kelakuan adik lo."

Kevin menatap Arka.

Arka tetap tenang.

"Dia hanya sulit diprediksi."

Kevin mengangguk setuju.

"Itu benar."

Sore hari setelah pulang sekolah, Alesha sudah berada di rumah.

Ia duduk di ruang keluarga sambil melihat daftar kegiatan yang harus ia lakukan.

Oma yang duduk di sampingnya tersenyum.

"Kelihatannya sibuk."

Alesha mengangguk.

"Iya, Oma."

"Tapi kamu menikmatinya?"

Alesha tersenyum.

"Iya."

Ia kemudian melihat ke arah luar jendela.

Awalnya ia takut pindah ke sekolah baru. Ia berpikir mungkin akan sulit mencari teman dan beradaptasi.

Namun ternyata tidak seburuk itu.

Ia memiliki Dinda.

Ia mulai mengenal Arka dan teman-temannya.

Dan yang paling penting, ia masih bisa menjadi dirinya sendiri.

Tak lama kemudian, Kevin pulang dan melihat Alesha sedang sibuk.

"Kamu belum istirahat?"

Alesha menoleh.

"Lagi lihat jadwal."

Kevin mengambil kertas dari tangannya.

"Kegiatan sekolah?"

"Iya."

Kevin membacanya sebentar.

"Kamu yakin sanggup?"

Alesha mengangguk.

"Yakin."

Kevin menatapnya.

"Jangan sampai lupa istirahat."

Alesha tersenyum.

"Iya, Kak."

Kevin mengembalikan kertas itu.

"Bagus."

Namun sebelum pergi, ia berhenti sebentar.

"Dan..."

Alesha menoleh.

"Apa?"

"Jangan tidur di kelas lagi."

Alesha langsung memasang wajah kesal.

"Kak, itu sudah lewat."

"Tapi masih membekas."

Alesha menghela napas.

Sementara Kevin hanya tersenyum kecil.

Malam itu, Alesha kembali tidur lebih awal.

Ia mulai terbiasa dengan rutinitas barunya.

Bangun pagi.

Sekolah.

Mengikuti kegiatan.

Dan mencoba membuktikan bahwa dirinya bukan hanya gadis yang suka tidur.

Keesokan harinya, suasana sekolah terlihat lebih ramai dari biasanya.

Hari kegiatan sekolah akhirnya tiba.

Alesha datang lebih pagi bersama Dinda.

"Deg-degan?"

Dinda bertanya.

Alesha menggeleng.

"Nggak."

"Loh, biasanya kamu takut."

Alesha tersenyum.

"Karena sekarang gue punya teman."

Dinda tersenyum mendengar jawaban itu.

Mereka berjalan menuju lokasi kegiatan.

Di sana, beberapa anggota OSIS sudah sibuk mempersiapkan acara.

Arka berdiri sambil memberikan arahan kepada anggota lainnya.

Begitu melihat Alesha datang, ia langsung melihat jam.

"Tepat waktu."

Alesha tersenyum bangga.

"Tentu saja."

Arka mengangguk kecil.

"Bagus."

Alesha langsung tersenyum.

"Kamu masih suka bilang bagus."

"Karena memang bagus."

Dinda yang melihat dari samping hanya tersenyum kecil.

Perlahan, Alesha mulai menyadari.

Sekolah barunya bukan hanya tempat untuk belajar.

Tapi juga tempat di mana ia menemukan banyak hal baru.

Dan mungkin...

Tempat di mana ia akan membuat lebih banyak cerita.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!