NovelToon NovelToon
Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas

Status: tamat
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Obsesi / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:47.9k
Nilai: 5
Nama Author: Indah R Y

Gebi baru saja mengetahui kalau sang Papa mengidap kanker otak, dan sebagai permintaan terakhirnya. Gebi harus menikah dengan pria yang tidak ia kenal.

Jadi meskipun keberatan Gebi tetap menyetujui permintaan Papanya, namun ia tak menyangka bahwa keputusan nya adalah hal yang ia sesali, ketika mengetahui suaminya sudah memiliki kekasih.

Terperangkap dalam pusaran kebohongan, N@fsu dan pengkhianatan. Akankah Gebi mempertahankan pernikahan nya ??.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah R Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20~Pov Gebi

Aku duduk di kursi putar sambil tercengang dan berulang kali memikirkan adegan yang terjadi tadi. Aku hampir pusing memikirkan apa yang harus aku lakukan.

Meskipun aku ingin mengikuti Kean, tapi aku tidak melakukannya karena aku tidak tahu harus berkata atau melakukan apa.

Aku mengerti maksudnya bahwa Kean cemburu pada teman ku Pasha, Tapi tidak adil membuatku menjauh darinya. Kami sudah berteman selama bertahun- tahun, Aku tidak bisa membayangkan tiba- tiba memutuskan hubungan kami.

"Hmmmm," aku mendengar Elda mengerang sebelum perlahan membuka matanya.

Dia sudah tertidur selama dua jam, Sungguh menakjubkan bahwa terlepas dari masalah yang terjadi sebelumnya, dia bisa tertidur sangat cepat.

Seketika dahinya berkerut. "Apa yang telah terjadi?" Tanya Elda.

Aku memutar mataku malas "kau memang teman sialan Elda"

Aku mendengarnya tertawa. "Oh sekarang aku ingat," katanya.

"Kamu yang menyebabkan keributan ini kan" aku menatapnya tajam, lalu bersandar di kursiku.

Dia mengangkat bahu sebelum berdiri dan mendekati tempat dudukku.

"Aku tidak melakukan kesalahan apapun?" Ucap Elda.

Aku hanya menghela napas dalam- dalam.

"Jangan stres kasihan bayimu. Mending kamu pulang saja dan perbaiki masalah dengan suamimu," gumamnya sambil menepuk pundakku dan berjalan pergi.

Aku bahkan tidak tahu harus berbuat apa. Bagaimana caraku memperbaikinya?

Tiba-tiba aku mendengar ponselku berdering, pesan dari nomor yang tidak di kenal..

"Ini aku Pasha. Maaf atas kejadian tadi Geb!"

Rasa bersalah menyerang otakku. Dengan cepat aku membalas pesannya

"Aku yang seharunya minta maaf Pasha, kamu tidak melakukan apa- apa, tapi kamu sampai terluka karena suamiku"

Setelah membalas pesan Pasha aku segera membereskan barang-barangku, karena aku memutuskan akan pulang saja, tiba-tiba saja kepalaku mendadak pusing jadi aku tidak ingin membahayakan anak-anakku.

Karena biasanya Kean yang selalu mengantar jemput aku, membuat aku tidak membawa mobil. Tapi kali ini aku terpaksa naik taki.

Aku segera menghentikan taksi dan mengatakan alamat rumah Kena.

Kean tidak ada di sana saat aku tiba. Memang biasanya Kean akan pulang kerumah saat pukul lima sore, aku melihat jam dinding dan masih ada dua jam lagi sebelum dia pulang.

Aku pergi ke kamar dan berbaring. Padahal aku tidak melakukan apa pun yang melelahkan, tapi entah kenapa aku merasa seperti kehabisan energi.

Aku merasa sedih setiap kali mengingat rasa sakit di wajah Kean tadi. Aku ingin membuatnya bahagia dan membuatnya merasa lebih baik, tetapi bagaimana caranya?

Alih- alih memikirkannya, aku memutuskan untuk tidur, karena takut akan mempengaruhi anak- anak ku.

Aku terbangun karena suara ponselku. Aku perlahan bangkit dan mengambilnya dari meja samping tempat tidur.

My Hubby Calling.

Aku segera menggeser menu hijau saat melihat siapa yang menghubungiku.

"Halo?" Aku menjawab dengan suara serak karena aku baru saja bangun tidur

"Kamu ada di mana?!"

Aku meringis mendengar nada bicara Kean yang keras.

"Apa kamu baru saja berteriak padaku?" tanyaku kesal.

Aku mendengar Kean menarik napas panjang sebelum kembali bicara .

"Di mana kamu? Kamu tidak ada di kantor, Sekretarismu bilang kamu sudah pergi"

"Aku ada di---"

"Apa kamu sedang bersama temanmu itu, apa kamu begitu bahagia dengannya sehingga tidak mengirimiku SMS?" Kean tiba- tiba menyela.

Kekesalan menyebar ke seluruh tubuhku. "Apa yang kamu bicarakan ?! Tidak bisakah kamu mendengarku dulu sebelum berbicara yang lain" Aku langsung berteriak.

Perut ku langsung terasa keram, jadi aku mencoba untuk tenang walaupun bertentangan dengan apa yang aku rasakan.

Sementara Kean terdiam di ujung telepon.

Aku menghela nafas dengan marah sebelum melihat tajam ke ponselku seolah- olah aku bisa melihatnya di sana. "Aku ada di rumah sekarang, Aku tidak mengirimimu pesan karena aku ingin istirahat, jika kamu tidak percaya padaku, terserah" setelah itu aku langsung mengakhiri panggilan.

Aku kembali meletakkan ponselku di atas meja nakas, setelah itu aku berbaring dan menutupi tubuhku dengan selimut. Sementara air mataku sudah membasahi pipi.

Memangnya apa yang Kean pikirkan tentangku, Pasha adalah temanku dan Kean adalah orang yang aku cintai.

Aku kembali mendengar ponselku berdering, tetapi kali ini aku mengabaikannya.

Aku hanya menangis dan menangis sampai aku tidak menyadari bahwa aku telah tertidur.

*******

Aku terbangun karena merasakan ada yang membelai wajahku, perlahan aku membuka mataku.

Hal pertama yang aku lihat adalah wajah Kean yang sangat dekat dengan wajahku, dapat aku lihat penyesalan di matanya.

"Maafkan aku. Aku membuatmu menangis lagi" ucap Kean

Tiba-tiba saja rasa benci yang tadi aku rasakan dengan cepat menghilang. Aku perlahan bangkit, Kean dengan cepat membantuku.

Aku menghela nafas panjang sebelum menatapnya. Kean masih terlihat seperti itu, gabungan kesedihan, penyesalan dan ketakutan di matanya.

"Aku mengerti kalau kamu cemburu. Dan aku suka itu, karena itu berati kamu sangat mencintaiku" aku memulai bicara dan memegang tangannya. "Tapi Pasha hanyalah temanku. Aku menganggapnya seperti itu, dan itu tidak akan berubah. Ingatlah selalu bahwa kamu adalah suamiku Kean. Kamu adalah orang yang aku cintai." Sambung ku lagi

"Jadi tolong jangan anggap aku seperti seorang wanita murahan. Atau mungkin selama ini kamu menganggapku seperti itu?" Tanyaku lagi

Kean dengan cepat menggelengkan kepalanya dan meremas tanganku yang memegangnya.

"Aku minta maaf jika itu yang kamu rasakan. Aku tidak bersungguh- sungguh. Aku hanya takut, aku hanya takut kehilanganmu." Jawab Kean dengan tulus.

Aku tersenyum sejenak dan membelai wajahnya dengan satu tangan.

"Sebentar lagi aku akan melahirkan anak kamu Kean. Aku tidak hanya menikah denganmu, tetapi kita juga akan memiliki anak. Apa menurutmu aku masih punya alasan untuk selingkuh darimu"

"Maafkan aku sayang. Aku hanya tidak ingin melihatmu di peluk pria lain, apalagi sampai di cium" Katanya, lalu memelukku.

"Ya sudah, selama aku bisa, aku akan menghindari kontak fisik dengan Pasha jika itu akan menenangkan pikiranmu. Tapi tolong, jangan minta aku memutuskan hubungan dengannya. Aku tidak ingin berlaku tidak adil. Kuharap kamu mengerti ."

Dia mengangguk cepat sambil tetap memelukku.

"Apakah aku dimaafkan?" Kean bertanya sambil melepaskan pelukannya dan menatap ke arah Gebi.

Aku tersenyum padanya. "Aku mencintaimu, tentu saja aku sudah memaafkan mu" jawabku.

Matanya segera melebar seolah- olah itu telah menghapus semua ketakutannya.

"I love you" ucap Kean

"Kenapa istriku ini sangat baik, harusnya kamu menghukum pria brengsek seperti ku." Sambung Kean lagi

Aku tertawa pelan dan mencubit hidungnya. "ya, aku akan menghukummu jika itu yang kamu mau.” Kataku, lalu tersenyum bodoh.

"Haruskah aku takut?" tanya Kean kemudian kembali memelukku. Dia menekankan wajahnya ke leherku seperti yang selalu dia lakukan.

"Tergantung. Kalau aku melakukannya, kamu akan sangat ketakutan, karena kamu akan tidur di luar kamar." aku mengancamnya.

Aku langsung merasakan tubuh Kean menegang dan dia menatapku

"Tolong katakan padaku kalau kamu bercanda. Aku tidak bisa tidur tanpamu atau bayi kita." Kean menghela nafas dan kemudian meletakkan tangannya ke perutku.

"Kalau begitu, lakukan hukumanku dengan benar," aku tertawa.

"Apa itu?" Kean bertanya sambil mengerutkan kening.

Aku tersenyum kemudian mencium bibirnya. Perlahan dan sesekali menggigit. Dia langsung membalas ciumanku. Tangannya menopang punggungku sementara yang lain di leherku.

"Bercintalah denganku sampai aku lelah," bisikku setelah aku melepaskan ciuman kami.

Aku bisa melihat sinar di matanya.

1
Alanna Th
teman yg mnjerumuskn. geby hrs djauhkn dari elda, prgaulan tdk sehat 😱😫
Rival Wijaya
gk lanjutannya
Daviano Aditya Putra Pehung
itu hukuman untukmu sendiri gaby..
Heny Indarti
ceritanya menarik perhatianku...aku nenasaran
Heny Indarti
penasaran
Heny Indarti
yuk lanjut
Diana Susanti
mantab 👍👍👍👍👍👍👍
Diana Susanti
selamat yaa Gebi dan Kean,, dapat bayi kembar
Diana Susanti
sefrustasi itu keandra
Dini Angraini
Tapi kean juga salah thor sofie bila gak di beri celah sama kean sofie juga gak akan maju terus gaby mendingan jangan pernah beri kesempatan kean karena kean jahat banget sama kamu sudah punya istri masih saja dekat2 dengan sofie.
Anita Almantik
berati kean belum tahu ya
kalu gebi udah tanda tangan surat dari sofie
jujur aja k kean gebi
mungkin gebi kira kean yg suruh..
up lg kk
Diana Susanti
lkok nyesek yaaa
Diana Susanti
lanjut kak mantab 👍👍👍👍
Diana Susanti
lanjut
Anita Almantik
yang di tanda tangan sm febi apa kk
waktu sofi datang?
Dini Angraini
Kean2 kamu jahat banget mau dengan gaby dan sofia sekaligus Gaby kamu terus terang saja sama mamamu bagaimna pernikahanmu sebenarnya dengan kean.Gaby bila kamu hamil kamu terus terang saja sama kean apa maunya kean bila kean tetap bertahan sama sofie kamu lepaaskan dan pergi sejauh mungkin dari kehidupan kean bersama bayimu.Tapi bila kean bertahan sama kamu suruh kean lepaskan sofia kalau perlu kamu dan kean pergi jauh dari kehidupan sofie lagi.
Dini Angraini: Ya betul sekali kak
total 2 replies
Diana Susanti
astaghfirullah 😭😭😭
Diana Susanti
lalu tumbuhlah Kean yunior hahahaha 😂😂😂😂
Diana Susanti
mau maunya kamu Gebi
Anita Almantik
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!