NovelToon NovelToon
Hanya Istri Sementara

Hanya Istri Sementara

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Rumah Tangga
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Silvi F. Sari

Selama dua bulan, Ainun hanya menjadi Istri Sementara.

Ia pikir semua akan berakhir saat kakaknya pulang. Namun, takdir justru menghadiahkannya dua garis merah di alat tes kehamilan.

Ketika wanita yang seharusnya menjadi istri Sagara benar-benar kembali, mampukah Ainun melepaskan pria yang perlahan mulai ia cintai... atau justru kehilangan segalanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Silvi F. Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berhasil Pergi

Entah sudah berapa lama Ainun duduk di sudut kamar itu. Sejak Bi Ani berjanji akan membukakan pintu, ia hanya bisa menunggu dengan kedua lutut terangkat dan dipeluk erat.

Sesekali pandangannya beralih ke pintu yang masih tertutup rapat.

Tubuhnya terasa semakin lemas. Perut kosong dan tenggorokan yang kering membuatnya nyaris tidak memiliki tenaga. Namun, ia tetap bertahan di sana karena hanya Bi Ani yang bisa menjadi harapannya untuk keluar dari kamar itu.

Hingga tiba-tiba...

Brak!

Bahu Ainun terangkat. Kepalanya segera mendongak ke arah pintu yang terbuka lebar.

Seorang pria paruh baya berdiri di ambang pintu dengan napas tersengal. Beberapa detik kemudian, Bi Ani dan Liona menyusul masuk.

Ainun segera menopang tubuhnya dengan kedua tangan sebelum berdiri. Kakinya terasa lemas setelah terlalu lama duduk, tetapi ia mengabaikannya.

“Mbak Ainun, ya Allah...” Bi Ani langsung menghampirinya. Tatapannya menyapu tubuh Ainun dengan cemas. “Mbak nggak apa-apa?”

Tatapan Ainun menghangat. Ia menggeleng pelan.

“Nggak apa-apa, Bi.”

“Sekarang cepat pergi,” ujar Liona mendesak.

Ainun mengalihkan pandangan kepadanya. Keningnya sedikit berkerut.

“Tapi... dompet, ponsel, dan uangku semuanya ada di tasku, Mbak.”

“Sayangnya, tas kamu sudah aku kasih ke Mas Sagara.”

Ainun terdiam. “Aku harus bagaimana...”

“Menyusahkan,” sela Liona dengan nada ketus.

Ia membuka tasnya, lalu mengeluarkan sebuah kartu dan menyodorkannya kepada Ainun.

“Bawa kartu ini. Isinya seratus juta.”

Ainun menatap kartu tersebut beberapa saat. Tidak ada waktu untuk bertanya lebih jauh. Ia segera menerimanya dan menggenggam kartu itu erat.

“Kalau begitu, aku pergi, Mbak,” ucap Ainun pelan.

Sebelum melangkah, ia menoleh kepada Bi Ani.

“Bi, jaga diri Bibi.”

Bi Ani mengangguk. Matanya tampak berkaca-kaca.

“Iya, Mbak Ainun. Hati-hati.”

Ainun membalas anggukan itu.

Kemudian, dengan langkah gontai, ia keluar dari kamar yang selama ini mengurungnya. Pergelangan tangannya masih menyisakan rasa nyeri, tubuhnya lemas, dan kepalanya terasa berat. Namun,  ia dapat menghirup udara tanpa terhalang pintu yang terkunci.

Tangannya meremas kartu pemberian Liona.

‘Sekarang cari telepon umum. Aku akan meminta Laras menjemput ku di halte.’

Ainun mempercepat langkahnya meski kedua kakinya terasa tidak bertenaga.

Ia harus pergi sebelum Sagara kembali.

.

.

Setelah berhasil keluar dari rumah itu, Ainun terus berjalan tanpa menoleh ke belakang. Kakinya masih terasa lemas, tetapi keinginannya untuk segera pergi jauh dari Sagara membuatnya terus memaksa diri melangkah.

Sampai akhirnya, ia tiba di sebuah halte bus.

Ainun berhenti di bawah atap halte. Napasnya masih tersengal. Tangannya merogoh kartu yang diberikan Liona, lalu kembali menggenggamnya erat.

Ia tidak membawa ponsel. Tidak memiliki uang tunai. Bahkan barang-barangnya pun masih berada di rumah Sagara.

Satu-satunya orang yang bisa ia hubungi hanyalah Laras.

Setelah menemukan telepon umum di dekat halte, Ainun segera menghubungi sahabatnya.

Kini ia hanya perlu menunggu.

Beberapa menit berlalu.

Ainun berdiri di tepi halte sambil sesekali melirik jalan raya. Kendaraan terus berlalu-lalang di hadapannya.

“Laras, cepatlah,” gumamnya pelan.

Ia menggenggam ujung bajunya. Kegelisahan kembali merambat perlahan.

Bagaimana jika Sagara menyadari dirinya sudah tidak ada?

Bagaimana jika pria itu mencarinya?

Ainun menggeleng cepat, berusaha menyingkirkan pikiran tersebut.

‘Enggak. Aku harus pergi sebelum Mas Sagara menemukanku.’

Tiba-tiba...

Tin... tin...!

Suara klakson membuat Ainun mendongak.

Sebuah sepeda motor berhenti tidak jauh dari halte.

Begitu mengenali pengendaranya, mata Ainun seketika berbinar.

“Laras!”

Laras segera menghampirinya.

“Kamu kenapa, Ainun?” tanyanya begitu melihat keadaan sahabatnya.

Ainun menelan ludah. Matanya mulai memanas ketika kembali mengingat apa yang terjadi sejak kemarin.

“A-aku dikurung sama Mas Sagara seharian penuh.”

Suaranya bergetar.

“Aku benar-benar dikurung, Ras. Aku nggak diberi makan dan minum.”

Ainun menarik napas panjang, lalu menggenggam lengan Laras.

“Ayo, Ras. Kita pergi dari kota ini.”

Laras menatapnya dengan raut terkejut.

“Mas Sagara sudah gila,” lanjut Ainun. “Aku nggak mau kembali ke rumah itu lagi.”

“Baiklah,” jawab Laras akhirnya.

Ainun segera naik ke jok belakang.

Begitu duduk, kedua tangannya melingkar di pinggang Laras. Motor itu kemudian meninggalkan halte, semakin jauh dari tempat yang selama ini membuatnya merasa terperangkap.

Ainun menoleh sekali ke belakang.

Gedung-gedung kota perlahan menjauh dari pandangannya.

Ia menarik napas panjang.

‘Setelah aku pergi meninggalkan semuanya di sini, kalian hiduplah bahagia tanpa ku’

Tangannya tanpa sadar turun menyentuh perutnya yang masih datar.

Ainun kembali menatap jalan di depan. Kali ini, ia tidak ingin menoleh lagi.

.

Sementara itu, di rumah keluarga Dirgantara, suasana di ruang tamu terasa cukup tenang. Lina baru saja menyelesaikan pekerjaannya ketika ia kembali memikirkan kabar yang sejak tadi ingin disampaikannya kepada sang suami.

Ia duduk di sofa sambil membuka layar ponselnya. Beberapa saat ia menggulir layar sebelum akhirnya menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya.

Senyum kecil terbit di wajahnya.

“Mas, coba lihat,” panggil Lina sambil mengulurkan ponselnya kepada pria yang duduk di sampingnya.

Bastian melirik layar tersebut.

“Kamu mau beli baju hamil?”

Lina mengangguk. Senyumnya semakin lebar.

“Iya, Mas. Kan menantu kita sedang hamil.”

“Hamil?”

Lina terkekeh kecil melihat suaminya yang baru mengetahui kabar tersebut.

“Oh, iya. Aku lupa memberi tahu Mas.” Ia menurunkan ponselnya ke pangkuan. “Ainun sedang hamil hampir tiga bulan.”

Lina mengusap layar ponselnya dengan ibu jari.

“Nggak sabar rasanya menimang cucu.”

Namun, tidak ada jawaban yang menyambut antusiasmenya.

Lina perlahan menoleh.

Bastian hanya duduk dengan wajah datar. Tidak ada senyum ataupun perubahan ekspresi di wajah pria itu.

Senyum Lina perlahan memudar.

“Mas nggak senang?”

“Senang, kok.”

Jawaban itu terdengar begitu singkat.

Lina mengerutkan kening. Ia menatap wajah suaminya beberapa saat.

“Kalau senang, ekspresinya nggak kayak gitu, kan?”

Bastian akhirnya menoleh kepadanya.

“Dilahirkan oleh wanita yang tidak berpendidikan, apa gunanya?”

Lina terdiam.

Bastian melanjutkan ucapannya dengan nada datar.

“Lebih baik Liona. Meskipun berasal dari keluarga sederhana, dia punya pendidikan.”

“Mas...” Lina menatap suaminya tidak percaya.

Pria itu tidak menghiraukan keberatannya.

“Itu sudah menjadi peraturan di keluarga ini sejak dahulu.”

Lina mengatupkan bibir.

“Bagaimana kalau Ainun tidak bisa mendidik penerus keluarga ini?” lanjut Bastian. “Dia saja hanya tamatan SMA.”

Jari Lina yang sejak tadi menggenggam ponsel perlahan mengencang.

“Mas, Ainun itu istrinya Sagara. Dia juga calon ibu dari cucu kita.”

“Tetap saja.”

Lina terdiam.

Ia ingin membantah, tetapi aturan yang selama bertahun-tahun berlaku di keluarga Dirgantara membuat kata-kata itu tertahan di tenggorokannya.

‘Memangnya pendidikan seseorang bisa menentukan seberapa baik dia menjadi seorang ibu?’

Lina menundukkan pandangan ke layar ponselnya. Foto baju hamil yang tadi membuatnya tersenyum kini tidak lagi terasa semenarik sebelumnya.

1
merry
jgn cepat ksh ainum ktmu dgn Sagara terlalu cepat biar orang saraf kyk Sagara nyesel,, 🙏🙏🙏
merry
iblis busuk km bini dan ank gk diksh mknn
merry
otak y gk tau di mn ya heran aku emang pendidikan tingginya bisa didik ank dgn baik blm tentu x pak justru blansak ia,, klo Sagara jodoh y ainum jgn ksh Sagara nikh sm liona ksh ajj penyesalan trs biar ainum Lhirinn ank solehah hebat genius buat bungkam mulut Bpk dan kakek ya yg jht itu
Nia nurhayati
dasar laki"gilaaa kamu sagara
Ais: nah bnr kak emang gila sagara ini
total 1 replies
Nia nurhayati
Sagara dan BP nya sama brengsekkk laki"kurang ajarrrr😡😡😡
merry
gila bini y gk. diksh mkn minum kata ya cinta marah bini y di dekati org,, emng dikurung tnp mkn minum blm lg memar muka tangan gk diobati,, moga kmu dan pelakor itu dpt karna ya 🙏🙏🙏🙏ainum jgn lemah donk jgn perempuan jgn minta maaf klo ngk salh hrs lawan ke jwb ke kan Sagara juga mau nikah kn sm lion lion itu sdgkn kmu ngk nkh ngk pcarann juga cm ddk bareng knp di perlakuan seperti penjahat,,, hrs disini Sagara salh besar loh dh mau nikah lg,,, kasar lg
merry
egois bgtt si,, istri di seret di tampar gk di akuin org mana tau klo ainum istri mu gara,,, emng org dukun tau ainum bini mu 🤭🤭🤭🤭
Ais
psikopat dan egosi sagara ini ternyata
Ais
wah plot twist banget thor ternyata selama ini sagara mencintai ainun tp knp kayak psikopat gn seh sikap dan kelakuannya apalag pas berhubungan suami istri yg disebut malah nama kakaknya istri mana yg ngak salah paham dan menganggap dirinya hny istri sementara ngak salah dong ainun bersikap dan berkata begitu
Ais: nah bnr kak emang psikopat si sagara ini mungkin dia panggil si musang betina pengen bikin ainun insecure sekaligus cemburu kak🤣
total 2 replies
Arra Bella
saat liona datang sagara tidak akan melepaskanmu ainun
Arra Bella
aku yakin liona bakal nyesel
Ais
semangat updatenya thor bagus alur kisahnya
Arra Bella
salam kenal kakak
Soviani
up lagi dong , ceritanya seru
Skyline Scribe
halo kak aku mampir,
Ikut nunggu kelanjutannya , Semangat nulisnya Kak💪💪
Inarrr Ulfah
gimna mau pergi hp Ainun aja di sadap
Inarrr Ulfah
setelah itu pergi yang jauh Ainun,, hidup bahagia bersama anak mu..
partini
pengantin pengganti nyesek Ampe ulu hati, happy nanti kalau suami udah sreg di hati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!