Noda hitam yang sudah mengotori tak akan bisa di hapus oleh waktu. Menikahi perempuan yang pernah di sakiti tidak menjadikannya terobati. Tapi justru dendam akan menjadi bumbu rumah tangga. Tapi kini ia meminta maaf dengan kedatangan dirinya yang telah bertransformasi menjadi ustadz, apakah akan ada ujung dendam?
Simak kisahnya,,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma .R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Mereka cocok
Di sisi lain Tante Maya sedang memikirkan sesuatu rencana yang akan ia lakukan sendiri untuk membalas Athar.
"Sepertinya Mina sudah tidak bisa di harapkan lagi, ini saatnya aku turun tangan, Athar itu harus diberi pelajaran agar tidak semena-mena lagi sama orang," batin Maya yang duduk di meja kerjanya. Sifat kerasnya tak kunjung hilang sejak dulu.
...**...
Mina merasa sedikit lelah setelah bermain seharian dengan anak anak. Ia berjalan ke gerbang. Tak sengaja melihat Athar yang mengobrol dengan Liana.
"Ustad..anak anak itu sekarang makin mandiri loh, makin pintar juga, saya tuh bangga bangat sama mereka, terutama Aisha, bacaan Al-Qur'an nya itu merdu bangat," ucap Liana yang duduk di bangku di hadapan Athar.
"Alhamdulillah..baguslah kalau gitu, ini juga pasti berkat kalian," balas Athar.
Mina melihat keakraban Athar dengan Liana, namun ia tak memperdulikan itu. Meski ada kesan kurang senang dalam hatinya.
Tiba-tiba Aisha datang, mengejutkan Mina
"Umi ngapain?"
"Nggak nggak ngapa-ngapain kok," jawab Mina.
"Lagi liatin ustad sama Bu Liana ya?"
"Nggak tuh.."
"HM..ngaku aja..sini aku bisikin sesuatu?"
"Bisikin apa?
"Makanya sini umi.."
Mina pun membungkuk sedikit untuk mendengarkan bisikan Aisha.
"Hati hati..aku tau sesuatu tentang Bu Lia, dia itu cinta bangat sama Ustad dari dulu, Umi harus hati hati, aku kasih tau umi supaya umi lebih waspada,"
"Astaghfirullah kamu ini loh..masih anak anak udah bisa bahas cinta-cintaan, udah sana belajar, mungkin kamu cuma salah faham,"
Aisha pun pergi menuruti perintah Mina.
"Siapa yang peduli kalaupun mereka menjalin hubungan," batin Mina yang tampak cuek.
Kini Athar sudah melihat Mina yang berdiri di sana. Ia lalu menemui Mina dan memapah Mina berjalan karena kaki Mina yang masih sakit.
"Sini aku bantu," ucap Athar sembari meraih tangan Mina.
"Nggak usah! bisa sendiri!" Mina melepas tangan Athar.
Namun Athar tak memperdulikan ucapan Mina, ia memapah Mina hingga sampai di dalam mobil.
Tak lupa Athar berpamitan pada Liana. "Kami pulang dulu ya Lia, insyaallah besok ke sini lagi, titip anak anak ya.."
ucap Athar menatap ke arah Liana di gerbang.
"Iya ustad, hati-hati di jalan," ucap Liana, dalam hatinya ia merasa iri dengan perhatian Athar pada Mina.
"Andai aku yang ada di posisi Mina," Batin Liana yang berandai-andai.
...**...
Di mobil,
"Mina.." panggil Athar sembari menyetir.
"Ada apa lagi?" sahut Mina.
"Jujur aku cemburu kalau kamu masih dekat dengan Bagas, aku tau kalian memang berteman, tapi aku nggak bisa menahan rasa cemburu ini,"
"Lebai bangat ustad..ustad kok gitu,"
"Ustad juga manusia Mina," lanjut Athar.
"Siapa bilang kamu Spiderman, mendingan sekarang kamu pikirkan matang-matang bagaimana caranya supaya kita punya alasan untuk cerai,"
"Astaghfirullah..nggak..nggak..aku udah bilang berkali kali, aku tidak akan pernah menceraikan kamu!"
"Tapi thar..ini demi kebaikan kamu juga, akan ada banyak keuntungan nya buat kamu, kamu bisa nikah sama perempuan lain, seperti Liana, kalian cocok kok,"
"Nggak Mina! apa pun alasannya kita nggak akan cerai," Tegas Athar
"Kamu benar benar mempersulit aku thar, aku lakuin ini supaya kamu aman, kalau kamu sama aku, kamu pasti akan dalam bahaya, dari dulu aku udah janji sama Tante Maya kalau aku harus cerai sama kamu setelah mengakhiri balas dendam," jelas Mina menatap Athar yang menyetir.
"Kamu percaya kan sama Allah, Allah yang akan menjaga kita, kita sama sama berdoa aja, agar Allah melindungi kita," ucap Athar
"Tapi aku takut,,"
"Takut kenapa?"
"Tante Maya itu orangnya nekat, thar..aku nggak mau kamu kenapa-napa lagi, tolong pikiran baik baik,"
Athar tampak tersentuh dengan ucapan Mina. Ia menghentikan mobil dan menatap Mina. Ia tersenyum sembari meraih tangan Mina.
"Terimakasih udah khawatir sama aku, tapi aku mohon, percayalah bahwa kita bisa mencoba mengahadapi apa yang akan terjadi kedepannya," tutur Athar bersungguh sungguh, ia meyakinkan Mina untuk mencoba menjalani pernikahan ini tanpa mengungkit kata perceraian.
Mina melepas tangannya dari genggaman Athar. "Dasar bodoh, ini bahaya Athar! lagi pula aku nggak cinta sama kamu!" tegas Mina sedikit keras.
"Yakin?" Athar mendekatkan wajahnya ke arah Mina.
"Apaan sih ni orang," cetus Mina membuang pandangannya.
...**...
Sampailah di rumah,
Mina dengan Tante Nurul saling diam dan tidak menyapa. Mina melewati Tante Nurul dan langsung berjalan ke kamarnya.
Athar mencoba mengobrol dengan Tante Nurul.
"Tan..jangan marahan lagi ya sama Mina, dia itu sebenarnya baik Tan, mungkin kemarin-kemarin dia cuma khilaf, tapi sekarang dia udah berubah kok," bujuk Athar sembari duduk di hadapan Nurul.
"Sebenarnya Tante juga tau kalau Mina tidak sejahat itu, dia hanya terpengaruh setelah bertahun tahun bersama Maya, Tante bersikap tegas seperti ini supaya dia tidak berani lagi untuk mencelakai kamu!" Tutur Nurul.
"Sejauh ini Mina tak pernah sukses membuat aku celaka Tan, kadang aku juga ngerasa lucu sama Mina, dia kalau mau beraksi pasti ujung-ujungnya dia nggak tega lihat aku kesakitan, kelihatan dari raut wajahnya," Athar tersenyum mengingat kelakuan Mina.
"Baguslah kalau kamu nggak marah sama dia, Tante khawatir kalau kamu akan marah, tante harap kamu bisa meluluhkan Mina ya, agar rumah tangga kalian tetap bertahan, tetap semangat ya.." ucap Nurul menyemangati Athar.
"Iya.. terimakasih Tan.."
"Kalau gitu, besok Tante akan pulang, tolong jaga Mina baik baik,"
"Loh kok tiba-tiba mau pulang Tan, kan tante mau menetap di sini?"
"Tante kemarin cuma bercanda athar, masa iya sih Tante di sini terus terusan, nggak lah, Tante ke sini cuma mau memastikan kalau Mina nggak ngapa-ngapain kamu, tapi sekarang kamu sudah tau semuanya, jadi kamu bisa menangani ini, Tante serahkan urusan Mina sama kamu,"
"Iya .. insyaallah Tan, aku akan selalu membimbing Mina ke jalannya Allah, aku yakin Mina bukan tidak cinta, hanya saja dia belum mencoba mencintai," ucap Athar yang optimis untuk mempertahankan rumah tangganya.
...**...
Athar menemui Mina yang melamun di kamarnya.
"Mina.." Athar masuk dan duduk di sofa. Ia menatap Mina yang duduk di ranjang.
"Apa lagi?"
"Tante Nurul akan pulang besok, kamu minta maaf ya sama Tante,"
"Hah kenapa pulang ? apa karena aku?" Mina sedikit panik, ia akan merasa bersalah jika tantenya pergi dengan keadaan sakit hati.
"Bukan..jangan khawatir Tante nggak marah kok sama kamu, dia cuma mau kamu berubah,"
"Beneran Tante nggak marah?"
"Iya..jadi buruan minta maaf, bagaimana pun juga dia adalah orang tua kamu," Athar mencoba menasehati Mina.
"Iya..aku akan minta maaf," ucap Mina. kali ini ia menuruti perintah Athar.
Makasih Thor..
aku tunggu karyamu yang lain..