Ada apa dengan istriku?
Tak seperti biasanya istriku terlihat diam tak banyak bicara lagi, seolah bukan orang yang kukenal selama ini.
Diam bukan berarti tak mengerti apapun - Luna.
Maafkan, sungguh diriku menyesali semua itu - Akbar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MS.Tika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
"Terima kasih Anna, kamu bisa keluar sekarang."ucap Luna kepada Anna.
Luna pun melahap makanan yang sudah dipesan oleh Anna, nafsu makannya sedikit menurun dan tak menghabiskannya hanya tinggal dua atau tiga suap yang tersisa.
Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, dirinya sudah menyelesaikan semua pekerjaan sehingga tenang nantinya meninggalkan butik untuk sementara.
"Anna.."panggil Luna kepada bawahanya.
"Iya bos, ada apa memanggilku?"ucap Anna.
"Besok aku tak ke butik untuk sementara, aku akan pergi ke london besok untuk waktu yang belum ditentukkan sampai kapan jadi tolong jaga butik ini sementara aku tak ada disini. Semua laporan butik bisa kirim ke email seperti biasanya."kata Luna tegas.
"Baik bos, butik aman meskipun tak ada bos disini. Semua tim disini dapat dipercaya bos jadi tenang saja dan nikmati waktu bos di luar negeri."ucap Anna.
"Bagus, aku suka semangat kerjamu selama ini."kata Luna.
Luna pun menjadi tenang meninggalkan butiknya untuk sementara dibawah handle anak buahnya disini, lalu Luna meninggalkan butiknya menuju rumah kakaknya Edward yang berada disalah perumahan mewah di kota jakarta.
Perjalanan dari butik ke rumah kakaknya cukup memakan waktu kurang lebih empat puluh lima menit jalanan yang cukup ramai sore hari itu, tiba Luna di salah rumah yang sangat besar seperti istana tampak rumah mewah itu ada beberapa pilar tinggi yang bentuk bangunan rumah bergaya eropa.
Luna tiba disana disambut oleh pembantu yang sudah tau akan datangnya Luna, sebelum itu Edward sudah memerintahkan pengurus rumah itu untuk menyambut adik kecilnya dengan baik.
"Mari nona, silahkan masuk kedalam. Tuan tadi pesan untuk membawa nona ke kamar yang telah disiapkan dan menunggu tuan pulang kerja."ucap salah pengurus rumah itu.
"Baiklah, jadi kak Edward belum pulang. rumah ini sangat besar apa kakak hanya sendirian disini."kata Luna.
"Tuan disini sendiri, sedangkan tuan besar tinggal diluar negeri."jawab pengurus rumah itu.
Luna tiba disalah satu kamar yang berada dilantai 2, saat masuk kedalam kamar diliatnya isi kamarnya sangat indah gaya kamar modern eropa warna yang dipilih sangat cocok dengan selera Luna warna putih dan hijau zaitun. Luna menghabiskan waktunya di kamar sambil menunggu datangnya kakaknya Edward.
"Lebih baik aku mandi saja dulu, sebelum kak Edward pulang kerja."gumam Luna.
Luna masuk ke dalam kamar mandi yang berada didepannya, kamar mandi yang gaya minimalis dan cantik lengkap semua fasilitasnya yang ada didalamnya. Luna pun berendam merilekskan pikirannya.
Cukup satu jam Luna berada didalam kamar mandi, dan tepat Luna selesai mobil yang membawa kakaknya tiba dirumah. Terdengar suara mobil terparkir digarasi rumah.
"Sepertnya itu mobil kakak yang datang, lebih baik aku turun saja kebawah menyambut kak Edward." kata Luna.
Luna menuruni tangga ke bawah dan berjalan ke arah pintu rumah menyambut kakaknya yang sudah berdiri tepat disana.
"Kakak.."sapa Luna pada Edward.
"Adik kecilku, tiba juga disini. Apa kamu nyaman disini atau ada yang tidak sesuai dengan seleramu?"tanya Edward sambil mnegelus rambut Luna dengan lembut.
"Suka, Luna sangat suka disini kamar yang aku tempati juga semua selera denganku. Kakak sangat baik denganku."ujar bibir mungil Luna dengan gemas.
"Baiklah kalau kamu begitu senang, nanti Adam juga akan kesini jadi kamu tak akan sendirian dirumah ini."ucap Edward kepada Luna.
Mereka berdua masuk kedalam dan menuju meja makan, jam sudah menujukkan waktu makan malam saat itu.
"Sepertinya Adam sebentar lagi akan tiba, lebih baik tunggu dia juga untuk makan malam bersama. Kakak mau ke kamar untuk membersihkan diri lebih dulu."kata Edward sambil berjalan menaiki tangga menuju ke kamarnya berada.
"Baik kak, aku tunggu Adam disini saja."jawab Luna.
Sambil menunggu Adam, Luna menghabiskan waktunya menuju taman belakang yang ada kolam renang berada disana Luna duduk dipinggir kolam sambil mengayun-ayunkan kakinya kedalam air kolam.
Ting..Tong..
Bel rumah berbunyi, Luna yang mendengar suara bel rumah pun berdiri dan berjalan menuju pintu untuk membuka dan mengetahui siapa yang datang.
"Sepertinya itu Adam yang sudah datang."kata Luna.
Klek..
"Hai Lun, apa sudah disini ternyata."sapa Adam yang ada didepan Luna.
"Kamu sudah datang, masuklah dam. Kakak sedang berada dikamarnya sekarang. Ayo.."ucap Luna kepada Adam dan mengajaknya menuju meja makan.
"Kita akan makan malam bersama, sebentar lagi kakak datang disini."kata Luna yang sudah duduk dikursi meja makan.
"Baiklah, are you okay Lun?"tanya Adam.
"Aku baik-baik saja dam."ucap Luna.
Kurang lebih dua puluh menit Edward tiba turun dari kamarnya dan menuju meja makan yang sudah ada Adam dan Luna disana.
"Maafkan kakak lama, ayo kita semua makan. Sepertinya bibi pengurus rumah ini masak lebih banyak makanan malam ini. Apa ini sudah sesuai seleramu adik kecil kakak?"kata Edward sambil duduk disalah satu kursi meja makan disana.
"Sudah sesuai kak, tadi Luna sempat mencoba makanan ini enak-enak semua. Ayo makan kak."kata Luna sambil mengambil makanan diatas meja.
"Gimana kerjaanmu Dam, apa semua beres?"tanya Edward kepada Adam.
"Kerjaan sudah beres kak jadi tak masalah jika ku tinggalkan kantor firma hukumku."ucap balas Adam.
"Besok kakak dan Luna akan pergi ke London, apa kamu mau ikut kami pergi kesana?"kata Edward sambil mengambil lauk dipiringnya.
"Ada apa tiba-tiba harus kesana besok kak, apa ada masalah yang tak aku ketahui?"tanya balik Adam dengan melihat kearah Luna dan Edward.
"Adikmu sedang ada masalah dengan suaminya, kakak ingin membawa Luna menjauh sementara dari keluarga suaminya sementara sekalian disana bertemu dengan kakek yang juga mengkhawatirkan Luna."ucap Edward dengan santai.
"Ingin ikut kesana, tapi besok aku ada janji dengan klienku diluar kota baru 3 hari kedepan aku bisa susul kalian kesana."balas Adam
"Baiklah, selesaikan pekerjaanmu saja dulu. Ayo makan dulu nanti kita lanjut lagi'jawab Edward.
Setelah itu mereka bertiga makan malam dengan tenang, Luna menyelesaikan makan lebih dulu dari Adam dan Edward.
"Aku ke kolam dulu ya kak, sepertinya dilangit malam ini ada bintang-bintang"kata Luna.
Luna meninggalkan meja makan dan berjalan menuju kolam renang duduk ditepi kolam dan melihat kearah atas langit malam yang terang malam ini.
"Kakak, Luna apa baik-baik saja aku melihat dimatanya penuh dengan kesedihan."kata Adam kearah Edward.
"Luna itu bukan wanita lemah, dia mampu menyembunyikan masalahnya dan perasaan sedihnya seolah tak ada masalah apapun yang menimpanya jadi jangan menunjukkan wajah sedihmu dihadapan Luna."kata Edward yang melihat kearah kolam renang.
"Iya kak, untung kakak ada disini jadi ada yang bisa menemani dan mendukung Luna jika ada masalah seperti ini. Aku sudah tak percaya lagi dengan daddynya dan keluarga itu semua hanya ingin mengambil apa yang menjadi hak Luna."ucap Adam dengan serius.
"Kakak tau itu, jadi sebisa mungkin kakak akan membantu Luna dan menjaganya dari bahaya yang sudah mengintainya sampai sekarang."kata Edward dan berdiri berjalan menyusul Luna yang berada di kolam renang.
Edward melihat kearah Luna hanya bisa menghela nafas, masalah yang dihadapkan adiknya ini sungguh rumit.
"Apa yang kamu lakukan disini Lun?"tanya Edward.
"Eh kakak, disini tenang ya kak coba liat ke atas langit malam saat ini penuh dengan bintang-bintang andai ada bintang yang bisa mengabulkan permohonanku kak."ucap Luna seraya menatap ke atas.
"Apapun yang kamu minta, kakak akan berusaha mewujudkannya Lun. Jadi jangan merasa sendiri disini ada Adam dan kakak yang selalu ada buatmu."kata Edward yang duduk tepat disebelah Luna berada.
"Luna baik-baik saja kak, Luna bukan wanita lemah masalah begini Luna sanggup menghadapinya tapi Luna masih sangat menciintai Akbar kak. Belum sanggup untuk meninggalkannya."kata Luna dengan sendu dan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Lebih baik kamu kembali ke kamar, hari mulai malam istirahatlah besok kita akan melakukan perjalanan jauh."kata Edward yang berdiri dan meninggalkan Luna sendiri yang masih disana.
"Iya kak, habis ini Luna kembali ke kamar."balas Luna.
Tak lama setelah kepergian Edward, Luna pun berdiri dan masuk kedalam rumah berjalan menuju kamarnya.
Saat didalam kamar Luna berjalan ke arah balkon, udara malam yang terasa dingin langsung menyapanya saat Luna baru saja membuka pintu. Luna berdiri didekat pagar pembatas ia memeluk tubuhnya sendiri untuk mengurangi rasa dingin.
Tatapannya lurus ke depan melihat taman belakang kolam renang dan mendongak ke atas melihat kembali langit yang bertabur bintang sangat indah dan menakjubkan di pandang mata.
"Mengapa semua keindahan itu hanya bisa ku pandang tapi tak akan pernah bisa kuraih..?" gumam Luna bertanya pada dirinya sendiri.
Tanpa sepengetahuan Luna dari balkon kamar yang lain terlihat seseorang sedang memperhatikannya dengan tatapan yang tak terbaca.
- -
Keesok paginya, matahari cerah menyambut pagi Luna. Luna yang sudah bangun lebih dulu turun kebawah menyiapkan sarapan pagi untuk Edward dan Adam.
"Sepertinya bikin omellet pagi ini enak juga, roti dan omellet cocok sarapan pagi ini."gumam Luna dengan telaten mengaduk adonan telur yang berisi wortel cincang.
"Apa yang nona lakukan disini, biar saya dan lainnya menyiapkan sarapan pagi ini nona tak perlu repot-repot seperti ini."ucap salah satu pengurus rumah yang melihat Luna sedang berada didalam dapur.
"Enggak repot, aku hanya ingin membuat sarapan untuk kak Edward dan Adam saja. Lebih baik kalian panggilkan saja mereka yang masih didalam kamar untuk sarapan."kata Luna memerintahkan pengurus rumah itu.
"Baik nona, saya permisi dulu."ucap balas pengurus rumah itu.
Luna melanjutkan kembali memasak sarapan pagi itu dengan suasana hati yang senang, dan tak lama sarapan yang telah dimasak sudah siap diatas piring masing-masing setelah itu Luna membawa piring yang sudah berisi roti panggang dan omellet ke meja makan.
"Pagi Lun, harum sekali masakanmu. Apa yang kamu buat?'tanya Adam yang tiba lebih dulu dimeja makan dengan style pakaian kerjanya yang sudah rapi.
"Ini hanya bikin roti panggang dan omellet saja."ucap Luna.
"Sepertinya kelihatan enak itu Lun."ucap Adam yang sudah duduk.
se BADAS apa kamu luna
apa mau berbagi lendir dengan mereka lun OMG
biar kamu ga sama Kaya yg lain cuma mewek doang 🤦