NovelToon NovelToon
[TLS#2] Crazy Dare

[TLS#2] Crazy Dare

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:296.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Zakinah

Jika ada yang harus disalahkan, maka permainan Truth Or Dare-lah yang harus disalahkan.

Karena semua berawal dari sana.
Permainan yang telah dicap sialan oleh cowok gondrong anggota inti The Lion. Sebuah permainan tidak masuk akal dari teman-temannya yang mau tidak mau harus ia selesaikan dikarenakan kebodohannya memilih 'Dare'.

Alhasil, cewek ketua ekskul modern dance yang mendapat julukan Queen Shadow SMA Garuda itu pun menjadi sasaran empuk permainannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Zakinah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAGIAN # 27

"GUS! NYOK NYEBAT!!"

"Lu aja, gue ada urusan."

"Halah! T4yi lu!"

"Bacot, dah."

Bagus mengabaikan ajakan Ezra lalu segera beranjak dari dudukannya di kelas kemudian keluar menuju kelas yang tidak berada jauh dari kelasnya.

"Woi, cupu. Krystal ada gak?" Cowok berpenampilan cupu itu menggeleng sambil menunduk lalu segera pergi setelah mendengar decakan Bagus.

Bagus berbalik dan menuruni tangga dengan cepat, hendak berlari menuju ruang latihan anak Modern Dance namun tertahan ketika melihat Meira memapah Dita yang seperti menahan sakit.

"Dita kenapa, Cil?" tanya Bagus.

"Maag-nya kambuh, Kak. Katanya semalam gak sempet makan, sarapan juga enggak tadi pagi."

Berdecak, Bagus mengambil alih Dita dari Meira lalu memapahnya menuju UKS. "Lo ke kantin aja beliin makanan sama obat, Cil. Biar Dita gue yang bawa ke UKS."

"Oke!" Meira segera berlalu mengikuti perintah Bagus, sedangkan cowok gondrong berkuncir itu sendiri memapah Dita.

"Kenapa gak makan, sih, Ta? Kalau gini, kan, lo sendiri yang kesiksa."

Dita meringis, wajahnya berkeringat dingin. "Gak sempet, Kak. Semalam Kak Krystal tiba-tiba kejang pas datang ke rumah. Tapi gak mau diperiksa Dokter."

Langkah Bagus sempat terhenti sebelum kembali melangkah. Membuka pintu UKS lalu membawa Dita ke salah satu bilik yang kosong.

"Kejang?"

"Iya, gak tau kenapa."

Tidak lagi bersuara, Bagus membantu Dita merebahkan diri pada brankar walau kepalanya sudah dihinggapi ribuan pertanyaan.

Mengambil minyak angin di dalam laci nakas, Bagus lalu menyerahkannya pada Dita. "Gue keluar dulu. Mei bentar lagi dateng, kok."

Mengangguk, Dita tersenyum. "Makasih, Kak."

Bagus ikut tersenyum. "Sama-sama." Cowok itu lalu keluar dari UKS, kemudian mengambil ponsel dari saku celana sekolahnya.

"Kenapa, sih?!"

"Santai aja kali, sensi amat."

"Ya, lo nelfon siang-siang gini. Gue lagi makan beg0."

"Sabodo teuing. Mau nanya, nih, gue. Orang kalau kejang biasanya gangguan psikologis atau penyakit tertentu?"

"Lo ngapain nanya itu? Kejang-kejang lo?  Kalau lo, mah, bukan sakit, tapi sakau kali."

"Sepupu sialan lo. Kenapa juga Devan mau aja sama cewek gila kayak lo. Jawab aja, sih, biar cepet kelar. Abis pulsa gue, nih."

Bagus berjalan menuju taman belakang perpustakaan untuk memastikan apakah Krystal ada di sana atau tidak.

"Bentar aja di rumah gue jawab, ye. Waktu makan siang gue cuma lima belas menit. Jadi tolong kasihani sepupu lo yang lebih cantik dari Irene RedVelved ini, ya."

Aluna membuat Bagus berdecak ketika pacar sahabatnya itu memutuskan panggilan sepihak. "Gak Devan, gak Luna. Sama aja. Sama-sama b4ngke!"

"WOI, GUS! KE KANTIN SEKARANG! URGENT!"

Teriakan Malik membuat Bagus langsung menoleh lalu ikut menyusul Malik ke kantin lantai satu yang sudah dipenuhi orang-orang berkerumun. Bagus berhenti di ambang pintu akibat jalannya yang terhalang oleh orang-orang.

"Ini kenapa, sih?" tanya Bagus menipiskan tubuhnya agar sampai pada Dimas yang setengah mati berjinjit untuk melihat objek keributan.

"Itu, Si Neng Cantik tadi tiba-tiba teriak terus langsung kejang."

"Hah? Neng Cantik teh saha?" tanya Bagus tanpa sadar menggunakan bahasa Sunda.

"Neng Krystal."

"Ngadi-ngadi lo?" Mata Bagus melebar tajam. Ketika Dimas menggeleng, ia segera menembus kerumunan. Menggeser siapa saja orang yang menghalangi jalannya.

"KRYSTAL!" Bagus terpaku beberapa saat ketika Krystal kesulitan menenangkan dirinya. Sepersekian detik berikutnya Bagus tersadar, segera cowok itu mendekati Krystal dan berlutut di sampingnya

"Tal, hei. Tenang."

"Krystal?"

"Woi! Lo semua ngapain cuma nonton doang kayak orang beg0, hah?! Tolongin gue anj1ng!" bentak Bagus. Tangannya gemetar ketika menyentuh wajah Krystal.

"Dimas! Telfon Dokter sekarang!"

"SIAP, BANG!" teriak Dimas dari luar kerumunan.

"Minggir, sat. Kita mau lewat!"

"Kalau gak mau nolongin bubar lo pada!"

"4njing banget orang sakit diliatin doang."

Beberapa inti The Lion menerobos kerumunan lalu membantu Bagus. Alka menghadapkan kepala Krystal ke samping sementara Devan mengecek mulut Krystal jika saja ada makanan di dalamnya.

"Minggir-minggir!" Adnan dan Tian datang membawa tandu. Krystal dinaikkan ke sana lalu di bawa ke UKS dengan Adnan dan Bagus yang bertugas menandunya.

####

"Maaf jika saya harus mengatakan ini. Tetapi ... dari gejala yang dialami pasien, sepertinya pasien menderita penyakit yang serius. Saya sudah mengambil darahnya untuk di tes laboratorium, Dek Bagus bisa datang mengambil hasilnya tiga atau lima hari ke depan."

"Baik, Dok. Terima kasih."

Dokter wanita itu tersenyum lalu mengangguk sebelum keluar dari UKS sembari menenteng tas kerjanya.

Bagus kembali ke brankar, ada Dita yang berdiri di samping brankar dan juga ada Adnan yang menatap Krystal dengan tatapan yang tidak bisa Bagus artikan. Terlalu dalam namun menyiratkan kesedihan yang Bagus tidak tahu bentuk kesedihan itu.

Memilih menyingkir, Bagus ikut keluar dari ruangan. Dengan satu tangan yang tenggelam dalam saku celana sekolahnya, ia berjalan gontai. Menaiki lantai teratas SMA Garuda. Rooftop.

Di sana, Bagus duduk di tepi rooftop dengan kedua kaki menjuntai ke bawah. Mengeluarkan sebungkus rokok yang selalu ia bawa pada saku belakang celananya jika sedang tidak ada razia.

Bagus menyalakan rokoknya, menghisapnya dalam pada hisapan pertama dan kedua. Rasanya, semua pening dan kebingungan di kepalanya meluap, terbang seperti asap rokoknya yang terbawa angin.

Krystal sakit. Parah. Dan ia telah menyakiti cewek itu.

Bagus berengsek. Tidak tahu diri. Bahkan tak punya hati.

Hanya karena kepentingan sepihak, ia memanfaatkan gadis rapuh seperti Krystal.

"Sialan!" Bagus menekan ujung rokoknya ke lantai rooftop hingga padam lalu mengambil satu batang lagi.

"Nyebat aja terus sampe Tante Hana ngomel tujuh hari tujuh malem karna lo yang batuk terus."

Devan duduk di samping Bagus dengan posisi yang sama lalu menyodorkan sebuah kaleng berisi minuman soda. Mengambil rokok Bagus kemudian memadamkannya.

"Gak usah bacot, lo. Lo gak tau apa yang gue rasain," balas Bagus ketus. Membuka segel kaleng soda kemudian meneguknya dengan rakus. Devan mendengus melihatnya.

"Gimana gue mau tau? Lo aja gak pernah cerita. Sok kuat banget kayak cewek."

"Cerita apaan? Gue gak punya bahan buat diceritain."

"Halah, buaya terbang! Masalah lo sama Krystal maksud gue anj!"

"Gak ada urusannya sama lo."

Devan berdecak. "Lo udah ngerasain rasanya mandi pake soda gak, Gus?"

Bagus menoleh sekilas dengan alis terangkat. "Emang kenapa?"

"Cuma mau ngasih pengalaman baru aja buat lo."

"Oh, sori. Gak minat. Hidup gue udah banyak pengalaman." Bagus kembali menenguk sodanya diikuti Devan.

"Bacot, anjirr! Udah cerita cepetan. Biar lo ngerasa sedikit lega gitu."

Menghela napas, Bagus menyerah dan memilih menceritakan semuanya pada Devan. Tentang alur kenapa Krystal bisa tahu tentang dare tersebut. Krystal yang kecewa padanya. Rasa bersalahnya pada Krystal yang sangat mengganggu hatinya. Dan perasaan takut ketika mendengar perkataan Dokter yang memeriksa Krystal. Walau itu hanya kemungkinan, tetap saja Bagus tidak bisa mengusir rasa takutnya.

"Gue takut kalau ternyata dia bener-bener punya penyakit parah. Gue ngerasa ... gue manusia paling gak punya hati di dunia ini."

Devan mengangguk-angguk mengerti. "Oh, gitu."

"SETAN! LO NIAT BANTU GAK SIH!!"

.

.

.

HILOWW, MAP YE KALAU UP-NYA KELAMAAN😆

SELAIN GAK MOOD, AING JUGA KENA WRITERS BLOCK😭

YG GAK TAU WRITERS BLOCK ITU APA, SOK CARI DI GUGEL HAHA, WE MALAS JELASIN🤪

INSYA ALLAH KEDEPANNYA BAKAN AKU USAHAIN BUAT UP CEPET WALAUPUN GAK ADA JADWAL TETEP.

JANGAN LUPA VOTE, KOMEN DAN SHARE!!

SEE U WHEN I SEE U GENGS!❣️

1
Teguh wira admaja
thor... ini cerita selanjutnya atau cerita awal yah
bukan kah di seniornya
alka sm meira dah nikah
Risa Aprilia
sad ending
Risa Aprilia
pohon togenya semaput duluan mah klo yg digantung cowok ganteng,😅
Kokom Mala
aq sih emang lebih setuju bagus sma dita,soal nya dari awal di senior emang udh klik nya sma dita,,knpa ada kristal,kurang dpt fil nya
Yenni Efita
😭😭😭😭
dhara chantika
pindah kemana thor? aq ingin ngikut
Yenni Efita
ksh mukjizat thorr buat Kristal, terlalu bnyk kepedihan airmata dlm unurny yg msh belia.... beri ksh syg n kebhgiaan sm org yg syg m dia dg tulus
Sisti Yanti
Galau..
Sisti Yanti
Karna aku suka yg menantang aku pilih bagus... Hahaha
octa
MO NANGIS TAPI ADA MAK GW😭
rhmbrt_s
mata gue sampe hmpir bengkak thor
🌹CleoPaTrA🌹
lanjuut
Ana Ana Bae
season 2 dong thor....krystal lahir kembali dengan karakter baru dong thor...pliss....
Partiah Yake
nangis aku....., sewajarnya ya begitu ya masa sdh tau sakit tuva tuba sembuh kan agak lucu ya thor
embun pagi
seru layaknya Thor,,,tapi lupa sama nama2 tokonya,,,🙈🙈
Khanza💟💟
Nangis tengah malam ini mah
Nyesek sumpah😭😭
رح يسف
sad bnget sih kamu gus😭😭😭
Nur Sifa
😭😭😭😭
LyLa_LyLa
thor gue nangis terharu banget 🥺😭😭😭😭
key
😭😭😭😭😭
aq banjir thorrrr... ikutan nyeri kaya bagus..
😭😭😭😭😭

sekarang tinggal kisahnya aluna ama devan ya... ya.. ya.. ya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!