NovelToon NovelToon
Me And The Credit Queen

Me And The Credit Queen

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:730.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rabiha Adzra

Zaman sekarang mau dijodoh-jodohkan, siapa yang mau?. Bram, sepupu Byakta Aryasatya berusaha menjodohkan sepupunya itu dengan sepupu istrinya. Tahu sendiri keluarga dari sebelah Bella, istri Bram banyak yang alumni pondok pesantren bahkan ada yang memiliki pondok pesantren. Sementara pemahaman Bella sendiri standar saja meskipun dia menutup aurat juga. Byakta menolak tawaran Bram.

Di hari pertama, Byakta masuk kerja karena menggantikan posisi Manajer Keuangan yang resign, dia dikejutkan oleh ruangan divisi keuangan yang ramai bak pasar. Banyak karyawan perempuan sedang sibuk memilih-milih barang.
Zeevana yang punya lapak langsung dipanggil Byakta keruangannya. Gadis itu dilarang buka lapak di dalam kantor. Zeevana sangat kesal dengan Byakta padahal dia tidak mengganggu jam kerja. Byakta saja yang datangnya kepagian. Sejak hari itu Zeevana bersikap tidak bersahabat dengan atasannya itu.
Ternyata Zeevana adalah sepupu Bella. Bella juga akan menjodohkan Zeevana dengan sepupu suaminya.
Akankah Zeevana menerima perjodohan dari sepupunya ?
Impian Zeevana yang ingin memiliki suami yang bisa menjadi imamnya dunia akhirat akankah terwujud ?
Sementara Byakta yang sudah mengetahui dengan siapa dia akan dijodohkan, jadi berpikir ulang untuk mencoba mengenal Zeevana lebih dekat dengan caranya sendiri.

Bagaimana kelanjutan ceritanya...
Yuk lanjut baca aja 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rabiha Adzra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 27 Maag atau Hamil ?

Zeevana tiba duluan di rumah. Dia segera membersihkan diri lalu berbaring di ranjang. Hari ini kerjanya di kantor hanya tiduran di ruang Byakta. Semua aktivitas yang biasa dia lakukan mendadak malas mengerjakannya. Hanya tagihan utang kepada pelanggannya saja yang tidak pernah terlewatkan untuk memberitahu mereka lewat wa grup atau pribadi. Akhirnya Zeevana terlelap juga sambil memegang ponselnya.

Byakta pulang ke rumah agak terlambat karena bersama Bram membahas agenda rapat besok siang dengan jajaran pejabat di perusahaan sekaligus serah terima jabatan CEO.

Byakta membuka pintu kamar, sepertinya Zeevana sudah pulang karena mobilnya sudah ada di garasi.

Zeevana tampak berbaring di ranjang ketika Byakta mendekatinya, ternyata istrinya sedang tidur.

'Ya Tuhan. Kenapa hari ini, Zeevana seperti putri tidur saja. Tidak di kantor, tidak di rumah kok, bawaannya tidur melulu,' batin Byakta sambil memandang wajah Zeevana yang terlelap tidur.

Byakta pun membersihkan diri. Seluruh badannya terasa lengket semua karena cuaca hari ini memang agak panas. Setelah mandi dan menggunakan pakaian santai dia mendekati Zeevana. Hari hampir maghrib, tidak baik untuk tiduran.

"Zee, bangun Sayang," Byakta menyentuh pipi mulus istrinya.

"Eung...Astaghfirullah!!," ucap Zeevana membuka mata.

"Aku ketiduran ya, Mas?," tanya Zeevana melihat Byakta.

Laki-laki berparas tampan itu tersenyum. "Bukan ketiduran lagi kayaknya emang niat mau tidur," sindir Byakta sambil menyingkirkan ponsel di tangan Zeevana.

"Habis ngantuk banget, Mas," ujar Zeevana sambil mengucek matanya.

"Sayang, kamu jangan marah, ya," ucapku menatapnya. Zeevana menatap Byakta heran terlihat dari bola matanya.

"Kenapa?," tanya Zeevana.

"Es krim kamu, Mas ambil dua," jawab Zeevana tersenyum.

"Hah, Mas By!!!. Kan jadi berkurang deh stok es krimku," rengek Zeevana.

"Soalnya cuaca hari ini panas banget. Waktu Mas buka kulkas dan melihat es krim kamu, Mas jadi ngiler. Pas banget kan, jadi adem makan es krim," jelas Byakta tanpa dosa.

Zeevana duduk lalu menekuk wajahnya. 'Waduh, marah banget kayaknya,' batin Byakta.

"Cuma dua aja. Stoknya masih banyak, kok. Lagian lihat tuh pipi kamu tambah cubby aja. Udah naik berapa kilo coba," ledek Byakta. Memang Zeevana sekarang terlihat agak berisi badannya.

"Oh, jadi Mas By nggak suka lihat aku jadi gemuk. Sukanya yang langsing-langsing kayak Bu Shindi gitu!!," balas Zeevana tidak suka. Zeevana memalingkan wajahnya.

Lho, kenapa malah jadi bahas Shindi segala. "Sayang bukan begitu maksudnya..."

"Bilang aja Mas masih suka sama dia  karena dia lebih cantik, lebih langsing, lebih modis, lebih gaul, lebih..." Byakta langsung menutup mulut Zeevana dengan jari telunjuknya.

"Cukup!. Di dalam kamar kita jangan membahas wanita lain. Tidak ada wanita lain yang aku cintai selain kamu. Aku hanya ingin kita saling percaya. Aku menjaga cintamu dan kamu menjaga cintaku," ujar Byakta menyakinkan istrinya. Zeevana terpaku menatap Byakta.

"Mas mau siap-siap sholat di masjid dulu," ujar Byakta.

Dia kemudian mengambil baju koko dan celana panjang. Tak lama adzan maghrib pun berkumandang. Byakta keluar dari kamar untuk menghindari terjadinya pertengkaran di antara mereka.

💞💞💞

Makan malam Zeevana tampak tenang dan tak bersuara di meja makan.

"Zee kok makannya dikit banget?," tanya mertuanya dengan sorot mata sedang melihat piring Zeevana.

"Nanti gemuk karena kebanyakan makan, Ma," jawab Zeevana.

'Sepertinya dia sedang menyindirku,' batin Byakta. Dwina lalu melirik ke arah anaknya itu.

'Pasti mama menyalahkan aku, deh,' batin Byakta lagi.

"Badan kamu kan masih proporsional Zee. Kamu juga By ngapain melarang istri makan banyak," ujar Dwina memarahi Byakta sambil menatap tajam ke arah anaknya itu.

"Aku tidak melarang Zee makan banyak, Ma" elak Byakta.

"Tidak melarang sih Ma, tapi menyindir," sela Zeevana.

"Oya Zee, kata By kamu sakit maag?. Coba periksa ke dokter aja, takutnya malah maag kronis kalau dibiarkan," saran Dwina.

"Iya, Ma. Sebenarnya udah lama nggak kambuh. Tapi nggak tahu belakangan ini asam lambungku jadi naik," ujar Zeevana.

"Ya, udah. Selesai makan malam, By antar Zee ke klinik dokter Mumtaz aja," usul Arya.

"Iya, Pa  By juga berpikiran begitu. Gimana, Zee?," lirik Byakta.

Zeevana mengangguk setuju.

Selesai makan malam Byakta mengajak Zeevana untuk periksa ke klinik Dokter Mumtaz, sahabat mamanya.

"Lho By, kapan kamu nikah?. Kok, nggak ngundang-ngundang Tante, sih," ujar Dokter Mumtaz.

"Akadnya tertutup, Tan. Maklum orang penting," canda Byakta.

"Kayak selebritis aja kamu," sahut Dokter Mumtaz

"Insya Allah resepsinya, Tante akan kita undang, kok" sambung Byakta.

"Oke, Tante tunggu undangannya. Oya, siapa yang sakit?. Istri kamu, ya?," tanya Dokter Mumtaz.

"Iya, Dok," ujar Zeevana membuka suara.

"Apa keluhannya?," tanya Dokter Mumtaz.

"Sering mual, Dok. Tapi kalau makan es krim mualnya hilang. Kalau makan kebanyakan perutnya terasa kencang dan akhirnya saya muntah," jawab Zeevana.

"Hmm, coba berbaring di sini dulu. Kita periksa, ya," ujar Dokter Mumtaz.

Dokter Mumtaz menarik tirai pembatas agar bisa memeriksa Zeevana dengan leluasa. Byakta pun menunggu sambil membuka ponselnya. Tak lama Dokter Mumtaz membuka tirai dan Zeevana tampak sedang membetulkan jilbabnya.

Dokter Mumtaz tersenyum melihat Byakta.

"By, istrimu itu bukannya sakit maag," ujar dokter Mumtaz.

Byakta dan Zeevana saling pandang. Kalau bukan sakit maag lantas apa penyakitnya?.

"Istrimu itu lagi ngidam karena hamil muda," ucap dokter Mumtaz melihat wajah pasangan suami istri itu belum nyambung mendengar ucapannya tadi.

"Apa, Dok?. Jadi saya hamil?," tanya Zeevana belum sadar.

"Iya. Kamu terlambat haid udah berapa minggu?," tanya Dokter Mumtaz.

"Saya lupa, Dok. Karena waktu itu kita lagi ada masalah jadi saya kira karena pikiran sedang stres makanya belum haid lagi," jawab Zeevana.

"Oke, nggak apa nanti di USG aja ke dokter kandungan biar lebih akurat," saran Dokter Mumtaz.

"Kalau begitu kami pamit dulu, Tan. Antrian masih banyak kayaknya," ujar Byakta melirik Zeevana untuk segera keluar dari ruangan dokter Mumtaz.

"Iya. Selamat ya untuk kalian berdua. Nggak lama lagi bakal jadi orang tua," ucap Dr.Mumtaz.

"Terima kasih, Tan," Byakta dan Zeevana kemudian keluar dari ruangan, mereka melihat antrian pasien Dokter Mumtaz masih panjang.

💞💞💞

Sepanjang perjalanan menuju ke rumah hati Byakta benar-benar merasa bahagia dengan kehamilan Zee. Pantas saja bawaannya mau tidur saja dan nyemil es krim sampai menyetok segala. Memang sikapnya belakangan ini tidak seperti Zeevana yang Byakta kenal.

"Sayang, kamu mau makan apa?," tawar Byakta sambil menggenggam tangan istrinya.

"Nggak, ah. Nanti aku gemuk," lirik Zeevana sambil manyun.

Byakta tertawa kecil, kayaknya ucapan dia tentang berat badan bakal jadi ingatan Zeevana terus.

"Nggak masalah, Yang. Kalau itu baik untuk calon bayi kita. Kalau ibunya diet, kan kasihan baby-nya nanti kelaparan," toleh Byakta sambil menyetir mobil.

"Mas By sih, yang mulai duluan," ujar Zeevana masih dengan wajah cemberut.

"Oke..oke. Terus terang Mas nggak masalah kamu mau gemuk atau nggak nantinya. Tapi tolong sekarang jaga calon anak kita agar jangan sampai kekurangan gizi. Itu saja," kata Byakta menyakinkan istrinya.

"Benar, Mas?. Aku boleh makan apa aja?," tanya Zeevana dengan mata berbinar menoleh ke arah Byakta.

Byakta mengangguk tersenyum. 'Asal kamu bahagia Zee' batinnya.

"Mas kita jangan pulang dulu, ya," pinta Zeevana.

"Emang mau ke mana?," toleh Byakta.

"Aku lapar, mau makan nasi Padang," jawab Zeevana sambil memegang perutnya.

"Pantas saja, kamu tadi kan makannya sedikit sekali," ujar Byakta.

"Aku nggak selera masakan di rumah, Mas," jelas Zeevana.

"Baiklah, Sayang. Kita meluncur ke rumah makan padang. Mas juga jadi ikutan lapar," ujar Byakta setuju.

Byakta dan Zeevana mengisi perut dulu sebelum pulang ke rumah. Melihat Zeevana lahap makan Byakta jadi ikutan lahap juga menikmati masakan padang.

'Bisa-bisa melar nih body, mengikuti gaya makan ibu hamil jika nyemil dan makan malam-malam setiap hari,' batinnya.

💞💞💞

Tiba di rumah ternyata Dwina belum tidur. Beliau menunggu mereka di ruang keluarga.

"By, kalian ke mana aja?. Masa ke dokter lama sekali?. Mama tadi telpon Dokter Mumtaz, katanya kalian udah lama pulang?," tanya mama Byakta dengan raut wajah cemas.

"Kami makan dulu, Ma," jawab Byakta sambil melirik Zeevana.

"Makan?. Kan sebelum berangkat kalian udah makan malam," ujar Dwina heran.

"Zee ngidam mau makan nasi Padang, Ma, jadi kita makan lagi," jelas Byakta.

"Ngidam?," gumam Dwina.

"Iya, Ma. Kata dokter aku bukan sakit maag tapi mual karena sedang hamil," ujar Zeevana tersenyum menjawab kebingungan mertuanya.

"Ya Allah, jadi kamu hamil, Zee?," seru Dwina tersenyum bahagia.

"Iya, Ma," jawab Zeevana tersenyum.

"Alhamdulillah. Selamat, ya. Nggak lama lagi kalian akan menjadi orang tua," ucap Dwina bahagia kemudian memeluk Zeevana, menantunya.

1
Rahmaniar
suka ceritanya 👍👍
Nurul Badriyah
sy udh berkali2 baca novel ini, ga ada bosennya...critanya ringan tp nyata
Mbak Latif
saya syuka bacanya the real kehidupan sehari**
Eliani Elly
👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Eliani Elly
👍👍👍👍
Eliani Elly
baru nyimak
Licha Mas
jadi pingin ikut ngredit kalau selaris itu mbak Zee...
Ismalinda
baguslah
Herlini
good
Adzkhia Sbw
itu Poto profil yg cewek kayak Mualimah aku di pondok
nadya insan
lanjut kak
Yayang Cinta
aq suka ceritany thor, ga berbelit2 sma ga bnyk episode.. tiga kata dri qu I like you
Moelyanach
sukaaa
Moelyanach
itu kyk saya jualan dipbrk, bedanya zeva jualan tas brended nah aku, jualan gorengan dan kopi. 😂😂
Betty
akhir yg bahagia senang nya. 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏👏👏👏👏👏👏
Betty
srlamat utk byakta dan zeevana yg menjadi org tua baru.
Betty
oooo ........ td.... zeevana
Betty
haha.........
Betty
makin seru + lucu
Betty
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!