NovelToon NovelToon
Anak Tersembunyi Sang Pewaris

Anak Tersembunyi Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Lari Saat Hamil / Menikah Karena Anak
Popularitas:31.8k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Kaelus Danurwenda terkejut ketika mendapati dirinya di pagi hari tanpa mengenakan pakaian. Dia mengumpat marah ketika mengingat kejadian tadi malam.

Kaelus mencari jejak si wanita namun nihil. Pencarian Kael berlangsung selama 4 tahun lamanya, tapi tak menghasilkan apapun.

Ketika harapannya pupus, dan hendak menerima perjodohan yang diatur orang tuanya, tiba-tiba seorang bocah dengan mata coklat kekuningan menabrak tubuhnya.

"Maap Om, Al nda senaja."

Debaran aneh memenuhi hati Kaelus Wajah bocah itu sangat tidak asing di matanya.

"Kamu ... ."

"Maaf Tuan, anak saya berlari tanpa arah. Permisi."

Melihat ibu dari anak itu, Kaelus samar-samar mengingat tentang wanita di malam yang salah itu.

Apa yang akan dilakukan Kaelus? Apa dia akan melanjutkan perjodohan yang diatur, atau malah mencari ibu dan anak tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ATSP 32

"R-rosa, k-kamu kenapa?"

Kael ingin mendekat ketika melihat Rosa berurai air mata. Dia sudah maju dua sampai tiga langkah tapi kemudian kakinya berhenti. Tangannya mengulur, namun ditariknya kembali.

Kael mengusap wajahnya sendiri, ia tak bisa berkata-kata. Alhasil Kael hanya berdiri mematung di tempatnya dengan terus melihat ke arah Rosa.

Ia menunggu sampai Rosa berhenti menangis dan berbicara.

Sekitar 10 menit berlalu, akhirnya Rosa berhenti menangis. Dia mengusap wajahnya dengan tangan untuk menyeka air matanya. Meski masih terisak, Rosa kini mengangkat wajahnya dan menatap lurus ke arah Kael.

"Kamu juga kesulitan?"

Itulah kata yang pertama kali diucapkan oleh Rosa setelah dirinya menangis. Pertanyaan yang ternyata berkaitan dengan kondisi Kael yang dipikiran Rosa mungkin sama dengan yang dialaminya juga.

Kael menganggukkan kepala cepat.

"Ya benar, aku kesulitan. Tapi aku rasa kesulitanku nggak sesulit kesulitan kamu. Pasti kamu menderita selama ini kan? Aku minta maaf Rosa. Aku minta maaf atas semua keterlambatan ku menemukan mu dan Al."

Tangis Rosa pecah lagi. Dia sampai duduk dan menekan dadanya dengan tangan.

Rasa sakit yang ia lihat di mata Kael, sama dengan rasa sakit yang selama ini dirasakannya. Senyum Kael yang terbit, juga terasa menyakitkan.

Banyak hal yang sudah dipendam oleh pria itu. Pria yang Rosa anggap sebagai bajingann brengsek, pria yang ia kutuk sengsara hidupnya, ternyata benar-benar berada dalam kesengsaraan yang nyata. Hanya bedanya Kael tidak bajingaan dan juga tidak brengsek.

Tangis Rosa terdengar begitu menyesakkan. Isakan itu terdengar sesak.

Jika tadi Kael memilih diam, kini tidak lagi. Perlahan, satu langkah demi satu langkah Kael mendekat ke arah Rosa. Dia juga mensejajarkan tubuhnya dengan berjongkok didepan wanita itu.

Meski ragu, Kael mengulurkan tangannya untuk menyentuh bahu rosa. Lalu, Kael menepuknya dengan perlahan.

"Kamu hebat Ros, sangat hebat sudah bertahan sejauh ini. Kamu adalah wanita yang luar biasa. Aku berjanji, bahwa setelah ini hanya akan ada kebahagiaan untuk mu dan Al. Terimakasih Rosalina, terimakasih sudah bertahan dan terimakasih karena kamu bersedia melihatku."

Kael tersenyum, senyum yang begitu tulus dan dalam. Wanita yang ia lihat ini sangat rapuh namun Rosa nisa begitu kuat di depan putranya. Bukti dia adalah ibu dan wanita yang hebat.

Bruk!

Mata Kael membulat saat tubuh Rosa ambruk. Ia dengan sigap menangkap lalu mengangkat tubuh tersebut.

"Kamu begitu kecil dan ringan, Ros."

Kael begitu mudahnya menggendong Rosa. Tubuh wanita yang telah memberinya satu anak itu seolah tak memiliki bobot dan juga terasa kecil berada di kedua tangan Kael.

"Rosa kenapa?"

Dari arah lain Griz datang dengan langkah terburu-buru. Wajahnya berkerut, dan tatapan tajamnya diarahkan kepada putranya.

"Jangan nganggep aku kayak penjahat gitu apa Mam, Rosa kecapekan nangis kayaknya."

Bukannya lega, tapi tatapan Griz semakin menajam. Ini pasti sangat pagi jam bahkan baru menunjukkan pukul 05.30, bagaimana Rosa bisa menangis kecapekan.

"Kamu apain dia?" selidik Griz.

"Astaga Mami, aku nggak ngapa-ngapain Rosa. Kita cuma ngobrol. Udah ah Mi, meski nggak berat tapi kasian Rosa, biar dia berbaring. Psikis nya sangat lelah, tubuhnya jadi mengikuti. Udah nanti aku ceritain. Sekarang biar aku letakkan dulu Rosa di kamarnya."

Kael melenggang melewati Griz yang masih menunjukkan ketidakpuasan dengan jawaban putranya itu. Dia terdiam sejenak di tempatnya berdiri lalu bergegas menyusul Kael. Griz juga mengikuti Kael yang masuk ke kamar Rosa dengan tatapan waspada nya.

"Mam, jangan ngelihatin aku kayak aku mau ngelakuin hal jahat ke rosa. Kami murni bicara tadi, dan aku nggak ngapa-ngapain dia."

Kael berkata demikian karena merasa tengkuknya panas. Sang ibu menatapnya dengan begitu tajam, seperti sinar laser panas. Setiap detail gerakannya benar-benar tak luput dari tatapan Griz.

Griz menaikkan satu alisnya, tangannya yang terlipat ke depan dada dan ekspresi wajahnya yang kaku membuat Kael menghela nafasnya panjang.

"Mami beneran nggak percaya kalau aku cuma bicara aja ke Rosa? Nanti Mami tanya aja ke dia kalau udah bangun. Aku mau balik ke kamar, takut Al nyariin."

Kael menaikkan selimut hingga ke batas dada untuk Rosa. Setelah itu ia melenggang pergi meninggalkan sang ibu yang masih di kamar Rosa dengan tatapan tidak percayanya.

Jiwa seorang wanita dari Griz yang curiga terhadap Kael karena perbuatan Kael di masa lalu, tentu merupakan hal yang lumrah. Meski itu putranya sendiri dan sudah dijelaskan bahwa kesalahan tersebut atas dasar jebakan orang lain tetap saja Griz curiga Kael berbuat buruk kepada Rosa. Apalagi Rosa yang dilihatnya tadi digendong oleh Kael dalam kondisi entah pingsan entah tidur.

"Haaah, aku tahu putraku nggak brengsek, tapi tetep aja curiga lihat Rosa begini," gumam Griz lirih.

Ia mendekat ke arah Rosa, mengusap wajah wanita muda itu dengan lembut, lalu keluar dari kamar. Pintu ditutupnya perlahan agar tak mengusik Rosa.

"Astaga Ben."

Griz terjingkat ketika melihat suaminya yang sudah berdiri di depan kamar. Wajah Ben sedikit ditekuk membuat Griz mengerutkan keningnya.

"Ada apa Ben?"

"Patih baru aja ngubungin aku, dia tanya soal keberadaan Iras?"

Griz seketika mengerutkan alisnya mendengar perkataan suaminya. Iras, nama itu hampir dilupakan olehnya.

"Kok tanya Iras ke sini?" tanya Griz tidak mengerti.

"Soalnya terakhir anak itu bilang kemarin nemuin Kael di perusahaan dan nggak pulang-pulang ke rumahnya."

Huuuft

Griz membuang nafasnya panjang. Ia lalu mengusap wajahnya. Bersama Ben, Griz menuju ke kamar Kael. Beruntung Kael membuka pintu kamarnya sehingga mereka tak perlu mengetuknya.

"Ada apa?"

Kael beranjak dari ranjang lalu berjalan menghampiri Griz dan Ben yang berdiri dengan wajah yang tampak gelisah.

"Kamu tahu dimana Uras. Ayahnya baru aja nelpon Papi nanyain Iras. Katanya dari kemarin nggak pulang."

"Laaah kok nanya aku sih. Emang aku baby sitter nya apa. Ya tanya lah anak itu, dimana dia. Kalau nggak cari ke temen-temennya. Dia punya kakak kan, suruh kakaknya cari. Kok malah nyari ke aku."

Nada suara Kael begitu sengit. Wajahnya ditekuk dan kedua alisnya berkerut hingga hampir bersatu.

Ben bisa melihat rasa kesal dari wajah putranya. Dari awal Kael memang sama sekali tak punya minta terhadap Iras jadi seolah apapun yang berkaitan dengan wanita itu, Kael tak mau tahu.

"Ya udah kalau gitu. Papi akan ngasih tahu Patih kalau kita nggak tahu dimana Iras."

Kael mengangguk, ia lalu kembali ke dalam kamar dan menutup pintu itu secara perlahan.

Ben merogoh ponsel yang ada di kantong lalu menekan nomor ponsel Patih.

"Kael nggak tahu dimana Iras. Kami nggak ada yang dihubungi sama anak kamu. Coba kamu tanya ke temen-temen dekatnya. Barangkali mereka tahu. Ah iya Patih, soal Kael dan Iras jelas tidak bisa dipaksakan. Apalagi Kael sudah punya wanitanya sendiri. Jadi nggak perlu lagi memaksakan untuk kita bisa berbesanan."

TBC

1
Keysha Aurelie
yes Ros menikah dulu ,yang penting status kalian sudah sah, untuk kalian mau berperan atau menjalankan sebagai suami istri beneran bisalah bertahapp
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
g mungkin kael nikah m orang lain dia juga g mau pisahkan km m al
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
sempull emng doanya g bener
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Kael dan Rosa galau nih 🤦😅
Dew666
Iya Rose harus nikah
Novita Sari
tapi ceritanya masih bagus.gak muter muter kok,kan nyeritain traumanya rosa sama kael n juga ada sangkut pautnya..
Esther
Galau nih Rosa dan Kael perkara menikah atau tidak🤭.
爾妮
😍😍mantap ahh
Rohmi Yatun
enggak kok Thor.. Q suka cerita nya..
爾妮
semangat tor,, lanjut 💪💪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bagus Griz lngsng ultimatum Kael dan Rosa biar cepat nikah agar Al punya status jls jd gak usah nunggu lama" lg 😉👍
ind@h
dulu waktu kecil aq jg pernah hanyut di sungai kak..kata orang² ini nyawa kedua..bener kata kakak..trauma itu masih ada di alam bawah sadar kita bahkan sampai skr...memang trauma itu susah bgt ilangnya kak..mungkin bagi mereka yg tdk mengalami menganggap enteng..tp jujur bgt bagi kita itu sangat berat..
Ayudya
lanjut kak😍😍😍😍
Dozky 2 Crazy
gak ko author aku sukaaa
n faham
semangat n sehat sehat author🩷🩷
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Eeh dikiiit naa /Proud/
Novita Sari
😭😭😭😭
Keysha Aurelie
Kael pria yang baik ,gak egois, gak kejam, gak dingin, beda banget sama pemeran utama yang lain 🤭 langsung suka aku, pria idaman ini
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kapan nih Kael dan Rosa nikah 😏🤔
爾妮
😭😭😭

teman nya si kael gk d kasih pelajaran,,karna dia mereka jd sengsara
ind@h
pagi² udah ada yg naruh bawang...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!