NovelToon NovelToon
JERAT CINTA ALKA

JERAT CINTA ALKA

Status: tamat
Genre:Cintapertama / One Night Stand / Selingkuh / Tamat
Popularitas:764.2k
Nilai: 4.6
Nama Author: Apri Ana

Hanya demi sebuah ponsel keluaran terbaru, Amina rela menjual dirinya pada Alka, anak dari majikan ibunya.
Amina pikir cukup sekali tapi tidak untuk Alka.

Alka tidak melepaskan Amina, tidak akan pernah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apri Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Alka menghentikan mobilnya tepat didepan gang masuk rumah Amina.

Alka hendak keluar untuk menemani jalan kaki sampai rumah namun Amina mencegah niat Alka.

"Sudah terlalu malam pak, saya tidak enak dengan warga sekitar."

Alka mengangguk paham, Ia mengurungkan niatnya untuk keluar dari mobil.

"Terima kasih sudah menolong saya Pak, maaf sudah membuat Bapak terluka seperti itu." kata Amina sambil menundukan kepalanya.

"Jika kau tidak ingin melihatku terluka, kau harus mau ku antar setiap hari."

Amina langsung menggelengkan kepalanya, "Jangan pak."

"Kenapa?" Alka mengerutkan keningnya heran.

"Saya ... Anu pak besok saya pulang lebih awal jadi saya bisa pulang sendiri, lagipula masih sore jadi tidak mungkin ada orang jahat lagi." jelas Amina membuat Alka berdecak.

"Aku akan tetap mengantarmu."

"Ta tapi pak..."

"Apa alasanmu menolak?"

"Saya tidak mau ada gosip di kantor."

"Gosip?" Alka tak paham maksud Amina.

"Iya pak, ada yang melihat saya memasuki mobil Bapak, mereka mengira kita memiliki hubungan." jelas Amina lalu kembali menunduk tak berani menatap Alka.

"Biarkan saja mereka mau berpikir apapun." balas Alka santai.

"Tapi pak..."

"Aku tidak menerima penolakan, sudah lebih baik kau segera keluar." usir Alka.

"Baik pak, sekali lagi terima kasih."

Alka tersenyum lebar setelah Amina keluar dari mobilnya, Ia segera mengambil ponselnya untuk menghubungi anak buahnya.

"Kerja kalian bagus sekali, aku suka dan aku akan memberi bonus untuk kalian." ucap Alka sambil tertawa.

"Ta tapi Bos, saya tadi tidak sengaja memukul bibir Bos, maafkan saya Bos." balas suara dari telepon terdengar takut.

"Tidak masalah, aku justru senang mendapatkan pukulan darimu."

Alka segera mengakhiri panggilannya, Ia kembali tersenyum lebar.

"Dengan begini dia akan takut pulang sendirian dan tak akan menolak ku antar lagi, aku memang sangat pandai." Alka merasa bangga dengan dirinya sendiri.

Sementara itu, Amina baru saja sampai rumah dan melihat Surti masih menunggunya.

"Ibu kok belum tidur?"

Surti tersenyum, "Ibu nungguin kamu, kok pulangnya malam banget nduk?"

Amina malah tersenyum membuat Surti keheranan dengan sikap Amina itu.

"Kamu kok malah senyum nduk?"

Amina akhirnya menjelaskan pada Ibunya jika Ia ketiduran diruangan Alka hingga malam dan pulang dicegat oleh preman, Ia juga mengatakan jika Alka menolongnya.

Amina menceritakan segalanya pada Ibunya kecuali ciuman bibir dengan Alka, Amina tak mengatakan pada Ibunya.

"Beruntung Nduk ada Den Alka, coba kalau nggak ada." ucap Surti dengan raut wajah khawatir.

Amina terdiam, bibirnya menyunggingkan senyum jika mengingat kejadian tadi.

"Sekarang senyum lagi, Ibu jadi curiga." gumam Surti menyadarkan Amina.

"Apa sih Bu, udah ah Amina mau mandi dulu." Pamit Amina bergegas ke kamar mandi tak ingin Ibunya tahu jika Ia baru saja berciuman dengan Alka meskipun bukan kali pertamanya mereka berciuman.

...****************...

Setelah mengantar Amina, Alka kembali ke kantor karena malam Ia menginap di kantor. diruangan yang tadi siang dibersihkan oleh Amina.

"Nyaman sekali." Gumam Alka saat berbaring di diranjang bekas Amina tidur.

"Bantalnya bau stroberi, Apa dia keramasa menggunakan shampo stroberi?" tebak Alka menciumi bantal bekas Amina tidur.

"Seperti anak kecil tapi aku sangat menyukainya, apalagi bibirnya, sangat manis." Alka memeganggi bibirnya dimana ada bekas bibir Amina disana.

"Rasanya aku ingin dipukuli setiap hari asal bisa mendapatkan ciuman dari Amina." Gumam Alka lalu memejamkan mata berharap malam ini Ia bisa bermimpi indah bersama Amina.

...****************...

Amina baru saja menyimpan tasnya diloker. Ia ke pantry sejenak untuk minum teh hangat sebelum mulai membersihkan ruangan Alka.

"Eh kemarin Lo kemana? Habis nganter kopi ke ruangan bos kok nggak keliatan lagi?" tanya salah seorang teman Amina yang satu shift dengannya.

Amina terdiam, mengingat kemarin Ia ketiduran diruangan Alka cukup lama.

"Eum, kemarin disuruh pak Alka keluar, ada tugas keluar jadi ya nggak balik lagi." bohong Amina mencari alasan.

"Tapi kok Pak Alka nyariin Elo, aneh deh." Teman Amina terlihat curiga.

Amina mengedikan bahunya, "Aku juga nggak tahu, mungkin Pak Alka lupa."

"Masa sih?" Teman Amina masih tak percaya.

"Udah ah mau kerja." Amina bangkit dari duduknya.

"Eh bentar, pulang kerja mau ikut nggak?"

"Kemana?" tanya Amina.

"Karumah sakit, jenguk si Kaka."

Amina kembali terdiam,

"Ikut nggak?"

Amina menggelengkan kepalanya pelan, "Aku absen nggak ikut ya."

"Kenapa? Harus ikut lah. Kaka temen kita lho."

Amina tetap menggelengkan kepalanya, "Maaf ya."

"Haduh, emang lagi ada masalah sama Kaka, kok nggak mau ikut?" tanya Teman Amina lagi masih berusaha memaksa Amina.

"Eum, enggak gitu aku cuma-"

"Pokoknya ikut, nanti aku tunggu." paksa Teman Amina yang langsung membuat Amina menghela nafas panjang.

Amina segera keruangan Alka setelah selesai mengobrol dengan temannya.

Amina berjalan sambil memikirkan tawaran temannya untuk ikut menjenguk Kaka.

"Rasanya aku kasihan ingin ikut menjenguk namun jika ingat waktu itu... Aku masih belum ingin melihatnya, bagaimana ini?"

"Bagaimana apanya?" suara Alka terdengar membuat Amina terkejut dan melihat Alka berada disampingnya masih mengenakan piyama, sepertinya Alka baru saja bangun tidur.

"Tidak pak, tidak apa apa." Amina langsung gugup.

"Katakan apa yang baru saja kau bicarakan!" Alka terdengar memaksa.

"Pulang nanti ada agenda menjenguk Kaka, saya bingung pak mau ikut atau tidak.''

"Tidak perlu ikut!" perintah Alka.

"Tapi pak, teman saya memaksa saya harus ikut."

"Ck, cari alasan apapun agar kau tidak perlu ikut."

"Baiklah Pak."

Kini keduanya diam, berperang dengan pikirannya masing masing. Alka menatap Amina begitu juga Amina membalas tatapan Alka namun hanya sebentar karena Amina memutuskan kontak mata dengan Alka.

"Bibir Bapak sudah sembuh?" tanya Amina sambil menunduk tak berani menatap Alka.

"Belum, rasanya masih sakit sekali."

Amina memberanikan diri mendongak menatap bibir Alka, "Tapi lukanya terlihat sudah kering pak."

"Tapi masih sakit, sepertinya aku tidak akan bisa makan hari ini." keluh Alka.

Mendadak Amina merasa sangat bersalah pada Alka, "Saya belikan bubur untuk sarapan ya pak?" tawar Amina.

"Tapi aku tidak yakin apa bisa memakannya."

"Kita coba dulu ya pak, tunggu sebentar biar saya belikan buburnya." ucap Amina lalu segera keluar dari ruangan Alka.

Amina kembali keruangan Alka membawa sebungkus bubur yang masih hangat lengkap dengan peralatan makannya.

Amina melihat Alka duduk di kursinya, sudah rapi mengenakan pakaian kerjanya.

"Sarapan dulu pak." Amina menyodorkan semangkuk bubur dimeja Alka.

Alka mengambil sendok perlahan lalu kembali menjatuhkan dimeja.

"Tanganku sakit, aku tidak bisa menggunakan sendoknya." keluh Alka.

Amina terlihat bingung, semalam tangan Alka baik baik saja dan sekarang mengeluh sakit.

"Apa karena semalam pak?"

"Ya, apa kau tidak lihat semalam aku menghajar preman itu dengan kedua tanganku hingga sakit seperti ini." Alka memperlihatkan kedua tangannya yang terlihat baik baik saja.

"Lalu apa yang harus saya lakukan pak?"

"Ck, tentu saja kau harus menyuapi ku makan!"

Amina melotot tak percaya, "Me menyuapi Bapak?"

"Kenapa? Kau tidak mau? Kau lupa siapa yang sudah membuatku terluka seperti ini?"

"Ba baik pak, saya akan menyuapi Bapak sekarang."

Amina mengambil mangkuknya, berjalan mendekati Alka.

Alka tersenyum puas.

Bersambung...

Jangan lupa like vote dan komen

1
You Bitch
Di Paris, bukan Diparis
Selfi Polin
juan org baik jdi apapun yg dia mau terkabul🤣🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
pancingannya bagus banget wkwk cewek suhu ditanya main udah paham arah nya kemana, coba cewek polos beneran dipikir ngajak main timezone yg ada 🤣
Bunda Dzi'3
amina cita2nya kok jdi berubah... kan cita2 amina jdi dokter
Win Arti
caper si alka ameena😄
JR Rhna
diulang lagi.kan sudah diberitahu baru menikah beberapa hari lepas
JR Rhna
bukannya suda ketemu tempat kuliah?
Muna Junaidi
Hadirrr thorrr
JR Rhna
🤣🤣
Duwie Sartika
lah,, di kasih sama sarah bilang ga mau kl blm ada ikatan... lah ini sekalinya kang teh celup juga 🤣
Yeni Fitriani
lagi lagi sdh kubilng novelnya bagus cm autor nya tdk mencatat point penting dlm bab2 yg tlah lalu.....di bab wkt surti dan amina msh ker6di rmh alka bik Surti bilang klo cita2 amina mau jd dokter....lah skrg pas ngibrol sm alka bik surti bilang cita2 amina mu jd guru.🤣 sepele tp bikin pr reader kurang nyaman.🙏maaf ya autor
Yeni Fitriani
novelnya bagus tp sayang sprti ya autor nya kurang mengingat isi bab2 yg tlah lalu jdnya agak kurng konsisten isinya.....di bab awal wkt alka br mau pindah perusahaan di bilang jarak luar kotanya cm 1 jam.....lah giliran pas pulang gegara di telpon mamanya malah jarak luar kotanya jd 3 jam perjalan darat🤦🏻‍♀️ dikit sih tp cukup membuat berdecak sebal para reader
RatuElla11: halo ka, mampir juga yuk ke karyaku "Istri Simpanan Pemuas Tuan Eden."
total 1 replies
Yeni Fitriani
ceritanya bagus tp agk gak masuk akal di suasana rmhnya sj......biasanya orjay pemilik perusahaan akan puny byk pembantu di rmh ortu nya lah ini cm satu suarti doang udh gt surti berhenti rmh ibunya jd gak punya ARTsatupun🤣beres2 rmh masak cuci baju siapa yg kerjain sdngkan mamanya alka sibuk sosialita 🤣
Yeni Fitriani
orkay yg sederhana makan mlmnya sayurasem😁
Halimatusaidah
bagus, rekomen buat di bacaaa
RatuElla11: halo ka, mampir juga yuk ke karyaku "Istri Simpanan Pemuas Tuan Eden."
total 1 replies
alin soebank
modus
alin soebank
😆😆😆😆😆😆😆😆
Lilis K. Lumban Gaol
🤣🤣🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
BODOH bin OON..
Qaisaa Nazarudin
Karier ada pasang surutnya Tapi berbakti kepada suami dan rumah tangga akan bahagia selamanya,asal bukan salah pilih pasangan..Alka hidup bahagia dengan Amina,Sedangkan kamu...ckk kasihan banget..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!