" Hiks... hiks...hiks.... Kenapa?.... Kenapa kalian jahat sama aku?....... huaa...... kalian jahat tidak punya hati, lebih baik aku pergi dari dunia yang penuh dengan orang orang yang munafik di sini. Hiks.... Hiks... " karla menagis dan berkata sambil sesegukan di dalam kamarnya, setelah mengatakan itu karla langsung mengambil pisau yang ada di meja sampul tempat tidurnya. Setelah mendapatkan pisau tersebut karlapun langsung menyayat tangannya hingga tangganya mengeluarkan darah yang begitu banyak hingga karlapun tak sadarkan diri di dalam kamarnya.
Apakah karla akan di temukan dan di selamatkan ?
Ataukah dia akan mati di dalam kamarnya tampa ada yang mengetahuinya?
Yuk kita cari tahu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SORE KIM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27
" maaf nona, tapi komputer itu sudah mati dari tadi karna terserang virus yang di kirim para hacker. Kamipun tidak ada yang bisa memperbaikinya lagi. " kata salah satu karyawan laki - laki yang berdiri di belakan kursi clara.
Clara yang mendengar perkataan dari karyawan itupun hanya diam sambil terus mengetik sesuatu di keyboard tampa mengatakan apapun. Dua menit kemudian layar komputer itupun hidup dan langsung menampilkan deretan angka sehingga membuat semua orang yang ada di ruangan itupun kaget dan kagum dengan aksi clara.
" sejak kapan clara bisa meretas komputer sehebat itu! atau mungkin dia hanya menyembunyikan bakatnya selama ini? " kata angga di dalam hatinya yang bertanya - tanya dengan kemampuan clara yang baru dia ketahui.
" sejak kapan putriku mempelajari semua ini! " kata bram yang hanya mengatakannya di dalam hatinya.
" tunggu apa lagi kak! ayo gabung sama clara, kita basmi tikus - tikus yang suka mencuri ini " kata clara tampa mengalihkan pandangannya dari layar komputer itu.
Perkataan clara sontak membuat semua orang tersadar dari rasa penasaran mereka kepada clara, begitupun dengan angga dan bram sehingga angga pun langsung bergabung dengan clara.
" huf aku bagaikan tidak tahu apapun tentang putriku, bahkan putriku sudah sebesar ini dan aku baru menyadarinya kalau dia sudah bukan si kecil cengeng lagi. " kata bram lagi di dalam hatinya setelah sadar dari rasa kagumnya kepada clara.
" dek kita bagi dua saja, kamu lima kakak juga ambil lima " kata angga sambil masi fokus kepada layar komputer yang ada di depannya.
" tidak kak, aku tahu kakak baru mulai dan aku memanggil kakak di sini untuk menantang kak angga agar bisa mengambil minimal dua atau tiga, kak angga juga jangan terlalu memaksakan diri karna clara tidak suka. " kata clara yang sama dengan angga, masi fokus dengan layar komputer di depannya sambil mengetik deretan angka dengan berbagai rumus yang sulit dan belum pernah di lihat oleh mereka yang ada di sana.
" wah nona clara memang keren, bisa melawan tuju orang sekaligus bahkan langsung mengirimi mereka virus mematikan yang berbeda - beda. " kata karyawan yang masi setia di belakan kursi clara.
" bagaimana dengan berkas rahasia dan proyek kita? " tanya bram kepada kepala IT yang berdiri di sampingnya sambil melihat ke arah layar proyektor yang besar itu.
" semuanya aman tuan nona clara sudah berhasil mengambilnya kembali tampa tersisa, bahkan nona juga mengambil berkas rahasia kita yang sangat penting, yang bahkan kami saja tidak bisa mengambilnya. " kata kepala IT itu yang terkagum - kagum dengan clara.
" wah kak angga hebat bisa melawan mereka " kata clara sambil melihat layar komputer di depannya dengan memegang lolipop di tangannya yang entah itu dari mana dia bisa mendapatkannya padahal sebelumya tidak ada.
" ayo kak, terus beri mereka pelajaran " kata clara sambil terus memakan lolipop di tangannya dan dia sudah tidak mengetik lagi.
" ayo tuan mudah ledakkan komputer mereka " kata karyawan yang masi melihat layar komputer clara dari tadi.
Bram yang mendengar perkataan merekapun langsung melihat ke arah dua orang yang sedang semangat menonton layar komputer seakan menonton acara pertandingan yang seru sambil mensupport angga.
" clara jangan ganggu konsentrasi kakak kamu ok " kata bram yang akhirnya berbicara setelah dari tadi hanya memperhatikan kedua anaknya beraksi.
" hehehe maaf dad, clara tadi hanya khilaf sesaat " kata clara dan dia mendapatkan gelengan kepala dari bram.
" oh iyah dad, daddy mau clara buatkan keamanan perusahaan tidak! soalnya clara baru saja membuat sistem keamanan yang bagus banget " kata clara yang menawarkan sistem yang di buatnya kepada bram.
" coba kamu jelaskan sistem itu terlebih dahulu. " kata bram yang memutuskan mendengarkan penjelasan clara.
" sistem keamanan yang clara buat itu bisa membantu daddy untuk menjaga keamanan kantor daddy, dan cara kerjanya lumayan lah sampai clara sempurnakan lagi nanti. Sistem ini cara kerjanya dengan cara mengecoh lawan yang ingin menyerang perusahaan daddy, sistem ini juga memiliki level pertahanan yaitu level pertama sampai level tiga puluh. Di setiap level ada berbagai macam jebakan di level pertama jika mereka tidak bisa menyelesaikannya alias gagal maka mereka akan langsung mendapatkan virus yang langsung membuat komputer mereka mati total, begitupula dengan level yang lainya memiliki virus yang beragam dad. " kata clara yang menjelaskan panjang kali lebar kepada bram.
Semua orang yang mendengarkan perkataan clara sekali lagi di buat menjadi tercengang dan kagum kepada clara, begitupun denga angga yang tidak habis pikir dengan cara pikir clara yang terlalu jauh menurut angga.
" lalu kamu kapang akan menyempurnakan sistem ini sayang? " tanya bram yang telah sadar dari rasa kagumnya juga.
" sistem ini baru clara pikirkan tadi sih, dan akan clara sempurnakan saat clara selesai olimpiade. " kata clara tampa beban dan tampa memperhatikan muka terkejut dari semua orang di ruangan itu.
" apa dia baru memikirkan itu? " kata salah satu karyawan yang ada di sana di dalam hatinya.
" dia bisa membuat sistem yang begitu mematikan dengan hanya beberapa menit? " kata salah satu karyawan itu lagi di dalam hatinya.
" lalu otak yang ada pada orang - orang di ruangan ini untuk apa sampai kami tidak bisa memikirkan untuk membuat suatu hal seperti itu! apa hanya untuk pajangan? " kata karyawan yang ada di belakan kursi clara sambil menggelengkan kepalanya.
" bagaimana! apakah daddy mau? " tanya clara yang membuat mereka tersadar dari khayalan mereka.
" iya sayang pasang saja, dan jika kamu butuh bantuan kamu bilang saja Yah " kata bram yang menyetujui keinginan clara.
" ok deh, akan clara buat sekarang, karna kak angga juga sudah selesai maka akan clara selesaikan dengan cepat sebelum jam empat sore " kata clara sambil melihat ke arah jam dinding yang ada di ruangan itu.
" nona komputer yang di tengah itu adalah komputer utama di sini, silahkan gunakan itu untuk membuat sistem keamanan " kata karyawan yang masi setia di belakan kursi clara.
" oh tidak perlu, tadi clara suda memindahkan komputer utama untuk sementara berada di sini ko dari tadi. " kata clara yang sudah mulai mengetik kembali deretan angka mengunakan rumus yang baru di lihat mereka lagi.
Angga dan yang lainya beserta bram menjadi tambah terkagum - kagum dengan kelincahan tangan clara yang menari - nari di atas keyboard tampa hambatan. Tepat pukul empat sore sesuai denga. apa yang di katakan clara kini sistem yang di buatnya telah selesai walau tidak sepenuhnya.
" ok dad, clara sudah selesai. dan sesuai denga. perkataan clara nanti setelah olimpiade selesai akan clara sempurnakan sistemnya yang baru hanya sampai level dua puluh lima yang berfungsi tapi itu sudah bisa mengamankan perusahaan daddy untuk sementara. " kata clara yang menjelaskan sistem yang di buatnya. Sampai bunyi telpon clara yang mengalihkan perhatian mereka semua.