Hukum tidak berpihak pada Anggita, jadi aku yang akan jadi hukumnya. Satu misi yang menjadi tujuanku hancurkan Arvin Teriaz. Aku Nabila Azzahra, topengku sekretaris, senjataku kode. Rencana sempurna begitu sempurna sampai Galen Teriaz, dokter yang membenci darahnya sendiri, mengulurkan tangan dalam misiku.
Apakah misi mereka berhasil dalam, menghancurkan seorang Arvin Teriaz ?
Baca selengkapnya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 Tebusan
Jam 03.10, dalam Perjalanan ke Blok C-13 hujan begitu deres. Jalanan pelabuhan sepi, hanya ada lampu jalan kuning. Galen mengendarai dengan kecepatan tinggi, tangan 1 memegang setir, dan tangan 1 genggam HP tapi tidak ada notif dari Anggita. Nabila udah 5x nelpon, lalu Galen langsung mengangkatnya.
Nabila [Kak kamu dimana??]
Galen [Aku udah mau sampe, kamu di rumah kan]
Nabila nangis [Aku takut, kotak ini isinya apa ya?]
Galen [Jangan dibuka. Tunggu aku balik]
Tut…
Galen mematikan sambungan ponselnya, agar Nabila tidak mendengar apa-apa.
*****
Jam 03.50 di gudang lama blok C-13, gudang itu lebih besar dari C-12. Pintunya kebuka setengah, di dalam terlihat gelap, ada 1 lampu bohlam gantung di tengah. Bergoyang kena angin, Galen masuk pelan.
"SURYOO??" Ucap Galen dengan suara menggema.
"Galen... Galen..." Ucap Suryo
Brug…
Pintu ketutup sendiri dari belakang, di tengah ruangan ada kursi. Dan di sana di kursi itu ada Anggita dengan mata ketutup, lalu mulut yang di sumpal. Di sebelahnya berdiri 2 orang bertopeng, di depan mereka, Suryo. Tapi Suryo udah lepas borgol, jasnya berantakan sambil tersenyum mengejek.
"Selamat datang, pahlawan" Ucap Suryo
Galen berhenti 5 meter.
"Lepasin dia" Ucap Galen
"Lepas? Gampang, tebus dia" Ujar Suryo
Dia nendang kotak di lantai
"Di dalam ada flashdisk yang isi semua data klien aku, sekitar 200 orang. Mereka itu pejabat, pengusaha. Kalau kamu hancurin itu depan aku, aku lepas Anggita" Lanjut Suryo
"Terus kalau aku hancurin, kamu nggak kejar kami lagi?" Tanya Galen memastikan
Suryo ketawa…
"Aku janji, demi Tuhan" Jawab Suryo
Suryo angkat Alkitab kecil milikAnggita
"Ini punya adik kamu kan? Aku simpen baik-baik" Tambah Suryo
Melihat itu Anggita geleng-geleng, air mata netes. Dia kenal suara kakaknya, Galen liat sekeliling tidak ada jalan keluar lain hanya pintu belakang.
"Oke, kasih flashdisknya" Ujar Galen
Suryo lempar flasdisk itu lalu Galen menangkapnya.
"Lepas ikatannya dulu" Ucap Galen
"Hancurin dulu" Jawab Suryo
"1...2..." Ujar Galen
Galen banting flashdisk ke lantai.
Tak…
Suara flasdisk yang di lempar
"Injak" Titah Suryo
Galen menginjak sampe hancur
"Udah, lepasin dia" Jawab Galen
Suryo tepuk tangan
"Bagus, anak baik" Ujar Suryo
Suryo memberikan kode kepada anak buah
"Lepasin" Titah Suryo kepada anak buahnya
Tali dilepas, kain penutup mata dibuka dan Anggita langsung lari ke Galen lalu memeluk Galen "Kak... kak..." Ucap Anggita
Galen mengelus kepalanya
"Udah aman, ayo kita pulang" Ajak Galen
Mereka jalan ke pintu, lalu terdengar
KLIK
Suara pistol dikokang Suryo
"Eh, tunggu dulu" Ucap Suryo
Galen membalikkan badannya
"Kamu berbohong" Ujar Galen
"Bisnis aku hancur gara-gara kamu, 200 klien marah dan aku harus cari kambing hitam" Jawab Suryo
Suryo mengarahkan pistol ke Galen
"Kamu sama Anggita, paling pas" Lanjut Suryo
Galen dorong Anggita ke belakang.
"Lari Git, ke pintu belakang" Titah Galen
"Enggak! Kak!" Jawab Anggita yang mengkhawatirkan Galen
"LARIII!" Teriak Galen
DOR …
Tembakan pertama mengenai tembok, Galen dorong Anggita. Mereka lari, anak buah Suryo ngejarnya. Galen mengambil pipa di lantai, lalu memukul 1 orang dan mereebut linggis dan pistolnya.
DOR…
Suryo menembak bahu Galen ….
"Akh!" Ucap Galen kesakitan
Anggita berteriak
"KAKAK!!!" Teriak Anggita
Suryo jalan pelan
"Tuh kan, pahlawan juga bisa mati" Ujar Suryo
Suryo mengarahkan pistol ke kepala Anggita.
Tiba-tiba...
BRAAKK…
Pintu depan jebol.
"POLISI! TURUNKAN SENJATA!" Teriak Kepala polisi
Ternyata Nabila nggak nurut, dia buka kotak itu yang isinya bukan bom. Isinya HP dan catatan: "C-13 jam 4". Nabila langsung telpon Kapolres dan mengikirim lokasinya.10 polisi masuk, membuat Suryo panik lalu dia menarik Anggita untuk menjadi tamengnya.
"Nggak ada yang maju!" Ucap Suryo merasa menang
Galen yang udah lemas, ngumpulin tenaga lalu lempar linggis.
BUK mengenai tangan Suryo lalu terjatuh, Polisi langsung ringkus Suryo.
"Kamu ditangkap karena penculikan, perdagangan orang, dan percobaan pembunuhan" Ucap Kepala Polisi
Ambulans datang 5 menit kemudian, Galen udah pucat. Anggita genggam tangannya di tandu.
"Kak jangan tidur, jangan. Aku baru ketemu kakak..." Ucap Anggita
Galen senyum lemah.
"Kak... janji... pulang..."Jawab Galen lemah
*****
Jam 06.30 di rumah Sakit, hampir 2 jam Galen menjalani operasi untuk mengeluarkan peluru di bahunya. Tak lama dokter yang menangani galen keluar dari ruang operasi.
"Alhamdulillah, dokter Galen selamat" Ucap Dokter tersebut
Mendengar itu Anggita langsung lari peluk Nabila
"Kakak selamat Bila" Ucap Anggita
Nabila nangis…
"Iya Git, kita selamat semua" Jawab Nabila masih menangis
Jam 10.00 di ruang rawat, Galen terbangun dan pertama yang dia liat yaitu Anggita dan Nabila.
"Kakak haus?" Tanya Anggita dan Galen hanya mengangguk
Nabila nyuapin pelan
"Minum pelan-pelan" Jawab Nabila sambil membantu Galen untuk meminum
Galen liat tangannya terdapat luka, tapi dia bisa genggam tangan Nabila dan Anggita.
"Maaf... bikin kalian takut" Ucap Galen
"Udah, nggak usah ngomong. Sekarang tidur dan perbanyak istirahat agar cepat sembuh" Jawab Nabila
"Kak udah menang dan Mr.S udah ketangkep. Di TV ada beritanya" Ujar Anggita membuat Galen merasa tenang
Galen merem kali ini tidurnya tenang, nggak mimpi buruk.
*****
Jam 8 Malam, berita di stasiun TV:
"BOS JARINGAN PERDAGANGAN ANAK TERTANGKAP. 40 KORBAN DITEMUKAN. POLISI UCAPKAN TERIMA KASIH KEPADA KELUARGA LARASATI"
Di rumah sakit, mereka bertiga nonton bareng.
"Akhirnya selesai ya Bila, kak Galen" Ujar Anggita sambil menyender di kursi tunggu yang ada di ruang inap Galen
"Iya, selesai" Jawab Galen tersenyum
Nabila bisik di telinga Galen
"Sekarang kita hidup ya, beneran hidup" Bisik Nabila
Galen genggam tangan dua-duanya
"Untuk Anggita, untuk semua anak" Ucap Galen