NovelToon NovelToon
Luka Tak Terlihat

Luka Tak Terlihat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga)
Popularitas:886
Nilai: 5
Nama Author: Illana Clr

Cerita ini hanya fiksi semata, hanya halu author.

Cerita ini, terispirasi dari curhatan-curhatan seorang ibu yang merasa lukanya terabaikan, lelahnya tak terlihat, dan sakitnya yang dianggap sepele, diselingkuhin pula.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Illana Clr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan Anniversary

 

Satu minggu berlalu sejak Alana mengundang Safa makan malam. Dalam diam, Alana mulai mengumpulkan bukti.

 

Bukti perselingkuhan Johan. Dan bukti penggelapan dana kantor di perusahaan ayahnya.

 

Namun Alana tidak langsung membongkar semuanya. Ada rasa takut yang menahannya. Bagaimana jika justru dirinya yang hancur karena tindakan gegabah itu?

 

Karena itu, ia memilih tetap memakai topeng. Setiap pagi ia tetap menyiapkan sarapan untuk Johan. Merapikan dasinya. Menanyakan kabar dengan senyum yang dipaksakan.

 

Pagi itu, di meja makan, Johan meletakkan sendoknya lalu berkata, “Sayang, bagaimana kalau kita rayakan anniversary pernikahan kita?”

 

Alana menatapnya, mencoba terdengar biasa saja. “Kita berdua saja, gimana?”

 

Johan tertawa kecil sambil menggeleng. “Nggak sayang. Kita undang keluarga besar. Makan malam sekalian. Oh iya, teman-teman kita juga sekalian undang ya. Nanti kamu yang urus semuanya. Soal biaya tenang aja, biar aku yang bayar.”

 

Alana hanya bisa menghela napas. Ia tidak bisa membantah.

 

Malam harinya Alana duduk di depan laptop. Mencari restoran yang cukup mewah untuk menutupi semua kepalsuan ini. Setelah ketemu, satu per satu undangan ia kirim. Ke kerabat, sahabat, mertua, bahkan ke orang tuanya sendiri.

 

---

 

Malam itu Alana tidak bisa tidur. 

Ia gelisah. Otaknya terus memutar semua bukti yang sudah ada di tangannya. Foto, transfer, rekaman.

 

Ada rasa kasihan pada Cia yang terlintas. Tapi ia harus kuat. Ia harus melindungi Cia da juga dirinya.

 

Dengan hati yang masih berat, Alana akhirnya terlelap. Tapi tidurnya tetap tidak tenang.

 

---

 

Hari anniversary pun tiba.

 

Di tengah acara, pelayan restoran tiba-tiba datang membawa kejutan. Sebuah cake mini gratis dengan tulisan _Happy Anniv ke-4_ di atasnya.

 

“Waaa, sweet banget,” seru beberapa tamu. 

Suasana langsung menghangat. Banyak yang berkaca-kaca, merasa terharu melihat pasangan itu.

 

Kecuali Safa.

 

Wajah Safa menegang. Tangannya mengepal di bawah meja. Amarahnya mendidih, tapi ia menahannya. Tidak di sini. Tidak di depan semua orang.

 

Dan seolah belum cukup, Alana sengaja mendekat ke Johan. Lalu, di depan semua orang, ia mengecup pipi Johan. Lama.

 

Safa sontak menunduk. Dadanya sesak. Frustasi. Marah. Tapi ia hanya bisa menggigit bibirnya sendiri.

___

 

Alana merasa puas melihat wajah Safa yang mulai pucat. Tapi seketika, dadanya mengeras.

 

Sudah waktunya.

 

Siap atau tidak siap, ia harus melakukannya sekarang juga.

 

Alana berdiri. Gelas di tangannya ia ketuk pelan dengan sendok. Dentingnya membuat seluruh ruangan hening.

 

“Permisi semuanya,” suaranya lantang, tapi tenang. “Saya minta perhatiannya sebentar.”

 

Semua mata tertuju padanya.

 

“Terima kasih sudah datang di acara saya dan suami. Tapi... sepertinya ini juga akan menjadi akhir dari hubungan kami.”

 

Gedebuk. 

Ruangan riuh.

 

“Alana, kamu ngomong apa?” Johan langsung berdiri. Wajahnya panik. “Sayang, kamu kenapa sih?”

 

Alana tersenyum tipis. Senyum yang dingin.

 

“Semua ini karena satu perempuan yang sangat menginginkan suamiku dan terus mendesak Johan untuk menceraikanku.”

 

Jeda.

 

“Seharusnya aku tidak keberatan kalau posisiku harus digantikan. Karena katanya... mereka saling mencinta. Bukan begitu, Safa?”

 

Seketika semua kepala menoleh ke arah Safa.

Safa membeku. Wajahnya memerah. Terpojok.

 

Alana melangkah maju.

 

“Selamat ya, Safa. Kamu berhasil. Kamu berhasil mengambil Johan dari aku. Dan juga dari anaknya... Pricilla Sandrina Johan.”

 

“Alana, cukup!” bentak Johan. “Ini nggak bener! Kamu nggak bisa pisahin aku sama Cia! Kamu nggak punya bukti apa-apa buat nuduh aku selingkuh sama Safa!”

 

Alana menoleh ke arah ujung ruangan.

“Pak Hanif, tolong pasang layarnya.”

 

Layar besar di belakang panggung menyala.

 

Satu per satu bukti terpampang.

Foto, video, bahkan rekaman di dalam mobil. Suara desahan mereka. Tawa mereka saat melepas hasrat.

 

Lalu rekaman telepon.

 

Suara Safa terdengar jelas: _“Kamu suruh Alana jadi ibu rumah tangga aja. Biar dia sibuk di rumah. Nggak punya ART, nggak punya pengasuh. Biar mentalnya hancur karena stres.”_

 

Tamu undangan menutup mulutnya. Sebagian ada yang langsung menatap jijik ke arah Safa.

 

Alana belum selesai.

 

“Ups. Masih ada lagi.”

 

Klik.

Muncul bukti transfer. Chat. Rekaman telepon dari klien papanya yang mentransfer sejumlah uang... langsung ke rekening pribadi Johan.

 

Alana menatap Johan tepat di mata.

 

“Dan ternyata... suamiku juga seorang pencuri.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!