Hanya cerita fiksi
Tidak terkait dengan agama manapun
maaf jika ada yang kurang berkenan 🙏
Bella Amanda awalnya adalah gadis cantik yang begitu periang. Tapi sikapnya lambat laun berubah ketika orang-orang membandingkan dirinya dengan adiknya sendiri yang katanya lebih cantik, lebih pintar dan lebih segala-galanya.
Bukan hanya itu Bella juga harus menelan pil pahit saat suaminya dengan tega bermain belakang dengan Belinda, adiknya sendiri dan diharuskan menikah.
Sanggupkah Bella tetap bertahan dengan pernikahannya atau memilih menyerah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon airarahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Moved to Bali
Kan kubawa wajahmu...
Kan kubawa namamu...
Ku ingin tidur dan bermimpi malam ini...
Disini di kamar ini sendiri melintas sepi...
Kusut masam rambut dan gaun malam kutak perduli...
Disana kau berdua disini aku yang sendiri...
Disana kau tersenyum disni aku yang menangis...
Jangankan untuk bertemu memandang saja tak boleh..
Apalagi menyanyi bersama bagai hari lalu..
Jangankan mengirim surat menitip salam pun
sudah tak boleh..
Ternyata memang kau tercipta bukan untukku hoo....
Ku kan simpan wajahmu kan kuukir namamu..
Kan kubuktikan kesetiaanku padamu..
Biarlah disini sendiri merajut hari hari..
Bukankah esok atau lusa mati pun aku sendiri..
Terdengar alunan lagu "Kau Tercipta Bukan Untukku" dari Nella Kharisma yang dinyanyikan ulang secara akustik oleh Tami Aulia dari alat pemutar lagu di kamar Bella.
Lagu itu sangat cocok untuk menggambarkan perasaan Bella saat ini.
Bella terus ulang-ulang lagu tersebut. Dia dengarkan sambil berpangku tangan dengan air mata yang bercucuran. Bohong bila dia tidak sedih telah berpisah dengan Erlan, tapi dia tidak bisa berbagai suami dengan adiknya sendiri.
Rasanya sangat kecewa bila terus ingat tentang penghianatan kedua orang yang dia sayangi.
...
Di kamar berbeda, Erlan tak kalah sedihnya. Dia juga sama mendengarkan lagu patah hati. Dulu dia dan Bella memang senang mendengarkan lagu bersama. Tapi sekarang dia duduk di balkon seorang diri dan merenungi kesalahannya.
Belinda datang mendekat dan langsung duduk di pangkuan Erlan.
"Mas...Aku tau kalau mas belum bisa menerima perceraian ini. Tapi jangan terlalu terpuruk dalam bayang masa lalu. Ada aku yang akan selalu ada di sampingmu. Ada aku yang juga mencintaimu dan tidak akan meninggalkanmu" ucap Belinda sambil membelai wajah Erlan.
"Mas harus melanjutkan hidup" lanjutnya.
Erlan tidak membalas ucapan Belinda. Yang dia lakukan hanya memandang gelap malam di depannya.
...
1 Minggu berlalu,
Bella hari ini sudah kembali ke kantor. Tapi bukan untuk bekerja, melainkan untuk meminta ijin pada Ayahnya untuk menetap di Bali sekaligus mengelola hotel mereka disana.
Tok tok tok.
Hari ini Bella mengenakan pakaian yang begitu pas di tubuh rampingnya.
White blazzer dengan inner berwarna hitam, long pants hitam berbentuk sedikit cut bray dengan belahan tidak terlalu panjang, stiletto putih dan mini bag berwarna putih. Rambutnya di urai begitu saja. Dia juga memakai makeup natural dan kaca mata yang bertengger di hidung mancungnya.
Orang yang melihat pasti akan langsung mengatakan kalau dia sangat cantik. Apalagi pakaian yang dia kenakan semua dari brand ternama.
"Masuk" sahut Daniel dari dalam ruangannya.
Bella menaikkan kaca mata ke rambutnya sehingga dia terlihat begitu cantik.
Ternyata di ruangan itu tidak hanya ada Daniel tapi juga Erlan dan beberapa petinggi perusahaan.
Erlan menatap tidak percaya pada sosok yang baru saja masuk keruangan itu. Mantan istrinya nampak begitu cantik dan bersinar.
Erlan bahkan tidak bisa menutupi rasa kagumnya. Bella terlihat begitu cantik hari ini. Dengan tersenyum Bella mendekat pada papanya dan mencium punggung tangan Daniel. Sedangkan pada yang lain dia mengatupkan tangan di dada sambil mengucap salam.
Petinggi perusahaan yang ada disana bisa melihat bagaimana tatapan kagum sekaligus sedih pada Erlan. Tapi mereka tidak ada yang berani berkomentar karena itu urusan pribadi mereka.
"Ada apa nak?" tanya Daniel pada putrinya.
"Ada yang ingin Bella bicarakan berdua dengan papa" jawab Bella masih bisa tersenyum. Padahal dalam hati dia sangat deg degan. Ini pertama kali dia bertemu dengan Erlan setelah putusan perceraian mereka minggu lalu.
"Kalau begitu tunggu dulu sebentar ya , papa akan selesaikan meeting ini dulu" ucap Daniel pada putrinya.
Bella mengangguk kemudian duduk menepi di salah satu kursi kosong yang ada disana.
Selama menunggu, Bella terlihat memainkan ponselnya. Hal itu pun tak luput dari perhatian Erlan. Walau dia terlihat serius mendengarkan pemaparan Daniel, tapi matanya mencuri-curi pandang pada mantan istrinya.
...
"Bagaimana kabarmu nak?" tanya Daniel pada putri sulungnya. Sudah cukup lama Bella pindah rumah, walau seminggu lalu mereka bertemu dipersidangan.
"Aku baik Pa. Papa tidak perlu khawatir. Papa dan Mama sehat kan?" ucap Bella menanyakan kabar kedua orang tuanya.
"Papa harap kamu bisa melanjutkan hidupmu dengan baik. Maaf karena Papa sudah salah memilihkan suami untukmu" ucap Daniel penuh sesal.
"Ini bukan salah Papa. Harusnya ini menjadi mudah bila aku bisa berbagi suami dengan Belinda. Tapi Maaf Pa...Aku tidak sebaik itu" ucap Bella yang berusaha keras menahan laju air matanya.
Daniel bangun dari duduknya kemudian membawa Bella kedalam pelukannya. Dari dulu anaknya ini memang selalu saja mengalah.
"Maaf kan papa nak" ucap Daniel penuh penyesalan. Jadilah pertemuan mereka dipenuhi tangis dan ucapan permohonan maaf diantara keduanya.
Setelah sudah cukup bisa mengontrol emosinya. Bella langsung mengutarakan maksudnya mendatangi kantor Papanya.
"Pa... Bolehkah aku meminta sesuatu pada Papa?" ucap Bella sambil tersenyum.
Bella tidak pernah meminta apapun pada Daniel selama ini karena Bella memang tidak seterbuka Belinda terhadap perasaannya.
Daniel mengangguk.
"Katakan nak, apa yang kamu inginkan? Papa pasti akan berusaha mengabulkannya" jawab Daniel sungguh-sungguh.
"Bisakah papa memberikan hotel di Bali untuk aku kelola? Aku berniat tinggal di Bali pa" ucap Bella tanpa keraguan sedikitpun. Sudah cukup lama dia memikirkan ini dan tekadnya sudah bulat untuk menetap di Bali.
"Kenapa harus di Bali nak? Kenapa bukan hotel yang lebih dekat dengan kota Mina?" tanya Daniel dengan keterkejutannya.
Mina dan Bali sudah berbeda pulau, jadi akan semakin sulit bila dia ingin menemui anak dan cucunya itu.
Bella menggeleng.
"Aku ingin membuka lembaran baru pa" ucap Bella penuh mohon.
"Aku mohon" ucap Bella sambil mengatupkan tangan di depan dada.
Tatapan Bella sudah benar-benar memelas. Dia tidak kuat tinggal di Mina lagi.
"Aku mohon pa" ulang Bella karena Daniel tidak menjawab sama sekali.
Daniel menghela nafas berat.
"Baiklah nak" ucap Daniel pasrah.
"Terima kasih pa" ucap Bella sambil memeluk erat papanya. Bella sangat senang karena Daniel mau mengabulkan permohonannya.
Bella sudah memikirkan ini dari jauh-jauh hari. Untuk sementara dia akan tinggal di hotel sampai dia mendapatkan tempat tinggal yang nyaman. Rencananya Bella akan membeli private villa untuk tempat tinggalnya. Villa yang lokasinya strategis dengan pusat kota dan hotel tempatnya bekerja.
...
Bella kembali memakai kacamatanya untuk menutupi mata sembabnya. Dia keluar dari ruangan Papanya untuk berpamitan pada Mama dan mantan mertuanya. Sebelum itu dia akan menjemput Elea dulu di rumah Fraya.
Besok siang Bella sudah akan pindah ke Bali. Dia tidak mau berlama-lama tinggal di kota Mina. Kota yang banyak menyimpan kenangan untuknya.
Bersambung...