Naya gadis cantik yang sedang menyelesaikan pendidikannya, di bangku kuliah. Dia tidak mengetahui jika kedua orang tuanya sudah menjodohkan dia dengan anak sahabatnya. Naya di jodohkan oleh seorang Dosen dari pasangan yang terkenal sangat kaya raya. Untuk kelanjutan ceritanya, yuk baca cerita selanjutnya😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astrin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27
Tak lama dokter tiba dan segera memeriksa kondisi Lily. Setelah dokter selesai memeriksa kondisi Lily, ia pun tersadar dan membuka matanya. Dokter mengatakan, jika kondisi Lily sudah stabil, dokter pun meninggalkan ruangan Lily.
" Malik. Kamu di sini?". ucap Lily dengan suara yang lemas.
" Iya Ly, kamu kenapa sampai bisa seperti ini? Kamu sudah makan belum?".
" Belum". ucap Lily dengan menggelengkan kepalanya.
" Ya sudah, aku suapi kamu ya. Kamu harus banyak makan, supaya cepat sembuh".
Malik pun menyuapi Lily dengan bubur yang sudah di persiapkan oleh suster sebelumnya. Lily sangat senang, ternyata rencananya berjalan dengan lancar. Tidak sia-sia ia membentur kan kepalanya ke tembok rumah nya. Ya meski pun Lily sempat tak sadarkan diri. Tetapi ia cukup senang dengan rencana nya ini.
Saat Malik sedang menyuapi makan Lily, tiba-tiba ada panggilan masuk dari Naya. Malik pun langsung mengangkat telpon itu, Malik memberitahukan apa yang sedang terjadi. Naya yang tahu akan hal itu, langsung pergi menyusul Malik ke rumah sakit.
Tak lupa Naya mampir ke toko baju, untuk membelikan Malik baju. Setelah mendengar cerita dari Malik tadi, Naya bisa mengetahui jika Malik pasti membutuhkan untuk berganti baju. Karena bajunya pasti penuh dengan darah Lily. Sebab menurut cerita Malik, ia membopong tubuh Lily yang bersimbah darah. Untuk itu Naya ingin membelikan baju untuk Malik.
Dan tak lupa membelikan makan dan kopi untuk Malik. Ia tahu pasti Malik sudah merasa lapar, karena jam sudah menunjukan pukul 12:00 siang.
Setelah selesai membeli baju dan makan siang untuk Malik. Naya segera pergi ke rumah sakit untuk menyusul Malik.
Meskipun ia sangat tidak menyukai Lily, tetapi ia tetap merasa kasihan dengan Lily yang hidup sendiri di negara ini. Setidaknya, jika Malik tidak ada di sampingnya, Naya masih memiliki keluarga yang lengkap.
Sesampainya di rumah sakit, Naya langsung bertanya ke resepsionis ruangan rawat Lily. Setelah perawat itu memberitahu kan Naya, tanpa menunggu lama Naya langsung bergegas pergi menuju ruangan yang sudah di tunjukan oleh perawat itu.
Sesampainya di ruangan rawat Lily, Naya pun langsung membuka pintu ruangan itu dan masuk. Saat ia akan masuk, ia sempat merasa terkejut melihat kedekatan Malik dan Lily yang terbilang sangat dekat. Karena Malik dan Lily tertidur, dengan Malik yang berada di kursi sebelah tempat tidur Lily, dan tangan nya yang memegang erat tangan Lily. Seakan tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk dengan Lily.
Naya yang melihat adegan itu merasa sangat sedih, tetapi ia tetap mencoba berfikir positif. Naya pun berjalan mendekati Malik, setelah ia sampai di dekat Malik. Naya membangun kan Malik secara perlahan.
" Mas, mas Malik". ucap Naya lembut, sambil menepuk-nepuk pundak Malik.
Malik pun terbangun dari tidurnya, begitu pun Lily yang ikut terbangun dengan suara Naya.
" Eh kamu sudah sampai sayang?". ucap Malik.
" Nih mas, kamu ganti baju dulu. Lihat lah baju mas Malik itu, terkena banyak darah. Dan ini aku juga bawakan makan siang sama kopi mas.". Tutur Naya lembut.
" Ya ampun Nay, kamu bisa sampai perhatian seperti ini sama Malik. Maaf aku sudah merepotkan kalian". sambung Lily.
" Iya tidak apa-apa Bu dosen Lily, aku dan mas Malik tidak merasa di repot kan".
" Iya, benar apa yang di katakan oleh Naya Ly. Kami sudah menganggap kamu seperti keluarga sendiri Ly, jadi tidak perlu merasa seperti itu Ly". jelas Malik
Setelah obrolan mereka, Malik pun pergi menuju kamar mandi untuk berganti baju. Sedangkan Naya bergantian menjaga Lily.
Saat Malik berada di dalam kamar mandi. Tiba-tiba Lily mengatakan sesuatu yang sangat mengejutkan untuk Naya.
" Hei Naya, kamu pasti sudah melihat. Betapa khawatir nya Malik melihat kondisi ku seperti ini. Kalau aku jadi kamu Nay, aku pasti sudah akan meninggalkan Malik. Karena untuk apa mempunyai pasangan yang tidak sepenuhnya mencintai kita. Aku dan Malik sudah lama kenal dan pasti Malik juga memiliki perasaan terhadapku". Ucap Lily kepada Naya, yang langsung membuat hati Naya sakit.
" Hem, tidak semudah itu dosen Lily. Saya tahu akal licik dosen Lily, dosen Lily pasti mengatakan itu agar aku meninggalkan mas Malik dan dosen Lily akan lebih mudah untuk memiliki mas Malik bukan? Jangan bermimpi dosen Lily". ucap Naya tegas.
Lily yang mendengar ucapan Naya, langsung merasa sangat kesal dan hilang kendali. Dengan sengaja Lily membuka perban yang membalut lukanya sontak darah segar kembali mengalir dari luka yang masih basah itu, ia menahan sakit yang luar biasa demi bisa membuah hubungan Naya dan Malik renggang.
" Dosen Lily, apa yang kamu lakukan? Kenapa dosen Lily melakukan ini". ucap Naya panik, dan langsung memegangi tangan dosen Lily.
Dan dalam waktu bersamaan, Malik keluar dari kamar mandi, saat ia membuka pintu kamar mandi, Malik terkejut dan marah melihat Naya terlihat seperti yang menarik perban yang berada di bekas luka Lily, padahal waktu itu. Naya hanya ingin membetulkan perban dosen Lily.
Malik langsung berteriak dengan nada tinggi dan marah kepada Naya.
" Nayaaaa!! Apa-apaan kamu ini. Kenapa kamu sejahat itu Nay?". bentak Malik kepada Naya. Lily yang melihat keberadaan Malik, langsung berakting histeris. Malik langsung memencet tombol untuk memanggil dokter.
" Ma-malik, hiks hiks hiks. Sakit Naya, kenapa kamu jahat sekali kepada ku, apa salah ku Nay?". ucap Lily sambil menangis.
" Tapi mas, aku tidak melakukan apa-apa. Aku hanya ingin membetulkan perban dosen Lily. Tadi dosen Lily sendiri yang mencopot perban ini, secara paksa". jelas Naya, namun tidak di percayai oleh Malik.
" Sudah cukup Nay, apa kamu sudah gila? Mana mungkin Lily mau melakukan itu kepada dirinya sendiri. Tadi aku mengira, jika kamu benar-benar sudah mulai baik kepada Lily. Tapi kenyataan nya, ternyata kamu jauh lebih jahat dari yang aku kira Nay". ucap Malik
Saat Naya akan menjawab semua perkataan Malik, ternyata dokter sudah tiba di ruangan Lily. Dokter pun langsung membetulkan perban Lily, dan memeriksa kondisi Lily kembali. Karena, darah yang keluar cukup banyak.
Saat dokter tadi datang, Malik menyuruh Naya untuk pergi dari rumah sakit itu dan melarang ia untuk datang menjenguk Lily. Karena Malik tidak ingin hal ini kembali terjadi kepada Lily. Malik benar-benar marah dengan Naya. Ia tidak menyangka Naya akan melakukan hal jahat itu kepada Lily.
Sedangkan Naya, ia amat sangat terasa sakit dan sesak pada dadanya. Karena hal yang tidak mungkin pernah Naya lakukan, bisa-bisa nya Malik mempercayai hal itu.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Jd males lht Malik..
Dosen killer tp..ma calon pelakor aj gk bs tegas walaupun sahabat yaa tahu jaga jarak laaaa
jgn lemah dan kalah ma calon pelakor!!
Smg lncr usaha cake nya..
Hari yg cerah,Kak Astrii...🥰
Ada bunga indah tuk k2k dr Aq
So Semangat trus,Kak!!☺️💪
Aq mampir nih...
Semangat trusss!!!