NovelToon NovelToon
Gadis PSK dinikahi anak Kyai

Gadis PSK dinikahi anak Kyai

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:24.3k
Nilai: 5
Nama Author: sherda

Seorang gadis bernama Vanya Audelia, kini usianya menginjak 18 tahun, yang mana dirinya harus menerima takdir yang tak terduga dari sang aunty nya. apakah itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sherda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusan Harel

"Ciee... ada dikatain cantik nih sama tetua"

Vanya baru saja selesai menjemur kain cukup terkejut mendengar suara itu di belakang nya.

"Hiss, lu nguping ya daritadi?" menyipitkan matanya, mengambil ember kosong hendak masuk ke dalam.

"Iya lah, kan suara di luar ga jauh beda jelas nya sama di dalem" tersenyum.

Vanya pun berlalu masuk mendahului pria tersebut.

Sementara Harel bersiap-siap untuk pergi ke mesjid dengan berjalan kaki.

"Hah, jadi kalian gak bisa bantuin saya?"

"Aduh, mohon maaf nyonya, tempat lokasi nyonya kan sangat jauh, dan juga saya dan Jorgi lagi ada acara di sini"

Larenz sangat pening dengan keadaan nya. entah kemana bisa mobil nya tiba-tiba mogok. sebelumnya ia sudah mengganti oli dan sudah mengisi air di kolon mesin.

Karna tidak dapat di handle dengan bodyguard nya. Larenz tak memiliki lain untuk mencari sendiri di kawasan tersebut.

Ia terpaksa berjalan kaki di tengah teriknya panas matahari.

tak lama kemudian, muncul lah seorang kakek tua berjalan kaki yang tampak abis berpanen di ladang nya.

Mau tak mau, Larenz menghampiri nya dan menanyakan ke pada si kakek tersebut.

"Waduh, kalau di sini lumayan jauh tempat perbengkelan nya, nyonya. memang nya sudah berapa lama mati nya?" membenarkan posisi lading nya di pundak.

"Baru tadi, tapi anda memang tak tau dimana tempat itu?" sembari mengipas leher nya yang tampak mulai berkeringat.

"Tau, tapi kalau berjalan kaki, masih 20 menit lagi sampai nya"

Akhirnya Larenz terpaksa mengikuti arahan dari kakek itu. daripada ia harus menunggu tak jelas di posisi nya.

"Sial, kalau begini saya harus tertunda menemui Vanya" batin nya cukup kesal.

***

Pasien yang bernama Celva sudah ditangani di ruangan inapan. tidak di sebuah rumah sakit umum berupa klinik yang ada yang didapati nya. David yang tampak panik dengan kondisi wanita itu, ia hanya bisa berharap bahwa Celva akan baik-baik saja.

Tak lama itu, sang dokter pun keluar setelah memeriksa keadaan pasien tersebut.

Alhasil tanggapan dari dokter ialah kondisi nya melemah akibat kurang nya waktu makan dan juga perut nya terasa kosong, akibat energi terkuras tubuhnya tidak bisa terkominasi, karna itulah Celva mudah melemah dan bisa tak tersadarkan diri.

Cukup lega dari penjelasan ringan dari dokter, David pun dimintai untuk keterangan interpersonal dengan sang dokter, sekaligus memberi obat.

"Jadi, untuk beberapa jam ke depan dia baru bisa bangun, Dok?"

"Kemungkinan seperti itu pak, karna untuk saat ini dia perlu istirahat total sebelum nutrisi nya sudah mencukupi dan membaik" memegang kertas hasil keluhan pasien.

"Kalau begitu, saya boleh nemanin dia di dalam, Dok?"

Dokter pun terdiam. sebenarnya antar jengukan selain paramedis tidak dibolehkan untuk masuk sebelum ada keterangan jelas. tetapi karna pasien tersebut mengalami gejala ringan, ia pun mempersilahkan David untuk menemani pasien tersebut.

David memasuki ke ruangan yang dirawat Celva, walaupun sebelumnya tampak ragu mendekati sosok wanita nya. ia pun merasa bersalah sudah bermain belakang dengan wanita yang sudah dijanjikan nya.

Terlihat wajah nya sedikit pucat, di pasangkan selang infus beserta NGT.

Perlahan David mengambil kursi yang ada di sana lalu mendekati di samping Celva yang terbaring lemah.

"Cel....maafin gua" lirih nya, tangisan masih belum reda, akan tetapi ia berusaha menahan rasa tangisan nya menjadi tegar.

Cukup lama memandang dan sambil berbicara sendiri, David pun merasa kantuk dan tertidur di pangkuan tangan di bagian tidak mengenakan infus.

"Jadi ini mobil nya nyonya?"

"Iya"

"Sebentar, saya cek mesin dulu"

Larenz menunggu di tempat duduk yang terbuat kayu papan dengan rasa tidak nyaman itu.

Ia sesekali melihat layar ponsel nya untuk mengecek ada jaringan nya atau tidak. ternyata jaringan yang di desa itu hilang-hilang timbul.

"Gini amat desa kampungan sini, pantes aja ga secanggih di kota" batin Larenz menjulid perbedaan kondisi seperti ini.

Setelah di obrak-abrik oleh tukang bengkel, ternyata ada hal yang harus di perbaiki di toko bengkel.

"Hah, jadi mobil saya harus servis lagi?"

"Iya nyonya. seperti nya baterai mobil yang anda gunakan sudah hampir kadaluarsa, ini harus diganti yang baru lagi"

Larenz pun menghela nafas nya kasar. Mau tak mau ia harus memperbaiki nya terlebih dahulu sebelum melanjutkan misi tujuan nya.

"Benar-benar muak" batin nya.

***

"Kamu yakin, Zhar? ngambil keputusan secepat ini tanpa direstui ayah kamu?" Faizul cukup terkejut mendengar responan keponakan nya yang masih di musholla. Ya, mereka baru saja selesai sholat Zhuhur bersamaan sekaligus ada yang ingin diperbincangkan.

"Iyah, paman. soal Ayah, paman kan bisa menggantikan posisi ayah sekarang. jadi udah bisa jadi saksi mata nanti nya" mengarahkan posisi kepalanya ke atas langit plapon.

Faizul cukup bimbang hal itu. Apakah nanti Abang nya alias kyai, akan marah jika perbuatan nya memintai untuk menikahkan anak kandung nya, yakni Vanya.

Karna keponakan kesayangan nya setuju, Faizul sedikit keringanan mengambil resiko nya.

"Ya sudah, karna besok lebih cepat, abis ini paman bakal urus dulu pernikahan kalian" Faizul akan prepare ke kantor KUA untuk mendaftarkan data dari keponakan nya untuk berlangsung di hari esok.

"Ehh, pada bahas apa nih, kok saya dengar ada kata pernikahan ya?" ucap Samsul, teman akrabnya Faizul selama di musholla atau di kalangan masyarakat.

Azhar pun memandang Faizul dengan tatapan kaku. ia hanya bisa terdiam di saat orang yang baru saja menghampiri paman nya.

"Eh, Sam, tajam benar dah telinga mu" cengir Faizul menepuk pundak Samsul. "Eee... besok kamu bakal tau kok berita nya" tersenyum Faizul.

"Yeh, jadi penasaran" cibir Samsul.

Faizul pun tertawa sembari mengalihkan obrolan santai dengan teman nya, sementara Azhar harus balik ke rumah nya.

Vanya tengah berkeliling di permukaan rumah Harel yang tempat nya sangat sederhana di banding dengan villa di kota. ia pun begitu penasaran dengan alat-alat perabot yang di pajang di nakas itu.

Tampak sebuah vas bunga kaca yang terlihat kuno di isi dengan bunga mawar di campur bunga lainnya.

Lalu, sorotan mata Vanya teralihkan ke sebuah bingkai foto. yang mana terdapat seorang pria muda sepasang dengan wanita cantik mengenai hijab model jama dahulu. dan juga sembari menggendong balita. pipi nya cukup cabi tengah ditempelkan ke pipi wanita tersebut.

"Ini... siapa ya" batin nya. mengelus bingkai itu yang masih terletak di sana.

"Assalamualaikum!"

Sontak Vanya kaget dari suara depan. ia pun reflek menjauh dari sana dan menuju ke pintu utama.

"Kok gak di jawab?" menautkan alias nya sembari melepaskan peci nya.

"Hah? jawab apa?" heran Vanya.

"Tadi kan gue ngucap salam. jadi siapa yang merasa di ucap salam, sosok tersebut wajib menjawab salam, kalau enggak ya dosa" menatap Vanya spontan.

"Ooh, iya salam" Berekspresi malas lalu berbalik arah.

"Eh, yang benar" spontan menahan pergelangan Vanya. Harel pun merasa dosa telah bersentuhan dengan wanita yang belum muhrim.

Reflek Harel bergumam istighfar.

"Hisss.. apa sih" menatap sinis dengan pria tersebut.

"Yang benar tuh, Waalaikumussalam, bukan kata salam aja"

"Ck, iya, udah ah gue mau tidur!" bersegera masuk ke dalam.

Karna sudah duluan Vanya masuk ke kamar, Harel tak bisa menahan nya kembali.

1
Wahyu Kasep
cerita nya belibet
Author kreatif 👍👍👍
hai ka,
❤Siti Sya'adah❤
Tetap semangatt untuk berkarya, aku akan selalu mendukungmuu, jangan lupa mampir di karya aku yaa kak 😁 semangattt 💪🏻💪🏻

Dosenku Adalah Suamiku
Assalamu'alaikum Suamiku
My Handsome Husband
Perjuangan Cinta Aurelia

dan masih ada yang lainnya 😁🤗
☾⃟ℳoon - Moon 🌙
Ceritanya menarik, semangat lanjutkan
☾⃟ℳoon - Moon 🌙
Aku hadir Thor, semangat
AdindaRa
Satu tips iklan mendarat untuk kakak
Risa Virgo Always Beau
keren ceritanya semangat
Phoenix Emas🍁
Semangat thor update nya😍😍
𝐅𝐄𝐁𝐁𝐘
herel malu tapi mau 🤭takut dosa sudah mampir Thor
sherd: hehehe iya kak 🤗
total 1 replies
𝐅𝐄𝐁𝐁𝐘
sudah mampir amanah Thor 🙏🙏
Mommy QieS
Aku like n favorit ya, Kak?
sherd: terimakasih kak🤗
total 1 replies
Mommy QieS
Aku hadir kak
Risa Virgo Always Beau
semangat ceritanya keren
yukisan
sungguh cerita yang menarik semangat thor lanjutkan
AdindaRa
Hai kak, satu tips iklan mendarat untuk kakak.
ririwa
mampir
sherd: terimakasih🤗
total 1 replies
Jhuwee Bunda Na Alfaa
semangat terus kak, singgah d karya aku juga ya kak. 🙏🙏
Jhuwee Bunda Na Alfaa: 👌👌👌👌 siap
total 2 replies
Jhuwee Bunda Na Alfaa
syok berat
Jhuwee Bunda Na Alfaa
mmpir ya kak....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!