NovelToon NovelToon
Suamiku Raja Tega

Suamiku Raja Tega

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:107.7k
Nilai: 5
Nama Author: rini sya

Dini tidak menyangka bahwa pria yang menikahinya ternyata adalah seorang bajingan.

Di awal pernikahan, Robin begitu lembut dan perhatian. Pria itu selalu bersikap manis dan memanjakannya. Namun, sikap itu berubah ketika usaha catering mereka bangkrut.

Robin selalu menyalahkan Dini atas kondisi itu. Padahal, kondisi itu terjadi karena diam-diam Robin sering mencuri uang modal usaha, menggadaikan aset sang istri, mencuri barang-barang mahal sang istri, untuk kepentingannya sendiri. Ya, Robin sangat hobi bermain judi, mabok-mabokkan dan main perempuan.

Bukan hanya itu, demi menuntaskan hasratnya, Robin juga menjadikan sang istri sebagai jaminan atas hutang-hutangnya di meja judi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Surat Cerai

Dini tak berani membuka surat itu sendiri. Ia takut, surat tersebut berisi tagihan. Tagihan hutang Robin yang ditujukan padanya.

Jujur, rasa trauma atas perlakuan Robin padanya, masih terasa meskipun kejadian itu telah berlalu selama setahun. Dini sangat trauma dengan lembaran-lembaran yang dikirim untuknya. Sungguh!

Untuk mengurangi rasa gugupnya, Dini pun menghubungi Bian. Karena hanya Bian lah posisinya saat ini berdekatan dengannya.

Rumah Bian dengan kontrakannya hanya berjarak sekitar 30 lima belas menit berkendara jika tidak macet.

"Aku ada meeting pagi, Mbak. Gimana kalo sehabis makan siang nanti, aku dateng ke tempat, Mbak," jawab Bian.

"Boleh deh, Bi. Tapi bos kamu marah nggak?" tanya Dini.

"Nggak, beliau juga nggak lagi di Indonesia kok. Beliau baru saja berangkat ke Dubai, tadi pagi," jawab Bian.

"Oh, ya udah kalo nggak masalah. Sumpah, ini aku keringat dingin Bi. Aku takut ini tagihan lagi. Kamu tau kan perjuangan aku bayar hutang-hutang dia," jawab Dini, takut.

"Iya, Mbak... tenangkan dirimu. Nanti aku ke sana ya. Semoga sih bukan tagihan lagi isinya dan semoga juga bukan dari dia," harap Bian.

"Aku pun berharap sama, Bi. Tapi entahlah... kamu kan tahu aku nggak banyak temen. Nggak banyak berhubungan dengan orang. Jadi takut ini dari dia."

"Iya, aku paham. Coba nanti aku ke sana. Mbak simpen aja dulu paketnya. Semoga bukan apa-apa. Oke!"

"Iya."

Dini mengakhiri obrolan itu. Lalu ia pun menyimpan paket tersebut ke dalam tas punggungnya. Meskipun sudah bercengkrama dengan Bian, tetap saja rasa takut tetap mengganggu Dini.

***

Di lain pihak, Robin masih memerhatikan Dini dari arah kejauhan. Pria ini menatap nanar pada wanita yang pernah mengisi hari-harinya ini.

Ketika ia melihat gerak tubuh Dini, hatinya seketika merindu. Merindukan wanita itu. Merindukan perhatian Dini. Merindukan kasih sayang Dini. Merindukan apapun yang Dini miliki.

Sayangnya, Robin terlambat. Dini terlanjur terluka. Terlanjur ia sakiti. Terlanjur ia hancurkan harapannya. Terlanjur ia patahkan hatinya.

Sungguh Robin menyesali. Menyesali perbuatannya pada Dini yang bisa dikatakan tak manusiawi.

Andai waktu bisa diputar kembali, ingin rasanya Robin memperbaiki semuanya. Robin bersedia memohon dan bersujud pada Dini. Asalkan Dini mau mau memaafkannya dan memberinya kesehatan untuk kedua kalinya.

"Jadi gimana? Mau turun?" tanya teman Robin.

"Tidak, sebaiknya kita balik ke markas. Aku nggak mau dia melihatku. Mendekatinya sama saja bunuh diri," jawab Robin mencoba menutupi rasa yang ada. Meskipun jiwanya meronta rindu, namun ia tak mau masuk ke jeruji besi karena kecerobohannya.

"Oke, jika itu yang kamu mau. Setidaknya kamu usah bikin keputusan yang bagus. Nggak gantungin dia. Kasihan dia. Biarkan dia dapet pria yang bisa bikin dia bahagia."

"Ya," jawab Robin. Namun jika boleh jujur, Robin sangat tidak rela jika itu terjadi. Entah mengapa, dari banyaknya wanita yang ia tipu, hanya Sinilah uang paling berkesan di hatinya. Mungkin, karena Dini lah yang paling tulus padanya.

***

Sesuai janjinya pada sang sahabat, Bian pun segera meluncur ke tempat Dini berada. Mereka sepakat mau membuka isi paket yang di dapat Dini pagi ini.

Tak lupa Bian juga membawakan mie ayam Mangga Dua kesukaan Dini. Beruntung tadi dia lewat situ.

"Makasih udan repot-repot," ucap Dini seraya mengambil tas kresek dari tangan Bian.

"Sama-sama. Di makan dulu, Mbak. Takut dingin, nggak enak lagi nanti," ucap Bian.

Dini langsung mengiyakan. Sebaiknya dia memang makan dulu. Dari pada dia buka paket itu, kemudian shock. Pasti tidak akan jadi makan. Iya kan?

Bian menunggu Dini makan sembari membalas chat dari sang kekasih.

Beberapa kali Bian terlihat tersenyum. Membuat Dini kepo.

"Duh, yang hatinya lagi berbunga-bunga," canda Dini.

"Apaan sih, Mbak? Nggak kok, ini Lita nanya, udah makan apa belum?" jawab Bian malu-malu.

"Ya Allah, senengnya ada yang merhatiin!" canda Dini.

"Alhamdulilah... iya, Mbak. Ini semua berkatmu juga. Tanpamu mana mungkin aku bisa kenal Lita."

Dini tersenyum senang.

"Cerita dong, kapan kalian jadian?" pinta Dini.

"Mbak Dini kepo. Kapan ya? Emmm... pokoknya ada deh. Rahasia," jawab Bian lagi.

"Astaga! Bisa ya begitu. Ahhh.. serah kalian lah. Pokoknya aku do'ain yang terbaik aja buat kalian. Semoga bisa sampai ke jenjang pernikahan. Lita baik kok Bi anaknya. Tulus. Cerdas. Cuma agak sensitif aja. Manja gitu loh," jawab Dini.

"Ya, dia seperti itu. Tapi cukup menggemaskan," balas Bian.

"Benarkah? Boleh aku tau, sejak kapan kamu mulai suka sama dia?" tanya Dini.

"Sejak kapan ya? mungkin sejak kita sering ketemu. Sering ngobrol bareng. Aku ngrasa nyaman sama dia. Dia pun sama. Ya udah kita coba jalin hubungan. Bikin komitmen. Berharap sih langgeng, Mbak," jawab Bian.

"Baguslah, semoga kalian bisa awet, sampai kakek nenek. Aamiin!"

"Aamiin, Mbak. Semoga saja."

Dini telah selesai melahap mie ayam yang dibawakan oleh Bian. Lalu ia pun menyerahkan amplop yang ia terima tadi pagi pada Bian. Sembari berdoa, Dini mencoba menguatkan hatinya. Semoga, amplop itu berisi sesuatu yang tidak membuatnya susah lagi.

"Aku buka ya, Mbak!" pinta Bian.

"Iya, Bi. Buka saja," jawab Dini tegang.

Bian membuka amplop itu. Mengeluarkan isinya. Dan ternyata, isinya adalah dua kertas kosong berisi tanda tangan di atas materai. Di sana juga tertulis sebuah nama. Nama yang membuat Bian dan Dini berdebar.

Bukan hanya itu, di dalam amplop tersebut juga berisi sentang sebuah permintaan maaf dan permintaan pengirim untuk Dini mengajukan cerai.

Bersambung...

1
Emily
lagi seru seru nya udah tamat aja...btw samawa dini dan evan
Emily
lagian waktu melamar kan ada perwakilan dari pihak perempuan juga memang gak diperiksa itu mahar palsu atau tidak..kok bisa nikah asal asalan...lagi pula wanita pengusaha catering yg lumayan penghasilan nya malah jatuh cinta sama tukang ojek online yg ternyata penipu melalui biro jodoh pula 😝🤣😝🤣
Emily
dini udah jatuh ketimpa tangga ketimpa balok lagi astagfirullah
Triyono Budi
Karyanya keren thorrr....
Yunerty Blessa
walaupun singkat tapi mantap.. dan terbaiklah cerita nya.....tak bertele-tele..
makasih kak thor dalam penulisan nya dan moga sukses selalu 😘😘
Yunerty Blessa
akhirnya Dini dan Evan hidup bahagia..
makasih kak thor cerita nya mantap 👍😘
Yunerty Blessa
Robin benar² tidak tau jera....moga selepas nih Robin bisa menyesal dengan segala perbuatannya..
Yunerty Blessa
penasaran nih selanjutnya..
Yunerty Blessa
mantap Damian telah diringkus.. tinggal Robin dan Stella..
Yunerty Blessa
kasian baru saja nikah udah rusuh..
moga Evan cepat banteras abangnya..
Yunerty Blessa
terima saja Dini..kan ujung² kau sendiri juga yang bahagia..
Yunerty Blessa
Evan desak terus sama mamanya.. moga berhasil..
Yunerty Blessa
terlalu tinggi sekali angan² mu Robin untuk kau kembali lagi bersama Dini..
Yunerty Blessa
diam² Evan jatuh cinta pada Dini..
Yunerty Blessa
moga sampul itu adalah surat cerai dari Robin
Yunerty Blessa
smoga nih awal dari kebahagiaan mu Dini
Yunerty Blessa
cepat Dini..lari sekuat nya..hindari dari Deon
Yunerty Blessa
kurang ajar punya suami
Yunerty Blessa
Dini jangan mudah terpedaya dengan kqta² suamimu..dia tu dayus.. untuk apa kau pertahanan kan..
Yunerty Blessa
mudahan kalah dengan judi nya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!