SEKUEL PERNIKAHAN KONTRAK SANG CEO
Zia Rose Amanda yang biasa di sapa Rose. Seorang mahasiswi cantik yang jatuh cinta pada Dave Danuarta.
Rose melakukan segala cara agar dapat dekat dan menjalin hubungan dengan Dave.
Keberhasilan menjalin hubungan tidak serta merta membuat perjuangan Rose berhenti, mulai dari sini perjuangan yang sesungguhnya akan di mulai.
Rose yang di tolak berkali-kali keberadaannya oleh Dave, hanya dapat pasrah.
Di titik terendah Rose, datanglah Gabriel Gandratama. Seorang sekertaris se-kaku kanebo yang jatuh hati kepada Rose.
Di sinilah cerita cinta segitiga dimulai, kepada siapa Rose melabuhkan hatinya?
Apakah Gabriel akan menyerah ketika masa lalunya terkuak?
Ikuti terus setiap babnya.
Harap bijak dalam berkomentar, novel hanya sebuah imajinasi penulis dan tidak ada hikmah yang dipetik.
Ditulis untuk sebuah hiburan semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momy Ida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengorek Masa Lalu
...HALO READERS....
...MOHON MAAF JIKA CERITA AKAN MENGULANG DARI NOVEL PKSC....
...KARENA SUDAH ADA BEBERAPA BAB AWAL CERITA DI SANA, JADI AUTOR PINDAHKAN DULU KE SINI....
...TIDAK MUNGKINKAN TIBA-TIBA ROSE UDAH PUTUS SAMA DAVE GITU 😭😭 READERS BARU NANTI AKAN BINGUNG YANG TIDAK SINGGAH KE NOVEL PKSC....
Happy Reading 🌹🌹
Dave yang turun di loby bersama Gabrielndan menghentikan langkahnya ketika di panggil oleh resepsionis.
"Maaf Tuan, ada titipan makan siang seperti biasanya." Ucap resepsionis dengan sopan.
"Buang saja atau untukmu." Jawab Dave acuh.
Gabriel hanya diam, dia teringat Rose tadi datang ke kantor ini.
"Apakah ini yang memberi gadis pendek dengan suara cemprengnya?" Tanya Gabriel menyela.
"Eh, benar Tuan. Gadis cantik belia yang mengantarkannya." Jawab resepsionis cepat.
Gabriel mengambil kotak makan dari tangan resepsionis tersebut, "Untukku saja." Jawab Gabriel yang kemudian berlalu meninggalkan Dave.
Dave mendengus kesal, "Mulai besok langsung antarkan ke dalam ruanganku." Perintah Dave tiba-tiba.
Resepsionis itu hanya berkedip cepat yang kemudian menunduk paham perintah atasannya.
Dave segera berlalu dari loby itu, entah perasaannya menjadi kesal karena bekal yang diberikan untuknya di ambil oleh Gabriel.
Gabriel segera masuk ke dalam mobilnya dan menaruh kotak bekal itu di samping kursi depan, sejenak Briel menghirup udara dalam-dalam.
"Apa yang aku lakukan, kenapa juga aku merasa marah dengan sikap Dave. Tentu saja terserah Dave mau membuang atau memberikan kepada orang lain." Runtuk Briel pada dirinya sendiri.
"Tapi, kenapa Rose mengirimkan bekal makan kepada Dave? Apa curut itu mendekati Rose karena tidak mendapatkan Putri. Ohh, tidak bisa dibiarkan." Gumam Briel yang mulai menyalakan mobilnya.
Briel mengendarai mobilnya menuju taman, dia akan memakan kotak bekal itu di sana dengan suasana yang baru.
Tidak membutuhkan waktu lama, kini Gabriel telah sampai di taman dekat perusahaan Danuarta.
Segera Briel memarkirkan mobilnya dengan benar dan berjalan keluar mobil bersama kotak bekal yang Briel ambil dari tangan resepsionis tadi.
Gabriel berjalan ke arah salah satu bangku yang cukup sepi di taman itu.
"Ck, kekanak-kanakan sekali." Briel kesal ketika membuka kotak makan siang itu.
Terlihat didalamnya adalah bento versi Rose, yang tentunya tidak seindah bento asli.
Briel tetap memakannya meskipun awalnya kesal, ada perasaan yang aneh menjalar dalam hatinya. Mengingat Briel yatim piatu tanpa sadar dirinya terharu.
"Si*al, apakah mataku mulai sakit." Umpat Briel dengan menyeka air matanya kasar.
Tubuh dan hati Briel mungkin merespon apa yang tengah berada di otak Briel, Briel merasa terharu karena mendapatkan bekal makan siang seperti anak-anak TK yang lainnya. Briel belum pernah merasakannya atau dia melupakan masa kecilnya.
Tidak ada yang tahu kehidupan masa lalu Briel, termasuk Agung ayah Sky. Yang mengangkat pria itu menjadi anak.
Dari kejauhan Dave menyipitkan matanya, "Apa makanannya seenak itu atau sebaliknya? Kenapa pria kanebo itu sampai menangis." Ucap Dave pelan di dalam mobil.
Ya, setelah keluar dari perusahaan. Secara implusif Dave mengikuti mobil Gabriel hingga mobil yang dia untit itu berhenti di parkiran taman kota.
📩 Makan siang hari ini bento versi Rose yang cantik tiada tara. Semangat bekerja.
Lagi dan lagi, Dave mendapatkan pesan dari Rose.
"Apa dia berniat membuat aku gemuk?" Ucap Dave yang masih memandangi pesan dari Rose.
Dave membalas pesan Rose meskipun hanya dengan satu huruf saja dan segera menjalankan mobilnya meninggalkan taman tersebut.
HP Rose bergetar di dalam saku celananya, terlihat gadis itu nampak mengucek matanyanya guna meyakinkan dirinya jika dia tidak salah lihat.
Rose mencubit pipinya hingga mengaduh kesakitan, "Auu.. sakit. Berarti ini nyata." Rose berteriak kegirangan dengan memeluk HP sembari meloncat-loncat di tempat.
"Muach... aku akan mendapatkanmu Pak Dave." Ucap Rose setelah mencium hpnya.
Para maid yang ada di rumahnya kaget dan terheran melihat tingkah Nona Mudanya, apakah gadis itu terkontaminasi ketidakwarasan karena memikirkan bumi itu bulat atau datar.
...🐾🐾...
"Kenapa baru kembali Briel?" Tanya Sky yang melihat jam di tangannya menunjukkan pukul dia.
"Tadi saya makan siang dulu Tuan dan jalanan macet." Jawab Briel.
Sky hanya mengangguk, "Kenapa matamu merah, apakah iritasi?" Tanya Sky melihat mata Gabriel.
"Eh, ya Tuan." Jawab Briel cepat dan langsung menundukkan pandangannya.
"Cepat periksa Briel, aku akan memberikanmu waktu libur satu hari." Ucap Sky kepada asistennya itu.
...🐾🐾...
"Mas, apa kamu memarahi kak Gabriel?" Tanya Putri yang duduk dengan menyuapkan makanannya.
Sky menghentikan gerakannya dan menatap istrinya, "Tidak, ada apa?" Tanya Sky heran.
"Kak Gabriel keluar dari ruangan ini dengan menangis." Jawab Putri yang berpapasan dengan Briel ketika akan masuk ke ruangan suaminya.
"Tidak mungkin sayang, mata Briel hari ini merah karena iritasi." Ucap Sky dengan sok tahunya.
Putri menyerengitkan alisnya, dia hanya mengangguk saja. Sedangkan Sky mulai memikirkan Gabriel akhir-akhir ini.
Sky ingat kejadian di Rumah Sakit dulu ketika istrinya pertama kali bertemu dengan Ibu Mertuanya, Sky melihat Gabriel yang mulai berbeda saat itu.
Setelah kepulangan Putri, Sky segera menelfon sang Ayah untuk membicarakan tentang asal usul Gabriel.
"Halo, Ayah." Ucap Sky.
"Ada apa?" Tanya Ayah Agung.
"Sky, ingin bertanya tentang Gabriel." Jawab Sky pelan.
Terlihat Sky tengah berdiri di depan jendela kantornya dengan memasukkan tangannya ke salah satu saku celana.
"Memangnya ada apa?" Ucap Ayah Agung penasaran.
"Sky merasa, Gabriel menyembunyikan sesuatu Ayah. Tapi Sky tidak tahu apa itu." Kata Sky jujur.
Meskipun hanya saudara tiri, tetapi Sky menyayangi Gabriel layaknya kakak maupun adik.
"Menyembunyikan apa? Jangan bermain dengan pikiranmu sendiri Sky." Ucap Ayah Agung yang tidak ingin berfikir jelek terhadap anak angkatnya.
"Ayah, apakah bisa ceritakan bagaimana Ayah bisa bertemu dengan Gabriel dan mengangkatnya sebagai anak?" Tanya Sky dengan wajah datarnya.
"Kita sudah pernah membahas ini Sky, tidak ada yang perlu di bicarakan lagi." Jawab Ayah Agung mengingatkan.
"Benar, tapi Sky dulu masih kecil. Sekarang Sky benar-benar ingin tahu apa alasan Ayah dan Mama mengadopsi Gabriel dari ratusan anak jalanan yang Ayah temui." Ucap Sky semakin menuntut dan mendesak Ayah Agung.
Terdengar helaan nafas panjang di sebrang sana, "Sky, Ayah dan Mama memiliki alasan tersendiri mengangkat Briel sebagai anak. Bukan karena kasihan, tetapi ada sesuatu dalam diri Briel yang sangat istimewa menurut kami." Jelas Ayah Agung kepada Sky.
"Apa Ayah tidak pernah mencoba mencari tahu tentang Gabriel?" Tanya Sky lagi.
"Sebenarnya apa keinginanmu Sky?" Tanya Ayah Agung yang yang tidak menjawab pertanyaan Sky.
Sky cukup lama terdiam, Sky juga bingung untuk apa dia menanyakan masalalu saudaranya. Toh mereka saat ini sudah tumbuh hingga dewasa bersama.
Tanpa di sadari oleh Sky, ada seorang yang sejak tadi mendengarkan percakapan telfon yang di lakukan Sky kepada Ayah Agung.
...🐾🐾...
Pemilik Jasa Catering Makan Siang Dave
Mulai Ada Rasa Tapi Mengelak
Memikirkan Menyingkirkan Curut (Dave) 😂