Menikah, Tidak seindah khayalan ku, adanya orang ketiga membuat bara api di atas pernikahan ku yang baru saja aku jalani. tapi Tuhan tidak tinggal diam, Malaikat penjaga selalu ada di sisi ku meski aku tidak menyadarinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon St.Maryam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB.27
Happy reading 😍
Yoga terdiam melihat Nessa yang begitu baik kepada Randy, padahal Nessa sudah mengetahui kebenaran nya. ingin sekali dirinya memukul Randy namun tentunya itu hanya akan membuat Nessa tidak suka padanya. Dengan berbagai macam pertanyaan yang kini bersemayam di otaknya, Tiga pun memutuskan untuk mengikuti Randy kemana pun Randy pergi.
Randy pun melangkah pergi untuk memenuhi keinginan Nessa yang mendadak itu, meski dirinya tidak pernah membeli mangga muda, tapi demi istrinya Randy mau melakukan nya.
Randy pun mencari ke pasar swalayan, namun ternyata apa yang dia cari tidak ada di antara buah buahan yang terpajang cantik di etalase. Randy terus berjalan dan membaca setiap buah yang ada, meski dia sudah tahu buah apa yang di lihatnya.
"Bu, ibu tahu dimana saya bisa mendapatkan mangga," tanya Randy kepada seorang ibu yang sedang memilih buah.
"Itu di depan anda kan buah mangga mas," ucapnya sambil menunjukkan tempat mangga yang besar-besar dan ranum.
"M.. maksudnya bukan mangga ini, tapi mangga muda," jelasnya kepada ibu-ibu yang salah paham.
"Mangga muda mana ada mas di swalayan?! ucap ibu itu sambil tersenyum.
"Pasti buat istrinya yang sedang hamil ya mas," ucap ibu itu lagi.
"Loh kok ibu tahu kalau istri saya sedang hamil," ucap Randy yang makin penasaran karena bisa menebak dengan benar.
"Ya karena saya perempuan mas, jadi lebih peka soal ngidamnya ibu hamil,"ucap Ibu itu seraya mengambil beberapa buah yang akan di belinya.
"Oh gitu ya Bu," Randy baru tersadar kalau istrinya sedang dalam masa ngidam. semoga saja ngidamnya tidak minta aneh-aneh.
"Iya mas, saya permisi ya," ibu itu langsung pergi meninggalkan Randy yang masih saja terbengong-bengong.
"Kalau gak ada di sini, bagaimana cara nya mendapatkan mangga muda," Randy sudah merasa lelah mencari, dia pun meninggalkan swalayan dan kembali ke kantor Nessa, dia berharap Nessa sekarang sudah tidak lagi menginginkan mangga muda.
Namun betapa terkejutnya Randy saat Nessa sedang memakan mangga muda dengan bumbu rujak dan kelihatan nya pedas di matanya.
"Ness, kamu dapat dari mana mangga muda yang kamu makan itu," tanya Randy yang penasaran,
"Oh, ini dari abangku," ucap Nessa sekenanya, dia sedang asyik menikmati hidangan nya.
"Abang???
"Maksudnya Abang siapa sih Ness, kan kamu tidak punya saudara laki-laki di atas kamu," ucap Randy, apakah Nessa sedang bercanda dengan nya saat ini.
"Hmm, nanti deh tanyanya, aku mau makan ini dulu," Nessa membawa mangga muda yang sudah terpotong keci dan tidak lupa membawa bumbu rujaknya agar lebih nikmat.
Randy memutuskan untuk ke kantor nya, karena merasa tidak di anggap oleh istrinya sendiri. ada senyum mengembang di balik kepergian Randy, akhirnya dia menang dari Randy, dia berharap suatu saat nanti bisa mengambil posisi Randy sebagai suami Nessa.
#FLASBACK ON#
Yoga menelusuri sebuah perkampungan di mana di tempat ini banyak pohon mangga yang di tanam para warga, bukan hanya menginginkan buahnya tapi pohon mangga yang sudah besar sangat rimbun daunnya, sangat cocok bila berteduh di bawah pohonnya.
"Hm, ini pohonnya bagus, buahnya lagi pada tumbuh, semoga saja bisa di ambil," batin Yoga saat menemukan satu pohon yang tepat buat memenuhi keinginan Nessa.
Yoga pun memarkirkan mobilnya terlebih dahulu dan bertutur sapa dengan beberapa orang yang sedang asyik melakukan kegiatan mereka.
"Permisi pak, bu...," Yoga mulai bercakap-cakap dengan warga yang juga menyambut kedatangan nya.
"Iya nak, ada apa ya," ucap pak Tono selaku ketua RT desa tersebut.
"Gini pak, bolehkah saya meminta mangga yang masih muda itu," ucap Yoga secara langsung, dia tidak ingin membuang waktu nya percuma,
"Mangga muda???
"Untuk apa nak," tanya pak Tono sedikit heran dengan permintaan Yoga, karena biasanya orang banyak yang meminta mangga yang sudah ranum karena lebih manis bila di makan.
"Untuk anuuu pak...," Yoga bingung bagaimana harus menjelaskan alasan yang tepat kepada pak Tono,
"Ambil aja nak, itu pasti untuk istrimu ya," ucap seorang warga yang kini ikut menyimak apa yang sedang Yoga bicarakan dengan pak Tono barusan.
"Iy...iya Bu, dia sedang ngidam saat ini, dan katanya lagi mau mangga muda," ucap Yoga sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, karena mengatakan Nessa adalah istrinya.
"Weh kenapa baru bilang, kalau itu mah gampang, buat ibu hamil mah boleh saja, silahkan di ambil nak," ucap pak Tono dengan tersenyum.
"Terima kasih pak, bu...," Yoga sangat lega karena sudah mendapatkan izin untuk mendapatkan mangga muda itu.
Karena pohonnya tidak terlalu tinggi, Yoga pun dengan cekatan memanjat pohon mangga itu, setelah dirasa cukup, dia pun turun dengan membawa beberapa buah mangga yang masih muda.
"Ini sebagai ucapan terima kasih saya atas kebaikan bapak dan ibu," Yoga memberikan beberapa lembar uang seratus ribu kepada pak Tono dan ibu salah satu warganya.
"Waduh banyak bener ini uangnya nak," tanya pak Tono saat melihat jumlah uang yang di berikan oleh Yoga.
"Tidak apa-apa pak, ambil saja, kalau begitu saya permisi," Yoga langsung pamit, karena takut keduluan oleh Randy.
"Terima kasih nak," Pak Tono membagi dua uang yang di beri oleh Yoga kepada ibu-ibu yang sejak tadi ada di sampingnya.
#FLASH BACK OF#
"Hei ngapain berdiri di situ...
Yoga tersadar dari lamunannya saat seseorang kini menepuk bahunya dengan cukup kencang.
"Ehmmm, kepooooo...," Yoga pergi menuju ruangan nya dengan tersenyum kecil.
"What... kepooooo, isssh," Nessa pun masuk kembali ke ruangan nya untuk menyelesaikan beberapa file penting bagi perusahaan papanya ini.
Sementara itu, Randy sudah sampai di kantor nya, beberapa karyawan terheran karena bosnya datang kesiangan hari ini, bahkan meninggal kan rapat penting yang sudah di handle oleh sekretaris nya.
"Saya kira bapak tidak akan ke kantor," ucap sekretaris Randy yang baru saja menyelesaikan meeting dengan beberapa klien.
"Ya, tadinya aku mau cuti, tapi ya gak jadi," ucap Randy saat mengingat betapa dinginnya sikap Nessa terhadap nya.
"Apa semua sudah selesai," tuturnya ketika melihat beberapa klien sudah out dari perusahaan nya.
"Sudah pak, semua sudah saya handle," ucap sekertaris Randy dengan menyerahkan beberapa berkas yang dia pegang dan memerlukan tanda tangan Randy.
"Terima kasih, God job," Randy bersyukur memiliki sekretaris yang cekatan dan bisa diandalkan saat dirinya tidak bisa ke kantor.
"Satu lagi pak, ada yang ingin saya sampaikan," ucap sekertaris itu dengan mengintip pintu ruangan Randy yang masih tertutup rapat.
"Apa itu katakan saja," ucapnya, apa yang sebenarnya ingin di sampaikan oleh sekretaris nya.
"Ada seseorang yang menunggu bapak di ruangan bapak," ucapnya dengan pelan, takut terdengar para pekerja yang lainnya.
"Seseorang???
"Siapa dia???" Randy merasa tidak mempunyai janji dengan siapa pun saat ini.
"Diaaaa....
Happy reading 😍
aku mampir kesini thor dan langsung favorit dong... ❤❤