“Mutiara Setelah Luka”
Kenzo hidup dalam penyesalan paling gelap setelah kehilangan Amara—istrinya yang selama ini ia abaikan. Amara menghembuskan napas terakhir usai melahirkan putra mereka, Zavian, menyisakan luka yang menghantam kehidupan Kenzo tanpa ampun. Dalam ketidakstabilan emosi, Kenzo mengalami kecelakaan yang membuatnya lumpuh dan kehilangan harapan untuk hidup.
Hidupnya berubah ketika Mutiara datang sebagai pengasuh Zavian anak nya. Gadis sederhana itu hadir membawa ketulusan dan cahaya yang perlahan meruntuhkan tembok dingin Kenzo. Dengan kesabaran, perhatian, dan kata-kata hangatnya, Mutiara menjadi satu-satunya alasan Kenzo mencoba bangkit dari lembah penyesalan.
Namun, mampukah hati yang dipenuhi luka dan rasa bersalah sedalam itu kembali percaya pada kehidupan?
Dan sanggupkah Mutiara menjadi cahaya baru yang menyembuhkan Kenzo—atau justru ikut tenggelam dalam luka masa lalunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zanita nuraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32. ADA PERASAAN LAIN DI HATI KENZO
Malam itu suasana rumah terasa hangat setelah makan malam selesai. Mereka biasanya langsung masuk ke kamar masing-masing, tetapi malam ini tuan rendra mengajak semua berkumpul sebentar di ruang keluarga. Hanya obrolan ringan saja sambil menunggu zavi yang masih asik memegang mainan mobil kesayangannya.
Tiba tiba zavi bersuara sambil menatap wajah kenzo dan menunjuk ke arah pintu.
Papa tadi ada tante kaya badut.
Ucapan polos itu membuat kenzo mengangkat satu alis sambil menatap tiara. Tiara yang duduk tidak jauh darinya langsung paham arti ucapan zavi, bibirnya menahan senyum sementara pipinya sedikit memerah saat melihat kenzo menatapnya seperti itu.
Tatapan kenzo yang adem namun menyimpan rasa penasaran membuat jantung tiara berdebar tanpa alasan yang jelas. Kenzo cepat cepat mengalihkan pandangan karena ia pun merasa dadanya tiba tiba tidak nyaman, ada perasaan aneh yang muncul dan ia tidak ingin orang lain menyadarinya.
Nyonya saras mendekat sambil mengusap kepala zavi.
Tadi adele datang mencari kamu ken, suara nyonya saras terdengar santai namun serius.
Kenzo menoleh cepat, wajahnya langsung berubah dingin. Dia tidak menyahut, hanya menghela napas pelan.
Tadi adele datang ke sini tapi sudah mama suruh pulang, lanjut nyonya saras.
Tuan rendra ikut menimpali. Kemarin seharian dia nunggu kamu di kantor, sekarang datang ke rumah. Mau apa dia? Sudah saatnya kamu hadapi dan bereskan, jangan dibiarkan ken.
Kenzo hanya mengangguk pendek. Baik yah, nanti aku urus.
Setelah itu pembicaraan berubah. Nyonya saras mengajak bicara soal rencana besok.
Besok weekend. Bagaimana kalau kita ke panti asuhan sekalian drop barang barang dan kebutuhan bulanan seperti biasa? Ajakan itu disambut antusias oleh zavi yang langsung mengangkat tangan kecilnya.
Mau ke panti. Mau main sama temen zavi.
Tiara yang duduk di sampingnya tersenyum melihat tingkah anak itu.
Pagi harinya semua sudah siap lebih cepat dari biasanya. Zavi sangat bersemangat sampai sampai ia sendiri yang memilih baju dengan lari kecil ke arah lemari sambil mengoceh tidak jelas.
Perjalanan menuju panti berjalan lancar. Saat mereka sampai di halaman panti, kenzo turun dari mobil sambil melihat sekeliling. Tempat itu bersih, rapi, dan penuh suara tawa anak-anak. Ada sesuatu yang membuat dada kenzo terasa hangat, mungkin karena tempat itu punya arti besar bagi tiara dan zavi.
Kenzo menatap bangunan sederhana itu kemudian memandang tiara. Kamu dulu tinggal di sini?
Tiara mengangguk sambil tersenyum kecil. Iya ken. Dari bayi sampai lulus sekolah. Banyak sekali kenangan di tempat ini. Susah senang, semuanya ada di sini.
Kenzo memperhatikan wajah tiara. Ada kehangatan yang berbeda, semacam rasa nyaman yang membuat kenzo tanpa sadar ikut tersenyum.
Ibu panti melihat mereka dari kejauhan. Ia melihat cara kenzo menatap tiara yang tidak seperti tatapan atasan ke karyawan. Ada penghargaan, ada rasa hormat, ada keteduhan yang tidak bisa ia jelaskan. Ibu panti tersenyum lega. Selama ini dia hanya takut tiara disia siakan, tapi nyatanya majikan yang dihadapinya justru memperlakukan tiara dengan sangat baik.
Tak jauh dari sana nyonya saras menghampiri ibu panti, mereka berbincang di teras.
Bu, kalau suatu hari saya meminta tiara menjadi menantu saya bagaimana? tanya nyonya saras tiba tiba.
Ibu panti terdiam sejenak sebelum akhirnya mengangguk perlahan. Bagi saya sebagai orang yang mengurus tiara dari bayi, tentu saja saya sangat bersyukur kalau ada keluarga baik seperti keluarga ibu yang mau mengangkat derajatnya. Tapi semua ini kan masih keinginan orangtua. Belum tentu kenzo nya siap, bu. Saya dengar kemarin kalau dia masih trauma soal pernikahan.
Nyonya saras menarik napas panjang. Benar, bu. Saya tahu itu. Tapi kalau melihat kedekatan mereka, cara kenzo menatap tiara... entahlah, saya seperti merasakan harapan.
Ibu panti menepuk lembut tangan nyonya saras. Mudah mudahan saja bu. Tuhan pasti kasih jalan kalau memang itu jodohnya.
Sementara itu di halaman, suasana begitu hidup. Kenzo ikut memperhatikan tiara yang mengawasi zavi bermain dengan anak anak panti lain. Zavi berlari sambil tertawa keras mengejar bola plastik, lalu sesekali bersembunyi di balik kaki tiara. Setiap kali itu terjadi tiara menunduk sambil mencubit pipi zavi pelan.
Kenzo memperhatikan pemandangan itu selama beberapa detik. Tiara terlihat sangat alami dan hangat. Cara tiara memperlakukan zavi, cara dia tersenyum, cara matanya berbinar saat melihat zavi tertawa… semuanya terasa begitu tulus. Tanpa sadar kenzo merasakan sesuatu mengalir dalam dirinya. Rasa yang belum lama ini ia rasakan lagi setelah bertahun tahun tertutup rapat.
Rio yang kebetulan lewat menepuk bahu kenzo pelan sambil berbisik.
Bos, itu pemandangan paling sehat yang pernah saya lihat dari hidup bos selama ini. Jangan disia siakan.
Kenzo hanya melirik sekilas namun tidak menyangkalnya.
Hari itu benar benar terasa seperti hari yang penuh kedamaian. Zavi tidak berhenti tertawa dan bermain. Tiara sibuk membantu ibu panti menyiapkan camilan untuk anak anak. Kenzo mengangkat beberapa kardus bantuan dari mobil. Tuan rendra dan nyonya saras berbincang hangat dengan pengurus panti.
Semua orang seperti menemukan kebahagiaan kecil mereka masing-masing.
Menjelang sore mereka bersiap pulang. Anak anak panti melambaikan tangan dan zavi balas melambaikan tangan sambil mengucapkan dadaaa dengan suara lantang.
Di dalam mobil zavi tertidur pulas di pangkuan tiara, mungkin kelelahan setelah seharian bermain. Kenzo yang duduk di sampingnya memperhatikan mereka berdua.
Tiara pelan pelan merapikan rambut zavi, lalu menutup wajah anak itu dengan kain kecil agar tidak terkena angin.
Pemandangan itu lagi lagi membuat dada kenzo terasa hangat. Ada sesuatu yang berubah dalam dirinya. Pelan tapi pasti.
Rio yang duduk di depan sempat melihatnya lewat kaca spion. Senyum kecil muncul di wajahnya.
Mungkin sudah saatnya bos benar benar membuka hati lagi.
Hari itu pun berakhir dengan perasaan hangat yang jarang mereka rasakan selama dua tahun terakhir. Dan tanpa mereka sadari, weekend di panti itu menjadi awal dari banyak perubahan besar dalam hubungan kenzo dan tiara.
Haii readers selamat pagi,
Jangan lupa like komen nya ya..
Terima kasih,selamat membaca..