NovelToon NovelToon
SADNESS

SADNESS

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:15.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kang-jun!!!

Seren hanyalah gadis biasa yang terlahir dari rahim seorang pelacur. Hidup dan tumbuh dari hasil keringat seorang pelacur tak membuat Seren termotivasi untuk menjadi salah satu di antaranya.
Dalam 18 tahun kehidupannya, Seren selalu bertekad tidak ingin menjadi seperti sang ibu. Karena ia sangat tahu di balik kehidupan mewah seorang Pelacur tersimpan sebuah hal berbahaya yang bahkan satu orang pelacur- pun belum dapat keluar darinya.

"Hmm- Kamu percaya kalau aku ini bajingan, bukan?"

peringatan: mengandung percakapan orang dewasa, disarankan untuk bijak memilih jenis bacaan anda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kang-jun!!!, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Menyesal

"Aku tidak butuh bantuanmu." Tiba-tiba saja saat sudah tersadar dari pingsannya, Seren langsung pergi ke kamar William yang tidak terkunci hanya untuk memakinya.

Namun dengan sikap acuh, William seolah tuli dengan ucapan yang senantiasa selalu diucapkan Seren untuknya. Dimulai dari kalimat kasar dan makian sudah banyak dilontarkan Seren hingga ia kehabisan kata-kata.

"Sudah selesai? Dibawah ada jasad ibumu. Entah bagaimana caranya, aku mau jasad itu sudah hilang dari rumahku dalam waktu tidak lebih dari 1 kali 24 jam."

Seren termangu, tiba-tiba saja perasaannya jadi kacau. Mengingat hal kemarin, ibunya, jasad, dan William yang memperlakukannya lebih buruk daripada kotoran.

Semua hal itu sontak membuat Seren mengeluarkan air mata. Ia memilih pergi dari kamar William untuk menemui jasad sang ibu.

Di lantai satu, tepatnya di ruang keluarga. Seren menemukan peti kayu yang kokoh, belum dibuka sama sekali. Perlahan namun pasti, Seren melangkah mendekat. Tangannya gemetar hendak membuka peti.

"Jika aku jadi kau, aku memilih untuk tidak membukanya. Info dari Siska, jasad ibumu sudah dijahit sana-sini. Jika kau tak sanggup melihatnya lebih baik tidak dibuka." Saran William dari balkon lantai dua.

Seren memandang lekat William, kemudian beralih pada peti. Tangannya terkepal erat, berusaha meyakinkan dirinya sendiri.

Dengan kekeuh Seren membuka peti itu, aroma kapur barus langsung menyerebak keluar tanpa diminta. Reflek, Seren langsung menutup mulut dan hidung, ia langsung terbayang bagaimana bisa ibunya sudah berbau seperti ini.

Perlahan namun pasti Seren mulai mengintip. Terlihat jelas bekas jahitan yang tidak terlalu rapi menghiasi wajah hingga kaki sang ibu, namun yang langsung menjadi fokus utama Seren adalah jahitan dimuka yang membelintang dari dagu hingga kening.

Seketika Seren langsung menutup mulutnya. Dapat ia lihat kelopak mata sang ibu sudah tidak menutup apapun lagi, sepertinya bola mata itu sudah tidak ada ditempatnya. Kuku tangan tercabut dan bahkan ada banyak bekas sayatan di nadi kiri sang ibu yang sudah membiru.

Tanpa sadar Seren menjatuhkan air mata, sangat banyak hingga membasahi mayat. Ia kembali melanjutkan visum ke area sekitar perut, dan benar saja, banyak bekas jahitan bahkan luka yang masih menganga di tubuh ringkih sang ibu.

Sepertinya ia disiksa hingga bekas lukanya membiru dan sedikit membusuk, hingga ajal tiba ibu Seren terus mendapatkan perlakuan keji hanya karna hutang yang dengan sangat sadar Seren akui ibunya tidak pernah menunggak.

Setelah merasa cukup, Seren kembali menutup peti dengan susah payah. Sekarang ia sadar sudah tidak ada siapapun yang akan membelanya lagi, menanyai dirinya, memasak untuknya, menjadi teman disaat Seren ingin bercerita sudah tidak ada lagi.

"Ii-ibu...." Seren perlahan jatuh di lantai dingin.

Kakinya sudah tak sanggup menahan bobot tubuhnya sendiri. Semua kenangan bersama sang ibu kembali berputar di memori Seren.

Disaat mereka dihina, di usir, di telantarkan, hingga menjadi gelandangan. Semuanya kembali berputar seperti kaset rusak diingatkan Seren.

"Ii-ibu, sekarang aku harus bagaimana, dunia ini begitu kejam buu. Aku gak bisa kalau gak sama ibu, Langit semakin tinggi sekarang. hiks.." Gumam Seren.

"Ibu bangun, Seren TAKUT SENDIRI IBU! JANGAN TINGGALKAN SEREN SENDIRI, SEREN TAKUT BU! IBU HARUS BAGUN!" Dengan fikiran yang tidak jernih, Seren kembali membuka peti dan langsung mengambil jasad sang ibu untuk didekap kuat.Berharap jasad itu kembali bernafas, membuka mata dan membalas dekapan Seren.

Seren bersedia menjadi orang yang egois pada kehendak tuhan asalkan ibunya kembali hidup. Beribu penyesalan kini singgah di pemikiran Seren yang kalut.

Ia menjadi menyesal tidak bersama sang ibu dan mau saja diseret oleh William ke kediamannya. Pergi dengan meninggalkan sejuta masalah untuk dihadapi ibunya sendirian.

Kini Seren hanya dapat menatap lamat wajah sang ibu, tubuhnya mulai kaku seiring urat tubuh yang sudah terputus. Dingin mulai terasa, namun Seren seolah menyangkal semua itu dengan mempererat dekapannya.

"YA TUHAN...., KENAPA KAU BERI AKU COBAAN BEGITU BERAT! AKU BUKAN LAH HAMBA YANG SANGGUP ITU YA TUHAN. DARI AWAL KAU SUDAH MEREBUT SEMUANYA DARI HAMBA, SEKARANG KAU AMBIL IBU HAMBA. KENAPA YA TUHAN!!! KENAPPPAAA!! AAAAAAAAAAA!!!! IBUUUU... JANGAN TINGGALKAN AKU IBUUUU!" Teriak Seren pada sang pencipta.

Ia terus berteriak memanggil sang ibu yang sudah tidak bergeming, bahkan air mata sudah kering-pun Seren masih tetap menangis sejadi-jadinya.

"Tuhan tidak adil, engkau ambil satu-satunya keluarga-ku. Apakah orang se-miskin kami harus selalu diberi cobaan sedemikian banyaknya? Sementara orang kaya yang begitu pendosanya malah semakin senang dan semakin kaya. Sementara kami semakin melarat dan tersiksa." Gumam Seren seperti orang gila.

Pandangannya kosong, fikirannya kacau dan ia selalu meracau tanpa henti.

Tap...

"Hey.. ayo istirahat. Perihal jasad ibumu, bisa kita kebumikan besok. Yang terpenting aku harus memanggil pendeta dulu untuk acara pemakamannya. " Ucap William menyentuh bahu Seren yang menunduk tak ingin menatapnya.

"Aku muslim, anda seharusnya memanggil ustad dan pemandi jenazah." Kata Seren lebih ke arah berbisik.

"Oh astaga, maafkan aku. Rupanya kita beda agama hahaha..... hmmm. Baiklah, ayo kita makan dulu, tidak baik disaat seperti ini perutmu kosong." William mencoba memisahkan Seren dari jasad sang ibu, namun tangannya malah ditepis.

"Baiklah, jika begitu."

Setelahnya, mereka berdua saling terdiam. Hingga satu jam berlalu, William yang teringat sesuatu langsung bertanya.

"Kemana aku harus mencari pak ustad dan pemandi jenazah?" Tanyanya menggaruk tengkuk yang tak gatal.

"Tentu saja masjid. Kau ini! Taunya hanya gereja saja, padahal ibadahnya juga jarang."

.

.

.

SKIP TIME...

Selesai pemakaman, Seren hanya terdiam. William juga ikut terdiam, pria itu tidak tau harus memulai percakapan darimana dan akhirnya hanya dapat berdiri canggung. Setelah Pak ustad dan beberapa orang pergi, William mulai mendekati Seren dan bertanya.

"Kenapa sedikit sekali? apa pelayat memang sedikit begitu? Bahkan aku bisa menghitung dengan jari meski terpaksa mengikut sertakan Golern dan Dita."

William memandang Seren, berharap gadis itu menjawab namun yang William dapat hanya keheningan.

"Oh iya, ini sertifikat rumah ibumu." William menyodorkan sertifikat itu pada Seren yang masih membatu di tempat.

Namun William yang tidak ingin memperpanjang masalah langsung meletakkan sertifikat itu di atas paha Seren.

"Kalau begitu, ayo kita pergi." Tawar William.

Namun Seren masih belum beranjak dari tempat ia duduk. Ia hanya mengelus kuburan seraya menangis. Dari yang awalnya hanya isakan kecil kini semakin membesar.

Terus terisak hingga 10 menit kemudian barulah Seren dapat menetralkan sedikit perasaannya dan mulai bersuara.

"Kami bukanlah orang yang akan dikunjungi banyak orang."

"Kenapa?"

Seren mengelus tanah kuburan yang masih basah itu penuh kelembutan dan kasih sayang.

"Mana ada yang mau bergaul dengan pelacur, kami juga miskin dan tidak punya apapun. Bahkan sebidang tanah-pun tidak. Dengan kata lain, yang datang hanya yang merasa punya kewajiban saja. Namun, meski begitu aku tetap berterima kasih."

William terdiam sejenak, ia berjongkok dan mengelus bahu yang lebih muda.

"Kaya-pun jika tidak punya pergaulan luas akan sama nasibnya. Yang membedakan hanyalah harta yang pada akhirnya juga tidak dibawa mati."

Seren melirik William, ia sedikit heran dengan perkataan pemuda itu. Namun dia tidak ambil pusing dan lebih memilih menatap kuburan ibunya.

.

.

.

Sudah dua minggu berlalu, William yang diam-diam mengintip Seren hanya bisa mendo'akan dalam diam. Semoga gadis itu dapat berdamai dengan keadaan.

"Apa yang kupikirkan, memikirkan dia juga tidak ada untungnya. Ahk.. aku pusing dengan pekerjaanku." Ucap William mengusap wajahnya mencoba mencari alibi untuk diri sendiri.

Entah kenapa ia bisa berakhir di dapur. memandang kesekitar dan merutuki kebodohannya yang belakangan ini sering melamun.

"Aku buat Sandwich saja." Gumam William membuat keputusan akhir.

Dengan cekatan pemuda bule itu mulai mencari bahan baku di kulkas, meletakkannya di meja island untuk ditata sesuai urutan masak.

"Baiklah, aku siap untuk memasak." Ucap William semangat. Ia kemudian memakai apron dan slayer bandana yang melekat apik di kepalanya.

Ditengah asyiknya memasak William tersentak kaget. Ia mendengar suara gaduh yang berasal dari lantai atas.

"Suara apa itu?" Gumam William. Lantas ia beranjak untuk mengecek ke sumber suara setelah mematikan kompor tanpa meletakkan spatula bekas menggoreng telur.

.

.

.

"Aku tak menyangka akan menulis di buku ini lagi," Seren menatap buku lusuh itu lalu membukanya, banyak coretan disana.Dari coretan biasa hingga makian.

Setiap kalimat di tulis sesuai perasaan Seren kala itu. Ia tertawa, terkadang juga sedih, semua ini kenangan nya dan ibunya adalah satu-saatunya yang pernah membaca buku aib ini. Mengingat itu jadi membuat Seren sedih.

Namun yang membuatnya kembali membuka buku bukan karna itu, ia kembali membuka karna ingin kembali bercerita.

"Dear diary...."

BRAKK!!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...****************...

...TBC...

1
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
kalau tau dia beban kenapa dijempit lagi dasar aneh.. bukannya anda orang kaya.. kehilangan uang segitu mah gak ada apa2nya
❥␠⃝ ͭ🍁JN-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: dia butuh hiburan kak /Facepalm/
total 1 replies
Nona TIMOR
Makin seru ceritanya Thor , please up lagi dong Thor terimakasih banyak Gbu 🙏
❥␠⃝ ͭ🍁JN-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: terimakasih banyak atas dukungannya kak, akan diusahakan /Good/
total 1 replies
Nona TIMOR
Makin seru ceritanya thot pease up lagi dong Thor terimakasih Gbu 🙏
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
hati seorang ibu tetaplah lembut, walaupun dia selalu bicara kasar.
❥␠⃝ ͭ🍁JN-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: benar sekali, tante memang hebat /Doge//Good/
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
wasuh dikatain pengemis
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
merinding eh bulu romaku eh salah merinding bulu roma Seren
❥␠⃝ ͭ🍁JN-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: merinding dan hampir pingsan/Facepalm/
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/jangan metong dong, nanti kamu nyesel loh
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ: iyaa kalau di awal namanya pendaftaran/Chuckle/
total 2 replies
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
baru pacar aja udah bangga. nah elu ngapain masuk kamar tuh cowok kalau baru jadi pacar??aneh
❥␠⃝ ͭ🍁JN-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: tau aja tante /Doge//Rose/
total 3 replies
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
koq PT3K/Facepalm/sambil ngelamun yaa nulisnya
❥␠⃝ ͭ🍁JN-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: siap tante /Facepalm/
total 3 replies
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
kabur/Facepalm/
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
andai aja.. yahh begitulah manusia selalu berandai andai
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ: bisa bae 😂😂😂
total 2 replies
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
wuih beberan cantik ini mah, bukan gadis kampung
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
mereka udah kayak tom dan jerry yaa🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁JN-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: lebih dari pada itu kak/Facepalm/
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/kocak nih seren
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
kenapa selalu kalah dengan uang??
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ: hmm memang..
total 2 replies
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
oooo jadi begitu ceritanya
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
aku kira namanya Tuan Golem eh ternyata Tuan Golern🙈🤣🤣
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ: maafkan🙏🏽🙏🏽🤭🤭🤭
total 4 replies
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
malu tapi penasaran yaa🤣
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
polos sekali kamu Seren
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
habislah kamu Seren, sudah masuk circle itu akan sulit untuk keluar.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!