NovelToon NovelToon
Only You

Only You

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Keluarga & Kasih Sayang / Berbaikan
Popularitas:31.9k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Yang tak suka, silahkan minggir!

Perceraian tak lantas menyudahi hubungan diantara Bagaspati Samudera dan Adinda Ayuningtyas. Sebab masih ada penghubung diantara mereka, sayangnya penghubung mereka hilang entah kemana.

"Dua tahun belakangan ini, Eyang sakit, Dind. Beliau mau ke Jakarta, dan ingin menginap di rumah kita," kata Bagas.

"Lalu, apa masalahmu? Bukankah Eyang sudah tahu kita berpisah?" sahut Adinda sengit.

"Itulah masalahnya, Ingatan Eyang mulai kacau sejak dokter memvonis beliau menderita demensia. Please, Dind, anggap saja ini permintaan terakhir Eyang pada kita."

Apakah permintaan Eyang Tuti pada Bagas dan Adinda?

Apakah Adinda sanggup menurutinya, sedangkan mereka bukan pasangan halal seperti dulu?

Berhasilkah mereka merajut kembali benang pernikahan yang dulu tercerai berai? Lantas bagaimana nasib putri kecil mereka yang hilang beberapa tahun silam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#32

#32

Seperti biasa, kesibukan Dinda tetap berlangsung seperti biasa, tak ada yang berubah. Hanya saja Dinda lebih banyak di ruangannya, sedang mengolah desain? Tidak. Wanita itu duduk diam, bersandar dengan wajah bimbang, menimbang, namun, masih saja gamang, dan perasaannya tak tenang. 

USB yang kemarin ia temukan di kamar Biandra, kini sudah berpindah ke laci meja kerjanya, dan jujur saja, Dinda belum memiliki keberanian untuk membuka USB tersebut. 

Tok! 

Tok! 

Pintu ruangannya diketuk perlahan, “Bu, ada tamu.”

“Siapa, Kin?” 

Tapi, sang tamu buru-buru masuk sebelum obrolan Dinda dan Kinanti berakhir. 

Dinda menyimpan USB yang semula hendak ia buka ke dalam lacinya kembali. “Apa kabar, Dind?” 

“Mas Igun?” gumam Dinda heran, sebab ini kali pertama pria itu datang ke butiknya secara langsung, sebab biasanya ia hanya mengantar Tari, itu pun sesekali saja. “Tumben?” 

“Hmm, ingin saja, kebetulan lewat tadi,” jawab Igun santai, pria itu berjalan mengitari ruangan dengan salah satu tangan berada di saku celana. Sementara tangannya yang lain tetap menggantung bebas, sesekali menyentuh beberapa aksesori pakaian yang sengaja di pajang di rak penyimpanan untuk memperindah ruangan. 

Dinda berdiri, sedikit kikuk, dan mulai ada banyak pertanyaan yang terus bermunculan di kepalanya. Tentang kedatangannya yang tiba-tiba, tentang niat yang katanya ingin mampir mendadak. Pokoknya tentang semua. 

“Sepertinya kamu semakin dekat dengan Bagas,” kata Igun kemudian. 

Dinda memicingkan kedua matanya. “Siapa yang bilang, Mas?” 

“Tidak bercerita secara khusus, sih, hanya mendengar celotehan istri, kan, bukan hal aneh.” 

Dinda mengerti, rupanya dari curhatan Tari ke suaminya. “Oh, dari Mbak Tari, toh.” 

Igun tersenyum tipis. “Kamu tak marah dengan keluarga mereka?” 

“Maksudnya apa, Mas? Terus terang aku gak paham.” tanya Dinda, pertanyaan di kepalanya semakin bercabang kemana-mana. 

Akhirnya Igun pun duduk di hadapan Dinda, tapi ekspresi wajahnya benar-benar sulit di tebak. “Kamu tentu ingat bukan, betapa mereka melindungi dan merengkuh Biandra, sementara aku yakin hatimu sendiri hancur lebur setelah anakmu hilang.” 

Apalagi maksud pria ini? Dinda benar-benar tak habis pikir. 

“Mereka juga berlindung dibalik penyakit mental yang menimpa Biandra, padahal sudah sangat jelas bahwa Biandra adalah pelaku utama yang membawa pergi Abel. Begitu, kan?” 

“Waktu belum benar-benar bisa membuktikannya, jadi selama itu pula kita tak bisa mengambil kesimpulan akhir bahwa Biandra memang bersalah.” 

Igun tertawa sumbang, “Jangan terlalu naif, Dind, aku tahu sebenarnya kamu menyimpan dendam pada keluarga Samudera, bukan? Apalagi sama Bagas yang jelas-jelas pernah mengkhianatimu.” 

Kening Dinda semakin berkerut curiga, “Tahukah kamu siapa wanita yang bersama Bagas malam itu?” 

“Kami sudah berpisah, jadi aku tak peduli lagi tentang hal itu.” Dinda mengepalkan kedua tangannya, geram karena Igun mengungkit peristiwa yang sudah clear di antara dirinya dan Bagas. 

“Aku tak yakin kamu akan bersikap se tenang ini bila tahu wanita itu adalah, Gisela mantan kekasih Bagas saat SMA,” imbuh Igun, meski Dinda menolak membahas masa lalu. 

Sungguh mengherankan, karena Igun tahu detail peristiwa itu, apa jangan-jangan pria ini juga ada hubungannya dengan perceraiannya dengan Bagas? Apakah pria ini juga si pengirim pesan misterius itu? 

Entah kenapa, Dinda tak lagi marah seperti dulu, padahal Igun kembali membahas luka yang tertoreh di hatinya. Mungkin karena Dinda mulai merasa ada kejanggalan di balik sikap Igun. 

“Aku makin nggak ngerti, Mas. Yang jelas hubunganku dengan Mas Bagas biarlah menjadi urusan kami, tapi terima kasih karena Mas sudah memberiku informasi.” 

Hingga Igun pamit pergi, Dinda masih tak mengerti apa maksud dan tujuan Pria itu mendatanginya, apakah sengaja sebab ingin mencoba menggali informasi? 

Tanpa berpikir panjang lagi, Dinda pun melanjutkan pekerjaan yang telah ia tunda sejak kemarin, yakni melihat isi dari USB yang ia temukan di kamar Biandra. 

Barisan folder terbuka di hadapan Dinda, tak ada yang aneh, rata-rata menyangkut, urusan pekerjaan. Tapi ada satu file yang cukup menarik perhatian Dinda, file tersebut, berjudul BIADAB. 

Meski takut, tapi rasa penasaran lebih kuat daripada ketakutannya, maka Dinda pun memberanikan diro membuka file berjudul BIADAB tersebut. 

Kedua mata Dinda melebar penuh amarah, ketika ia melihat keseluruhan isi file tersebut. 

Di barisan teratas, Biandra menyimpan foto-foto Igun bersama beberapa wanita muda, itu cukup banyak dan berbeda-beda.

Lalu dari bagian tengah hingga akhir, berisi foto-foto Biandra tanpa busana, dari gambar tersebut, rupanya foto itu diambil secara sembunyi-sembunyi, benar-benar licik cara yang digunakan si pelaku. Bahkan di akhir barisan ada video ketika Biandra seperti terpaksa melayani nafsu bejat kakak iparnya sendiri. 

Tangan Dinda bergetar dan berkeringat dingin, benar-benar pemandangan sadis, maka pantas bila file tersebut diberi judul BIADAB. 

Brak! 

Dinda langsung menutup layar laptopnya, tak sanggup lagi menatap lebih lama, amarah bercampur isak tangis seketika terkumpul di dalam dadanya, siap meledak dan menghancurkan apa saja. 

Benar benar biadab, bagaimana bisa Igun tega melakukan hal ini pada Biandra, hingga gadis manis nan ceria itu hamil. Mungkinkah Igun menggunakan ini sebagai ancaman? Agar Biandra tak melapor atau memberitahukan pada keluarganya? 

“Bi— kenapa kamu menyimpannya sendiri?” isak Dinda, tanpa sadar ia meremas pensil di tangannya hingga patah menjadi dua bagian. 

Percuma saja bertanya, sebab Biandra telah tiada, ia lebih memilih menyimpan rahasia pedihnya, agar kakak kandungnya tidak hancur dan kecewa dengan ulah suaminya. 

Potongan ingatan masa lalu Dinda kembali melintas tiba-tiba, hari itu adalah hari berlangsungnya makan malam bersama keluarga Samudera, Biandra bilang, ia sakit kepala jadi tak bisa ikut bergabung. 

Tapi, ketika Dinda mendatanginya ke kamar, wanita itu mendengar suara isak tangis pilu Biandra, 

“Ada apa, Bi?” 

Biandra menggeleng. 

“Yakin?” 

Kali ini ia mengangguk, tapi sambil memeluknya. Dan memang sejak hari itu, Dinda tak pernah lagi mendengar suara tawa dan sapaan ceria Biandra. Gadis itu lebih banyak murung dan mengurung diri di kamarnya. 

“Kasih tahu Mbak Dinda, Bi. Apa yang harus Mbak lakukan untukmu?” gumam Dinda sambil menahan perasaan marahnya. 

Jika Igun adalah dalang dibalik peristiwa pelecehan Biandra, lantas apakah Igun Juga dalang di balik hilangnya Biandra? Sebab hari itu, Biandra berlari keluar dengan menggendong Abel. Biandra seperti terburu-buru, bahkan setelah ditemukan terlunta-lunta di jalan, dari mulut nya terucap bahwa ia harus melindungi bayinya, pria itu akan membuang bayinya. 

•••

Bingung, dan tak tahu harus bertanya pada siapa, Dinda akhirnya mendatangi Om Bastian. 

Pria itu pun terkejut melihat apa yang dibawakan sang keponakan padanya, “Iblis mana yang tega berbuat sedemikian keji, apalagi pada adik iparnya sendiri?!” geram Om Bastian, dengan rahang bergetar. 

“Apa Bagas sudah tahu?” 

Dinda menggeleng, wajahnya pucat dan bingung “Aku takut, Om, aku tak tega memberitahunya, bisakah Om membayangkan betapa murkanya dia setelah mengetahui fakta tentang adik kesayangannya?” 

“Memang pahit, tapi pertama-tama, kamu harus memberitahunya. Biar bagaimanapun dia adalah saudara laki-laki Biandra dan Btari, sudah seharusnya dia yang melindungi kedua saudara perempuannya.” 

1
Felycia Fernandez
mulai ke bongkar...
Shee_👚
😭😭😭😭😭
ko ya ikut bahagia
Shee_👚
ada gak baju yang punya abel ya
Shee_👚
apa disini alisya bakalan ngenalin baju²nya dia, siapa tau ada baju yang sama saat ketemu sama dokter candra
Shee_👚
nah mulai mode soang dah🤣
Shee_👚
biar dapet restu ya gas🤣
Shee_👚
silahkan membusuk di penjara😤
Shee_👚
jelas aku juga bakalan nganan kaya dara🤣
apa lagi yang jemput orang bisa di percaya jadi gasss
Bunda Aish
nah, semoga ini jadi jalan untuk memastikan Alisha adalah Abel
hasana
akhirnya
Esther
Masih ingat baju yg dipakai Abel saat terakhir kali ya Dinda.
vania larasati
lanjut
Sh
Moon jahat atau baik ? dulu Miranda ,bapak dan emaknya masuk penjara, tapi berhasil hidup menjadi wanita yang baik... Apakah anak Livia dibuat kejam sengsara hidupnya, atau masih membuktikan orangtua tidak baik, anak belum tentu tidak baik juga... kita tunggu kebaikan atau ketegaan Moon terhadap anak Livia
moon: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

aku separuh medusa 🐛 separuh dewi kwan im... 😇
total 1 replies
muthia
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Linda Yohana
Bagus jalan cerita novelnya
Shee_👚
dah segitu jelasnya dan banyak sakti serta bukti malah masih ngeyel. bener2 si igun gak ada hatinya sama sekali😤😤
Shee_👚
mampus, biar pecah sekalian itu hati, percuma di kasih hati malah gak tau diri😤😤
Patrick Khan
iblis kau igun🤬🤬🔨
Patrick Khan
pertanyaan q kemana abel🤔🤔🤔😭
Patrick Khan
bener orang terdekat adalah iblis sesungguhnya🤬🤬igun ku tandai kau🔨🔨🔨🤬
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!