NovelToon NovelToon
Takdir Dan Cinta Nafisa

Takdir Dan Cinta Nafisa

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Tamat
Popularitas:11.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lilik Bunda Abib

gadis yatim piatu yang harus berjuang hidup sendiri tanpa memiliki sanak saudara. ia melanjutkan kuliahnya dari bea siswa dan bekerja di sebuah tempat karaoke keluarga milik sahabnya.

namun semuanya berubah saat seorang pria yang mabuk memperkosanya. sehingga ia hamil.

bagaimana kelanjutan kisahnya.
nafisa. gadis cantik berusia 20 tahun. seorang mahasiswi di fakultas ekonomi. yg bekerja sebagai waiter di salah satu tempat karoke.

aldiansah Pratama
seorang mahasiswi dan pengusaha. berusia 21 tahun.

Julian Saputra.
pria mapan berusia 28 tahun.
seorang pengusaha muda yg sukses.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilik Bunda Abib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 27

Aldi diam. Apa perlu ia memberi tau Nafisa. Aldi sungguh tidak mengerti dengan hubungan yang saat ini di jalani Nafisa. Wanita yang sangat di cintainya, yang sudah menjadi milik orang lain. Aldi mulai membaca undangan tersebut. Dengan hati yang terasa amat hancur. Ia menarik rambutnya dengan sangat kuat dan mengusap wajah nya dengan kasar seakan ia ingin meluapkan emosinya.

Hubungan apa sebenarnya yang sedang kau jalani Nafisa. Aldi tampak sangat marah. Ia mulai meraba-raba apa yang sedang terjadi. Apa Nafisa menikah dengan Julian karena dia hamil? Tapi Nafisa bukan jenis wanita murahan. Ia tidak akan melakukan hal yang seperti itu. Julian juga tipe laki-laki setia.

Aldi melihat pintu yang terbuka. Sosok pria tinggi dengan tubuh yang atletis, kulit yang putih dan terlihat masih ganteng walaupun sudah tidak muda lagi. Pria yang berusia sekitar 48 tahun tersebut duduk di kursi yang ada di depan anaknya.

“Papi.”

Bima pratama memandang putranya sambil memegang undangan ditangannya.

“Kamu bilang, Nafisa menikah dengan Julian. Tapi ini undangannya kenapa sama Amera?” Tanya papinya.

Aldi tampak sangat kacau. Ia sudah mbuka 2 kancing kemejanya dan melonggarkan dasinya.

“Aldi kirain ini undangan resepsi pernikahan Nafisa pi. Aldi juga gak tahu pi. Sewaktu di rumah sakit, gak pernah sekalipun Julian datang ke rumah untuk lihat Nafisa. Nafisa juga mengambil kamar kelas 3 dan yang bikin aku terkejut, saat dokter menyampaikan kondisinya.” Kata Aldi.

“Julian yang di maksud Nafisa, mungkin Julian yang lain.” Jawab papinya.

Aldi mengerutkan keningnya. “Maksud papi?”

“Ya, nama Julian bukan cuma satu.”

Aldi tampak paham akan arah pembicaraan papinya. Kenapa dia gak berfikir ke situ.

“Udah kamu lihat buku nikah Nafisa?” Tanya Aldi.

“Belum pi. Tapi gimana cara lihatnya pi?” Kalau dia meminta Nafisa untuk melihatkannya. Sudah pasti Nafisa bisa tersinggung.

“Kamu suruh aja seluruh karyawan untuk mengumpulkan ktp, buku nikah, dan kk. Foto kopi ijazah. Minta copi warna biar jelas wajahnya. Dengan alasan melengkapi berkas karyawan.” Saran papinya.

“Papi mantap, makasih sarannya pi.” Jawab Aldi.

Aldi mengepalkan tangannya, Bima juga melakukan hal yang sama. Mereka kemudian membenturkan ✊ tinju tersebut sambil berkata “tos bos.”

Setelah bima keluar dari ruangan putranya Aldi menghubungi Toni. Menejer di tempat karaoke miliknya. Begitu panggilan tersambung, toni langsung mengangkat telpon tersebut.

“Selamat siang pak. Ada yang bisa saya bantu.” Kata Toni.

“Iya siang. Saya mau seluruh karyawan mengumpulkan berkas foto copy warna ijazah, ktp, kk, buku nikah bagi yang sudah berkeluarga.”

“Baik pak.”

“Besok sudah ada semua berkas yang saya minta,” dan sambung telpon terputus.

Setelah pulang kantor dan langsung mandi Aldi menuju ke tempat karaoke miliknya. Ia datang setelah ba’da sholat maghrib. Ia memakai baju kaos berkerah warna hitam dan celana jeans panjang. Namun sebelum ia sampai ditempat tersebut ia menghubungi Nafisa.

Nafisa yang baru keluar dari ruangan istirahat setelah sholat. Mengangkat telpon yang sedang berdering.

“Assalamu’alaiukum Al.”

“Wa’alaikumsalam Sa. Sa, aku mau ke happy family. Kamu mau apa. Aku beliin.” Kata Aldi.

“Gak usah Al.”

“Apa kamu lagi gak selera makan Sa?”

“Hemmmm...” Nafisa hanya diam.

“Ya udah. Nanti kita makan di luar.” Kata Aldi.

“Al.”

Namun telpon telah terputus. Nafisa memandang ponselnya. Aku gak enak kalau harus ngerepotin kamu terus Al dan kemudian menyimpan ponsel tersebut di dalam saku celana jeans yang di pakainya.

**********

Aldi masuk ke dalam tempat tempat karaoke miliknya. Semua karyawannya menyapa dengan menundukkan kepala. Aldi tampak sangat berwibawa dengan karyawannya. Karakternya yang dingin dan tegas membuat para karyawan sangat segan terhadapnya. Namun prilakunya tampak berbeda bila dengan Nafisa.

Nafisa sudah duduk di meja kasir. Ia melihat Aldi yang masuk ke dalam dan menuju meja kasir tempat ia duduk saat ini. Ia memberikan senyum termanis yang ia punya.

“Selamat malam pak Aldi ada yang bisa saya bantu.” Ia menyapa Aldi dengan sangat sopan.

“Ke ruang saya.” Aldi melangkah meninggalkan meja kasir tersebut dan masuk ke dalam ruangannya.

Sinta yang ada di sebelah Nafisa memandangnya.

“Kalau lu yang masuk ke ruang pak Aldi ma aman. Kalau kami, baru jantungan.” Sambil nyengir.

Nafisa senyum terpaksa mendengar penuturan rekan kerjanya tersebut. “Aku juga heran, dia tuh galak amat.”

“Garis bawahi ya Sa. Galak kalau sama kita. Bukan sama lo kali.”

“Jangan gitu dong, aku jadi gak enak.”

“Eh titip salam ya sama bos ganteng.”

“Beneran ini, aku sampaikan.” Kata Nafisa.

“Eh jangan dong Sa. Aku cuman bercanda aja. Jangan kamu anggap serius dong. PHK aku entar.” Kata sinta.

Nafisa ketawa. “Ya dah aku masuk dulu ya. Do’a in selamat saat keluar.”

“Siiip. Itu bibir lu.”

“Emang kenapa?”

“Gak takut si bos mikir yang aneh-aneh.” Tanya sinta.

“Aneh-aneh gimana.” Sambil mengerutkan keningnya dan meninggalkan meja tersebut.

“Misi pak.” Kata Nafisa.

“Masuk.” Jawab Aldi.

Nafisa masuk ke dalam ruangan yang besar dan dingin tersebut.

“Duduk.”

Nafisa duduk.

“Ada apa pak?” Tanya Nafisa.

Aldi mengerutkan keningnya. “Gak usah pangil bapaklah Sa kalau kita sedang berdua.”

Nafisa senyum, “aku masih neves, efek yang lain bilang kamu galak.”

Aldi ketawa. Ia memperhatikan bibir Nafisa dan mengerutkan keningnya. Saat melihat bibir Nafisa yang masih berdarah dan tampak masih basah dan darah masih keluar dari luka tersebut.

“Bibir kamu kenapa Sa?”

Nafisa memajukan bibirnya. “Tadi tergigit waktu makan.”

“Ya Allah Sa, ceroboh amat sih kamu.” Aldi mengambil tissue dan mengelap bibir tersebut dengan sangat hati-hati. Melihat sikap Aldi yang seperti ini, membuat Nafisa ingin meneteskan air matanya. Beban yang begitu berat dan harus merasakan sendiri tanpa bisa berbagi kepada siapa pun. Kalau seandainya kamu tahu Al hati aku udah hancur Al. Hancur lebur. Tiba-tiba saja Nafisa memeluk Aldi dan menagis. Ia sudah tidak mampu untuk membendung air matanya.

Aldi yang melihat Nafisa menagis sambil memeluknya. Ia memeluk Nafisa dengan erat. Seakan ia ingin mengatakan bahwa dia tahu saat ini gadis tersebut sedang sangat sedih. Aldi yakni, Nafisa pasti sudah tau tentang hal tersebut. Tubuhnya bergetar tampak Nafisa menahan agar tangisnya tidak pecah. Namun isak tagis tersebut tidak dapat disembunyikannya.

“Hai ... Bumil gak boleh cengeng. Mau nanti anaknya suka nangis.” Hibur Aldi.

Nafisa mengangkat kepalanya dengan mata yang basah dan masih terus bercucuran seakan tangis tersebut tidak bisa berhenti.

Dengan terisak-isak ia menjawab perkataan Aldi. “Mungkin efek hormon. Aku pengen nangis.” Kemudian tangisnya pecah.

Aldi menatap mata Nafisa dengan tatapan sendu. Tangisan tersebut akhirnya reda, setelah cukup lama ia menagis dan melepaskan pelukan tersebut.

“Kamu lapar gak Sa?”

Nafisa memegang perutnya. Tadi ia makan siang dan sekarang ia sudah merasa sangat lapar. “Iya Al, aku lapar.”

“Kamu mau makan apa?”

“Aku mau makan gudeg dan dan orak-arak mercon.”

“Ya udah, yuk kita makan di sana.” Sambil mengusap kepala Nafisa. “Kamu kok masih pakai celana jeans Sa. Apa perut kamu gak sakit?” Tanya Aldi.

“Agak sesak sih. Tapi masih muat kok.” Dengan senyum mengembang dibibirnya.

Aldi diam sambil memandang wajah Nafisa.

*******.

Mereka makan di sebuah restoran yogjakarta.

“Sa, jangan makan ini Sa, ini pedas banget. Nanti perut kamu sakit.”

“Gak mau. Aku mau makan ini.” Sambil memandang oseng orak arik mercon.

“Gudek aja ya Sa.”

Sambil mengangkat piring yang berisi orak arik mercon yang dipesan Nafisa. Ia bener-benar nyesal saat menyetujui pesanan Nafisa. Ia tidak tau kalau orak arik mercon tersebut, daging sapi yang di potong kecil-kecil, dengan rasa yang sangat pedas dan cabe yang begitu banyak. Melihat wajah penuh kekecewaan Nafisa, membuat Aldi gak sampai hati.

“Tapi dikit ya jangan di habiskan.” Pinta pemuda tersebut.

Dengan cepat Nafisa menganggukkan kepalanya. Ia makan dengan penuh semangat. Sepertinya luka di bibirnya tidak terasa sama sekali.

*********

Pintu kamar Aldi terbuka, seorang wanita yang berparas cantik masuk ke dalam. Wanita yang sudah tidak muda. Namun bagi Aldi, ia wanita yang tercantik. Wanita yang berusia 42 tahun.

“Al, kamu gak ke pesta Julian?”

“Gak mi, Aldi lupa undangannya udah masuk tong sampah.”

“Mami juga malas mau pergi.” Katanya acara pernikahannya bakalan di tayangkan secara live diinfotainment.

“Aldi diam. Iya sudah mengetahui hal tersebut.”

“Ya udah mami mau siap-siap dulu.”

Aldi menganggukkan kepalanya. Ia menyalakan televisi di kamarnya. Dilihatnya hampir seluruh acara infotainment menyiarkan pernikahan Julian. Aldi mengganti bajunya ia mengambil kunci mobil dan kemudian mengendarai mobilnya menuju tempat karaoke miliknya.

Aldi duduk di meja kerjanya. Semua berkas tentang karyawan sudah ada di meja kerjanya. Ia melihat nama yang ada di setiap mab dan tangannya berhenti saat melihat nama Nafisa. Saat ini Aldi berharap Julian yang menjadi suami Nafisa, buka orang yang saat ini beritanya ada di setiap stasiun televisi dan di media sosial.

Mata Aldi melebar dengan jantung yang berdetak kuat. Saat di lihatnya bahwa Julianda saputra. Yang di buku nikah tersebut sama dengan yang ada di stasiun televisi. Aldi mengepalkan tangannya.

*******

Nafisa duduk di atas kasur. Ia menghabiskan semua waktu liburnya dengan mengerjakan tugasnya. Ia tidak membuka aplikasi sosial media di ponselnya.

Suka atau tidak suka. Namun wanita mana yang sanggup melihat suaminya menikah dengan wanita lain dan di siarkan secara langsung. Nafisa menarik nafasnya kuat dan melepaskannya. Ia memejamkan matanya. Walau bagaimanapun ia adalah istri Julian. Senyum pahit terukir di wajah cantiknya. Mengapa ia lupa dan seakan tidak tau diri bahwa ia adalah orang miskin yang di pandang rendah.

******

makasih dukungan nya ya reader.

mohon maaf lahir dan batin ya.

selamat menyambut hari kemenangan.

dan semoga kita selalu di beri kesehatan dan keselamatan. hingga tahun depan dapat berkumpul dengan keluarga tercinta.

1
Danny Muliawati
tinggal Rendi yg blm bahagia
Danny Muliawati
kan yg nolong kel aldi pdhal Nafisa dulu di jahatin
Danny Muliawati
Nafisa d aldi bahagia sementara Julian d Leni kritis
Danny Muliawati
Nafisa d aldi bahagia sementara Julian d Leni kritis
Danny Muliawati
ibu nya Rendi msh adalah thor
Danny Muliawati
ternyata Rendy kk tiri nya amare 😭😭
Danny Muliawati
klo sdh terkapar bgt kasian sm amere yah ... smga yg terbaik
Danny Muliawati
Nafisa bawaan hamil 😃
Danny Muliawati
Leni hamil sdh ada tanda2 nya smga dugaan Sally betul
Danny Muliawati
wah klo mampir bakal ktm amiee dong duh tambah deg deg
Danny Muliawati
smga yah Rendy acting deg deg euy
Danny Muliawati
kok deg deg an yah
Danny Muliawati
serem amat yah tokoh almare
Danny Muliawati
Rendi smga waspada kenalan dh Airin 🤭
Danny Muliawati
jangan lengah aldi Nafisa target almera
Danny Muliawati
Rendi pasti sdh ngeh kasir itu almera
Danny Muliawati
smga almera mati oleh tingkah nya sendiri sdh niat banget mo bunuh 3 org itu knp hrs nyalahin org lain yah hrs nya kaki diri stuh neng 😄
Danny Muliawati
hamil yah nafisa
Danny Muliawati
Aimere ga ada yg bs nandingin jiwa membunuh nya hrs nya ada yg bs ngelawan pasti lebih seru 🤭
Danny Muliawati
serem banget sih thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!