🔥🔥🔥 area 21 +++ siapkan mental kalian
Pastikan gigi kalian tidak kering selama membaca cerita ini,🤣
#terjebak ranjang panas karena nonton film 21 ++ pernah kalian mengalami nya? Kalau belum tanya kan pada wanita bernama Lea Hadid yang hidup langsung berantakan setelah dia menghabiskan malam panasnya dengan seorang pria yang di sukai nya secara diam-diam...
#hidup dalam pelarian
itu lah ungkapan yang tepat untuk wanita yang bernama Lea Hadid ini. Mencintai tapi mengingkari semua perasaan cinta yang dia miliki.
Apakah kapal Lea Hadid dan kekasih Hati akan bisa kembali berlayar di tengah semua rahasia yang Lea Hadid miliki? yuck ikuti kisah Lea Hadid yang semakin ia menghindar.. takdir semakin mengejar nya🤣
😉 yuk kita mulai happy reading kita di novel kak UPe yang satu ini 🥰 happy reading 🐿️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
😘lanjut BEstie..........
🗿 happy reading #ingat untuk dukung karya ini dengan cara Boom like dan komen serta tinggalkan hadiah dan vOte ..#kak UPe dan mulai up crazy seperti biasanya...
☘️☘️☘️
“HUFFF! TIDAK SOPAN!” Ucap Arka dengan wajah yang memerah kemudian lari ke belakang Ansel.
Semua orang kembali tertawa melihat tingkah lucu Arka dan Bia.
Arka pun membawa Bia ke salah satu Arena bermain.
Ansel dan Lea pun hanya melihat ke arah bocah yang tadi seperti akan perang sekarang malah terlihat bagaikan sahabat.
“nah nona tolong isi formulir ini. Setelah itu kau bisa menitipkan anak mu disini.” Ujar si wanita penjaga tempat penitipan membuat Lea kembali fokus.
“Bisa kah saya mengisinya nanti saja. Soalnya saya sudah terlambat untuk melapor ke bagian HRD.” Cetus Lea yang melihat hari sudah jam sembilan pagi.
“Baiklah. Tapi boleh saya foto id card nona?” ujar si wanita itu. Wanita itu ingin memfoto biodata Lea yang ada di id card tadi.
“Ini!” Lea segera memberikan id card nya pada wanita itu.
“Arka.. aypa kembali ke ruangan dulu ya! Jangan nakal sama Bia.” Ansel pamit pada Arka. Ansel tahu nama Bia karena sedari tadi Lea selalu memanggil bocah kecil itu dengan sebutan Bia.
"Bia.. aypa pergi dulu ya!” Tidak lupa Ansel juga pamitan pada Bia.
“Aypa ..unggu!!” Ucap Bia yang langsung berlari mendekati Ansel dan ..
“Cup!” Bia langsung mengecup pipi Ansel dan berkata,..
“Dadaaaa Aypa!” ucap Bia sambil melambai-lambaikan tangannya pada Ansel dan kembali ke tempat Arka.
“Bagus! Anak ini memang tahu mana barang bagus mana onggokan sampah!” Seru Lea dalam hati. Sebab sedari Lea dan Bia berjumpa, Bia belum ada satu kali pun mencium Lea.
“Nona Betty, aku duluan!” ucap Ansel yang kemudian keluar dari ruang penitipan anak tersebut.
“ya tuan Ansel, silahkan...” Jawab Betty dengan senyum bahagianya sebab akhirnya Ansel out dari ruangan itu.
“Nona.. boleh minta nomor telponnya.” Ucap wanita tadi pada Lea.
“tentu saja.. 0812 1314 1516. “ jawa Lea dengan gembira memberikan nomor telponnya selama menjadi Betty watson pada wanita penjaga tempat penitipan anak itu.
“Maaf.. nama nona siapa?” tanya Lea pada wanita itu. Bagaimana pun Lea harus tahu nama wanita penjaga tempat penitipan anak itu, karena tidak mungkin Lea manggilnya nona TPA (tempat penitipan anak)😂.
“panggil saya kak Ros saja. Kami ada dua orang yang bertugas untuk menjaga anak-anak yang dititipkan disini. Nanti teman saya Dian akan datang. Jadi anda dapat bekerja dengan tenang, karena putri anda akan kami jaga dengan sebaik-baiknya.” Ucap Ros pada Lea, dengan dedikasi yang tinggi.
“Jadi ada berapa anak totalnya di tempat penitipan ini?” tanya Lea sambil melihat ke sekeliling nya.
"Selain area bermain dan mainan yang sangat banyak di dalam ruangan penitipan anak itu, maka tidak ada bocah lain selain Arka dan Bia." gumam Lea.
“tadi nya hanya tuan Arka seorang. Tapi hari ini sudah bertambah satu lagi.”ucap nya tersenyum dan menoleh pada Arka dan Bia yang mulai bermain bersama.
“Apa karyawan disini tidak ada yang memiliki anak kecil?” gumam Lea penasaran.
“Bukan begitu nona! Tentu saja ada diantara mereka yang punya anak kecil, tapi mereka semua lebih memilih untuk menitipkan anak mereka di luar perusahaan dari pada disini. Sebab seperti nya mereka segan menitipkan anak mereka satu tempat penitipan dengan anak tuan Zee dan nyonya Raya. Padahal, tuan muda Arka adalah anak yang sangat baik.” Jelas Ros, menatap Arka dan Bia.
“pantas saja...” seru Lea. Yang akhirnya paham mengapa dia tidak melihat anak lain disana.
“menurut saya, mereka semua bodoh nona Betty! Secara kan di sini menitipkan anak gratis, sedangkan di luar mereka harus mengeluarkan sejumlah uang untuk membayar tempat penitipan anak itu.” Sambung Ros dengan nada rumpi.
“Hahaha.. ! Setiap orang punya pemikirannya sendiri.” Jawab Lea yang tidak ingin terjebak rumpi emak-emak di rush hour nya seperti ini.
“Baiklah! Kalau begitu saya titip Bia ya! Semua perlengkapan dan susu serta makanan Bia sudah saya siapkan di belakang keretanya.” Ujar lea.
“Dan ya.. jangan lupa, kabari saya kalau mereka mulai tidak akur.” Bisik lea yang kemudian langsung keluar dari tempat itu.
“Baik lah nona Betty.”Jawab Ros dengan seulas senyuman yang yakin kedua anak ini akan akur-akur saja, mengingat Arka sangat pintar membawa anak seusianya bermain.
Ros bisa berpikiran begitu karena kadang-kadang, sepupu Arka yang bernama Azura dan Saka juga sering main di tempat penitipan ini. Dan Arka memang sangat pandai mengajak mereka berdua bermain.
😎😎😎
Tenang Lea.. Arka dan Bia kak UPe jagain.. kak UPe jagaain sampai pelaminan😜#eaaak....
#reader bilek: daftar urutan novel baru nih...
#kak UPe: Auto banting laptop😂😂🤣