NovelToon NovelToon
Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda

Status: tamat
Genre:Petualangan / Misteri / Supernatural / Eksplorasi-misteri dan gaib / Horor/Misteri / Mata Batin / Horor / Hantu / Tamat
Popularitas:282.2k
Nilai: 5
Nama Author: senja liana

Kia merupakan seorang gadis yang menjalani kehidupan dengan normal layaknya gadis biasa pada umumnya. Namun siapa sangka ketika pertambahan usianya yang ke 22 malah mengubah segala alur kehidupannya.

Secara misterius Kia menjadi gadis yang memiliki kemampuan khusus untuk melihat mereka yang tak kasat mata. Tidak hanya itu rentetan demi rentetan peristiwa yang ganjil satu persatu mulai berputar di sekelilingnya.

Bersama ketiga sahabatnya Kia berusaha memecahkan setiap masalah yang kian datang bertubi tubi, seiring mata batinnya yang terbuka tanpa sebab yang jelas.

Lalu mampukah Kia menerima takdirnya? misteri apa yang tersimpan di balik mata batin Kia yang tiba tiba terbuka? Bisakah Kia melewati setiap petualangan horor yang menghampirinya tanpa di duga?

Ikuti terus kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada yang tidak beres dengan pak Waluyo ~ Lukisan berdarah #8

Apartment Golden Place tepatnya di ruang tamu apartment milik Aditya terlihat Tazkia, Sinta dan Waluyo tengah berbincang serius.

" Kalian tinggal bersama di sini?" tanya Waluyo karena melihat Tazkia, Sinta, dan juga Prasetia di apartment Aditya.

" Tidak pak kami hanya sedang menginap hari ini, karena ada acara tadi." ucap Tazkia menjelaskan.

" Btw ada perlu apa ya pak, bapak ke sini mencari Aditya?" tanya Sinta penasaran.

" Ada yang harus segera bapak selesaikan dengan Aditya dan ini urgen." ucap Waluyo sambil sesekali melirik ke arah lukisan.

" Kenapa lukisannya seperti kosong? apa telah terjadi sesuatu sebelum kedatanganku?" ucap Waluyo dalam hati ketika melirik lukisan tersebut.

" Kenapa aku merasa ada yang aneh pada diri pak Waluyo, tidak hanya itu bahkan tatapannya pada lukisan itu seperti berbeda." ucap Tazkia dalam hati yang memperhatikan gerak gerik Waluyo.

" Apakah Aditya susah di bangunkan? kenapa lama sekali?" tanya Waluyo.

" Mungkin sebentar lagi pak, Prasetia tengah mencoba membangunkannya." ucap Sinta.

" Saya permisi dulu sebentar pak." ucap Tazkia yang memberi isyarat pada Sinta namun Sinta yang di berikan isyarat malah sama sekali tidak mengerti dan hanya menatap ke arah Tazkia dengan bingung.

Pada akhirnya Tazkia pergi ke dapur sendirian karena Sinta sama sekali tidak peka dengan isyarat darinya.

" Nyebelin banget tuh Sinta, udah gue kelingi juga gak ngerti ngerti." gerutu Tazkia sambil mengambil cangkir untuk membuat teh.

" Pasti ada sesuatu, gak mungkin banget deh seorang dosen berkunjung ke tempat mahasiswanya tengah malam begini, itu gak gak logis aja gitu." ucap Tazkia pada diri sendiri.

" Gue harus cari tahu, btw gue dapet penglihatan itu caranya gimana ya? mungkin aku bisa menggunakannya pada pak Waluyo, tapi caranya gimana?" ucap Tazkia lagi pada diri sendiri.

Tazkia lantas tampak berpikir keras dan mengingat ingat bagaimana caranya ia bisa melihat suatu penglihatan tentang kehidupan seseorang, cukup lama Tazkia berpikir sampai kemudian ia menemukan jawabannya.

" Ah sentuhan! ia waktu itu tanganku jelas jelas bersalaman dengan Ferdi sebelum aku mendapat penglihatan tentang manekin itu, jadi jika aku bisa menyentuh pak Waluyo pasti aku bisa mendapat penglihatan." ucap Tazkia dengan excited.

Tazkia lantas kemudian bersiap membawa cangkir teh tersebut ke ruang tamu untuk di berikan kepada Waluyo dengan beberapa kue kering sebagai pelengkapnya namun ketika sampai setengah jalan langkah kaki Tazkia terhenti.

" Tunggu, tapi bagaimana caraku agar bisa menyentuh pak Waluyo? ya kali gue tiba tiba langsung g*e** g*e** di kira mahasiswa apaan nanti gue, ayo Kia pikir, berpikir Kia." ucap Tazkia pada diri sendiri.

Ketika Tazkia sedang berusaha mencari cara terdengar suara Prasetia seperti tengah memanggilnya.

" Lo sedang apa ki?" tanya Prasetia yang berjalan mendekat ke arahnya.

Mendengar hal itu Tazkia lantas berbalik menatap ke arah Prasetia.

" Gue lagi nyiapin ini, btw kok lo sendiri Adit mana?" tanya Tazkia.

" Tau tuh susah banget di bangunin, padahal gue udah berusaha bangunin dia dengan segala cara tapi tetep tidak bisa." ucap Prasetia dengan nada kesal.

" Apa mungkin dia ngantuk banget ya." ucap Tazkia.

" Mungkin." balas Prasetia.

" Pras bisa bantu gue?" ucap Tazkia.

" Apa?" tanya Prasetia.

" Cari cara apapun agar pak Waluyo bisa bersentuhan dengan gue, karena gue merasa ada yang tidak beres dengan pak Waluyo, apa kamu tidak curiga?" ucap Tazkia.

Mendengar hal itu Prasetia lantas mengangguk karena apa yang di ucapkan Tazkia adalah kebenaran.

" Baiklah gue akan bantu lo." ucap Prasetia.

Setelah sepakat keduanya lantas bergegas menuju ke ruang tamu untuk menemui Waluyo dan juga Sinta di sana.

Prasetia kemudian lantas mengambil duduk di sebelah Waluyo sedangkan Tazkia menyajikan teh tersebut di atas meja.

" Silahkan di minum dulu pak." ucap Sinta.

Waluyo kemudian lantas mengangguk dan perlahan mengambil cangkir di atas meja, melihat hal itu Prasetia lantas memberi kode kepada Tazkia yang langsung di balas anggukan oleh Tazkia.

Di saat Waluyo hendak meminum teh tersebut Prasetia lantas berdiri mendadak sambil dengan sengaja menyenggol pundak Waluyo sehingga membuat cangkir teh di tangan Waluyo lantas bergoyang kemudian tumpah mengenai baju serta celananya.

" Maafkan saya pak, saya tadi melihat ada kecoa di bawah jadi saya mendadak berdiri." ucap Prasetia sambil menunduk karena melihat wajah kesal Waluyo.

" Biar saya bantu pak." ucap Tazkia sambil mengambil tisu dan berusaha membersihkan baju Waluyo dan ketika tangan Tazkia membersihkan baju Waluyo dan memegang pundaknya sebuah penglihatan berhasil tertangkap oleh Tazkia dan terekam di otaknya.

Dalam penglihatannya Tazkia seperti di bawa ketika Waluyo berusia sekitar 30 tahunan, wajahnya sangat tampan dan berkarisma.

Waluyo nampak berada di depan sebuah rumah dengan nuansa seperti di dalam lukisan sangat asri dan memikat siapa saja yang melihatnya, Waluyo tersenyum lebar sambil bersiap untuk mengetuk pintu rumah tersebut, namun sayangnya ketika ia sudah mengangkat tangannya dan hendak mengetuk pintu terlihat pintu sudah terbuka sedikit, Waluyo yang merasa ada yang salah lantas segera membuka pintu dengan lebar kemudian bergegas masuk ke dalam.

Betapa terkejutnya Waluyo ketika masuk ke dalam terlihat seorang gadis sudah tergeletak di bawah dengan bersimbah darah, Waluyo berlari dan langsung memeluk tubuh lemah itu sambil terus memanggilnya dengan histeris dan terus mencoba membangunkan gadis itu.

Setelah mendapat penglihatan tersebut tiba tiba saja Tazkia seperti di tarik lagi dan di bawa dengan paksa ke sebuah ruangan dengan banyaknya sesajen di mana mana yang lantas membuat Tazkia bingung.

Di dalam ruangan itu terlihat Waluyo tengah komat kamit seperti sedang membaca sebuah mantra sedangkan di bagian depan sesajen tersebut terdapat sebuah lukisan yang di berikan kepada Aditya dengan foto gadis yang telah meninggal di atas sesajen tersebut.

Setelah melihat semua penglihatan tersebut Tazkia lantas langsung terduduk dengan nafas yang memburu serta keringat yang sudah membasahi dahinya seperti habis berlari maraton.

" Kia lo gak papa?" tanya Sinta yang langsung membantu Tazkia bangkit.

Waluyo yang melihat hal itu lantas menatap Tazkia dengan tatapan tajam karena ia sungguh tahu apa yang baru saja dilakukan Tazkia padanya.

" Apa sungguh menyenangkan melihat kehidupan seseorang seperti itu?" ucap Waluyo dengan nada dingin yang langsung membuat semua orang terkejut.

" Apa? di tahu tentang semua hal yang ku lakukan?" ucap Tazkia dalam hati saat mendengar ucapan Waluyo.

" Dia tahu? berarti dia sungguh bukan pria biasa" ucap Prasetia dalam hati.

" Sebenarnya apa yang sedang semua orang lakukan? apa aku ketinggalan sesuatu?" ucap Sinta dengan bingung yang tidak mengerti karena tiba tiba suasana di sana menjadi tegang.

Bersambung

1
Ricka Monika
satu kata *keren*
Ricka Monika
sungguh teganya dirimu teganya teganya teganya😢
Ricka Monika
bisa jd tuh Faris dia lg jenguk ayahnya
Ricka Monika
nasib kau lah dit makanya jangan jail dan sembrono jd orang🤣 tuh minta sm author nya biar cpt di berikan jodoh😁🏃
Ricka Monika
cocoknya Melisa ini jodoh si Adit,sm sm jail
Ricka Monika
wah hebat kamu Pras,aku padamu💕🥰
Ricka Monika
Adit ngompol🤣🤣🤣🤭
Ricka Monika
Alhamdulillah Faris selamat
Ricka Monika
waduh kasihan Faris
Ricka Monika
wiiih jentelmen ah si Faris
Ricka Monika
genderuwo ya gampang menyerupai siapa saja
Ricka Monika
wah apakah nenek KIA sudah meninggal,yg bunuh si Rita,jd penasaran🤔
Ricka Monika
nih ortu yg aneh TDK jujur,egois dan tdk bs dibilang dngn katakat😞
Ricka Monika
ckckck dua dua nya sama sama baik dan ganteng dan sama sama perhatian,yg mana yg bakal jd jodoh taskia ya🤔😁🤭
Ricka Monika
wah Prasetya cemburu nih,makanya jangan diam aja,gas bos😁🤭
Ricka Monika
/Facepalm/emang ya Aditya ini perlu di geplak kepalanya ckckc
Ricka Monika
sungguh menyeramkan,dibuat film seruh nih
Ricka Monika
ha koma dln waktu yg cukup lama,berapa lama rupanya🤔
Ricka Monika
memanglah si Adit ini biang kerok dr segala masalah ckxkc
Ricka Monika
kemarin villa Aditya yg horor sekarang apertemen nya beh si Adit sial aja bawaannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!