NovelToon NovelToon
My Immortal

My Immortal

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Misteri / TimeTravel / Identitas Tersembunyi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:261.3k
Nilai: 5
Nama Author: Its Zahra CHAN Gacha

Meninggal karena di jebak oleh musuh bebuyutannya membuat Kebo Iwa merasa menyesal seumur hidupnya karena telah meninggalkan cinta sejatinya demi wanita yang akhirnya membunuh dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menguak kejahatan Cyber

"Ada yang mencoba mencuri data kita," ucap seorang tenaga IT

Lelaki itu segera keluar dari ruangannya dan menuju ruang kerja pemilik Galeri.

Melihat pemilik Galeri memasuki ruangannya lelaki itu kemudian menyusulnya.

*Tok, tok, tok!!

Sang pemilik Galeri segera menghampirinya begitu ia mengetuk pintu ruangannya.

"Ada apa?" tanya pemilik Galeri membuat lelaki itu langsung membisikkan sesuatu di telinganya.

"Mereka berdua hendak mencuri data kolega Galeri kita," bisik lelaki itu

Pemilik Galeri hanya tersenyum pahit dan mengangguk paham apa yang diucapkan lelaki itu.

"Hmmm, tunggu sebentar," sahut sang pemilik Galeri.

Pemilik Galeri tersenyum kepada Amy dan menghampirinya.

"Sepertinya anda memang ditakdirkan berjodoh dengan batu akik ocean Safir, baru saja anak buah saya mengabari jika pemesan batu akik langka itu bersedia memberikannya kepada anda," ucap lelaki itu membuat Amy dan Iwa tercengang mendengarnya.

"Benarkah!" serunya pura-pura terkejut

"Benar, jadi silakan anda urus administrasi pembeliannya dengan anak buah saya," sahut lelaki itu mempersilakan Amy dan Iwa mengikuti lelaki yang datang ke ruangannya.

Tanpa curiga keduanya segera mengikuti lelaki itu yang membawa pergi menuju sebuah ruangan yang cukup jauh dan tersembunyi.

"Sepertinya aku merasakan ada sesuatu yang tidak beres, kau harus waspada Dinda," bisik Iwa saat memasuki sebuah ruangan kosong

"Tunggu sebentar, kau akan membawa kami keman!" tanya Iwa menghentikan langkahnya

Lelaki itu segera berhenti dan berbalik kearahnya.

"Aku tahu kalian datang ke tempat ini bukan untuk membeli Batu akik. Sebenarnya apa yang kalian cari di sini. Apa kalian polisi yang sedang memata-matai bisnis gelap kami?" tanya lelaki itu menyeringai

"Kalau kau sudah tahu kami polisi lalu untuk apa kau menahan kami disini." ucap Amy kemudian mengangkat gaunnya dan mengambil pistol yang ia sembunyikan di pahanya.

"Astaga Dinda!" ucap Iwa kemudian memalingkan wajahnya

"Kami tidak takut meskipun kalian seorang polisi. Karena kalian sudah mencuri data kami maka jangan salahkan kami jika kami terpaksa harus menyingkirkan kalian demi kenyamanan para pelanggan kami," tiba-tiba beberapa orang bertato muncul di tempat itu dan mengepung keduanya.

"Selamat bersenang-senang!" seru lelaki itu kemudian meninggalkannya

"Haish sialan, beraninya main keroyokan. Kalau berani lawan kami satu persatu!" tantang Amy segera memasang kuda-kuda

Tanpa basa-basi mereka segera merangsek maju menyerang keduanya.

Amy segera berlindung di belakang Iwa.

"Habisi mereka Rey," bisiknya

Iwa segera melepaskan tendangan melintang membuat semuanya langsung berjatuhan ke lantai.

"Wah keren, kau seperti tokoh utama dalam sebuah serial laga Rey!" seru Amy bertepuk tangan

"Hajar mereka Rey, jangan kasih ampun!" imbuhnya terus menyemangati Adrian yang berhasil melumpuhkan satu persatu lawan-lawannya.

Wanita itu tiba-tiba terdiam seribu bahasa saat sebuah senjata tajam melingkar di lehernya.

"Rey," ucapnya ketakutan

"Berhenti atau aku akan membunuh wanita ini!" ancam pemilik Galeri

Iwa segera menghentikan pertarungannya dan mengangkat tangannya. Melihat Iwa menyerah, sebuah tendangan keras melesat ke punggungnya membuat lelaki itu langsung tumbang ke lantai.

*Buuggghhh!!

Seorang lelaki segera menginjak kepala Iwa membuat lelaki itu meringis kesakitan.

"Lepaskan dia, tolong jangan siksa dia," ujar Amy memohon

"Tuan bilang, kita harus segera menyingkirkan kedua orang ini sebelum mereka benar-benar melaporkan kita ke polisi,"

"Kalau begitu, habisi mereka!!" seru pemilik Galeri kemudian melemparkan pistol kearah anak buahnya.

Seketika wajah Amy berubah pucat pasi saat melihat lelaki itu menarik pelatuk pistolnya dan mengarahkannya kepada Iwa.

"Tolong selamatkan dia Tuhan," ucap gadis itu memejamkan matanya.

Saat kau sedang terpojok, dan musuh sudah bersiap menebaskan pedangnya ke tubuhmu, maka satu yang harus kau lakukan.

Apa itu Guru??

Mengalihkan perhatiannya, saat perhatiannya teralihkan kau harus fokus menjatuhkan senjatanya dan segera serang dia dengan jurus mematikan yang sudah aku ajarkan

Baik, Guru.

Tiba-tiba Iwa mengingat nasihat gurunya saat ia masih menjadi Panglima perang Kerajaan Bali.

Benar, alihkan perhatiannya,

Kebo Iwa segera menarik nafas dalam-dalam dan menatap tajam kearah Amy. Seakan tahu yang dimaksud Iwa, Amy segera menyikut ulu hati pemilik Galeri hingga lelaki itu mengerang kesakitan dan menjatuhkan pisaunya.

Melihat lelaki di hadapannya mulai teralihkan perhatiannya Iwa segera bangun dan melepaskan tendangan keras kearah lelaki itu hingga senjatanya terlepas dari tangannya.

Iwa segera melompat dan meraih pistol yang terlepas dari genggaman lelaki itu.

*Grep!!!

Dengan cepat Iwa segera menodongkan senjata api itu kepadanya sang pemilik Galeri.

"Jatuhkan senjata kalian atau aku akan memecahkan kepalanya!" ancam Iwa

"Good job Rey!" seru Amy kemudian menghampirinya.

"Cepat jatuhkan!" seru pemilik Galeri begitu ketakutan

Melihat anak buah pemilik Galeri meletakkan senjatanya membuat Iwa segera menyeret lelaki itu dan membawanya pergi bersamanya sebagai sandera.

"Kuy masuk kanda," tukas Amy mengehentikan mobilnya tepat di depan Iwa.

"Iwa segera masuk kedalam mobilnya sembari terus mengarahkan pistolnya kepada pemilik Galeri itu. Ia kemudian mendorongnya dan segara menembakan pistolnya ke sembarang arah untuk mencegah anak buah lelaki itu mengejarnya.

*Dor!!

Semua anak buah pemilik Galeri segera tiarap dan bersembunyi ketika mendengar suara tembakan senjata api.

"Sial!!" seru mereka saat melihat Iwa berhasil kabur meninggalkan Galeri itu.

*************

Baron diam-diam menemui seorang anggota polisi di sebuah bar di kawasan Jakarta Selatan.

Lelaki itu sengaja menyamar, agar tidak seorangpun mengenalinya sebagai ketua Divisi satu sekaligus tangan kanan Ketua Cobra Hitam.

Ia membuka kacamata hitamnya ketika seseorang menghampirinya.

"Maaf aku telat," ucap lelaki itu kemudian duduk di sampingnya

"Tidak apa, sekarang katakan siapa yang sudah membuat laporan kepada polisi untuk melakukan penyergapan ke markas besar COBRA HITAM?" tanya Baron

"Untuk kasus itu aku benar-benar tidak tahu, Komandan sengaja merahasiakannya dan hanya dia saja yang tahu siapa orang yang sudah melaporkan kalian. Aku bahkan tidak mendapatkan surat perintah penangkapan saat menyergap markas kalian. Kami hanya mendapatkan perintah untuk segera melakukan penyergapan karena di sinyalir ada perdagangan obat-obatan terlarang di geng kalian. Kami hanya mendapatkan informasi jika kalian menyimpan obat-obatan terlarang itu di markas kalian," jelas polisi itu

"Lalu siapa yang memberitahukan kalian markas kami yang ada di Kelapa gading?" tanya Baron lagi

"Seorang lelaki dengan inisial anonim memberikan alamat markas kalian. Kami bahkan tidak bisa melacak identitas orang tersebut. Asal kau tahu bahkan walikota turun tangan langsung memerintahkan kami untuk segera menyergap markas kalian. Aku yakin ada orang penting yang ingin menghancurkan geng kalian karena dianggap membahayakan posisinya," tutur polisi itu lagi.

"Para politikus dan juga petinggi partai bahkan menggunakan jasa kami saat musim kampanye tiba, jadi mustahil mereka akan mengkhianati kami. Coba berikan alamat email akun anonim itu agar aku bisa tahu siapa pemiliknya," sahut Baron.

"Tim cyber kami sudah melacak bahkan para hacker polri juga sudah meretas datanya namun tetap saja kami tidak bisa menemukan data pemilik akun tersebut. Jadi percuma saja, kau juga tidak bisa meretasnya," jawab lelaki itu

"Berikan saja padaku," paksa Baron

Polisi itu kemudian memberikan sebuah USB kepada Baron.

"Sebaiknya mulai sekarang kau harus lebih hati-hati, aku yakin mereka masih mencari mu karena," imbuhnya.

"Aku tahu kau adalah orang terhebat di COBRA HITAM, tapi kali ini musuh mu bukan orang sembarangan. Selain ia memiliki baking perlindungan dari aparat kepolisian dia juga sepertinya seorang gengster. Aku tidak sengaja mendengarkan pembicaraan Komandan dengannya di telepon," tegasnya lagi.

"Terimakasih informasinya, segera hubungi aku jika ada informasi lagi tentang kasus ini," jawab Baron

"Sepertinya ini pertemuan kita yang terakhir Bar, aku tidak bisa membahayakan diriku lagi dengan terus berhubungan dengan dirimu. Kau tahu kan... aku memiliki dua anak balita yang harus dinafkahi, jadi aku mohon jangan hubungi aku lagi setelah pertemuan ini. Anggap saja kita tidak pernah saling kenal dan berhentilah menghubungi ku demi keselamatan kita bersama," jawab lelaki itu kemudian meninggalkan Baron.

1
Fachruddin Hutasuhut Hutasuhut
Enamratustahun yg lalu udah ada tes D N A ah gak ah ceritanya gak menarik sory ku skip ajaya
Rangga Bhrama
ga nyambung juga..masa org sakti yg katanya kebal sgla macam senjata kecuali pusaka masa lalu kok takut kena tembak hadeeh dan juga bisa terluka .author bnguun dong dari mimpinya..kalo ky gni SMA melecehkan sjrah kebo Iwa yg terkenal sakti itu
Rahman Hartomo
cerita kok bikin pusing kpla novel sampah
Alfin
Luar biasa
Edy Sulaiman
off dulu thor baca ini cerita,makin ksini hambar...
Edy Sulaiman
berbelit thor critanya tmbh ruwet...
Edy Sulaiman
thor buat mc nya agak sakti dan tk trkalahkan..
Edy Sulaiman
gmna nasib bik kartika nya thor..
Edy Sulaiman
boleh juga lu thor...
Edy Sulaiman
koq gini thor !". .alurnya?...ssh ditebk.
Edy Sulaiman
agak ruwet nich. thor bisa aj nih bikin crita.
Edy Sulaiman
no cmnt ah..
Edy Sulaiman
tunggu bisma saatny akn tiba...
Edy Sulaiman
kebo kalu yu selamat balas dong,si bisma..
Edy Sulaiman
hajar rey si Ami nya besok dia akan pergi jauh...hhh
Edy Sulaiman
jangan lupa kebo hajar tuh ank Bisma...hhh
Edy Sulaiman
seru juga nich,mulai menarik critanya...
Edy Sulaiman
asyik juga spt nya...
siti mahmudah
Dulu pernah baca buku dongeng dari Bali, Kbo Iwa porsi makannya sangat besar. Disini pun sama porsi makannya.
Edy Sulaiman
baca dulu ah siapa tau asyik...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!