Aira, siswi pindahan dari Surabaya yang mampu mengaduk-aduk hati Rafka. Cowok berandal itu sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.
Sial memang saat cewek incarannya ternyata saudara kembar musuh bebuyutannya. Semakin rumit karena Aira menaruh hati pada kakak laki-laki Rafka.
Mampukah Rafka memperjuangkan cintanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itta Haruka07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Rafka memegang pipinya yang terasa panas. Meski sudah beberapa kali ditampar oleh papinya, tapi tamparan kali ini sangat berbeda. Papi Rizal telah menampar Rafka di depan Aira, dan itu sangat memalukan untuk Rafka.
Mami Dinda dan Aira berdiri, keduanya sama-sama memegang lengan Rafka.
"Tamparan Papi itu buat aku jadi makin yakin, kalau Papi nggak pantes dihormati sebagai orang tua."
"Zal, sudahlah. Toh kita juga tetap menjadi besan. Aira tetap menjadi menantumu, karena Rafka juga anakmu, sama seperti Revan," ucap Papa Tomy.
"Tom, aku tidak akan mengganggu perusahaanmu, tapi aku nggak akan merestui pernikahan ini." Papi Rizal kembali ke tempat duduknya.
"Mi, Mami restuin aku sama Aira, 'kan?" Rafka kini menatap wajah wanita yang sangat disayanginya. Ia tidak peduli lagi dengan papinya yang akan berkata apa saja sesuka hatinya. Bagi Rafka, restu maminya adalah hal yang paling penting.
"Mami merestui kalian, semoga kalian bahagia selamanya. Rafka, kamu udah jadi suami, kamu punya tanggung jawab yang besar, mami harap kamu bisa menjadi pemimpin yang baik." Mami Dinda menyentuh pundak Rafka.
"Rizal, biarkan mereka menjalani kehidupan rumah tangga dengan tenang. Kita orang tua cukup mensuport mereka saja Zal," ucap Papa Tomy.
Suasana rumah Aira masih begitu tegang, bahkan Mama Sofia tidak berani membuka mulutnya sejak tadi.
"Dia bukan anakku lagi, biar dia hidup sendiri. Dia sudah punya istri seharusnya bisa mikir untuk tidak jadi benalu lagi." Papi Rizal lalu berpamitan dan mengajak serta Mami Dinda untuk meninggalkan rumah Aira.
...****************...
Pagi menjelang, Rafka dan Aira sudah siap ke sekolah. Meskipun ujian telah usai, tapi siswa-siswi masih diharuskan datang ke sekolah untuk absen sekaligus menunggu informasi.
"Ay, ini uang buat kamu, uang nafkah dari aku. Maaf kalau aku cuma bisa kasih segitu." Rafka mengulurkan amplop berwarna coklat kepada Aira.
Gadis yang masih memegang sisir di tangannya itu hanya bisa bengong. Rafka meraih tangannya dan menyerahkan amplop berisi uang itu pada Aira.
"Buat satu bulan, dihemat ya." Rafka tersenyum lalu mengacak rambut Aira pelan.
Rafka keluar dari kamar Aira, sementara Aira masih terkejut dengan sikap Rafka. Ia membuka amplop pemberian Rafka ada beberapa lembar uang ratusan ribu.
"Rafka dapat uang sebanyak ini dari mana?" gumam Aira, ia kembali memasukkan uang ke dalam amplop itu dan menyimpannya di laci meja rias.
Aira menyusul Rafka keluar. Setelah mencari-cari, akhirnya ia menemukan suaminya itu di garasi. Rafka sedang mengelap motornya, ada Abi juga yang sedang melakukan hal yang sama.
"Raf, aku mau ngomong." Aira menarik tangan Rafka ke pojokan, mepet dengan mobil mamanya.
"Kenapa? Kurang ya?" tanya Rafka, ia mencoba menebak pikiran Aira.
"Kamu dapat uang sebanyak itu dari mana?" tanya Aira curiga.
"Aku kerja Ay, dan itu gaji aku."
"Tapi kenapa banyak banget Raf?"
"Itu aku masih pemula lo Ay, kalau udah profesional kamu pasti kaget sama gajinya." Rafka mengusap pipi Aira. "Berangkat yuk, aku mau pamerin kamu ke temen-temen."
"Ih, ngapain pamer sih. Kita cuma nikah siri, Raf."
"Nikah siri atau nikah hukum, kamu tetep istriku." Rafka mencium pipi Aira lalu menuntunnya sampai ke motor.
Abi masih mengawasi pasangan suami istri itu, dalam hatinya merasa bangga karena Rafka menjadi suami yang baik. Sebenarnya Abi mendengar percakapan Aira dan Rafka yang membicarakan uang nafkah.
🦋🦋🦋🦋
Selamat pagi menjelang siang. jangan lupa jempolnya, give away masih seminggu lagi ya tgl 2-2-2022 jam 12 siang kayak biasa aku hitungnya.
Doble up masih aku usahakan ya..