(+18) BIJAKLAH DALAM MEMILIH TULISAN. SESUAIKAN DENGAN UMUR KALIAN.
"NOTE : JIKA INGIN BERGABUNG DALAM GRUP CHAT UNTUK LEBIH DEKAT DENGAN AUTHOR, TOLONG SERTAKAN ALASAN YANG JELAS!"
SYAFIRA seorang gadis yang menikahi pria paruh baya sakit-sakitan. Kondisi sang suami yang sangat menyedihkan membuat Syafira tidak tega untuk menolak. dan siapa sangka pria yang menjadi suaminya tersebut meminta sesuatu darinya, bukan untuk memuaskannya diatas ranjang seperti seorang istri pada umumnya. Akan tetapi ia menyuruh Syafira untuk berselingkuh dengan putranya sendiri.
***
Aku sudah mulai bosan, sudah sebulan aku berusaha, tetapi hasilnya nihil. Kelvin malah semakin membenciku, bahkan pria garang itu tidak segan untuk memakiku di hadapan para pelayan sekalipun, Memalukan.
Aku mengintip dari sudut ruangan, gayaku sudah seperti mata-mata kelas internasional, dan targetku adalah Kelvin. tidak pernah aku menyerah meskipun aku sering kali mengeluhkan hal ini, aku terus berusaha, dengan dukungan Tuan Syekar. aku sudah bertekad untuk membuat Kelvin bertekuk lutut.
Aksiku selalu aku mulai pada malam hari, untuk berjaga-jaga. karna terakhir aku melakukannya pada siang hari, Kelv
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mys05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 27
Author Pov
"Ahhhhhh." Syafira menjerit begitu ada seseorang yang telah menabraknya, hingga pergelangan kakinya terluka. "Apa kau tidak punya mata?" pekik Syafira, ia meringis dan mencoba bangkit. meskipun hatinya benar-benar sangat jengkel, bagaimana tidak? di sebuah pusat perbelanjaan ia di tabrak seorang pemuda hingga Syafira jatuh tersungkur.
"Maaf,"
Syafira melirik ke arah pemuda tersebut. pemuda yang cukup tampan dengan garis bibir dan visual tubuh yang sempurna.
"Apa ada yang terluka? aku tidak sengaja. kumohon maafkan aku." ucap pemuda tersebut dengan penuh kelembutan, ia bahkan menyentuh kaki Syafira guna memastikan jika ia tidak terluka.
"Awww.." Syafira meringis, saat pemuda tersebut menyentuh kakinya.
"Sepertinya kakimu terkilir, apa perlu aku membawamu kerumah sakit?" tanyanya.
"Tidak, aku akan pulang saja." sahut Syafira dengan dahi yang mengerut.
"Baiklah, aku akan mengantarmu."
Syafira cukup tercengang begitu mendengar hal itu dari mulut pemuda asing yang menabraknya. "Tidak aku bisa pulang sendiri."
Pemuda tersebut memiringkan senyumnya menatap Syafira dengan sorot yang menilai, ia bahkan mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri. "Tidak perlu sungkan, aku Ervan. ini kesalahanku, dan aku harus bertanggung jawab."
Syafira menelan salivanya, ia menyambut uluran tangan Ervan dengan tubuh yang bergetar. "Aku... aku Syafira."
Ervan tersenyum tipis, ia langsung membantu Syafira untuk berdiri dan berjalan dengan penuh kehati-hatian. karna Syafira menolak untuk pergi ke dokter, ia memutuskan untuk mengantarnya pulang.
Tiba sudah keduanya di sebuah rumah besar dan mewah kediaman keluarga Ardian. Ervan masih membantu Syafira untuk melangkah masuk kedalam. para pelayan bahkan sampai terkejut, saat melihat Ervan datang.
"Tu-tuan?"
Syafira mengerutkan dahinya, ternyata para pelayan bahkan sepertinya sudah mengenal Ervan.
"Astaga, jika Tuan Kelvin tau, dia pasti akan marah besar dan akan kembali menyiksa Nyonya Syafira." Gumam pelayan dalam batinnya.
"Apa Syafira sudah kembali?" pekik Kelvin yang melangkah menurini anak tangga.
Degg...
Para pelayan langsung dibuat ketakutan, jantung mereka berdebar tidak karuan saat Kelvin melangkah menuju sang istri yang datang bersama pria lain.
Mata Kelvin membulat sempurna, begitu melihat Syafira datang bersama Ervan. "Kau... apa yang kau lakukan disini?" tegas Kelvin meninggikan suaranya.
Syafira langsung tersentak, ia sudah menduga jika Kelvin pasti akan sangat marah saat ia kembali bersama pria lain.
"Kelvin, dia Ervan. dia hanya mengantarku karna sudaj tidak sengaja menabrakku." ucap Syafira yang mencoba mererai amarah sang suami.
Kelvin langsung menarik tangan Syafira, agar berada tepat disisinya. rahangnya masih mengeras menatap Ervan dengan tatapan mematikan.
"Apa kabarmu, kakak?" Ervan memiringkan senyumnya membalas tatapan garang Kelvin.
Syafira menganga, saat mendengar ucapan Ervan yang memanggil Kelvin dengan sebutan kakak. "Ka-kakak?"
"Istrimu cukup cantik." ucap Ervan.
Syafira masih membisu dengan seribu pertanyaan yang membludak di otaknya. bagaimana Ervan bisa tahu jika Syafira adalah istri dari Kelvin, sedangkan gadis itu belum mengatakan apapun perihal statusanya.
"Untuk apa kau datang?" tanya Kelvin dingin.
Ervan memiringkan senyumnya, ia menatap Kelvin dengan tatapan sinis. "Kau tenang saja, aku hanya mengantarnya."
Kelvin terkekeh, ia semakin menajamkan tatapannya keraha Ervan dengan penuh kebencian. "Sepertinya kau dan ibumu sama saja, selalu mengincar hak milik orang lain.
Mata Syafira membulat, tentu ia langsung mengerti apa maksud ucapan dari Kelvin kepada Ervan.
Ervan mengepalkan tangannya, ingin rasanya ia memukul Kelvin. karna menurutnya Kelvin sudah merebut segalanya dari Ervan. bahkan Kelvin dan keluarganya sudah menghancurkan hidup Ervan dan berhasil membuat sang Mama mendekam dirumah sakit jiwa.
"Jika tidak ada hal lain sebaiknya kau keluar." tegas Kelvin.
"Kenapa kau sangat buru-buru? bagaimana pun kita memiliki ayah yang sama." ucap Ervan santai.
Tubuh Syafira bergetar, ia cukup ketakutan karna melihat Kelvin dan Ervan terus saja saling menyudutkan.
"Ohh jadi itu tujuanmu? kau tahu ayah sudah meninggal dan kau berharap aku membagi sebagian hartanya untukmu?" Kelvin terkekeh, ia langsung menarik tangan Ervan, menyeretnya untuk keluar. "Tidak ada tempat untuk anak seorang pelacurr sepertimu. enyahhlah dari hadapanku." tegas Kelvin.
Bruakkk...
Ervan melepaskan pukulannya kewajah Kelvin. saat mendengar ucapan tajam dari mulut pria garang tersebut.
Bruakk...
"Beraninya kau memukulku." tegas Kelvin membalas pukulan pada sang adik.
"Ahhhh cukup, kenapa kalian saling memukul." Syafira menjerit, ia mencoba menghetikan pergulata antara Kelvin dan Ervan di bantu oleh beberapa palayan dan keamanan.
Bruakkk...
"Fira..." Kelvin menghentikan perkelahiannya, saat sang istri terkena pukulan darinya.
"Aduhhh, kepalaku." Syafira meringis ia mengerjap, merasakan pusing ya g luar biasa dibagian kepalanya.
Ervan mendekati Syafira, dan mencoba membantunya.
"Jauhkan tangan kotormu dari istriku." tegas Kelvin yang langsung menepis tangan Ervan. "Fira... apa kau baik-baik saja?"
"Aku baik, Ervan sebaiknya kau pulang saja. jangan membuat keributan." ucap Syafira dengan suara terendah.
"Tunggu apa lagi? pergi sana dasar kau anak haramm."
Ervan memang menyimpan dendam pada Kelvin. dari ucapan-ucapan tajam sang kakak yang berbeda ibu tersebut memang sangatlah menyakitkan, ia bahkan selalu menyalahkan Kelvin atas semua kehancuran yang menimpa hidupnya.
LIKE KOMEN DAN VOTENYAA YANG BANYAKKKK
tapi beda sekali dengan PEBINOR
PEBINOR diperlakukan sangat lembut, bahkan dipuja, bahkan saking spesialnya pebinor semua kesalahan dimaafkan begitu saja dan akan dihadirkan wanita yang tergila2 padanya
begitu banyak kesalahan fatal pebinor
*menghacurkan rumah tangga orang
*kebohongan
*fitnah
*licik
*memperkosa wanita
*melecehkan istri orang
*menculik dan menyuruhkan orang menggilir, membuat wanita trauma dan bunuh diri dengan tragis
tapi karena begitu spesialnya pebinor di novel wanita egois jadi semua kesalahan2 menjijikannya dimaafkan begitu saja bahkan dia diberi akhir bahagia
miris pila pikir kalian
laki tua itu
aku akan pergi tampa pamit
setelah lelah mengurus ayah nya, n skarang kau mengurus nya,apa jiwa perbudakan mu sedang meronta2?
s