NovelToon NovelToon
Karma Cinta

Karma Cinta

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:150k
Nilai: 5
Nama Author: chengil

Arsyila, putri manja yang harus merasakan rasa lelah dengan 'cinta'.
Saat ia memberi hati dan kepercayaan, yang ia dapatkan hanya sebuah luka dan kecewa.
Saat ia meyakini jika ia sudah merasa pas dan nyaman, ternyata itu milik orang.

Hati menjadi gersang hingga mungkin mati dengan sendirinya.

Bagaimana setelah kepergian semua cintanya, mampukah ia mengganti cintanya kembali ?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chengil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bimbang

Hahh aku tak menyangka Ayah mengajakku ke kebun. Tapi kebun sudah disulap demikian rupa menjadi tempat untuk berkemah.

Dan disana sudah ada satu tenda yang berdiri kokoh. Dan Ibu terlihat sedang menyiapkan makanan untuk kami.

''Ini sebagai perayaan kecil-kecilan atas kelulusanmu dengan nilai yang lebih baik dari biasanya kau dapat, nak.'' Kata Ayah.

Aku mengerucutkan bibir. Ayah ini mengina sekali sih.

''Ayah..!! Begini-begini juga anak Ayah. Aku sudah sangat berusaha memberikan yang terbaik untuk Ayah.'' Jawabku sedikit merajuk.

Ayah dan Ibu tertawa.

''Kamu memang kebanggan Ayah dan Ibu. Bagaimanapun nilai-nilaimu, tak akan mempengaruhi rasa bangga dan sayang kami untukmu sayang.'' Ibu menengahi.

Kami melewatkan malam ini di kebun. Tidur dalam satu tenda. Aku benar-benar seperti anak bayi lagi.

***

Tok.. tok.. tok..

Terdengar bunyi ketukan pintu. Kami sedang di dapur membantu Ibu, ralat, lebih tepatnya menganggu Ibu yang sedang membuat pesanan kue. Sedangkan aku dan Ayah hanya sibuk bicara sesekali perang tepung.

Akupun menyudahi perang yang memporakporandakan dapur Ibu. Ibu tidak keberatan atas ulahku dan Ayah. Malah kalau sempat Ibu mengabadikan melalui ponselnya.

''Siapa sih mengganggu saja. Padahalkan aku hampir menang.'' Gerutuku kesal.

''Mungkin Pak Salim nak. Kemarin Ibu pesan ikan untuk dimasak, ini bawa uangnya nanti berikan sekalian.'' Sahut Ibu.

Aku berjalan menuju pintu. Kubuka, belum menatap wajahnya.

''Ini uangnya Pak, kata Ibu, Ibu pesan i...'' Tercekat suaraku ditenggorokkan ketika melihat siapa yang datang. Bukan tukang ikan.

Yang aku panggil Pak mengernyit bingung, setelah itu tertawa setelah mengamati penampilanku yang astaghfirullah sekali.

Dika... aku terkejut.

Huaaa kenapa dia datang disaat keadaanku begini sih.

Aku salah tingkah sendiri, ingin merapikan yang mana dulu. Semua penuh tepung. Wajahku apa lagi.

Yaa Tuhan..

''Sedang membuat kue ? Atau sedang mandi tepung ?'' Tanyanya dengan tangan yang terulur menuju pipiku, pelipisku dan rambutku.

Aku hanya mematung dengan mata yang terus awas mengawasi wajahnya. Perlakuan manisnya ini selalu bisa meluluhlantakkan perasaanku.

Aku tersadar, aku sudah terbuai.

''Sudah. Biar aku bersihkan sendiri. Mari masuk.'' Gugup aku dibuatnya.

Aku langsung menuju dapur, memberi tahu Ayah dan Ibu di depan ada Dika.

Sedangkan aku sendiri bergegas masuk kamar.

Setelah semua selesai, aku keluar kamar menemui pujaan hatiku. Terlihat dia sedang bercanda dengan Ayah. Aku teringat kata-katanya kemarin 'memperistri'. Yaa ampun deg degan sekali.

Aku duduk disamping Ayah. Dan Ibu menyembul dari dapur dengan kue ditangannya. Ibu ikut bergabung dengan duduk disampingku. Aku berada ditengah-tengah Ayah dan Ibu.

Terlihat Dika sedang menghirup napas dalam-dalam.

''Yah, Bu.. kedatanganku kemari, ada yang ingin aku sampaikan.'' Ucap Dika. Dia melirikku. Tanganku sudah berkeringat. Jantungku sudah ber dizco ria.

''Ada apa nak ?'' Tanya Ayah.

''Emmm... Yah aku menyayangi dan mencintai putri Ayah. Disisi lain tidak mau kehilangan, aku juga sudah bosan dengan hubungan bertele-tele seperti ini. Jadi, aku ada niatan ingin melamar Arsyila untuk kuperistri. Jika Ayah dan Ibu berkenan.'' Kata Dika.

Dengan mata yang terlihat yakin. Dia datang sendiri untuk melamar. Aku sangat menghargai usahanya dan keberaniannya itu.

Lalu Ayah dan Ibu nampak terkejut sekali dengan penuturan Dika. Ayah menatapku sebentar.

''Kau sadar dengan ucapanmu itu nak ? Apakah kau benar-benar serius ?'' Tanya Ayah.

Dika mengangguk mantab.

''Sangat serius Yah.''

''Kau bagaimana Syila ?'' Kali ini Ibu yang bertanya.

Aku menunduk. Mengapa jadi resah begini. Ibu membawa tanganku dalam genggamannya melihatku nampak tidak percaya diri.

''A.. aku.. bagaimana ridho Ayah dan Ibu saja.'' Jawabku terbata.

''Kau dengarkan nak. Tunggulah sampai Syila mampu beradaptasi dengan ibu kota. Mungkin 6 bulanan atau 1 tahun lagi. Jika memang kau tak percaya dengan hubungan tanpa ikatan yang resmi. Kau bisa bertunangan dulu.'' Kata Ayah.

Terlihat raut kecewa diwajah Dika.

''Bukannya kami ingin putri kami terus menumpuk dosa, atau kami bermaksud meremehkan niat baikmu. Hanya saja tolong mengerti sedikit, Syila masih remaja dia masih mempunyai mimpi. Dia ingin kuliah. Tolong biarkan dia beradaptasi sebentar dengan dunianya. Jika memang nanti dia sudah mengerti dunia luar tanpa orangtuanya, dia mampu memantabkan hatinya untukmu. Dengan bahagia Ayah serahkan putri kesayangan Ayah ini kepadamu.'' Jawab Ayah lugas.

Aku tak mengerti, alih-alih aku kecewa mendengar jawaban Ayah yang seperti menunda niat baik Dika. Namun nyatanya aku senang sekali dengan tertundanya niat baik itu.

Dika nampak berfikir lagi. Seperti menimbang-nimbang ucapan Ayah.

''Jodoh sudah diatur nak, Ibupun tidak keberatan jika Syila menikah diusia yang sangat muda. Tapi bagaimana denganmu nanti. Sanggupkah mengurus dan membimbing putri kami ini ?? Dia gadis yang tak pernah mengerti dunia luar. Apa lagi tentang pernikahan. Dia tidak pernah menangis berada disisi kami.'' Sambung Ibu seakan benar-benar berat melepaskan putrinya.

Menjalani bahtera rumah tangga itu pasti akan banyak rintangannya. Akan ada pertengkarannya. Salah pahamnya. Cemburunya. Dan yang paling dijauh-jauhkan dari pikiran adalah sebuah pengkhianatan. Sedangkan Syila dia masih dengan emosi yang labil. Masih dengan perasaan yang sensitif. Anak manja orangtuanya. Hidup penuh cinta kasih. Tanpa mengerti berjuang. Orangtua Arsyila hanya mengkhawatirkan itu.

Mereka sangat khawatir putrinya merasa syok dengan semua suguhan berumah tangga.

Merekapun tak luput dari pertengkaran, hanya saja, mereka mampu menyimpannya bahkan dari putrinya sendiri. Jadi yang terlihat Syila selama ini hanya kebahagiaan dan keharmonisan.

''Baiklah Yah, Bu, aku akan menunggunya sampai dia siap begitupun dengan ridho Ayah dan Ibu. Aku siap menggantikan peran kalian untuk Syila.'' Jawaban Dika masih terdengar mantab.

Syila terharu mendengarnya.

''Aku akan mempersiapkan semuanya untuk acara pertunangan ini.'' Imbuhnya lagi.

Orangtua Syila hanya menganggukkan kepala.

''Jika begitu aku pamit undur diri.'' Sambung Dika lagi.

***

Setelah Dika pergi, yang tadinya Syila sangat tegang kini bertambah tegang ketika Ayah dan Ibu memasang mode serius.

Ohh Tuhan rasanya melebihi ketika menghadapi kelulusan.

''Kau yakin dengan hatimu nak ? Yakin dengan pria yang tadi datang memintamu untuk menjadi istrinya.'' Ibu bertanya. Ayah mengamatinya.

Syila menundukkan kembali kepalanya. Tangannya bertautan satu sama lain, menyalurkan berbagai rasa yang berkecamuk dihatinya.

''Kau yakin ingin menikah muda ? Kau yakin bisa membagi waktu antara rumah tangga dan pendidikkanmu ??'' Tanya Ibu kembali.

''Aku tidak tahu Bu. Masih ada sedikit keraguan dihati Syila. Dika juga mengatakannya dengan sangat mendadak. Bahkan aku merasa lega karena Ayah memberiku waktu untuk berpikir dan beradaptasi. Karena sejatinya memang aku ingin mengenalnya lebih dulu. Karena selama ini kami hanya berhubungan melalui ponsel. Tapi aku rasa itu bukan alasan yang tepat. Entahlah aku sendiri bingung.'' Jawabku jujur.

Ayah dan Ibu saling pandang. Lalu mereka menghela napas bersamaan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Ovi Bungsu Umi
hallo kk, salam kenal jangan lupa ya mampir dikarya aku yang berjudul (LELAH)
Ana Novelista
Semoga makin sukses Thor Chengil 🌹🌹🌹
Chengil: makasih tehh aaamiin
total 1 replies
MommyAtha
balik kandang lah... punyaQ ttp disini
Chengil: loh udah pernah🤭🤭 kpan2 aku balik ke sini lagi. hihi sekarang merantau dulu
total 3 replies
Fenti
🥰🥰🥰
Chengil: mampir yaa😁
total 1 replies
Rini Antika
Aku mampir kak, Salken dr Pengorbanan Cinta, smg berkenan mampir jg ke ceritaku..🙏
Zed Analytical Number Nine
udah lama gak mampir, eh taunya udah end novelnya. tetap semangat ya Thor 💪🏻👏🏻 semoga sukses
Chengil: yaa sayang sekali. iya deh gpp. hihihi
total 4 replies
Elina zivana
mantap 👍👍👍👍
semangat terus Kak 💪
bolehlah ya kita saling mendukung.. hehehe 😊
kalau suka novel bergenre misteri atau thriller, jika berkenan mampir juga ya di karya aku.
judulnya: malam tadi.
Elina zivana: wah makasih banyak Kak
total 3 replies
Khalisah Rochman
mimpi kencan sm tuan saga 🤣🤣🤣🤣🤣 itulah knp aq gk bgitu suka cerita ttng CEO.... ngehalux tingkat dewa
Chengil: 🤣🤣🤣 gara2 tuan saga aku berhalu tingkat tinggi
total 1 replies
Khalisah Rochman
bgus kok thor.... gk kliatan amatiran mlah keren
Khalisah Rochman
keren thor.... penulisannya bgus, bahasax indah... nyaris tak ad typo... gk nyangka klo ini karya pertamamu thor, sking bgusx
Chengil: terima kasih dukungannya
total 2 replies
Khalisah Rochman
bgus ceritax.... ringan.... jdi lbih berasa dgn kehidupan coz tema sehari-hari,gk terlalu ngehalu....trus trng lbih suka cerita yg bgni drpd ttng CEO
Chengil: wahhh terimakasih. tapi nanti juga berujung CEO😄😄
total 1 replies
MommyAtha
thor.. balik kandang??
Chengil: wah di sebelah laris manis thu sama yg hot2. malah yg di beranda erotika semua🙃🙃
total 6 replies
Rini Haryati
ceriranya bagus
sukses
semangat
mksh
Chengil: mampir juga ki karya ku kedua di fizzo kak, dengan judul LOVE STORY PEWARIS DARAH BIRU
total 2 replies
Aris Pujiono
semangat syila
Yen Lamour
Chat aku dong kak, kirim linknya karena aku gak bisa dwnload app nya
Daerahku gak tersedia utk app nya
Yen Lamour: Diinbox kak😊
total 2 replies
Fenti
lanjut thor 🔥🔥
Aris Pujiono
Hahaha laura
Anita_Kim
Semangat Kak.
Nur Hidayah
Kak Author pinda lapak😭
Chengil: soalnya hpnya ga mendukung😂😂😂kebanyakan aplikasi. aku fokuskan untuk literasi dulu.

gimana aku maniskan, semanis gula jawa?😂😂😂


mual? muntah aja gpp?


susah kalo narsisnya keluar thu
total 5 replies
YouTrie
Lanjut kak author semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!