William Benedict Anderson, CEO Anderson Corp. tidak ingin menjalin hubungan dengan wanita manapun setelah dirinya ditinggalkan oleh sang kekasih, tetapi sang kakek yang amat disayanginya menginginkan seorang anak darinya. pilihan kemudian jatuh kepada Kyra Queensha, seorang pelayan di Coffe shop milik sahabatnya.
Kyra membutuhkan banyak biaya untuk operasi jantung ibunya terpaksa harus menerima tawaran William, tetapi dia tidak ingin melahirkan anak diluar pernikahan.
William dan Kyra pun sepakat untuk melakukan pernikahan kontrak. Pernikahan tersebut akan berakhir jika anak mereka sudah lahir dan berusia 6 bulan.
Seiring berjalannya pernikahan mereka, Kyra jatuh cinta kepada William yang masih terjebak dengan cinta pertamanya. Apalagi saat wanita itu kembali hadir di dalam pernikahan mereka. Kyra memutuskan untuk pergi tanpa menyadari jika dirinya tengah hamil anak William.
Hingga 7 tahun kemudian keduanya dipertemukan kembali.
****
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NIZAP02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MC 26
...Happy reading yawww~...
...***...
“Apakah kau sudah menyiapkan semua yang aku perintahkan?” Tanya William kepada orang kepercayaannya.
“Sudah tuan, gaun untuk Nyonya Kyra sudah saya siapkan. Penata rias juga sudah dipanggil untuk datang ke mansion anda, perhiasan yang anda pesan sedang dalam perjalanan.”
“Bagus, kerja bagus.”
“Apakah ada lagi yang anda butuhkan, Tuan?”
“Sepertinya tidak ada lagi karena semua pakaian dan kebutuhanku sudah selesai disiapkan. Kau pulanglah, berlibur lah bersama dengan istri dan anakmu.”
“Terima kasih atas kebaikan anda, Tuan Anderson. Saya dan keluarga saya sangat bersyukur, karena hadiah ini. Kalau begitu saya permisi dulu.”
William mengangukkan kepalanya.
Dia tersenyum, dia sedang memikirkan Kyra yang pasti akan sangat heboh karena semua sangat mewah. Padahal William tahu betul jika wanita itu sangat menyukai hal - hal sederhana.
Sedang asyik membayangkan bagaimana ekspresi wajah Kyra, ponselnya berbunyi karena ada pesan masuk dari Lucy.
Lucy Robson
El, terima kasih atas gaunnya. Aku sangat menyukai ini, aku mencintaimu, El ❤️
William hanya membacanya tanpa membalas pesan itu. Dia menghela napasnya, Lucy. Wanita itu, cinta pertamanya. Wanita yang lebih memilih pergi meninggalkannya dan juga mengkhianatinya.
Tapi dia belum bisa melepaskan Lucy, dia masih memiliki perasaan itu.
Semalam Lucy merengek meminta membelikan gaun yang baru saja rilis di salah satu butik ternama dan William mengiyakan, dia membelikan dan memberikan langsung kepada Lucy.
Bagaimana dengan Kyra?
Mereka, kan, hanya pernikahan di atas kertas. Kebaikannya selama ini hanyalah sebagai seorang teman saja.
Kyra dan dirinya sebagai pendamping dari kedua mempelai. Pakaian mereka harus serasi, maka dari itu William menyiapkan semuanya agar tidak mengecewakan Lucas.
...***...
Ballroom hotel mewah itu kini sangat ramai dengan tamu - tamu dari kalangan jetset. Berbagai merk dari rancangan desainer terkenal di pamerkan di sana, bukan sedang acara fashion show. Melainkan menghadiri sebuah acara pesta pernikahan Lucas dan Angela.
Hal tersebut tentu saja menjadi tempat untuk bertemu kolega, mencari peluang bisnis, memamerkan harta Taya kekayaan yang mereka miliki. Prestasi anak - anak, ajang bergosip dan pamer pakaian.
Ada juga orang - orang yang mencari kesempatan untuk terkenal dalam menaikkan status sosialnya.
Salah satunya adalah Lucy. Malam ini dia akan merealisasikan rencananya, menjauhkan Kyra dari William.
Lucy yang sejak tadi merengek berangkat bersama dengan William ditolak karena Lucas memaksa William tetap bersamanya, karena William ada Bridesman Lucas sebagai mempelai pria.
Lucy sangat membenci Lucas, sedari dulu keduanya memang tidak begitu akur.
Jadilah dia berangkat bersama dengan Bryan ke pesta itu sebagai pasangannya, dan semua orang tahu mereka adalah saudara sepupu karena Bryan di undang sedangkan Lucy tidak.
Setelah pemberkatan di gereja pagi tadi, yang hanya di hadiri oleh orang - orang terdekatnya saja. Pada malam harinya Lucas mengadakan resepsi pernikahannya bersama Angela.
Lucy mencibir Lucas yang menikah dengan seorang wanita dari kalangan biasa. Dia mengatakan bahwa Lucas itu bodoh. Meskipun dia tidak mengatakan secara langsung, karena dia masih harus menjaga image nya di hadapannya orang - orang banyak.
Dan kini, tibalah ia di sini. Di ballroom hotel mewah tempat acara resepsi itu berlangsung.
Lucy menggunakan pakaian yang sangat terbuka. Gaun pesta berwarna merah, memiliki potongan A Line Spaghetti Straps V Neck Satin Prom Dresses with Slit. Dengan belahan gaun sebatas paha, Lucy membiarkan rambutnya terurai.
*Penampilan Lucy kurang lebih begini.
Berbeda Kyra mengenakan gaun dengan potongan Mermaid gold beaded split long prom dress with cowl back. Menampilkan bagian kedua bahunya. Gaun itu berwarna stunning gold gown.
*
*Penampilan Kyra
Dia begitu tampil elegan, mewah dan cantik secara bersamaan. Kesan seksi dan tegas di dapatiya dari makeup yang di bubuhkan di wajahnya. Menonjolkan bagian mata dan bibirnya yang mungil.
Beberapa orang yang dilewatinya terkagum - kagum dengan kecantikan yang dimiliki oleh Kyra.
Jangan tanya bagaimana William mati-matian menahan agar tidak menyeret istrinya dari sana.
Tangannya bahwa terkepal ingin sekali mencolok mata - mata yang memandang Kyra dengan tatapan lapar.
William yang sedari tadi berbicara pada beberapa orang yang dikenalnya ingin sekali menghampiri Kyra, tapi tidak jadi karena tiba - tiba saja lengannya ditahan oleh Lucy.
“El, akhirnya aku menemukanmu.” Ujar Lucy kemudian tersenyum.
William hanya terdiam.
“Terima kasih atas gaunnya, aku suka. Apakah aku cantik?” Tanyanya dengan suara yang dibuat semanja mungkin.
William memperhatikan Lucy yang mengenakan pakaian terbuka, tapi entah mengapa terasa biasa saja baginya.
“Hhm, ya. Kau cantik.” Jawab William singkat.
“Terima kasih, El.” Ujar Lucy menggelayut manja pada William.
Sepanjang pesta berlangsung, Lucy selalu menempeli William ke manapun dia pergi.
Hingga beberapa pertanyaan terlontar dari orang - orang yang melihat kebersamaan mereka. Termasuk para wartawan yang sedang meliput acara pesta tersebut.
Tuan Anderson, apakah anda dan Nona Robson benar - benar memiliki hubungan?
Apakah hubungan kalian berdua kembali bersama?
Kapan anda akan menikah kekasih anda Tuan Anderson?
Apakah kalian berdua bertunangan?
Dan masih banyak lagi pertanyaan yang terlontar dari mulut mereka.
William hanya diam tidak menanggapi, Lucy dibuat geram atas keterdiaman William.
Namun dia seakan tidak ingin melewatkan kesempatan itu.
“Kami memang kembali bersama, doakan saja dalam waktu dekat kalian mendengar kabar bahagia dari kami.” Jawabnya dengan percaya diri kemudian merangkul mesra lengan William dan tersenyum ke arah kamera.
Berbeda dengan Kyra, dia dapat melihat sosok suaminya yang sedari tadi secara terang - terangan bersama wanita lain terlihat biasa saja dan mesra. Sedangkan dia sendiri merasa sakit. Hatinya hancur berantakan karena melihat kebersamaan keduanya.
Bukan hanya Kyra saja, mereka orang - orang yang tahu status William sebenarnya pun ikut meradang melihat hal itu.
Seperti Lucas dan Angela yang menahan geram, merasa jijik kelakuan Lucy yang begitu percaya diri padahal terlihat begitu murahan di mata keduanya.
“Dasar ******!” Umpat Angela
“Honey, ingat. Kau sedang hamil.” Lucas memperingatkan istrinya.
“Tapi aku kesal kepada wanita itu, kau juga. Lihat sahabatmu,” protes Angela kepada Lucas.
“Aku akan bicara padanya nanti.”
Kyra yang kini tengah duduk bersama Xavier menahan mati - matian air mata yang sedari tadi hendak lolos dari matanya.
“Biar aku pukul bajingan itu” kata Xavier.
“Jangan X, aku mohon. Jangan lakukan itu,” kata Kyra mencoba menahan Xavier yang marah melihat kelakuan William.
Kemudian Kyra nangis dan dipeluk sama Xavier.
William tak sengaja yang melihat Kyra berpelukan dengan Xavier dari kejauhan mengepalkan tangannya.
“Hei, apa kau mau berdansa denganku?” Tanya Xavier.
Awalnya Kyra ragu, tapi kemudian Xavier memaksanya.
Keduanya menjadi pusat perhatian beberapa pasangan di sana.
Bryan yang tak sengaja melihat hal itu terkejut sekaligus menahan rasa cemburu.
Kau bodoh Ian, bagaimana mungkin dia masih sendiri? Wanita secantik Kyra tentu saja sudah memiliki kekasih.
William yang tak jauh dari sana masih terus mengamati kebersamaan Xavier dan Kyra.
Lucy tersenyum miring melihat hal itu.
“El, ayo kita berdansa." rengek Lucy.
William hanya terdiam.
“El,” Lucy menggoyang lengan William.
“Aku keluar sebentar.”
“Tapi El_”
Tanpa mendengar suara Lucy yang terus memanggil dirinya, William pergi entah kemana.
Beberapa saat kemudian Xavier dan Kyra selesai berdansa.
Xavier berpapasan dengan teman lamanya dan mereka mengobrol. Sedangkan Kyra hendak pergi ke kamar mandi.
“Aku akan ke toilet sebentar.”
“Apa perlu aku temani?” tanya Xavier.
“Tidak perlu, aku hanya sebentar.”
“Baiklah, hati - hati.”
Kyra mengangukkan kepalanya.
Sepanjang perjalanan ke toilet lorong itu begitu sepi.
Kyra berjalan dengan santai. Masuk ke bilik toilet setelah selesai dia mencuci tangan di wastafel.
“Apa kau menikmatinya?”
Suara yang dia kenal mengejutkannya.
Kyra berbalik ke belakang. Siapa lagi jika William.
“Sedang apa kau di sini? Ini toilet wanita.”
“Apa kau menikmatinya?” Tanya William lagi tanpa mempedulikan pertanyaan dari Kyra.
Dia menatap tajam ke arah wanita itu.
“Apa?” Tanya Kyra yang tidak mengerti.
“Kau, tubuhmu. Apa kau menikmatinya disentuh oleh pria itu?”
Kyra mengehala napasnya.
“Bukan urusanmu.” Ujar Kyra yang tampak kesal
William seketika meradang mendengar jawaban Kyra.
Dia perlahan mendekati Kyra, sedangkan Kyra memundurkan tubuhnya. Kini tak ada jarak di antara keduanya.
William kemudian menyeringai.
“Sepertinya aku harus memberimu hukuman.”
...****...