NovelToon NovelToon
Terlempar Ke Dunia Kecil

Terlempar Ke Dunia Kecil

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:915
Nilai: 5
Nama Author: Zhu Ge Liang

Xue Yao, murid pertama Sekte Yiyuan, kehilangan segalanya ketika Raja Iblis menghancurkan sektenya. Sebagai satu-satunya yang selamat, ia melarikan diri membawa pusaka sekte, Cincin Zhutian, demi membalas dendam.

Namun saat dikepung musuh, ia menghancurkan kultivasi dan memecah kesadarannya sendiri. Takdir justru membuat seluruh serpihan kesadarannya terserap ke dalam Cincin Zhutian dan tersebar ke berbagai dunia. Setelah hampir seratus tahun tertidur, Xue Yao terbangun dan mendapati setiap serpihan hidup dalam penderitaan akibat keterikatan batin yang dapat melahirkan iblis hati.

Kini, dengan kekuatan Cincin Zhutian, ia harus kembali ke setiap dunia untuk menyelamatkan, mengumpulkan, dan menyatukan kembali seluruh serpihan jiwanya. Namun, mampukah Xue Yao mengembalikan dirinya yang utuh... atau justru kehilangan segalanya untuk kedua kalinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhu Ge Liang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takdir yang Tertukar¹²

    "Xue Mo, apakah kamu masih ingat berapa usia kamu sekarang?"

    Kakek Xue memberi isyarat kepada Xue Yao untuk mendorong kursi rodanya menuju teras, lalu menutup sementara pintu masuk teras tersebut agar tidak ada orang yang tanpa sengaja masuk dan kembali mempermalukan keluarga di hadapan umum.

    Xue Mo menundukkan kepala. Bibirnya bergerak beberapa kali, tetapi pada akhirnya ia tidak sanggup mengucapkan sepatah katapun.

    "Kamu sudah dewasa, bahkan sudah mulai terlibat dalam urusan perusahaan. Namun sikap impulsif dan ketidakmatanganmu yang kamu perlihatkan akhir-akhir ini sungguh membuatku meragukan, apakah kelak di dunia kerja kamu juga akan mudah kehilangan akal sehat karena dikuasai perasaan."

    Pada saat ini, kakek tidak sedang murka, melainkan diliputi keraguan.

    Ia hanya memiliki dua orang cucu laki-laki. Putra keluarga kedua, Xue Han memang cerdas. Tetapi sepenuh hati menekuni seni dan kini sedang menempuh studi diluar negeri.

    Sementara Xue Mo, meski tidak terlalu menonjol, selama ini unggul dalam kepatuhan dan kestabilan.

    Ketika sebuah fondasi usaha telah begitu besar, yang dibutuhkan adalah seorang pewaris yang cukup tenang untuk menjaga warisan tersebut.

    Karena itulah, meskipun Xue Mo tidak luar biasa, dalam pilihan yang terbatas kakek tetap menjatuhkan pilihannya kepadanya.

    Kini, ia tampaknya telah keliru menilai.

    Wajah Nyonya Xue seketika berubah.

    Ia segera menarik Xue Mo, menekan kepalanya agar menunduk dan meminta maaf kepada kakek.

    "Ayah, Xue Mo hanya terlalu mempedulikan hubungan persaudaraan masa lalunya dengan Lin Ling. Ayah tentu tahu, anak ini memang berhati lembut, karena itu sempat salah mengambil keputusan. Ia pasti tidak akan mengulanginya lagi. Xue Mo, cepat minta maaf kepada kakek."

    Xue Mo baru hendak membuka mulut, tetapi kakek Xue langsung menggelengkan kepala.

    "Ia membawa Lin Ling ke pesta ulang tahun Xue Yao tanpa mempedulikan kemungkinan luka yang akan dialami Xue Yao. Apakah ini yang disebut berhati lembut? Apakah perasaannya hanya besar untuk orang luar?"

    "Menyeret Su Chen kedalam urusan ini membuat aib keluarga terekspos, bahkan mengorbankan nama baik keluarga Xue. Apakah semua ini bisa dimaafkan hanya dengan alasan 'berhati lembut' ?"

    Kali ini, kakek benar-benar telah mengambil keputusan tegas.

    Xue Mo bukan hanya cucunya, melainkan juga calon kuat pewaris grup Xue.

    Jika ia terus tenggelam dalam urusan perasaan pribadi dan membiarkan emosi menguasai pikirannya hingga melakukan tindakan-tindakan tidak rasional seperti ini, maka urusan pewaris jelas perlu dipertimbangkan kembali.

    Dibelakang kursi roda, Xue Yao tersenyum dingin dalam hati.

    Ia telah lama mengetahui rencana mereka melalui jimat mengikuti bayangan. Alasan ia membiarkan semua ini terjadi adalah untuk mengikis kesan baik Xue Mo dimata kakek.

    Kakek telah lama memulihkan diri selama dua atau tiga tahun terakhir. Penilaiannya terhadap Xue Mo selama ini terbatas pada pertemuan saat hari raya serta laporan internal perusahaan.

    Namun ketika posisi Xue Mo sebagai pewaris nyaris telah dipastikan, siapa yang masih berani mengungkapkan kekurangannya?

    Apa yang dilihat kakek selama ini hanyalah sisi baik Xue Mo.

    Dan Xue Yao ingin merobek lapisan ilusi itu, membuat kakek menyadari bahwa pewaris yang ia pilih untuk Grup Xue justru berpotensi menyeret kerajaan bisnis itu menuju jurang kehancuran.

    "Untuk sementara waktu, kamu tidak perlu datang ke perusahaan."

    Dengan satu kalimat penutup, kakek mencopot jabatan Xue Mo sebagai direktur pemasaran Grup Xue.

    Keputusan ini benar-benar tidak dapat diterima oleh Xue Mo.

    Ia tidak pernah menyangka bahwa kakek bisa bersikap setegas ini.

    Ia hendak membuka mulut untuk membela diri, tetapi Nyonya Xue dengan keras mencubit lengan putranya.

    "Ayah, ayah benar. Xue Mo memang perlu menerima pelajaran. Beberapa waktu kedepan, saya dan Xue Ba akan mengawasinya dengan ketat. Mohon tenang, kesalahan seperti ini tidak akan ia ulangi lagi."

    Nyonya Xue memahami dengan jelas bahwa begitu kakek mengambil keputusan, tidak ada ruang untuk sanggahan. Lagipula ini baru penangguhan jabatan. Setelah amarah kakek mereda, segalanya masih bisa dinegosiasikan.

    Dibawah peringatan ibunya, Xue Mo akhirnya menundukkan kepala.

    "Baik, kakek."

    Sikap ini sedikit meredakan suasana hati kakek.

    Ia lalu menoleh ke arah Lin Ling yang berdiri paling belakang.

    Lin Ling berdiri dengan gemetar, sama sekali tidak lagi menampilkan kilau yang dulu dibesarkan keluarga Xue.

    Kakek dapat memahami ketidak relaan seseorang melepaskan kemewahan. Setelah merasakan hidup berlimpah, siapa yang rela kembali menjadi orang biasa?

    Namun keserakahan tidak boleh melampaui batas. Apalgi sampai harus menginjak orang tak bersalah demi mempertahankan kemewahan itu.

    "Lin Ling, aku pernah mengatakan bahwa keluarga Xue telah memperlakukanmu dengan sangat baik. Tampaknya kamu tidak memahami maksud perkataanku. Jika demikian, akan kujelaskan dengan lebih gamblang. Mulai hari ini, kamu tidak lagi memiliki hubungan apapun dengan keluarga Xue. Aku akan memerintahkan orang untuk memuat klarifikasi di surat kabar, menjelaskan secara terbuka peristiwa tertukarnya bayi dimasa lalu."

    Setelah berkata demikian, ia mengabaikan tangisan Lin Ling dan beralih memandang Xue Mo yang selama ini selalu menatapnya dengan pemuh iba.

    "Seluruh aset atas namamu akan aku bekukan. Selama kamu tinggal di kediaman Shanse, kebutuhan harianmu akan dibiayai melalui anggaran kediaman."

    Ini berarti memutus sepenuhnya kemungkinan Xue Mo memberikan bantuan finansial kepada Lin Ling.

    Xue Mo menatap kakeknya dengan terkejut, tetapi pada akhirnya tidak berani mengajukan keberatan apapun.

    Kakek menghela napas panjang, lalu menepuk tangan Xue Yao yang mendorong kursi rodanya.

    "Kamu telah menderita, A Yao. Pesta ulang tahun yang seharusnya menyenangkan, malah berubah seperti ini. Mari kita turun, saatnya memotong kue."

    Xue Yao mengangguk. Diwajahnya tidak tampak kesedihan yang berarti.

    Didalam lift, kakek bertanya dengan suara rendah, "Apakah kamu sedih, A Yao?"

    Xue Yao menggelengkan kepala, "Tidak perlu."

Ketenangan yang ia perlihatkan sejak awal hingga akhir justru membuat kakek semakin mengaguminya.

Kakek Xue sama sekali tidak mencurigai bahwa semua ini adalah rancangan Xue Yao.

Bagaimanapun juga, kejadian tersebut berlangsung di Kediaman Shanse, tempat yang sepenuhnya berada dibawah kendali menantu sulungnya. Jika sang menantu saja tidak mengetahuinya, apalagi Xue Yao.

"Sekarang jadwal kuliahmu tidak terlalu padat, bukan? Kalau ada waktu, kamu bisa mulai magang di grup perusahaan untuk menambah pengalaman."

Pintu lift terbuka, memperlihatkan dunia kemewahan penuh cahaya, gelas anggur, dan sorak ramai.

Menghadapi sorot lampu yang gemerlap, Xue Yao tersenyum cerah.

"Baik."

Ia memahami bahwa ucapan kakek itu belum berarti secara resmi menempatkannya sebagai pewaris. Di satu sisi, itu untuk memberi peringatan kepada Xue Mo. Di sisi lain, kakek memang ingin memberinya kesempatan agar ia memiliki pijakan di grup perusahaan, tidak sepenuhnya bergantung pada orang tua kakaknya di masa depan.

Terlebih lagi, jelas bahwa harapan kepada mereka sudah tidak bisa diandalkan.

Pesta ulang tahun itu pun berakhir dengan sempurna di tengah ucapan selamat para tamu.

Xue Yao berdiri bak pusat perhatian dikelilingi sorotan kasih 'Orang tua' nya dan tepuk tangan seluruh hadirin, perlahan memotong kue ulang tahunnya.

Di rambutnya, tersemat sebuah mahkota permata yang berkilau luar biasa. Tiga puluh tiga batu safir berukuran berbeda serta lebih dari enam ratus berlian, memancarkan cahaya paling menyilaukan di seluruh ruangan.

Itu adalah hadiah ulang tahun dari sang kakek untuk cucu perempuannya. Sebuah mahkota yang dahulu milik seorang permaisuri kerajaan B, yang mencetak harga fantastis diatas seratus juta dalam sebuah lelang.

Keesokan harinya, berbagai media besar serempak memilih foto Xue Yao yang mengenakan mahkota sambil tersenyum cerah memotong kue sebagai gambar utama halaman depan.

Kabar bahwa Grup Xue telah menemukan kembali 'Permata berharga' yang lama hilang dan menggelar pesta ulang tahun megah untuk memperkenalkannya secara resmi kepada masyarakat pun segera menjadi topik hangat.

Sementara itu, pasa saat yang sama, Lin Ling sedang menyeret koper dengan kondisi compang-camping, diusir dari rumah mewah yang sebelumnya ia tempati.

Rumah tersebut sejatinya milik seorang teman Xue Mo. Namun dengan sikap keluarga yang begitu tegas, pembekuan seluruh kartu Xue Mo, serta pemahaman kalangan elit akan posisi keluarga Xue, tentu tidak ada yang berani membiarkan anak mereka salah memilih pihak.

Pemilik rumah pun menarik kembali propertinya, dan Lin Ling terpaksa diusir dengan keadaan mengenaskan.

Ia menyeret kopernya di jalan, sorot matanya kosong, tidak tahu kemana harus melangkah.

Tiba-tiba, terdengar suara seorang pria dari belakangnya.

"Apakah kamu anak perempuanku?"

1
xuer jinghao
kak lanjut semangat terus 😍💪💪
xuer jinghao
lanjut
xuer jinghao
lanjut 🤭
xuer jinghao
lanjut💪
xuer jinghao
lanjut wuy💪😍
xuer jinghao
lanjut 💪
anyelin stephania
mantap😍😍😍😍😍😍 seru ceritanya
xuer jinghao
lanjut 💪🥰🥰
xuer jinghao
lanjut 😍
xuer jinghao
lanjut 💪
xuer jinghao
lanjut terus 💪
xuer jinghao
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!