Sebelum membaca mari jadikan favorit biar tidak ketinggalan ceritanya☺️
Seorang gadis SMA yang tidak sengaja bertemu dengan CEO dingin di sebuah toko roti dan di pertemukan lagi di sebuah perjamuan pesta.
Tapi siapa sangka dipertemukan dengan kejadian yang tak terduga!!!
Sikap dinginnya malah membuat gadis yang bernama Sherly Cristine ini semakin tertarik ingin terus mengejarnya
Akankah gadis ini berhasil meluluhkan hati seorang CEO yang dingin? atau sebaliknya
Takdir apa yang sudah menunggu mereka di depan sana?
Penasaran ???? ayo ikuti terus jalan ceritanya 😉
.
.
Jangan lupa like, komentar dan vote untuk selalu mendukung author dan dijadikan favorit juga biar nggak ketinggalan jalan ceritanya. Terimakasih pengertiannya 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aliya02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai persiapan
✨ Happy Reading ✨
.
.
.
"Wanita yang mana maksud kamu?"Ucap Herry penasaran apa yang dibicarakan oleh Evan.
"Iya, wanita mana Van?"Ucap Ghia dengan wajah penasaran.
"Biasakan berbicara jangan setengah-setengah"Dengus Veny kesal.
"Iya, biasakan juga untuk menahan emosi. Apakah kau tau? yang seperti itulah yang bikin awet muda dan tidak meninggalkan keriput diwajah”Sindir Evan .
“K-kau mengejekku ya?walaupun sifatku begini tetapi banyak yang menyukaiku, dan sepertinya kau perlu melihat ke cermin seperti apa bentuk tampangmu itu?" Veny membanggakan diri dan mencibir Evan.
"Oh benarkah?" Evan mengejek
"Aku merasa diriku ini tampan dan buktinya banyak yang menyukaiku, mungkin suatu saat nanti pasti kau akan terpesona kepadaku." Balas Evan percaya diri maksimal.
"K-k-kau, dasar bermuka tebal! Asalkan kau tau aku tidak akan terpesona padamu dan banyak pria diluar sana yang lebih tampan darimu" Veny mendengus kesal.
"Berarti kau mengakuiku bahwa aku ini memanglah tampan" Ucap Evan yang tidak mau mengalah.
Mereka berdua saling mengejek satu sama lain dan tidak ada yang mau mengalahkan membuat suasana menjadi ramai dengan kelakukan mereka berdua.
"K-kau" Ucap Veny kesal dan menatap tajam kearah Evan.
"Ghia, kau lihat dia! dia membuliku dan kau sebagai temanku harusnya menolongku bukan hanya menonton seperti melihat pertunjukkan"Veny berjalan mendekati Ghia dan mengadu.
"Dan...kau juga Sher, jahat kali punya teman seperti kalian ini yang ada hanya makan hati saja"Ucap Veny merengek seperti anak kecil.
"Kenapa kalian berdua berhenti? Padahal lagi seru-serunya melihat kelakuan kalian" Ucap Sherly tertawa kecil.
"Veny, apakah sudah puas bermainnya?" Ucap Herry menggeleng-geleng kepalanya.
"Maafkan temanku ini, yang sudah salah makan obat”Lanjut Ghia.
"K-kalian jahat! masa ikut membuliku”Ucap Veny cemberut, baginya ia sudah terbiasa akan hal itu walaupun sedikit menjengkelkan tetapi ia menganggapnya sudah seperti makanan sehari-harinya.
"Sudah sudah aku hanya bercanda"Ucap Sherly kasihan melihat temannya terpojok.
"Kembali ke topik!" Ucap Herry datar.
"Baiklah, saat aku berjalan ke koridor rumah sakit aku melihat wanita yang berbincang sama Sherly saat di perjamuan pesta itu dan aku melihatnya seperti wanita itu sedang mencari seseorang, sayangnya aku tidak mengamatinya lebih lama lagi."Ucap Evan lesu.
"Apa jangan-jangan wanita itu ada hubungannya dengan kejadian yang menimpa Sherly itu"Ucap Ghia memasang wajah serius.
"Sepertinya iya" Angguk Herry setuju.
"Kita hanya dapat petunjuk kecil dan belum mengaju ke si pelaku, dan ini juga belum cukup informasinya kalau seperti ini terus, pasti tidak akan menemukan pelakunya"Ucap Veny terang-terangan.
"Tunggu aku keluar dari rumah sakit ini dulu baru kita cari sama-sama"Ucap Sherly menatap ke arah mereka.
"Baiklah, selagi menunggumu keluar, kami sebisa mungkin untuk mencari informasinya walaupun hanya sedikit" Ucap Veny serius.
"Aku setuju kali ini dengan Veny, kita tidak bisa berdiam diri terus takutnya kedepannya akan sulit menghadapi pelakunya dan membuat pelakunya bebas berkeliaran di luar sana, dan itu tidak baik untuk keselamatannya Sherly" Ucap Herry.
"Jadi selama ini kau tidak percaya padaku"Ucap Veny menatap sinis ke arah Herry, bisa-bisanya Herry tidak percaya selama ini kepadanya ini semakin membuat ia kesal.
"Eh tunggu dulu! ini kamu yang bilang duluan, bukan aku" Ucap Herry sembari mengangkat tangannya menyerah.
"Aku akan meminta temanku membantu kita dalam pencarian ini"Ucap Evan.
"Sekarang kalian bertiga pulanglah dulu, ini sudah malam" Ucap Sherly sembari melihat ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
"Baiklah, kami akan pulang dulu besok kami akan kesini lagi" Ucap Ghia tersenyum.
"Khusus untuk kau, jangan berani macam-macam dengan Sherly dan aku akan mengawasi mu" Bisik Herry disamping Evan, lalu menoleh ke arah Sherly
"Baiklah, istirahatlah yang cukup Sherly" Ucap Herry tersenyum lalu mereka bertiga meninggalkan Sherly didalam ruangan itu bersama Evan.
"Kau tidurlah dulu gadis kecil, aku akan menjagamu dan berada di sampingmu sampai kau tertidur, aku tidak akan meninggalkanmu sendirian lagi" Ucap Evan lembut dan duduk di kursi yang berada di samping ranjangnya Sherly
"Sepertinya orang ini salah makan obat, manis kali kata-katanya. Ini malah membuatku semakin merasa aneh mendengarnya" Batin Sherly heran.
"Kau juga harus istirahat, aku tidak apa-apa kalau sendirian" Ucap Sherly
"Tidak, aku tidak membiarkanmu sendirian gadis kecil. Jangan keras kepala, tidurlah sekarang aku akan tetap disini" Balas Evan tersenyum.
"Baiklah, terimakasih sudah mau menjagaku" Ucap Sherly, matanya kini mulai terasa berat karena rasa lelah yang menghampiri dirinya ditambah lagi tadi siang tidak bisa tidur nyenyak dan tidak merasa nyaman berada ditempat yang asing bagi dirinya.
"Gadis kecil kau tidak henti-hentinya membuatku khawatir" Gumam Evan sembari melihat Sherly yang sudah tertidur dan membelai helaian rambutnya dengan lembut.
*****
Disisi lain....
Ceklek
Suara pintu kamar mandi terbuka, memperlihatkan Kenzie yang baru selesai mandi dengan rambut basahnya membuatnya semakin tampan, lalu ia berjalan menuju ke balkon yang berada didalam kamarnya. Hembusan angin yang menerpa rambutnya yang basah sesekali ia tersenyum seraya menikmati aroma angin malam yang begitu asri, terdengar suara getaran yang berada di sakunya lalu ia mengambil dan menatap ke arah ponsel ternyata Felix yang sedang meneleponnya.
"Hm" Kenzie mendengus kesal
"Ada apa!" Ucap Kenzie dingin dibalik genggaman teleponnya.
"Maaf tuan, menganggu waktu anda di saat ini, tapi ada hal penting yang mau saya sampaikan" Ucap Felix hati-hati karena takut dihukum, ia tahu sifat bosnya tidak senang diganggu, bila di saat waktu istirahatnya.
"Apa"Ucap Kenzie dingin
"Saya menemukan petunjuk tentang pelakunya tuan, ada laporan bahwa pelakunya telah meninggalkan kota ini, jejak terakhirnya di Markas A jalan XXX, saat di markas itu menemukan sebuah senjata tajam disebuah kotak dibagian gudang . Sepertinya pelaku sudah merencanakan sesuatu, orang yang saya utus untuk membantu mencari jejak si pelaku hilang kontak semalam saat di Kota L di jalan SV dan ini saya lagi mencarinya di kota tersebut belum menemukan jejak yang mencurigakan tuan" Ujar Felix panjang lebar.
"Segera cari petunjuk di seluruh kota S, sepertinya mereka mau bermain petak umpet denganku" Ucap Kenzie menyeringai.
"Dalam tiga hari harus dapat informasi, kalau tidak?! kau akan tau akibatnya" Ancam Kenzie dingin
.
.
.
✨ Happy Reading ✨
Jangan lupa terus dukung author dengan like setiap partnya dan tinggal kan jejak beserta. Jadikan Favorit 🤭 maaf bila ada kekurangan , kasih tau ya...dengan kritik and saran. Terimakasih 🙏** ini karya pertamaku semoga kalian suka😊
mampir juga ya kak hehe
maaf jika kurang sopan nyempil promo di sini.
Judul ceritanya "TWINS FLAME"
"perjalanan hidup Eden"
nanti difeedback kok
lope2 deh..😍
salam dari Duke's Evil Daughter
Semangat terus thor
Masih lama tunggu kelanjutannya lagi