Reza.
Tak banyak yang bisa diceritakan dari dirinya. Hanya lelaki biasa dengan kepintaran yang diluar nalar manusia.
Hanya sosok yang mengetahui wawasan dan pengetahuan yang begitu luasnya, agar bisa bersaing dengan kepintaran Reza.
Namun, kenapa. Dirinya dipilih menjadi lelaki pilihan sesosok Dewi Aphrodite?, sosok dewi cinta, nafsu, dan keindahan.
Reza terbingung.
Akhirnya, ketika dirinya dipindahkan kedunia lain. Mulai saat itu, dia akan mencari alasannya.
++++++÷÷÷÷++++++
Ini cerita campur aduk ngak karuan. Entah nanti di dunia kultivator maupun di isekai bertema fantasi barat. Bahkan kemungkinan akan kembali lagi ke bumi. Nantinya juga, setelah plot utama selesai. Author bakalan nyambung ke dunia anime atau apalah itu. Dan itu kalian para pembaca sendiri yang menentukan.
Terapkan kegiatan tanya jawab dengan author. Agar nantinya pembaca sekalian puas terhadap karya saya.
ikuti ig author: @fjr_894
Author ngak maksa kalian untuk ngak Like atau komen. Namun, tolong!. Setidaknya jangan beri rating jelek pada novel ini. Entah KALIAN mau Toxic atau apa pada novel ini. Author ndak peduli!. Namun, seperti yang saya bilang tadi. Tolong Jangan Beri Rating Rendah Terhadap Novel Ini!.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mad Kojer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27.
Filia tak menjawab. Melainkan, dia sedikit mempercepat makannya dan setelah menghabiskan makannya. Dia segera minum air putih dan mengalihkan pandangannya ke arah Reza.
"Didunia kultivator, akan banyak rintangan setiap semakin tinggi tingkat kultivasi mereka. Dan juga, surat takdir akan mengikat seorang yang menjadi kultivator.
Berbeda dengan didunia lain yang tidak terjamah oleh dunia kultivator. Mereka masih menerapkan jalan takdir sebab akibat atau lebih di kenal sebagai timbal balik dari setiap tindakan kita ataupun hal lainnya yang mempengaruhi.
Namun, dunia kultivator berbeda. Mereka yang di bawah ranah kultivasi dewa, akan tetap terikat takdir baik buruk yang sesuai dengan tingkatan kultivasi mereka.
Secara sederhananya. Sebab dan akibat dari apa yang kita lakukan, akan memberikan pengaruh baik dan buruk yang begitu besar dan itu sesuai dengan tingkat kultivasi mereka.
Jadi, apa pendapatmu setekah mendengar hal ini?."
Reza terdiam dan pandangannya masih mengarah ke langit langit ruang makan. Dia memikirkan dengan bijak mengenai hal di tanyakan oleh Filia.
Beberapa saat kemudian, Reza sadar satu hal. "Jadi, alasan dahulu kau mengatakan kepadaku bahwa melakukan kebaikan bisa memberikan aku sosok yang berharga. Itu di karnakan ada sebuah timbal balik dari tindakanku, begitu?."
Filia tersenyum. Kemudian dia menjawab. "Ya, jadi apa pendapatmu?."
"Mungkin itu akan menarik. Dan mungkin saja, aku akan datang ke dunia kultivator itu." Kata Reza menampilkan sebuah senyuman yang seakan mendapat permainan baru baginya.
Filia mengehla napas lemas. dia sudah menduga bahwa pertanyaan tentang dirinya siapa akan datang dari mulut Reza. Dan tentunya, pilihan yang di ambil Reza juga sudah ia ketahui.
Sejenak, keduanya hening tak bersuara.
"Filia, bagaimana kalau kita jalan jalan?." Terlintas, sebuah pikiran di kepala Reza.
Dibalik penutup mata, Filia membaca apa yang di pikirkan oleh Reza. Dan seketika, wajahnya memerah merona dan hanya mengangguk.
Reza maupun Filia bangkit dari duduknya dan mulai berjalan keluar bersamaan. Terlihat, sikap Filia yang malu malu sedangkan Reza hanya terlihat biasa biasa saja.
Namun, sebenarnya. Dia benar benar gugup setengah mati menjalankan rencana yang tiba tiba terlintas di pikirannya itu.
'Kuharap, ini akan lancar jaya.' Batin mencoba menyemangati diri sendiri, Reza menatap kedepan.
Reza diajak menuju tempat taman bunga indah di universitas ini. Keduanya saling berpegangan tangan ketika Reza yang meminta.
Keduanya terlihat seperti padangan yang serasi di taman ini. Kencan berduaan tanpa gangguan sama sekali, benar benar memperindah pemandangan dari insan yang sedang menjalin hubungan cinta agar lebih erat.
Canda tawa penuh ketulusan dari Filia akibat gurauan Reza. Benar benar membuat hati Reza merasakan sebuah kebahagian tersendiri.
Entah Reza maupun Filia. Keduanya sudah mengetahui sejak awal mereka bertemu. Bahwa tanpa sadar, mereka sudah saling mencintai satu sama lain.
Tentu, untuk menyadari perasaan antara keduanya. Itu juga membutuhkan sebuah waktu. Hingga, kejadian dimana akhirnya Reza keluar dari kekosongan hatinya yang seperti boneka itu.
Reza maupun Filia sadar, bahwa memang mereka berdua saling mencintai satu sama lain. Tidak ada dorongan lain yang menyebabkan cinta tumbuh diantara keduanya, selain merasakan ketulusan hati dari masing masing pihak.
Terbukti dengan satu hal. Dimana, awal sebelum Reza bertemu dengan Filia. Filia tidak memandang Reza dari paras, pesona, ataupun kekuasaan dan tahta. Hanya ketulusan hati yang di miliki oleh Reza lah, yang membuat Filia merasa nyaman dan tentram berada di dekat Reza.
Waktu berlalu dengan cepat, membuat Reza maupun Filia mengumpati waktu karena berjalan terasa begitu cepat bagi mereka berdua.
Sore hari, Filia mengajak Reza menuju tepi pulau Aqulina bagian barat untuk menyaksikan pemandangan matahari terbenam. Cakrawala kuning ke orenan benar benar terlihat begitu indah dikala sosok Filia tidak mengenakan penutup mata.
Reza sedari tadi tak terfokuskan pada matahari terbenam itu. Melainkan, hanya menatap wajah Filia yang memandangi terbenamnya matahari yang indah itu.
"Filia, apa kau mau menjadi istriku?." Tanpa sadar oleh Reza, kalimat itu terucap begitu saja dari mulutnya.
Seketika, rona merah terlukis di wajah Filia. Dia tak menyangka, Reza akan melamarnya dalam waktu dekat ini begitu saja tanpa menunggu dirinya mempersiapkan diri.
Merasa terbingung harus menjawab seperti apa dan tak enak membuat Reza terlalu lama. Segera Filia menjawab.
"Iya, aku ingin menjadi istrimu, Rez." Ujar malu sembari memalingkan wajahnya dari tatapan Reza yang terkejut senang.
Secara tiba tiba, Reza mengarahkan kepala Filia menghadap dirinya dan menciumnya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Mata Filia terbelak tak percaya dengan tindakan mendadak dari Reza. Namun, dia hanya tersenyum senang dalam hati dan menikmati ciuman pertamanya dengan Reza.
Indahnya pemandangan dari matahari terbenam dengan dua insan yang mulai menjalin hubungan lebih lanjut. Membuat sebuah kenangan mendalam bagi mereka berdua.
Kenangan paling indah dikala waktu sore hari yang cerah dan menawan.
Semakin lama waktu berlalu mereka berciuman. Tiba tiba, Filia semakin mengganas dan menyerap setiap air liur milik Reza.
'Manis!. Ini begitu lezat.' Batin, Filia tanpa sadar.
Dia terus mengganas dan merobohkan tubuh Reza ke tanah tanpa melepaskan ciuman keduanya.
Hingga, Reza mendorong tubuh Filia untuk berhenti sejenak karena napasnya tersenggal senggal sejak Filia mengganaskan ciuman mereka berdua.
"Filia... kondisikan dirimu!. Jangan lepas kendali, ingat kita masih di tempat umu..." Terhenti ucapan Reza ketika tiba tiba dirinya dan Filia sudah berada di sebuah kamar, dan ternyata itu adalah kamar milik Filia.
"Jadi, kalau disini bukankah tak masalah, bukan?."
Secara tiba tiba, Filia merobek baju Reza dan
Oke.
Ngak usah di lanjutin.
Ingat umur bagi kalian yang belum cukup umur.
Jangan baca di ig aku bila kalian masih di bawah umur.
Instagram: @fjr_894
****
Pakaian bertebaran di mana mana. Kasur robek juga. Terlihat jelas. Penyangga kasur sudah patah membuta kasur menjadi miring.
Entah Filia maupun Reza, keduanya saling lemas tak bertenaga.
"Sungguh malam yang panjang dan nikmat."
Bekas kaki bapak