Seorang gadis kaya raya yang mendapati kekasihnya sedang berselingkuh dengan sahabatnya .
Menjadi anak orang kaya menuntut audy untuk secepatnya menikah dengan orang yang memiliki bibit , bebet , bobot yang jelas , sehingga keluarga nya memutuskan untuk menjodohkan Audy dengan pengusaha sukses .
Apakah audy akan menerima pelihan keluarganya ?
Selamat membaca dan menikmati hasil karya ini , semoga novel ini bisa menghibur kalian semua .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Claudia angelica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 27
"Baiklah jika kau tak bisa menemani ku ." jawab Audy dengan nada yang di buat kecewa .
"Maaf mengecewakan anda nona ." jawab asisten El merasa tak enak , tapi kalau menerima juga bakalan panjang urusannya .
"Hmmm ." balas Audy dengan dheman .
"Mungkin pak Albert bisa untuk menemani anda sabtu nanti nona ." usul asisten El .
"Bagus gw bakalan kasi lu bonus buat kali ini ." batin Albert .
"Maaf tapi mana mungkin saya berjalan dengan CEO perusahaan , itu sungguh tidak pantas bukan Farrel ." jawab Audy sambil menatap Farrel tajam .
"Hmm , iya mungkin akan jadi masalah jika Audy berjalan bersama anda tuan dan lagi apa anda tidak ingin berjalan dengan kekasih anda ." jawab Farrel cepat agar Audy bisa memberhentikan tatapannya .
"Saya tidak keberatan ." jawab Albert cepat dengan senyum mengembang .
"Saya juga tidak pernah memandang status orang lain , karena sama saja dan juga kita sama - sama manusia bumi bukan ." sambung Albert tetap dengan senyumnya
"Ohh tidak apa - apa saya tidak terlalu suka dengan orang baru ." jawab Audy dingin seolah menolak secara halus
"Sepertinya tidak apa - apa jika memang tuan Albert tidak keberatan , jadi Audy kau seharusnya tidak menolak ." ucap Farrel dengan santainya .
"Mungkin nona Audy malu berjalan dengan saya ." ucap Albert dengan senyum kecut .
"Bukan begitu , baiklah jika tidak membuatmu malu dan tak merepotkanmu kita bisa jalan bersama nanti ." jawab Audy merasa bersalah dan kesal sekaligus .
"Baiklah , bisa aku meminta nomor telponmu ." tanya Albert dengan santai tanpa malu , Farrel tampak tersenyum melihat bosnya yang seperti tertarik dengan sahabatnya & asisten El hanya mengembangkan senyum melihat bosnya yang tak menyia-nyiakan kesempatan .
"Semoga ini awal yang bagus , Albert tampan dan juga mapan tinggal melihat kesetiaannya saja ."batin Farrel .
"Semoga saja kau bisa bahagia dengan calonmu ini tuan ." batin asisten El .
"Hmmm , apa dia sedang mencari kesempatan dalam kesempitan , sungguh patut di curigai ." batin Audy menyipitkan mata .
"Maaf , kalau kau tak mau memberikan aku tak akan memaksa ." ucap Albert menyadari lamunan Audy .
"08×× ×××× ×××× ." jawab Audy cepat .
"Terima kasih ." ucap Albert dengan senyum kecil .
"Farrel ayo kita kembali , kita bisa kena omelan kalau telat ." ucap Audy setelah sadar akan jam yang tetap berjalan .
"Astaga ayo , maaf tuan kami permisi dulu ." ucap Farrel , Farrel dan Audy langsung berjalan ke mobil untuk kembali ke kantor . tanpa menunggu jawaban dari Albert .
"Apa mereka berdua tidak tahu aku bos besarnya , kenapa mereka harus buru - buru balik ." ucap Albert merasa kesal .
"Mereka profesional dalam bekerja tuan , mereka tidak memanfaatkan keadaan dengan adanya tuan bersama mereka ." ucap asisten El menerangkan .
"Yahsudah ayo kita susul gadisku ." ucap Albert sambil berdiri .
"Maaf tuan dia bukan gadismu ." koreksi dari Asisten El tanpa sadar .
"Dia gadisku , apa kau mau mati ha!" bentak Albert merasa tak terima dengan ucapan asistennya tersebut .
"Maaf tuan saya tidak bermaksud ." ucap El sambil membukakan pintu untuk bosnya .
"Kali ini kau dimaafkan tapi tidak lain waktu ." ucap Albert tetap dengan nada yang terdengar menahan kekesalan .
"Baik tuan , terima kasih atas kebaikan anda ." jawab asisten El dengan sedikit memaksakan senyum dan segera menutup pintu dan masuk ke dalam mobil .
Mereka langsung menuju ke kantor , untuk menyelesaikan urusan - urasan yang sempat mereka tinggalkan .
Mari bergeser ke Audy dan Farrel .
"Hmmm , bagaimana bisa aku pergi dengan bosku sendiri ." gerrutu Audy masih merasa frustasi .
"Sudahlah Audy , kau kenapa tampak sangat frustasi , kau tinggal berjalan dengannya sama seperti kau berjalan denganku ." ucap Farrel menenangkan .
"Apa katamu , sama ? bahkan itu tidak ada samanya dalam kamusku ." ucap Audy stengah berteriak .
"Astaga Audy behenti berteriak , kita sudah sampai ayo turun ." ucap Farrel geleng - geleng kepala melihat sahabatnya .
"Yahsudah ." jawab Audy langsung turun bersama Farrel .
"Baiklah , kalau begitu lu harus ikut sama gw nanti ." ucap Audy setelah mendapat ide bagus .
"Maaf , sepertinya gak bisa ." jawab Farrel lirih dan wajah yang tampak di tekuk .
"Lu kenapa , kok gabisa sih ." jawab Audy cemberut .
"Yah gw harus jemput cewe itu buat ngajak jalan , gw di paksa juga buat jalan ama dia kalau di suru mili mending gw ikut lu ." ucap Farrel dengan suara yang terdengar menahan kekesalan .
"Hmmm , yah sudah kalau gitu lu harus ajak Gaby jangan berduaan aja sama dia ." ucap Audy memberi saran .
"Ide bagus , thanks ." jawab Farrel sambil tersenyum dan mengacak - acak rambut Audy , Audy ikut tersenyum melihat sahabatnya bisa tersenyum kembali .
Mereka akhirnya memasuki kantor dan melanjutkan pekerjaan yang tertunda karena makan siang .
Jam berlalu begitu cepat , sekarang sudah jam pulang , Audy meminta Farrel untuk buru - buru karena harus menemi kakeknya untuk menghadiri jamuan .
"Farr , cepetan dikit bole gak ." ucap Audy sambil melirik arloji miliknya .
"Iya ." singkat Farrel .
Yah setelah perjalanan melelahkan akhirnya Audy dan Farrel sudah tiba di mension keluarga Audy .
"Thanks yah rell , maaf ngerepotin ." ucap Audy sambil tersenyum .
"Gak ngerepotin kok tenang aja ." jawab Farrel sambil membalas senyuman sahabatnya .
"Yaudah gw balik dulu yah Au ." pamit Farrel pada sahabatnya .
"Hati - hati di jalan yah , jangan ngebut di jalan ." jawab Audy , setelah itu Audy tampak masuk kedalam setelah memastikan mobil Farrel sudah tidak kelihatan lagi .
Hari ini Audy di antarkan oleh Farrel karena supirnya ada urusan mendadak dan bersangkut dengan keluarga , makanya Audy di antarkan langsung oleh sahabatnya , pada awalnya Audy menolak tapi bukan Farrel jika membiarkan Audy pulang sendiri menggunakan taksi .
"Audy pulang ." teriak Audy setelah memasuki pintu utama .
"Selamat malam non ." sapa pembantu menyambut kepulangan Audy seperti biasa .
"Malam bi , apa ada kakek ?" tanya Audy pada maid yang menyambutnya .
"Tuan besar sedang berada di ruang kerjanya nona ." jawab maid sambil menundukan kepala .
"Oke terima kasih , kau bisa melanjutkan pekerjaan mu ." ucap Audy sambil tersenyum .
"Baik non ." ucap maid tersebut sambil berlalu pergi dari hadapan Audy .
Audy langsung berjalan menuju ruang kerja sang kakek untuk menanyakan apa jadi untuk pergi atau tidak .
"Kakek ." ucap Audy dari depan .
"Masuk nak ." terdengar suara jawaban kakek dari dalam ruang kerja .
"Kakek apa kita jadi pergi ?" tanya Audy memastikan kembali .
"Jelas saja jadi , sekarang kamu segera siap - siap karena sebentar lagi kita sudah harus berangkat ." jawab kakek menjelaskan .
"Baiklah , tunggu sebentar yah kek ." jawab Audy dan kemudian berlalu pergi meninggalkan ruang kerja kakeknya .
Audy berlalu menuju langsung ke kamarnya di lantai dua untuk segera mandi dan berganti pakaian serta melapisi makeup tipis , karena sudah pasti disana akan ada banyak rekan bisnis kakeknya , Audy tidak ingin terliat gembel untuk malam ini demi sang kakek .
Thanks banget buat kalian semua yang udah setia membaca dan menunggu , sorry juga buat kemarin gak upp karena lagi gak enak badan , jangan lupa buat VOTE , LIKE KOMEN , thanks guys .
Mampir juga langsung cek di profile .
"Menikah ."
"Kebahagian & Kehancuran."