NovelToon NovelToon
Penguasa Para Dewa

Penguasa Para Dewa

Status: tamat
Genre:Iblis / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:439.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Angin malam berhembus dingin, membawa aroma pinus yang tajam menyapu halaman belakang sekte pinggiran. Lin Chen duduk bersila di atas batu basal yang dingin, menarik napas panjang. Malam ini terasa berbeda. Setelah bertahun-tahun menderita dan dihina oleh sesama murid, ia akhirnya bangkit dan menyadari satu kebenaran mutlak yang selama ini tertidur di dalam darahnya: tubuhnya sama sekali bukanlah sampah. Meridian yang selama ini tersumbat perlahan mulai beresonansi, menandakan ia telah melangkah mantap di tahap awal kultivasi, yakni ranah Penempaan Tubuh.

Ia membuka mata perlahan. Tepat pada saat itu, dari kejauhan di bawah cahaya bulan purnama yang pucat, pandangannya tertuju pada sesosok gadis yang sedang berdiri di anjungan tebing.

Gadis itu adalah Su Qingyue. Untuk pertama kalinya, Lin Chen melihatnya dari jarak sejauh ini, tampak sangat dingin dan cantik tiada tara, seolah-olah ia bukanlah makhluk yang berasal dari dunia yang fana ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33: Perpisahan Sementara

Angin senja menyapu pelataran Balai Misi Tertinggi, membawa hawa dingin yang tersisa dari robekan gerbang spasial. Setelah pengumuman dari Tetua Wu mengenai Seleksi Murid Warisan yang akan diadakan tiga bulan lagi, kerumunan murid perlahan mulai membubarkan diri. Masih ada sisa ketidakpercayaan di mata mereka saat menatap Lin Chen dan Su Qingyue.

Di sudut pelataran, Tetua Puncak Salju menatap muridnya dengan ekspresi yang rumit. Di satu sisi, ia sangat bangga karena Su Qingyue berhasil menembus batas alam fana dan mencapai ranah Pondasi Abadi (Foundation Establishment) di usia yang begitu muda. Di sisi lain, ikatan yang terjalin antara muridnya dan pemuda berjubah abu-abu itu kini terlalu nyata untuk diabaikan.

"Qingyue, kita kembali ke Puncak Salju sekarang," ucap sang Tetua dengan nada tegas, memecah keheningan di antara mereka berdua. "Kau baru saja menyerap energi yang sangat buas. Fondasi Pondasi Abadi-mu masih goyah dan membutuhkan meditasi es setidaknya selama beberapa minggu ke depan."

Su Qingyue tidak membantah. Ia menoleh ke arah Lin Chen yang berdiri beberapa langkah di darinya. Tanpa kata-kata, gadis itu menyentuh kalung manik batu hitam di lehernya dengan ujung jarinya sebuah gestur kecil pengingat akan janji sehidup-mati yang mereka buat di dalam Reruntuhan Kuno Jurang Bintang Runtuh.

Lin Chen tersenyum tipis dan mengangguk pelan. "Fokuslah pada kultivasimu. Sampai jumpa tiga bulan lagi di arena seleksi."

"Jangan mati sebelum aku sempat mengalahkanmu," balas Qingyue dengan nada datar andalannya, namun mata jernihnya memancarkan kehangatan yang mendalam. Ia kemudian berbalik dan melesat ke udara mengikuti gurunya, meninggalkan jejak kabut es tipis di udara.

Setibanya Lin Chen di asrama pelataran inti, ia langsung disambut oleh pelukan erat yang nyaris meremukkan tulang rusuk dari sahabat gempalnya, Zhu Da.

"Chen-ge! Kau selamat!" isak Zhu Da dengan dramatis. Pemuda yang biasanya hanya memikirkan makanan itu tampak benar-benar cemas. "Kudengar tingkat kematian di dalam sana mencapai enam puluh persen! Aku hampir saja membakar dupa untuk mendoakanmu sambil memakan paha ayam panggang utuh sendirian!"

Lin Chen tertawa pelan, melepaskan diri dari pelukan sahabatnya. "Aku masih hidup, Zhu Da. Dan aku membawa oleh-oleh."

Lin Chen melemparkan sebuah kantong penyimpanan kecil yang berisi beberapa tanaman spiritual tingkat rendah dan daging monster purba yang sempat ia kumpulkan sebelum Reruntuhan Kuno runtuh. Mata Zhu Da langsung berbinar-binar melihat daging tersebut, seketika melupakan semua kesedihannya.

Begitu Zhu Da sibuk di dapur asrama, Lin Chen masuk ke ruang meditasinya dan mengunci pintu. Ia duduk bersila dan menutup matanya. Penderitaan dari energi buas Teratai Bintang Kembar telah menjadi saksi bisu dari lompatan kekuatannya yang luar biasa.

Di dalam lautan kesadarannya, Tua Hitam bermanifestasi dalam wujud asap kelabu. Suara roh kuno itu terdengar sangat serius.

"Bocah, kau sekarang berada di ranah Pengumpulan Qi Tingkat 6. Dengan kepadatan tulang gajah purbamu, kau memang bisa meremukkan kultivator di puncak Tingkat 9 sekalipun," analisis Tua Hitam. "Namun, jangan sombong. Seleksi Murid Warisan adalah panggung di mana monster sejati akademi akan keluar dari pengasingan mereka. Lawanmu bukan lagi anak-anak bau kencur seperti Liu Zhan."

"Aku tahu," jawab Lin Chen tenang. "Beberapa murid warisan pasti sudah berada di ranah Pondasi Abadi. Mengandalkan Teknik Tinju Penghancur Bintang Purba tingkat pertama saja tidak akan cukup jika mereka memiliki kecepatan dan domain energi."

"Tepat," angguk Tua Hitam. "Selama tiga bulan ke depan, kau harus menstabilkan sisa-sisa api emas-hitam dari Teratai Bintang Kembar di dalam Dantian-mu. Dan yang paling penting, kau harus menyempurnakan Langkah Bintang Jatuh agar tidak ada satu pun kultivator Pondasi Abadi yang bisa menyentuh ujung bajumu."

Sementara Lin Chen memulai masa pengasingan tertutupnya, atmosfer yang sangat berbeda menyelimuti Aula Utama Fraksi Harimau Ungu.

Tetua Kuang duduk di kursi kebesarannya dengan wajah memerah menahan amarah. Meja batu giok di hadapannya telah hancur menjadi debu akibat luapan energi Inti Emas-nya. Kehilangan lima murid elit di dalam Alam Rahasia terutama di tangan seorang murid yang baru saja bergabung adalah tamparan keras bagi reputasi fraksinya.

Di bawah undakan, berlutut seorang pemuda dengan aura yang sangat liar dan haus darah. Di punggungnya terpasang dua bilah pedang melengkung. Fluktuasi Qi-nya sangat kental, melampaui batas fana dan memancarkan tekanan dari ranah Pondasi Abadi tahap awal.

Ia adalah Liu Meng, murid warisan kebanggaan Fraksi Harimau Ungu, sekaligus kakak kandung dari Liu Zhan yang sebelumnya telah dilumpuhkan oleh Lin Chen.

"Guru," suara Liu Meng terdengar serak dan berat. "Biarkan saya memotong kepalanya malam ini juga."

"Jangan bodoh!" bentak Tetua Kuang. "Tetua Wu sudah memperingatkan dengan jelas. Jika kau menyerangnya di luar arena resmi, kau akan dieksekusi oleh hukum akademi!"

Tetua Kuang bangkit berdiri, matanya menyipit memancarkan niat membunuh yang beracun.

"Namun, tiga bulan lagi adalah Seleksi Murid Warisan. Pertarungan di atas Arena Bintang tidak memiliki batasan hidup dan mati jika kedua belah pihak menyetujui kontrak darah," lanjut Tetua Kuang, menyeringai kejam. "Tingkatkan terus kultivasimu, Liu Meng. Saat seleksi itu tiba, aku ingin kau mematahkan setiap tulang di tubuh bocah itu di hadapan seluruh akademi. Buat dia menyesal telah dilahirkan ke dunia ini."

"Sesuai perintah Guru," jawab Liu Meng, mengangkat wajahnya dengan senyum pembunuh.

1
Ompong
mantap Thor lanjutkan
EKO BUDI PRASETYO
bodohnya Ndak kelar kelar...... cukkkkkk
EKO BUDI PRASETYO
MC ne sombong e eram, kultivasi rendah pengin e cm perang AE.... Ra masuk akal
EKO BUDI PRASETYO
keliatan goblok nya ini lama2, author yg cerdas dikit dong.... haiyahhh 🤣
EKO BUDI PRASETYO
helehhh, lagi lagi selamat dr ancaman bahaya bukan karena kemampuan, tp karna beruntung yg dibuat buat 🤣🤣🤣
EKO BUDI PRASETYO
masih lemah grusa grusu, sembuhin diri dulu, perkuat kultivasi.... keliatan penulisnya ceroboh, mau gaya gaya an dg siasat baru, ato pertolongan baru ... nulis itu yg nalar dan logis... JD enak di bacanya... kecuali jiplak karya lain dan merubah alur ato nama sedikit 😄
EKO BUDI PRASETYO
kakean gaya, terlalu ambisi tak punya kemampuan... apakah mengikuti karakter penulisnya 🤣
EKO BUDI PRASETYO
pelajari harta Karun mu, percuma nduwe harta Karun Ra naik kultivasi nya 🤣
EKO BUDI PRASETYO
kakean gaya kultivasi Ndak naik naik, musuh nya sj SDH jauh diatas kultivasi nya MC...
EKO BUDI PRASETYO
kapan meningkatkan kultivasi nya,
Aloy Winaryo
sadis
Kang Wit
bagus
Aloy Winaryo
warisan
Aloy Winaryo
cari
Carlo Bren
Mereka sudah pergi ketika undangan diberukan ke Lin Chen.. Bagaimana dia tahu itu? /Speechless/
Bakulgeblek
"mengendalikan" to ahhh...
nek memegang malah kek jongos kesannya 🤣🤣🤣🤣
Bakulgeblek
tetap masih untuk kepentingan kelompok /Whimper//Whimper//Whimper//Whimper/
kapan bisa berdiri netral utk kepentingan semua...
Naisha Anindya
gambarnya kok aku pernah liat di hp papaku ya🤣
Rajo kaciak
keren banget
Aloy Winaryo
brutal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!