NovelToon NovelToon
Dewa Iblis

Dewa Iblis

Status: tamat
Genre:Action / Petualangan / Fantasi Timur / Balas dendam. / Dan budidaya abadi / Budidaya dan Peningkatan / Kebangkitan pecundang / Tamat
Popularitas:8.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: jack mad

Kisah seorang anak yg tak kenal orang tua..mencoba bertahan dari keras nya hidup dalam dunia persilatan...di asuh oleh 3 orang gembong iblis, mencoba bertahan hidup..untuk mebalas dendam..terhadap orang2 yg tlah mencelakai orang2 yg di cintai nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jack mad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch : 26 Perpisahan

"Nak! Kau sudah sadar? Tanya Kim Mo.

Seperti tak mendengar perkataan dari kakeknya,

Shin Mo masih duduk terdiam, seperti sedang termenung.

Shin mo perlahan mengangkat kedua tangan dan terlihat oleh Kim Mo, mata baru Shin Mo seperti melihat kedua tangannya yang terangkat naik.

"Nak, jawab aku! Apakah kau sudah bisa melihat aku? lembut suara Kim Mo, bertanya pada Shin Mo.

Mendengar suara sang kakek, Shin Mo menengok

ke arak kakeknya dan berkata.

"Kek....Kakek!

"Aku....aku, belum....belum bisa melihat kakek!

jawab Shin Mo terbata bata, ada nada sedih dari

perkataannya.

"Apaa! Terdengar suara seperti tak percaya dari

Kim Mo dan Nio nio.

Lalu semua yang berada di dalam kamar diam,

Dan suasana di dalam kamar terasa hening.

"Kakek Kim! Biarlah, tak usah menjadi cemas."

Shin Mo angkat bicara untuk mencairkan suasana,

mungkin belum jodoh Shin er untuk dapat melihat,

sahutnya sambil tersenyum.

Mendengar perkataan Shin Mo, Nio nio

langsung menubruk bocah itu.

"Maaf kan bibi nak! Sambil menangis tersedu.

Kenapa bibi minta maaf kepada Shin er? Kan bibi tak punya salah apa apa," ucap Shin Mo.

Kim Mo berdiri sambil termenung, seperti ada

yang ia pikir kan, tak lama ia pun mulai tersenyum.

"Nak, Coba kau kerahkan tenaga dalam mu,

ke arah mata! berkata Kim Mo.

Shin Mo menuruti perintah kakeknya,

lalu ia menahan nafas, dan mengalirkan tenaga

dalamnya yang berputar putar seperti gelombang

di sekitar perut, ke arah mata baru nya itu.

Terlihat wajah dari ketiga orang itu seperti mengharapkan suatu keajaiban terjadi.

Mata baru Shin Mo terlihat bercahaya dan lebih

merah serta terlihat agak menyeramkan.

"Aku melihat cahaya kek! Jawab Shin Mo girang

tapi...tapi, aku tetap tak bisa melihat wajah kakek

paman, serta bibi."

Mendengar itu kim mo tersenyum, "aku tau

sekarang," ucap Kim Mo

"Tau apa toako? Tanya Hek Mo penasaran

Tanpa menjawab pertanyaan Hek Mo, Kim Mo

bertanya kepada Shin Mo.

"Apakah cahaya yang kau lihat berwarna merah? shin mo mengangguk mendengar pertanyaan Kim Mo.

"Kami bertiga di sini dan apa kau juga melihat cahaya merah ada tiga yang masing masing terpisah, apa betul perkataanku?

Kim Mo memberi tanda kepada Nio nio untuk

bergeser ke kiri dan Hek Mo bergeser ke kanan.

Di mana warna merah itu sekarang? Tanya Kim Mo.

"Satu di depan ku, kemudian yang dua nya lagi di kiri serta kanan ku," sahut shin mo.

Ha Ha Ha

"Akhirnya! Kim Mo berkata sambil tertawa.

"Shin er! yang kau lihat itu adalah tenaga dalam kami bertiga, dengan mata baru mu itu, kau bisa melihat besar kecilnya pancaran tenaga dalam seseorang, seperti se ekor naga yang bisa melihat mahluk hidup dari panas tubuhnya."

"Itu tahapan pertama dari mata naga api itu nak,

mulai besok aku akan melatihmu dalam menggunakan mata naga api itu," berkata Kim Mo sambil tersenyum.

"Nio nio! Apa sudah kau ambil seruling itu? tanyà Kim Mo

Mendengar perkataan toako nya, Nio nio

mengeluarkan sebuah seruling hitam.

Di ujung seruling hitam, dekat tempat mulut untuk meniup, terlihat bentuk hiasan seperti kepala setan.

Kim Mo mengambil seruling hitam dari Nio nio

lalu memberikannya kepada Shin Mo.

"Nak! seruling ini di sebut seruling iblis.

"Seruling ini terbuat dari batu yang jatuh dari langit, dan batu itu mengandung baja hitam yang sangat keras, suling ini dan 1 buah kitab adalah peninggalan dari kakek guru kami yang berisi ilmu seruling pencabut nyawa, dan raungan dewa iblis, kau harus jaga baik baik seruling ini! Karna ini adalah pusaka kakek guru kami." Kim Mo berkata, sambil memberikan suling.

Shin mo terlihat gembira menerima suling dari tangan Kim Mo.

***

Sudah 30 hari sejak menerima mata baru, sambil melatih ilmu seruling pencabut nyawa, di bantu oleh kakek paman dan bibinya.

Kim Mo membuka perkataan ketika mereka berkumpul bersama,

"Nak! Agaknya saat yg di tunggu telah tiba." Kim Mo berkata.

Nio nio dan Hek mo tampak sedih mendengar

Kim Mo bicara.

Mereka sudah di beri tahu oleh Kim Mo, apa maksud pembicaraan hari ini.

"Saat apa yang di tunggu itu, kek? tanya Shin Mo.

"Ada pertemuan, pasti ada perpisahan," jawab kim mo sambil menarik nafas dalam, ada nada sedih

ketika ia bicara.

"Maksud kakek apa? tanya Shin mo karena tak mengerti.

"Kau sudah mewarisi kepandain kami bertiga,

sekarang saatnya kau mengenal dunia luar." jawab Kim Mo.

Shin mo terkejut mendengar perkataan kakeknya

di sisi lain, Nio nio air matanya terus mengucur,

Hek mo yang biasanya cerewet, hari ini diam seribu basa.

"Kakek! Shin Mo akan terus di sini menemani kalian bertiga, sambil menangis Shin Mo lalu bersujud.

"Kalian lah keluarga Shin Mo dan yang menyayangi Shin Mo selama ini," ucap Shin Mo sambil terus bersujud.

Kim Mo lalu membangunkan Shin Mo yang tengah bersujud, sambil berkata.

"Kami bertiga telah sepakat,

ini adalah jalan terbaik untuk mu, nak!"

Setelah berkata, lalu Kim Mo mengeluarkan sebuah kalung dengan liontin berbentuk kepala setan.

"Kau pakai lah kalung ini! Mungkin suatu saat

ini akan membantu mu," lanjut perkataan Kim Mo.

"Dan kau masih ingat dengan gadis yang kau nikahi dulu! Lan Hong Giok, jika kau ada waktu, temuilah gadis itu."

"Berhati hati lah nak, jangan kau terlalu percaya dengan omongan orang, ikuti kata hati.

"Dunia persilatan itu sangat kejam.

Carilah orang yang bernama Huo in, ia di kenal

dengan sebutan tabib dewa, ia pasti bisa menyembuhkan dan membuat kau bisa melihat lagi.

"Kami bertiga akan mengantar mu besok keluar dari lembah neraka, teruslah berjalan ke arah utara.

"Paman dan bibi mu sudah menyiapkan perbekalan."

Berbagai pepatah dan nasihat mengalir, dari mulut Kim Mo.

"Istirahat lah! besok kau berangkat."

Dua hari telah berlalu sejak Shin Mo meninggalkan lembah neraka.

Di sisi hutan di daerah utara,

tampak seorang remaja berpakaian hitam

yang agak compang camping, memakai caping lebar menutupi wajahnya yg penuh debu, tengah asik tidur, bersandar di sebuah pohon rindang di sisi jalan, sambil tangannya memegang sebuah tongkat bambu hitam.

1
Robby Tom
not bad
Kong Madjid
alur ceritanya tidak bagus, berantakan 😡
teguh andriyanto
dimaafkan Thor,
teguh andriyanto
pekoknmarkopok pentol geol
teguh andriyanto
pengen gwe jitak bathuk e author pake kaki beruang..
teguh andriyanto
edan, pekok
teguh andriyanto
tolol yang naif si mc
brajamusti
skippppp.... mc bangsatt...
brajamusti
ahh tololnya bener2.... benernya cuma masalah nambah istri dan m****k..
brajamusti
ayo shin tiduri semua cewenya trus tinggalin...
brajamusti
thor jangan banyak cerita cewenya.. pada murahan semua... cewenya kls PL semua.. ganjen
brajamusti
makanya jaman dulu anak Sd dah punya anak.. soalnya dah pada gatel😆😆😆
Sidik Alazhar
bagus btw gw pemula semangat buat para pemuli khususnya saya umumnya untuk semua orang makasih
Ikhsan Devanda
bego loe thor
Ikhsan Devanda
tolol loe thor
Didi h Suawa
maju teruuus
Samudra
dipikiranku hek kwi seperti killerB
Frengky Sultani
Luar biasa
warono surakarta
jadi ikan dah ..mudahan dapat ilmu lagi
warono surakarta
Luar biasa cerita menarik runtut seru pokoknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!