NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI AURORA: JERAT GAIRAH LIAR SANG TIRAN KAELEN AZRAEL

TRANSMIGRASI AURORA: JERAT GAIRAH LIAR SANG TIRAN KAELEN AZRAEL

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Mafia / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:359.3k
Nilai: 5
Nama Author: namice

Aurora—seorang montir bar-bar dan hacker genius dunia bawah—tewas mengenaskan lalu bertransmigrasi ke raga Aletheia Elixir. Aletheia adalah istri figuran yang diabaikan dan ditakdirkan mati di tangan suaminya sendiri, Kaelen Azrael—Raja Mafia bermata merah, penguasa dunia, sekaligus pria tertampan yang dirumorkan impoten.

​Enggan mati konyol, Aurora langsung menghapus riasan menor buruk rupanya, mengungkap kecantikan aslinya yang secantik Dewita malam, lalu menyodorkan surat gugatan cerai tepat di depan wajah sang tiran!

​Namun, Aurora salah perhitungan. Sifat bar-barnya yang menolak tunduk justru menyulut ego sang tiran. Dan yang paling mengerikan... tepat saat mata merah Kaelen menatap pesona Aurora yang mencoba menolaknya, penyakit impoten sang tiran sembuh.​

Gairah Kaelen yang telah mati bertahun-tahun meledak dengan begitu liar dan haus darah.
​Bukannya bebas, Aurora justru ditarik paksa ke atas sofa. Surat cerai terhempas berantakan, digantikan kukungan penuh kuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HUKUMAN DI ATAS RODA YANG BERPUTAR

​Kilatan lampu blitz jurnalis pasar gelap seolah membeku di udara saat Kaelen Azrael melompati undakan podium dengan satu gerakan predator yang teramat tangkas. Sebelum pasang mata puluhan petinggi dunia bawah tanah sempat mencerna apa yang terjadi, lengan kekar sang tiran sudah melingkar mutlak di pinggang ramping Valkyrae. Dengan kekuatan dominan yang tidak menerima bantahan sekecil apa pun, Kaelen mengangkat tubuh ramping Rae, membopongnya di atas bahu kokohnya laksana tawanan perang yang paling berharga.

​"Kaelen! Turunkan aku, bajingan posesif!" pekik Rae bar-bar, tangan lentiknya memukul punggung keras Kaelen tanpa ampun. Gaun malam marunnya tersingkap sedikit, memperlihatkan paha mulusnya yang kini menjadi tontonan takjub, namun Kaelen segera menutupi bagian itu dengan telapak tangan besarnya yang protektif ekstrem.

​"Diam, Aletheia! Kau sudah cukup bermain drama malam ini," desis Kaelen, suara bariton rendahnya bergetar oleh amarah gila dan gairah rindu yang sudah berada di titik didih.

​Cyra mencoba melangkah maju untuk menghalangi, namun moncong senjata laras panjang dari sepuluh pasukan bayangan Azrael Corps yang baru saja merangsek masuk langsung mengunci pergerakannya. Kaelen melangkah lebar memotong auditorium Grand Nebula, membawa ratu sibernya keluar menembus pintu darurat menuju pelataran parkir khusus, di mana sebuah limosin hitam berlapis baja dengan kaca yang teramat gelap sudah menunggu dalam kondisi mesin menyala.

​Brak!

​Kaelen mencampakkan tubuh Rae ke atas sofa kulit mewah di dalam kabin limosin yang teramat luas. Pria itu masuk tepat di belakangnya, membanting pintu baja tersebut, dan menekan tombol pengunci otomatis dari balik kemudi sekat internal.

​"Jalan! Pacu kendaraan ini memutari jalan tol lingkar luar sektor tiga hingga fajar menyingsing, jangan berhenti sebelum aku memberi perintah!" bentak Kaelen melalui interkom kepada sopir pribadinya di depan.

​Begitu limosin melesat membelah jalanan malam dengan kecepatan tinggi, keheningan di dalam kabin belakang berubah menjadi atmosfer yang teramat pekat, panas, dan berbahaya. Rae mencoba bangkit, membetulkan gaun marunnya yang berantakan, lalu menatap suaminya dengan senyuman miring tiraninya yang tetap menantang tajam meski posisinya terdesak.

​"Kau benar-benar tidak punya otak, Kaelen Azrael," maki Rae seksi, napasnya tersengal pendek karena lelah setelah aksi pelariannya tadi. "Menyeret CEO peraih tender militer di depan sekutumu sendiri? Kau baru saja mempermalukan namamu di dunia bawah."

​Kaelen tidak merespons dengan kata-kata. Pria posesif ekstrem itu melepaskan dasi hitamnya dengan satu sentakan kasar, lalu membuka tiga kancing teratas kemejanya, memperlihatkan dada bidangnya yang naik turun memburu pekat. Sepasang mata merah mautnya menggelap total, memancarkan keliaran obsesi gila yang selama satu minggu ini terpendam di balik kecurigaannya.

​"Aku tidak peduli dengan nama baik, Istriku," bisik Kaelen, suaranya parau dan berat, dipenuhi hasrat purba yang menuntut kepatuhan mutlak. Pria itu merangkak maju di atas lantai karpet beludru limosin, menyudutkan raga Rae hingga wanita itu terhimpit di antara sofa kulit dan dinding kendaraan yang bergetar halus akibat roda yang berputar kencang di luar.

​"Kau... kau membohongiku dengan hologram murahan itu. Kau membuang sup nutrisiku, meretas sistem keamananku, dan berdiri di atas podium itu seolah-olah kau adalah penguasa di atasku," desis Kaelen, mencengkeram rahang murni Rae dengan cengkeraman yang kuat namun pekat akan keintiman yang menyiksa. "Kau harus membayar setiap milidetik kelancanganmu malam ini, Aletheia. Di atas roda yang berputar ini, aku akan memastikan kau mengingat siapa pemilik mutlak atas raga dan jiwamu."

​Rae mendongak, kilat bar-bar di sepasang mata cokelat madunya tidak luntur sedikit pun. "Lakukan sesukamu, Tuan Posesif. Tubuhku mungkin bisa kau kunci di dalam mobil sialan ini, tapi otakku... Aletheia Tech akan tetap meremukkan Azrael Corps hingga berkeping-keping."

​Tantangan bar-bar dari bibir mungil Rae menjadi sumbu terakhir yang meledakkan seluruh kewarasan Kaelen. Sang tiran langsung menunduk, menerkam dan membungkam bibir bengkak Rae dengan satu ciuman yang luar biasa menuntut, dalam, dan kasar. Lidah besarnya merangsek masuk, menjajah kembali rongga mulut Rae tanpa memberikan celah bagi wanita itu untuk menghirup udara. Rae melenguh tertahan, kedua tangannya yang mencoba mendorong dada bidang Kaelen justru ditarik paksa oleh sang tiran.

​Hukuman ronde pertama dieksekusi Kaelen dengan posisi missionary yang disesuaikan di atas sofa limosin. Kaelen merobek bagian bawah gaun marun mahal milik Rae tanpa memedulikan harganya, membiarkan kaki mulus porselen istrinya terekspos sepenuhnya di bawah pencahayaan lampu LED interior yang temaram keemasan. Tanpa memberikan pemanasan yang lembut, Kaelen langsung menghantamkan inti kaelan mininya yang tegap sempurna dalam satu kali hentakan mutlak yang menghunjam teramat dalam.

​"Akh! Kaelen... bajingan gila... pelan!" jerit Rae parau, kepalanya terlempar ke belakang, bertumpu pada sandaran lengan sofa yang empuk. Guncangan dari pergerakan limosin yang melaju kencang di jalan tol berpadu dengan ritme hantaman Kaelen yang brutal dan cepat, menciptakan sensasi gairah yang teramat menyesakkan indra peraba Rae.

​Kaelen tidak mendengarkan makian istrinya. Setiap kali Rae memaki, Kaelen justru mempercepat tempo gerakannya, membiarkan tubuh besarnya menindih habis raga lemas Rae, memaksanya menelan seluruh kepuasan liar yang dia tuntut malam itu. Air mata kenikmatan yang samar mulai mengalir di sudut mata cokelat madu Rae seiring dengan guncangan tubuh mereka yang berpadu dengan kecepatan roda limosin di luar.

​Memasuki ronde kedua, Kaelen mengubah posisi dengan gaya yang jauh lebih mendominasi demi memuaskan hasrat bucin posesifnya yang ingin menguasai Rae sepenuhnya. Pria itu mendudukkan dirinya di atas lantai beludru kabin limosin, lalu menarik pinggul ramping Rae agar duduk di atas pangkuannya dalam posisi mating yang berhadapan (face-to-face). Posisi ini memaksa inti mereka menyatu dengan tingkat kedalaman yang teramat ekstrem dan menyiksa.

​"Lihat aku, Sayang... tatap mataku saat kau menerima hukumanku," perintah Kaelen dengan suara bariton parau yang pekat akan keliaran nafsu purba. Kedua tangan kekarnya mencengkeram erat pinggul Rae, mengangkat dan menurunkan tubuh lemas istrinya di atas miliknya sendiri dengan ritme yang lambat namun menghunjam sangat dalam hingga ke hulu.

​Rae mencengkeram bahu kokoh Kaelen yang sekeras batu dengan kuku-kukunya yang memutih. Pandangannya mengabur, kepalanya pening akibat hantaman gairah berlapis yang bertubi-tubi menyerang fisiknya. Dalam posisi intim ini, dia dipaksa untuk menatap langsung ke dalam sepasang netra merah maut Kaelen yang berkilat penuh kepuasan gila melihat bagaimana sang dewi hacker kelas kakap kini hanya bisa mendesah pasrah, gemetar, dan menyerahkan seluruh otoritas tubuhnya di bawah kukungannya.

​Kaelen menunduk, menggigit pelan bahu mulus Rae yang terekspos, meninggalkan bekas kemerahan baru yang permanen di atas kulit porselen istrinya seiring dengan puncak kepuasan yang kembali meledak bersamaan dengan getaran suspensi limosin mewah yang terus melesat membelah kegelapan malam sektor tiga.

1
Mekinus asso Asso
selamat malam 🙏🙏
Author ckv
kesalahan sgt fatal, bukannya merubah alur ceritanya malah jdi gini, hrsnya tetap pke make up ondel" dlu, baru pertengahan berubah penampilan😭😭
Risma Arsita
Ceritanya menarik
Burhanuddin S Pd
cyra ini bkn kah asisten aletheia ya, kok jd rae
DC
Deg degan banget bacanya
Indra Wahyu Rianti
rae gak jelas. sok bgt. gak faham arah novelnya mau dibawa kemana.
Cici Kaswara
masa iya ada yg seperti itu thor keluar berkali2,,dan perempuan apa gak pingsan itu...hanya di dunia novel yg sprt ini😅
jeakawa loving❤️
nah ini baru betul,biar dulu waktu jadi Aurora dia kuat jago beladiri dll,tapi begitu transmigrasi dia juga ada takutnya dan ngeri juga Ama orang yang kuat lagi di dunia lainnya,kan kebanyakan gak Kya gt KLO dia kuat maka pas transmigrasi juga dia tetep kuat
D..
👍
Cristia Mikhailah
ini ceritanya ciplakan novel sebelah ya, alnya ku pernah baca. awalnya ku masih ragu TPI makin kesini ceritanya semakin mirip. dan lagi ceritamu ini entah krna ciplakan atau apa jdi TDK nyambung Thor.
Dapur Penyet
kenapa baca aja tegang bgini gw .. siip bget penulis nya ini .. bikin jadi dag-dig-dug gw 👍
cowettttttt
hadeuh d eksekusi LG kpn si rea bangun nya
cowettttttt
ga kebayang lengket nya itu kagak mandi2 Thor 🤣🤣🤣🤣🤣takut nya nanti dower lah mulut bawah nyaa
cowettttttt
pake baju rea takut masuk angin
Dewi Citra
di hajar trus tdi t4 tidur gk di kasih makan, .hebat rea 💪💪 gak pingsan masuk UGD. di mansion yg besar kyk istana gak ad pelayan ya. biar pun rea di hukum tp ad lah palayan yg ngurus ya.
Anonim
Authornya lupa ato gmna cyra kan ketangkap bareng aurora ya
Enik Susianah
memang si rae tdk pernah bersih2 badannya.
Retno Palupi
meskipun kurang paham bahasa nya tp ceritanya bagus😁
Icam Icam
lama lama jengkel gua sedikit sedikit adegan sex setiap bab gua rasa ada adegan sex terus, jadi bosan pergerakan rae di batasi terus oleh kaelan, udahlah skip aja
Lucyana H
awas aja.rea kmu jgn jatuh cinta sama si kaelen ,inget kmu udah mati di bunuh sm di kael ,jgn mau kembali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!