NovelToon NovelToon
Menikahi Calon Suami Kakak'Ku

Menikahi Calon Suami Kakak'Ku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Spiritual / Tamat
Popularitas:858.7k
Nilai: 5
Nama Author: Noor Hidayati

sinopsis :

Mendadak Nisa harus Menikah menggantikan posisi kakak'Nya yang membatalkan pernikahannya seminggu sebelum hari pernikahan,
Akankah pernikahan Nisa berjalan lancar"..?
akankah kakak'Nya menyesali keputusannya"..?
ikuti Terus Novel "Menikahi Calon Suami kakak'ku" untuk mengetahui cerita selengkapnya 🤗❤️

🖋️ Noor Hidayati 💫

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noor Hidayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ikhtiar Kami

"Telfonan sama siapa?" tanya Rudi yang tiba-tiba berdiri di belakang Nisa.

"Dari Rani Mas,"

"Oh, bagaimana kabarnya?"

"Baik Mas, sekarang dia sudah bekerja di Cikarang,"

"Syukurlah,"

"Mas mumpung Mas libur, kita pergi ke dokter yang Mbak Yani saranin yuk,"

"Mbak Yani siapa?" Tanya Rudi datar.

"Mbak Yani temenku loh Mas, kemarin kan aku dah cerita," ucap Nisa sedikit cemberut.

"Oh.. Mbak Yani? yang kamu bilang sulit memiliki anak itu?"

Nisa mengangguk-nganggukan kepalanya.

"Kita kan sudah menikah hampir 5th, dan Hafizah juga sudah 3th, jadi sambil program hamil, pas bayi kita lahir Hafizah sudah cukup besar,"

"Ya sudah, kalau begitu ayo berangkat,"

"Kalau begitu Aku nyiapin Hafizah dulu," ucap Nisa tersenyum bahagia.

Sepanjang perjalanan Nisa terus membaca Do'a agar segera memiliki keturunan,

"Rabbi hablii min-ladunka dzurriyyatan thayyibatan innaka samii’uddu’a.

Artinya: Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa. (QS Ali Imran: 38)

Nisa terus membaca itu, dan menjadikannya zikir harian, meskipun selama ini Nisa telah mengamalkannya, dan belum juga Allah mengabulkan, namun Nisa yakin jika Allah akan mengabulkan Doanya di waktu yang tepat menurut Allah.

Beberapa saat kemudian Merekapun sudah tiba di klinik spesialis kandungan yang Mbak Yani rekomendasikan.

Dokter mulai memeriksa Nisa dan memasukan alat kecil kedalam rahimnya, Dokter pun memantau isi dalam rahim Nisa dari layar komputer.

"Semuanya bagus, bahkan sudah ada sel telurnya," ucap Dokter tersenyum ramah.

"Benarkah?" tanya Nisa dan Rudi bebarengan.

"Ya, tapi masih sangat kecil, jadi ini giliran tugas suami," ucap Dokter tersenyum.

Rudi yang berdiri tidak jauh dari Nisa sambil menggendong Hafizah langsung merasa malu mendengar ucapan dokter.

"Usahakan malam ini juga yah, ini waktu yang paling tepat," lanjut Dokter.

Mereka pun saling menatap malu-malu.

Dokter tersenyum menggelengkan kepalanya melihat mereka yang malu-malu membicarakan hal ini pada dokter.

"Baiklah dokter terimakasih," ucap Nisa bangun turun dari ranjang pemeriksaan.

Merekapun keluar dari klinik dengan harapan yang sangat besar.

"Mas dengar itu? Kesempatan kita untuk memiliki anak sendiri sudah semakin dekat," ucap Nisa bersemangat.

"Ya, semoga ikhtiar kita kali ini berhasil ya Dek," ucap Rudi.

Sebenarnya mereka memang sudah mencoba berbagai cara agar segera memiliki keturunan.

Mulai memeriksakan kesuburan, dengan cara tradisional, hingga obat-obatan herbal, namun hingga kini mereka belum di karuniai keturunan.

*****

Suraya sedang di ajak kerumah Veri untuk menemui kedua orang tuanya.

Tatapan sinis ibu Veri terlihat jelas jika ia tidak menyukai Suraya.

Suraya tertunduk dan sangat tidak nyaman dengan tatapan calon ibu mertuanya itu.

"Veri sudah cerita semua tentang kamu, Veri bilang kamu sudah memiliki anak?" tanya Virnie Ibunya Veri.

"Sudah Tante," Suraya tak berani menatap wajah wanita paruh baya itu.

"Sudah cerai?" Tanyanya sinis.

"Sudah," jawab Suraya berbohong.

"Ada surat cerainya?"

Suraya menggelengkan kepalanya.

"Heh, jangan-jangan kamu memang gak nikah lagi," cibir Virnie.

"Ibu..." Ucap Veri meminta ibunya tidak bicara yang bukan-bukan.

"Kenapa kamu menyuruh ibu diam?" bentak Siswanto

Veri pun terdiam mendengar ucapan dari ayahnya.

"Sikap ibumu benar, kami harus benar-benar tau wanita ini sudah menikah atau belum, kalau sudah bercerai mana surat perceraiannya? Statusnya harus jelas, kami masih bisa menerima jika dia memang benar-benar janda , tapi kami tidak terima jika ternyata anak itu hasil hubungan di luar nikahnya!" tegas Siswanto.

"Sudah cukup!" Suraya yang sudah tidak tahan dengan pertanyaan-pertanyaan yang ayah dan ibu Veri lontarkan langsung bangun dari duduknya.

"Suraya.." lirih Veri.

Kedua orang tua Veri pun berdiri menatap Suraya.

"Katakan saja sejak awal jika kalian tidak menyukai ku, tidak perlu mempertanyakan dan menyudutkan ku seperti ini!" ucap Suraya kesal.

"Suraya jaga bicaramu pada orang tuaku?" ucap Veri memegang tangan Suraya.

"Kenapa! Kenapa aku harus menjaga ucapanku jika kamu hanya diam saja mendengar pertanyaan dari mereka yang menyudutkan ku? Hegh! Kamu juga membenarkan pertanyaan mereka kan?" Suraya menatap melepaskan tangannta dengan kasar.

Veri tidak bisa menjawabnya karena memang selama ini di dalam hati kecilnya juga meragukan Suraya yang mengatakan dia hanya menikah siri makanya tidak memiliki surat cerai.

"Kalian semua sama saja," Suraya langsung keluar dari rumah Veri.

"Suraya.." Veri mencoba mengejarnya.

"Wanita seperti itukah yang kamu ingin jadikan istrimu?" tanya Ayah menghentikan langkah Veri.

"Lihat cara bicaranya kepada mu, kepada kami, tidak ada hormat-hormanya sama sekali," sambung ibu.

"Coba sekarang kamu fikirkan, apa yang bagus dari wanita itu? sudah bicaranya kasar, status tidak jelas, wanita seperti itukah yang ingin kamu jadikan ibu dari anak-anakmu?" Lanjut ayah.

Veri terdiam dan mulai berfikir.

"Semua orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya, begitupun dengan kami, kami hanya ingin kamu mendapatkan wanita yang baik untuk anak-anak mu," ucap ibu.

Veri melihat keluar dan sudah tidak melihat Suraya.

*****

"Surat apa ini?" ucap ibu yang menemukan amplop surat di teras rumahnya.

Tidak ada nama si penerima maupun si pengirim dalam amplop itu.

Ibu pun membuka isi amplop itu dan betapa terkejutnya ibu melihat beberapa lembar uang pecahan seratus ribu di dalamnya.

"Uang?" Ibu memeriksa kembali isi amplop itu dan menemukan selembar surat di dalamnya.

Ibu mengambil surat itu dan membacanya :

Assalamualaikum, Buat Suraya dan keluarga, Mohon maaf atas semua yang telah saya lakukan selama ini, ini nomer HP saya xxxxxxxxxxxx , saya akan datang dan mempertanggungjawabkan perbuatan saya setelah pekerjaan saya selesai," Bagas.

Begitulah isi surat dari Bagas, pria yang selama ini menghilang tanpa kabar.

"Siapa yang harus aku beritahu dulu? Nisa atau Suraya?" gumam ibu.

Ibu pun berfikir siapa yang harus ia beritahu terlebih dahulu.

Dan akhirnya ibu memutuskan untuk menghubungi Nisa terlebih dahulu.

"Assalamualaikum," ucap Nisa begitu mengangkat telfon dari ibunya.

"Waalaikumsalam Nisa,"

"Ada apa ibu? Apa ibu baik-baik saja?" tanya Nisa khawatir.

"Ibu baik-baik saja nak, ibu hanya ingin memberitahukan tentang surat yang Bagas kirim ke rumah," jelas ibu.

"Apa! Bagas kirim surat?" tanya Nisa terkejut.

"Iya, bahkan Bagas menyelipkan uang di surat itu,"

"Lalu apa isi suratnya ibu?"

"Bagas hanya meminta maaf dan mengatakan akan mempertanggungjawabkan perbuatannya, dia juga meninggalkan nomer telfon," lanjut ibu.

"Baiklah sekarang ibu sebutkan nomernya aku akan mencatatnya," Nisa langsung mencari kertas dan pulpen.

"Baiklah, sekarang sebutkan berapa nomernya ibu,"

Ibu menyebutkan nomer yang Bagas tulis.

"Baiklah, biar aku yang memberitahu kak Suraya tentang hal ini,"

"Baiklah kalau begitu ibu tutup telfonnya, Assalamualaikum,"

"Waalaikumsalam,"

"Akhirnya setelah tiga tahun menghilang pria itu muncul juga," batin Nisa.

Bersambung...

1
Surati
bagus
anti sinetron suara hati istri
niat keramas abis melahirkan apa thor?
itu adus apa namah?
Anonymous: Ceritanya sangat bagus, banyak pembelajaran yg sangat bermanfaat
total 1 replies
Nurlaila Hasan
Luar biasa
Brayen
vina apa nisa ???
Brayen: ouh iya thor dah paham, dah baca sampai tamat 👍
total 2 replies
Dede Mila
/Scowl//Scowl//Scowl/
MommaBear
Luar biasa
Fay
Terima kasih author nambah ilmu agama sambil baca novelnya👍👍👍
Itsmenoor (Author Gragas): Alhamdulillah terimakasih sudah mampir 🤗❤️
total 1 replies
Sundari Sekariputi
bgs ceritanya tor 👍👍👍
Itsmenoor (Author Gragas): Terimakasih say 😘❤️
total 1 replies
CarMan
.
sintesa destania
sudah tamat kebaca dulu sebelum Adnan lahir😅
sintesa destania
selamat datang Mas Ustadz😇
sintesa destania
makanya Mas Ustadz jadi sholeh banget...cara bikinnya kayak gini😇
susi 2020
😲
susi 2020
🥰
susi 2020
🙄🙄
susi 2020
😄😘
susi 2020
🤩🤩🥰
susi 2020
😄😍
susi 2020
🤩🤩🥰
susi 2020
😍😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!