NovelToon NovelToon
Black Pearl

Black Pearl

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mayu Assanna

Masih tahap revisi PUEBI 🙏

Andy Frederica, seorang mahasiswi magang di sebuah perusahaan multinasional. Suatu hari, ia harus berurusan dengan seorang presdir dingin yang sudah memiliki seorang istri.

Takdir mempertemukan mereka terus-menerus dan membuat Andy masuk lebih jauh ke kehidupan pribadi sang presdir. Mampukah ia bertahan dari jeratan cinta yang kapan saja bisa mengambil alih pikiran logisnya? Lantas, bagaimana dengan istri sang presdir?

"Ini bukan sembarang cincin. Bukan cincin pertunangan ataupun pernikahan. Cincin ini adalah simbol kalau aku adalah pembantunya. Dia adalah majikanku. Jangan pernah jatuh cinta pada majikanmu!"

"Apa!"

"Narsis sekali dia bicara begitu. Memang ini bukan cincin pertunangan. Apalagi cincin pernikahan. Ikatan cincin ini lebih sakral karena ini adalah cincin perbudakan!"

[ Andy Frederica ]

Genre : Adult Romance, friendship, family
Setting : Jakarta, Indonesia
Alur : Maju
Status. : Tamat 124 Episode
Cover : Pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayu Assanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 : Genggaman Tangan

"Kamu melihatku seperti mau memakanku hidup-hidup," omelnya.

"Ih, dasar narsis!" candaku lalu menjulurkan lidah. "Kenapa Tuan ke sini?"

"Apa aku tidak boleh ke tempat ini?" Tuan Asland berlagak garang.

"Boleh kok, ini kan tempat umum," balasku tenang, agar tensinya turun.

"Ini juga bagian pekerjaanku."

"Bagian pekerjaan? Kok tidak di jam kerja, Tuan?"

"Aku baru punya waktu untuk menyurvei tempat ini."

"Ternyata tidak segampang itu ya, jadi Bos Besar. Aku pikir cuma duduk, tinggal suruh dan atur-atur orang saja."

"Ada harga dari semua yang kamu inginkan."

"Benar sih, tapi Tuan survei tempat ini untuk apa?"

"Aku mau membangun sebuah resor di sini."

"Wah, hebat sekali! Tuan pasti jadi tambah kaya," decakku kagum.

"Kaya, kaya, kamu suka sekali uang!"

"Semua orang suka uang, Tuan. Hihihi!" kelakarku.

"Tapi gajimu tetap tidak akan naik."

"Dasar pelit!" gumamku samar.

"Apa kamu bilang?" Tensi Tuan Asland naik lagi.

"Eh, bukan apa-apa, Tuan," jawabku cepat sambil menggeleng beberapa kali.

"Aku dengar kamu bilang pelit."

"Bukan begitu, maksudnya inikan hari minggu. Tuan bisa jalan-jalan sama istri Tuan. Kok malah sibuk kerja." Mimikku berubah nakal, menggodanya. Namun, Tuan Asland dengan wajah seriusnya, menatapku tajam. Ia terlihat tidak senang ketika kusinggung tentang istrinya.

'Mati aku, kenapa aku kelancangan? Bicara tentang rumah tangganya. Duh, Andy!' Kubuang jauh-jauh wajahku dari pandangannya.

"Kamu terlalu banyak bicara," ketus Tuan Asland dengan raut dinginnya.

Aku pun menunduk takut.

"Maaf Tuan...." Suaraku sedikit gemetar.

Tuan Asland ikut memalingkan wajahnya dariku. Suasana di antara kami berubah canggung beberapa saat. Tuan Asland diam. Aku pun juga diam.

"Ayo, pulang!" ajaknya.

Tetiba aku terperangah. "Pulang?"

"Ya."

"Sekarang?"

"Kamu masih mau di sini?"

"Ya sudah, deh. Aku pulang juga."

"Ikuti aku!"

"Ke mana Tuan?"

"Ke mobilku."

Merasa tidak enak lantaran tadi sempat menyinggungnya, secara halus kutolak ajakan Tuan Asland. "Tidak apa-apa. Aku naik taksi saja, Tuan."

"Ikuti aku!" serunya lagi.

"Tapi...."

"Aku tidak suka dibantah."

Apa boleh buat, pria itu sama sekali tidak mau merendah. Akhirnya aku yang mengalah.

"Baik Tuan." Kuanggukan kepala agar dia senang.

Kupikir setelah kejadian tadi, Tuan Asland akan menyuruhku pulang sendiri, tetapi ternyata tidak. Dia masih baik hati mau memberiku tumpangan di mobilnya. Bahkan, dipersilakan untuk duduk di sebelahnya yang sedang mengemudikan setir mobil.

Sepanjang jalan kami saling diam. Tidak bicara satu sama lain. Situasi di antara kami jadi terasa kaku dan hening. Menyadari itu, Tuan Asland berinisiatif untuk memutar musik klasik gitar, Romeo dan Juliet di mobilnya.

Aku tertawa di dalam hati. 'Memangnya kami sepasang kekasih, apa? Apa dia mau merubah suasana kami jadi romantis? Hahaha, berlebihan!'

Yang pasti, aku malah mengantuk setelah mendengarnya. Tidak tahu sejak dari jam berapa, aku tertidur di mobil Tuan Asland. Mungkin karena kelelahan bermain di pantai tadi. Ditambah musik yang seperti meninabobokkan. Tanpa sadar aku pun tertidur.

**

"Andy, kita sudah sampai," ujar Tuan Asland.

Aku yang masih tertidur, tidak mendengar perkataan pria itu.

"Andy! Andy! Bangunlah!"

Aku masih belum sadar.

"Andy! Andy!"

Tuan Asland mengangkat tangannya. Ia berniat mau menepuk bahuku tetapi, ia berhenti sejenak.

"Aakhh, sakit!" rintihku terkesiap.

"Kamu tidur seperti koala. Susah sekali dibangunkan," omel Tuan Asland lagi.

'Apalah Tuan Asland ini! Kerjanya ngomel-ngomel terus.'

"Tapi kan tidak harus dijewer, Tuan!" Mimikku sedih lalu berpaling muka. 'Malah keras-keras lagi,' gerutuku dalam hati. Kulihat daun telingaku yang memerah dari kaca spion depan mobil.

"Ayo, turun!"

Tuan Asland tidak menggubris kesakitanku.

"Hhmm...," Aku hanya mampu berdeham seraya menurutinya. Kami berdua pun turun dari mobil setelah itu.

Tidurku cukup lama sepanjang jalan tadi. Padahal jarak yang kami tempuh ke apartemen seharusnya menyudahkan kami tiba sejak tadi. Mungkin jalanan macet karena ini hari minggu.

Selagi berjalan kurasakan telingaku yang bekas dijewer Tuan Asland masih sakit. Kupegang beberapa kali sambil mengusapnya lembut.

Bukankah seharusnya Si Pria akan menggendong Si Wanita yang ketiduran di dalam mobil sampai ke kamar, ya? Biasanya begitu adegan yang kulihat di drama ataupun film. Lah, akunya malah dijewer, kuat lagi.

'Hhuuhh, dasar Tuan Asland! Apa yang kuharapkan? Digendong Tuan Asland sampai masuk ke kamar apartemen? Hahaha, Andy. Kamu itu Upik Abu, bukan Cinderella-nya.'

Aku berjalan sempoyongan karena masih merasa mengantuk, sampai tak sengaja malah menabrak dinding di samping lift.

Brukk!

"Akhh!" erangku seketika. Benturan itu cukup keras hingga membuat keningku jadi merah dan sakit.

Kuelus keningku yang sakit dengan lembut. Orang-orang yang sedang menunggu lift jadi tertawa melihat kebodohanku. Ah, apesnya! Kulihat wajah mereka satu persatu. Aku pun cemberut sedih.

Tetapi di saat itu, Tuan Asland segera mendekat.

"Ikuti aku!" bisiknya di telinga.

Suaranya yang pelan terdengar begitu halus. Entah mengapa hatiku jadi damai. Aku menoleh ke bawah saat tangan Tuan Asland menarik tanganku. Ia menggenggamku erat. Meletakanku dalam penjagaannya. Menarikku untuk mengikuti ke mana arah kakinya melangkah.

Segera aku terbius dengan hal kecil yang Tuan Asland lakukan. Aku pun menurut tanpa membantah. Tanpa bertanya.

Di dalam lift, Ia masih menggenggam tanganku. Sesekali pria yang berubah hangat itu menoleh ke belakang hanya sekadar untuk memastikan bahwa aku sedang baik-baik saja berada bersamanya.

Kulihat raut wajah Tuan Asland yang dingin dari belakang. Meski berkesan dingin, tetapi tersirat kehangatan dari pancaran bola mata birunya. Seperti kehangatan yang saat ini kurasakan. Kehangatan dari genggaman tangan Tuan Asland mengalir ke darahku lalu merayapi seluruh tubuhku. Rasa kantukku langsung raib entah ke mana.

Setelah keluar dari lift, Tuan Asland masih juga menggenggam tanganku. Ia tidak mau melepaskannya barang sedetik pun. Kami berdua menyusuri koridor yang hening. Tak ada orang lain kecuali kami berdua. Jalan koridor ini terasa jadi lebih panjang dan jauh. Aku hanya diam lalu tersenyum. Ya, tanpa sadar aku tersenyum.

Sampai di depan pintu apartemen, Tuan Asland masih saja menggenggam tanganku. Namun, tangan kanannya mulai merogoh saku yang ada di bagian dalam mantel. Ia mengambil sebuah cardlock lalu meletakannya di kotak sensor. Pintu pun terbuka, diikuti berakhirnya acara genggaman tangan kami.

Tuan Asland melepaskan tanganku seketika. Kehangatan yang kurasakan ikut hilang bersamanya.

"Masuklah!"

"Tuan tidak masuk?"

"Tidak."

"Hhmm ... Ya, Tuan." Aku berdeham lalu masuk ke dalam.

"Kunci pintu dan jangan bukakan untuk orang lain selain aku." Wajah Tuan Asland tampak tegas dan serius tatkala mengatakan itu.

"Ya, Tuan."

Mendengar jawaban ya dariku nembuat mimik Tuan Asland menjadi tenang. Ia segera berbalik badan dan berjalan pergi. Sampai sosoknya menghilang di balik belokan dinding, barulah kututup pintu dan menguncinya.

"Haaahh...."

Kuembuskan napas perlahan. Tubuhku bersandar di daun pintu. Saat kembali melihat tangan kananku. Kuangkat lebih tinggi agar dapat melihatnya dari dekat.

Bolehkah aku tidak mencuci tangan? Ataupun tidak melakukan hal yang bisa membuat tanganku terkena air? Karena aku tidak ingin sisa kenangan kehangatannya menghilang.

***

BERSAMBUNG...

1
Kiki Nurjanah
Luar biasa
shandy
thor aku kasih masukan dikit ya thor
andykqn udh di katai prlacur di maluin pas tmt orang ramai di katai pembantu
coba andynya tegas sedikit thor punya harga diri gitu
jangan mudah luluh lg dengan aslannya
Nunung Suwandari
ini novel thn 2022 dan aku baru baca sekarang 😊
Apa novel nya sudah direvisi yak ?
coz aku caba dikolom komentar banyak yg bingung sama alurnya 😅
Vivry Latif
Alur ceritanya Keren,Susah,senang,suka&duka semua campur aduk..moga ke depan semakin sukses dengan Karya2 lanjutannya Thor👏👍Semangat Sllu🙏🙏Slam dari NTT
Vivry Latif
Keren Ceritanya Thor👏💪💪Semangat Sllu buat Karya2 ke DepanNya.Slam kenal dari NTT🙏
Reni Ajja Dech
😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
neur
keren 😎😎
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
adegan ++ nya gak di tayangin..😂😂😂
IG : @mayu_assanna: susah di sini kk. kalo mau yg jelas di F-I-Z-Z-O. Nama pena mayu assanna judul novel play date. di situ author nulis pake mode kebablasan 🤭🤭
total 1 replies
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
mode malaikat nya keluar si alshad,,
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
alshad gak ada manis² nya..😅
serem² nagih yg modelan begini
Ning Eni
sangat bagus menurut saya krn wawasan luas dan ringan cerita ulasanya sederhana tapi tepat dan sangat receh komikasinya
bisa untuk d rekom pada teman untuk d bacz
kavena ayunda
karma tukang selingkuh untung kagak mampusss mampuss lebih baik sih menjijikan
Bhre Sandra
romantis...melted
🇮🇩⭕Nony kinoy❃hiat🇵🇸
Kwkwkw.. Mkn tuh sate jengkol, bole CEO mkn sate jengkol kwkwkw 🤣🤣🤣
Lucas
baguuuuusssss bnget cerita ini.....bener2 proses untuk mencintai seseorang....dan bener2 perjuangan untuk bisa bersatu....alurny seperti kehidupan sehari2.....😁😁😁
❄️ sin rui ❄️
ini kok dari bab sebelum2 nya banyak yg komen mamah andy2 mulu, tapi aku baca di beberapa bab sebelum nya gak ada pembahasan soal mama nya andy, apakah sudah di revisi atau giamna? udah gtu alur nya kok muter2 mulu sih thor
IG : @mayu_assanna: Iya Mbak sudah direvisi karena sebelumnya 1 Bab mencapai 3000 kata. Peraturan platform menyarankan 1 Bab 1000-2000 kata aja. Makanya direvisi. Tapi tetap gak mengurangi ataupun menghilangkan bagian-bagian cerita. Cerita ini masih lengkap seperti semula, cuma babnya aja yg nambah 🙏😊
total 1 replies
Bunda Azzahra
mampir thor😊😊😊
Lusiana Novitasari
penuh bawang🤭😢
Lusiana Novitasari
baca untuk yg kedua x nya🤭
Lusiana Novitasari
wkkk bangun datar🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!