Kehidupan seorang gadis.
Ia terpaksa masuk kedalam kehidupan Tuan Muda Raka untuk menyelamatkan kaka satu satu nya.
Apa sebenarnya kesalahan kaka nya??
Rencana seorang Tuan Muda untuk mengendalikan hidup Tania. Tapi setelah menjalani nya ia malah jatuh cinta, bahkan dia sendiri yang jadi tergila gila kepadanya.
Tanpa ia sadari ia banyak melanggar peraturan yang ia buat sendiri.
Sebenarnya apa yang membuat Raka menjadi mencintai Tania?
Seperti apa sebenarnya perasaan Tania?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eva pronika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bathtub
"lima menit lagi kami sampai" sebuah pesan di terima.
Tania langsung bergegas turun untuk menyambut Tuan Raka.
"Selamat malam sayang" sapa Tania.
"Selamat malam" jawabnya sembari menyodorkan tas kerja.
Seperti biasa Tania mengantar ke ruang kerja dan langsung menyusul Raka ke kamar.
"Apa yang kau lakukan hari ini?" tanya Raka sembari melepaskan kancing bajunya.
"Aku bermain dengan anak anak di panti asuhan sayang"
"Apa kau suka dengan anak anak?" melirik ke arah Tania.
"ia, aku suka" sembari tersenyum membayangkan wajah Tania kecil.
"Hanya itu yang kau lakukan disana?"
Padahal dia tau apa saja yang di lakukan oleh Tania. Dia hanya ingin melihat Tania mau jujur atau tidak.
"Aku hanya bantu dikit dikit aja, hhmm sayang" sembari memegang lengan Raka.
"Kenapa?" Raka menatap wajah Tania.
"Aku mungkin akan sering mempergunakan kartu yang di berikan sekretaris Jay kepadaku. Apa kau akan marah?" tanya Tania takut takut
"Aku akan marah" jawab Raka dengan cepat
"Benarkah?? Maafkan aku. Aku akan mengembalikan nya kepada sekretaris Jay" dengan wajah menunduk.
Darimana lagi aku mendapatkan Dana untuk membantu panti itu. Pupus sudah harapan ku satu satu nya.
"Aku akan menghukum mu kalau kau tidak mempergunakan kartu itu sering sering" sembari mengangkat wajah Tania lembut.
lihatlah wajahmu, hanya di gertak sedikit saja kau sudah lemas seperti itu.
"Maksud nya? Aku bisa memakainya sesering mungkin?" dengan mata berbinar.
"Apa perlu aku menambah kartu seperti itu untuk mu?"
"Tidak sayang. Satu saja sudah cukup."
"Jadi?"
"Jadi maksudnya? jawab tania bingung.
Tolong jangan ada tapi tapi an
"Hanya begitu saja?"
"Terimakasih" sembari mencium pipi Raka.
Raka sangat senang di perlakukan tiba tiba Oleh Tania seperti itu, langsung membalas nya di bibir Tania dengan penuh semangat. Sampai Tania tidak bisa bernapas.
"Sayang, sebaiknya kau mandi dulu" menarik kepala.
"Baik lah, mandikan aku" manja.
Seperti apa hubungan kami ini? Seperti nya aku sudah mulai menyukai nya tapi bagaimana dengan nya?! Apa ada setitik namaku di hatinya?! Kenapa aku takut, aku takut untuk jatuh cinta kepadanya. Aku tidak mau terluka lagi, Tania.
"Sayang" ucap tania pelan ketika raka menarik tangan nya
"ayo masuk kedalam sini"
"Aku sudah mandi Tadi" tolak Tania.
Aku tau, apa yang akan terjadi kalau aku masuk ke dalam bathtub itu.
"Apa kau tidak mau?" Tanya Raka dengan mimik wajah kecewa.
"Nanti aku basah, aku duduk disini aja"
"Baiklah aku mandi sendiri saja"
Tania mulai panik. Jawaban Raka barusan pertanda tidak baik bagi nya. Tania langsung membuka bajunya hanya menyisakan dalaman saja dan langsung masuk ke dalam bathtub.
"Sayang" peluk Tania dari belakang
Raka yang tadinya mulai kesal berubah menjadi senang. Dia suka di perlakukan tiba tiba oleh Tania. Walau terkadang dia tau Tania terpaksa melakukan itu agar tidak di hukum, tapi Raka menikmatinya.
"Sini" sembari menarik tangan Tania agar berhadapan.
Tania hanya pasrah saja di perlakukan Raka seperti itu.
Kini Raka tidak memperdulikan masalah mandi, dia asik dengan tubuh Tania yang sudah menggoda nya sedari tadi.
Saat air penuh busa di buthtub sudah berganti dengan air Raka sudah tidak di kemdalikan lagi.
"ahh" Desah Tania di sela sela permainan Raka membuat Raka semakin bersemangat lagi.
Setelah beberapa waktu, Raka sudah selesai dengan drama nya bersam Tania di dalam kamar mandi.
Dia menyentuh telpon genggam miliknya.
"Pak sam, bawakan makan malam ke kamar"
Kenapa dia meminta makan malam di antar, ah sudah lah terserah dia saja.
Makan malam sudah ada di kamar, Tania masih berada di closet room.
"Sini aku bantu keringkan rambutmu" pinta Raka.
"Ia sebentar lagi. Aku pakai baju dulu"
"Sekarang"
"iya sayang, aku datang"
apa lagi ini.
Tania yang masih mengunakan handuk menutup tubuhnya dari dada sampai paha. Raka mulai mengeringkan rambut Tania. Setelah selesai urusan rambut.
"sayang" ucap Tania saat Raka mulai menciumi pundak Tania.
Raka tidak menjawab ia malah asik menciumi bagian belakang Tania.
Tania merasa geli saat bagian sensitif di sentuh oleh Raka.
Tidak Tahan, Raka mengangkat tubuh Tania ke atas Ranjang.
Ya ampun, padahal baru saja dia melakukan nya di kamar mandi. Sekarang mulai lagi. Apa dia tidak lelah? Aku bahkan sudah lelah dan sangat lapar. Tania
Aku tidak akan melepaskanmu malam ini, sekalipun kau memintaku berhenti. Raka.
*