Chesa yang terpaksa menikah kerena keadaan yang memaksa nya untuk menikah dengan seorang tuan muda dimana mamanya bekerja sebagai asisten dari Tuan besar Mahesswara.
hidup Abraham penuh misteri di mata Chesa, begitu pun orang-orang disekitar Abraham yang seakan menyembunyikan siapa Abra! Mampukah Chesa menerima keadaan tuan muda Abraham tersebut?
dan bagaimana kisah cinta dan kehidupan Chesa setelah hidup bersama dengan nya?
Apa misteri di balik tuan muda Abraham?
@novel callback 😁😁🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pergerakan musuh 2
"Oya kenalkan, nama saya Chesa! anda nyonya?" tanya Chesa.
"Inggrid! namaku Inggrid!"
"Baiklah nyonya kira-kira kapan acara reuni yang akan anda adakan?"
"sebenarnya masih dua Minggu lagi, tapi aku mau persiapan nya dari sekarang!"
"Baiklah,ini no.ponsel saya anda bisa menghubungi saya di sini!"
"terimakasih nona Chesa, saya akan segera menghubungi Anda, saya permisi dulu nona!" kata Inggrid.
"Iya nyonya! terimakasih!"
Inggrid pergi dengan anggunnya keluar dari restoran milik Chesa, Kinan datang dan duduk di samping Chesa.
"Siapa? kok auranya serem gitu?" tanya Kinan
"Aura serem mana? dia baik dan anggun gitu Kin!"
"Menurut loe gitu?" tanya Kinan lagi
"iyalah!" saut Chesa sambil berlalu dan mencoba menghubungi suaminya lagi.
"kenapa menurut ku wanita itu aneh ya?" gumam Kinan seorang diri.
Chesa masih berusaha menghubungi suaminya sampai akhir nya terhubung juga..
"Hallo Abra kamu dimana? kenapa ponselmu gak bisa dihubungi?? Abra..hallo Abraham!!"
"Sa.....!" saut Abra
"Abra!! kamu di mana? katakan!"
"Aku di rumah sekarang!"
Tanpa bertanya lagi Chesa mematikan ponselnya dan segera berlari ke arah parkiran, Kinan yang melihat hany diam saja karena sudah tak ada waktu untuk bertanya. Chesa melajukan mobilnya ke arah rumah besar suaminya, setelah beberapa saat Chesa keluar dengan tergesa-gesa dan ingin segera masuk ke dalam kamar, namun baru juga dia sampai ruang keluarga, dia melihat Abra, Andi dan Rian sedang berkumpul di sana.
"Dari mana saja kamu? kamu pamit ke kantor tapi aku kesana karyawan kamu bilang kamu libur hari ini!!"
"darimana saja kamu!!! jawab!!" karena cemas Chesa berteriak di depan Abra tanpa mempedulikan kedua asistennya tersebut.
"Sa..maaf aku..." jawab Abra namun terpotong oleh omongannya Chesa
"Apa!! katakan!!! kau dari mana?? dan sekarang, kenapa? kenapa kau terlihat lemas sekali!! Abraham!! jawab aku hiks...hiks......" luluh sudah airmata Chesa karena khawatir terhadap sang suami, Abra dengan cepat menarik istri nya dan memeluk Chesa dengan kencang.
"Maaf!"
"Maaf"
Andi dan Rian beranjak dari sana, namun naas...
"Berhenti!!! duduk kalian!!"
perintah Chesa dengan nada datar dan dingin, hingga membuat Rian menelan ludahnya susah payah, begitu pun dengan Andi yang tak pernah melihat dan mendengar kata-kata istri Abra itu pada siapapun, namun kali ini dia dan Rian menjadi sasaran utama nya.
"Sa....sayang...mereka tidak salah!! mereka hanya...." tatapan tajam Chesa memotong perkataan Abraham, dan itu semakin membuat dua asisten tersebut bernyali ciut.
"Katakan dimana kalian membawa Abra!??"
"Ada klien yang harus di temui tuan muda nona!" jawab Andi
'pinter!' ucap Rian dalam hati.
"Klien? sepagi itu?" tanya Chesa lagi.
"Karena kliennya dari luar kota nona!" kali ini Rian yang ikut bicara.
"Benarkah? kenapa kau harus ikut juga tuan Rian?"
"Oh itu....aku tidak ikut nona, aku ada urusan sendiri, kami hanya kebetulan bersama saja karena ada berkas yang harus di tanda tangani Abra!"
"Kalian tidak berbohong?" selidik Chesa.
"Tidak nona!" ucap Rian dan Andi bersamaan
"Tidak sayang! aku tidak berbohong sayang!"
"Baiklah!!! apa kalian sudah makan?"
" belum?" saut Mereka bertiga bersamaan.
"Jangan kemana-mana, aku juga lapar!! aku lapar karena mencemaskan kamu tau!!" ucap Chesa tajam.
"Iya Sayang!".. saut Abra.
Setelah kepergian Chesa ke dapur, mereka bertiga membuang nafas lega.
"Istri loe kayak harimau betina!!" ucap Rian
"Menyeramkan!!" kata Andi
"Hei...dia istri gue!!" hardik Abraham.
"Apa kau tidak ada keinginan memberitahu dia Bra?" tanya Rian.
" belum saatnya!"
" sampai kapan?"
"Aku belum siap!"
Ya Abraham belum siap dengan reaksi Chesa bila dia punya alter ego, belum siap bila Chesa tau tentang masa lalu keluarga nya dan juga dirinya, dia takut Chesa akan merasa takut pada dirinya atau lebih parah lagi chesa akan meninggalkan nya.
bersambung.....
genderang drumm..bertalu..
jantung berpacu..
sensasi manisnya..yg memabukan..
kayayakkkkkssss...permen lolipop..
😉😆🤣😂😆😅😄😄
nek dicaplok wong.. mampus lu..
🤣😂😁😀
ya thor..ya..
🤣😂😆😅😄😃
tp kau nasehatin sahabatmu..
kau tak bs move on jg..
dasar..😐🤨😐🤨