Rate 21+
Scrol kebawah.
Amanda Rahayu, Seorang Nanny yang di hadapkan akan takdir cinta yang rumit.
Ketulusan cinta dan kasih sayang yang dia berikan untuk Gisela, Nona kecil asuhannya. Membuat dia bukan hanya mendapat balasan cinta dan kasih sayang dari Gisela, Namun juga, dari Tuan Muda Sergio Putra Kaana, Daddy Nona kecil asuhannya.
Pertemuan cerita singkatnya dengan Salman, Hingga terjadinya sebuah kesalahan yang menyisakan benih di dalam rahim Amanda.
Sergio yang mengetahui akan kehamilan Amanda, justru mengikatnya dengan Ikatan suci pernikahan dan membuatnya tetap tinggal sebagai Istri untuknya dan juga Nanny untuk putrinya.
Kemanakah, Takdir cinta akan membawa sang Nanny, Ikatan suci pernikahannya dengan Gio, atau Ikatan darah dagingnya dengan Salman??
Perjalanan cintanya semakin rumit saat Amanda mengetahui bahwa antara Gio dan Salman terjalin Ikatan Persaudaraan yang erat.
Mampukah ketiganya melewati rumitnya cinta di antara mereka,?
Berakhir dengan bahagia kah? Atau Ikatan yang terjalin itu justru akan tercerai berai??.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nasiroh Iroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tuan kana vs Tuan Gio
Acara sarapan yang diawali dengan adegan memalukan versi Amanda tetapi sangat manis untuk Gio berakhir dengan senyuman kebahagian dari semua pengisi tempat duduk meja makan tak terkecuali Pak Har yang selalu setia berdiri hingga sarapan selesai
Sepertinya sudah menjadi kebiasaan bagi Amanda dan Gisela untuk mengantar Tuan Gio sampai keluar dan masuk kedalam mobil berpamitan dengan diiringi semangat cinta dari orang terkasih, seperti pagi ini pun masih sama dan itu membuat Tuan Kana melengkungkan senyum dengan sempurnanya
"Daddy kenapa kau berdiri disamping mobilku, kau tidak lupa kan kalau itu mobilku"ucap Gio yang berjalan menuruni tangga menuju mobilnya dengan Bimo yang mengikuti berjalan dibelakang
"Jack berikan kunci mobilnya pada putraku,aku ingin disupiri putraku sampai kelandasan" ucap Tuan Kana
"Hahahaha kau bercanda kan Dad, aku ada meeting pagi ini" ucap Gio menatap Tuan Kana sambil tertawa kecil
"Bimo kau handle semua pagi ini, aku tahu kau lebih kompeten dibanding dia"ucap Tuan Kana meremehkan menunjuk Gio dengan sebelah matanya
Gio semakin menatap kesal menerima kunci mobil yang diberikan Jack, lalu berjalan memutar mobil dan duduk dibelakang kemudi masih dengan setengah hati
"Amanda kemari nak"ucap Tuan Kana menjentikan jari meminta Amanda mendekat
Amanda yang hendak masuk kedalam mansion mengantar guru Gisela yang sudah datang menghentikan langkahnya dan berbalik melangkah menuju Tuan Kana yang masih berdiri disamping mobil
Tuan Kana membukakan pintu belakang untuk Amanda, dan menganggukan kepala mengisyaratkan Amanda untuk masuk kedalam mobil
Gio yang melihat Amanda masuk dan duduk dikursi belakang membalikkan badannya menatap Tuan Kana yang tanpa bersalah duduk disamping Amanda dengan tenangnya
"Kenapa kau duduk dibelakang bersama Daddy, pindah kedepan dan temani aku, aku bukan supir kalian berdua" ucap Gio dengan nada kesal dan meninggi menatap Tuan Kana
"Kau tidak dengar tadi Daddy bilang, atau Daddy harus memeriksakan telingamu"balas Tuan Kana dengan nada tak kalah kesal
"Daddy selalu menjadi supirmu, mengantarmu sekolah setiap pagi menjemputmu pulang disore hari, apa Daddy selalu memasang muka kesal seperti itu, Daddy hanya memintamu menjadi supir hari ini, kau bahkan tidak pernah mengantar keberangkatan Daddy" lanjut Tuan Kana dengan sedikit menurunkan suaranya
"Jika kau sudah mulai menghitung seperti itu maka semua angka tidak akan mampu menjumlahkannya" ucap Gio membenarkan posisi duduknya kembali
"Baiklah Tuan Kana yang terhormat putramu ini akan menjadi supirmu pagi ini" lanjutnya menatap spion dan menganggukan kepala sambil tersenyum pada Daddynya
"Jalan Tuan supir hati hati membawa mobil, ada ibu hamil disini" ucap Tuan Kana sambil menatap spion membalas tatapan putranya
Gio langsung menyalakan mesin mobil tanpa membalas ucapan Tuan Kana dengan tatapan yang tak lepas dari Amanda yang terus menunduk sejak awal memasuki mobil
Perjalanan yang akan memakan waktu lama karna sudah memasuki jam kerja itu membuat jalanan penuh sesak dan kemacetan dimana mana
Berada satu mobil dan duduk bersama Tuan Kana membuat Amanda merasa nyaman, dia seperti sedang bersama sosok Ayah yang dirindukannya, Tuan Kana adalah sosok Daddy yang hangat dan begitu menerimanya apa adanya, obrolan obrolan ringan sepanjang perjalanan tidak menunjukan bahwa Tuan Kana adalah orang yang berkuasa dia lebih seperti seorang ayah, Amanda yang awalnya canggung seketika mencair
"Awalnya saya berpikir bahwa Tuan Kana adalah sosok Tuan Besar yang sombong, dingin,dan angkuh ,tapi ternyata saya salah saya seperti kembali menemukan sosok ayah "ucap Amanda menatap Tuan Kana dengan bayangan ayahnya disampingnya
" Jangan berbicara sambil menatap Daddy seperti itu , tundukan kepalamu kau bahkan tidak pernah menatapku seperti itu saat bicara denganku" ucap Gio melirik spion
Tuan Kana menggenggam tangan kanan Amanda dengan kedua tangannya dan tersenyum
"Daddy menyukaimu dan tertarik ingin segera bertemu dengan gadis yang telah memberikan kebahagiaan untuk cucu dan putraku, dan Daddy semakin yakin padamu bahagialah selalu nak, Daddy tau ini tidak akan mudah, Daddy merestui pernikahan kalian" ucap Tuan Kana menatap Amanda lembut
"Jangan menyentuh istriku, singkirkan tangan Daddy dari istriku, dan duduk menjauh jangan terlalu dekat"ucap Gio membalikan badan menatap Daddynya
" Dia menantuku, memangnya ada apa" ucap Tuan Kana sengaja menggenggam tangan Amanda lebih erat seperti mengejek pada putranya
"Dia istriku dan aku suaminya aku tidak mau Daddy menyentuh istriku" ucap Gio dengan nada suara meninggi dan menggerakkan tangannya mengisyaratkan untuk Tuan Kana menggeser duduknya
Tuan Kana yang sudah melihat wajah kesal putranya justru semakin menggoda putranya dengan merapatkan duduknya dan melingkarkan tangannya dipundak Amanda, Amanda yang terkejut dengan sikap spontan Tuan Kana hanya diam dan menatap Tuan Kana lalu Tuan Gio bergantian dan menundukan kepala, Tuan Kana yang melihat ekspresi ketakutan Amanda saat menatap Gio justru tersenyum tipis tanpa niatan untuk melepaskan tangannya
"Aku akan menghentikan mobil jika Daddy tidak menyingkirkan tangan Daddy" ucap Gio menatap tajam Daddy
" Kau ini suami yang sangat posesive yah, Baiklah baiklah" ucap Tuan Kana mengangkat kedua tangannya dan duduk menjauh dari Amanda dengan tersenyum puas menatap Gio yang sangat kesal melihat istrinya dekat dengan pria lain padahal jelas bahwa itu adalah Daddynya sendiri
Gio terus menatap spion lalu membanting stir dan menepikan mobilnya, membuka pintu mobil kasar dan keluar
Gio membuka pintu penumpang dan menatap Daddynya tajam
"Amanda kau duduk kedepan" ucap Gio tegas
"Kau cemburu pada Daddymu sendiri, yang benar saja kau ini" ucap Tuan Kana dengan menahan senyum melihat putranya yang masih kesal
"Aku tidak perduli" ucap Gio membuka pintu depan
Tuan Kana turun dari mobil sambil menatap putranya dengan menggeleng gelengkan kepala pelan , Amanda keluar dari mobil dengan perlahan dan melihat sekilas Tuan Gio dengan wajah merah menahan marah dan masuk kemobil yang sudah dibukakan pintunya oleh Tuan Gio
Gio menutup pintu perlahan setelah Amanda masuk, Tuan Kana menepuk bahu putranya pelan sambil tersenyum tipis sebelum masuk kembali kemobil
"Kau begitu mencintainya , bagus" ucap Tuan Kana sebelum masuk kemobil
Tidak ada perbincangan apapun setelah itu, semua diam membisu dengan pikirannya masing masing hingga tiba dilandasan dengan pesawat pribadi yang sudah siap, dan Jack bersama pilot dan pramugari yang menunggu disamping pesawat
"Daddy tunggu kabarnya, semoga bayinya laki laki, Dia akan menjadi pewaris Kana selanjutnya" ucap Tuan Kana sebelum masuk pesawat dan menoleh pada Amanda dan Gio bergantian
Setelah melakukan salam perpisahan dan melihat pesawat yang ditumpangi Tuan Kana telah mengudara Gio dan Amanda kembali menuju parkiran dimana mobilnya terparkir membukakan pintu untuk Amanda dan memutar mobil lalu duduk didepan kemudi
Gio melajukan mobilnya sambil sesekali melirik kursi penumpang yang terus saja menundukan kepala
"Kita kerumah sakit untuk memeriksakan kandunganmu, kita sudah bisa mengetahui jenis kelamin bayinya kan sekarang"ucap Gio masih dengan melirik Amanda
Amanda hanya tersenyum menanggapi dan memalingkan wajahnya keluar jendela
Perjalan kerumah sakit tidak membutuhkan waktu lama karna jarak landasan dan rumah sakit yang memang tidak terlalu jauh, dan mereka kini telah sampai dirumah sakit
"Maaf tidak bisa menemanimu,Bimo menelpon dan aku harus segera kembali keperusahaan sekarang"ucap Gio saat mereka telah berada di lobi rumah sakit dan memasukan ponsel kedalam saku jasnya setelah menerima panggilan dari Bimo
"Baiklah, tidak apa apa Tuan, anda selesaikan saja pekerjaan anda, terima kasih telah mengantar saya sampai disini" ucap Amanda
"Akan ada supir yang menjemputmu nanti, maaf"
Amanda hanya tersenyum dan menganggukan kepala, Gio meraih wajah Amanda dan mencium kening itu sebelum pergi
"Hati hati dijalan Tuan" ucap Amanda setelah Gio menyudahi kecupannya
Gio tersenyum dan mengangguk lalu melangkahkan kaki keluar rumah sakit, Amanda membalikkan badan dan berjalan masuk kedalam rumah sakit sendiri
Saat Amanda menunggu didepan lift dan pintu lift terbuka dia membulatkan matanya saat melihat sosok pria yang akan keluar dari lift
"Dora" sapa pria itu saat pintu lift terbuka
"Salman"
... perjalanan konflik dimulai, semoga masih setia membaca yah, terima kasih...
Tinggalkan Kesan dan pesan kalian dengan LIKE dan KOMENTnya 💖💖💖💕💌
tapi yang ngasi Vote kok dikit yaa
semangat Kakak