Mengandung adegan 21+ harap bijak dalam membaca cerita ini 🙏🙏🙏
Bahira Anjani wanita cantik berusia dua puluh tiga tahun,harus terjebak cinta seorang CEO yang memiliki perangai gila.
Kenapa dikatakan gila.? selain memiliki sifat yang tegas dan berwibawa,sang CEO juga memiliki sifat yang sangat humoris. Dan yang lebih mengagetkan lagi,dibalik sifatnya yang baik hati dan penuh kasih sayang,sang CEO memiliki sifat tempramental,egois dan sangat kejam.
River Bagaskara dialah CEO gila itu.Pria tampan berusia dua puluh tujuh tahun.Yang selalu ditinggalkan oleh para kekasihnya,karena perangainya yang gila itu.
Hanya Bahira Anjani lah yang mampu merubah perangai gila River Bagaskara.Walau pun banyak sekali konflik yang menguras airmata dan juga menciptakan kesakitan bagi keduannya.
Konflik apa saja yang mewarnai kisah cinta CEO gila dan wanita penyabar dan juga baik hati.?
Akankah kesabaran dan pengorbanan cinta Bahira Anjani akan membuatnya bersatu dengan River Bagaskara.?
Dan ada kisah apa yang membuat River Bagaskara memiliki perangai gila itu.
Hanya TERJEBAK CINTA CEO GILA yang mampu menjawabnya.
Jangan lupa untuk selalu memberi dukungan setelah membaca karya ini.Like pada setiap Babnya,Vote dan juga Rate.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TCCG 26
Sesampainya dikafe Bendino, River langsung menuju kesofa favoritnya bersama para sahabat. Tak lupa ia juga memesan makanan dan minuman bagi mereka.
"Sekarang cerita kamu gimana dan kapan kamu sampai sini.?" tanya River dengan tidak sabarnya.
"Aku sudah satu minggu bass disini. Papa sama mama memutuskan untuk pindah karena aku mengalami depresi berat. Aku selama disana menjalani pengobatan juga terapi dengan pamanku yang kebetulan juga seorang dokter dan istrinya yang seorang pisikolog. Berkat kamu dan janji kamu sama aku, aku jadi punya semangat untuk sembuh." ucap Camelia.
"Janji.?" ucap River bingung.
Belum sempat Camelia menjawab, sapaan dari kedua pasang kekasih sahabat River mengalihkan perhatian mereka.
"Weh, dari mana kalian.?" tanya River.
"Nih, dari nemenin calon pengantin milih gedung, ini siapa.?" kata Bendino.
"Ini pear kus, yang gue ceritain." ucap River.
"Oo..!" seru dua pasang kekasih. Mereka pun akhirnya saling berkenalan dan duduk bersama disofa itu.
"Marmut mana pi.?" tanya Jaleswari.
"Astaga.!" River bangkit dari duduknya. Wajahnya panik seketika.
Diambilnya ponsel yang berada dikantung celana dan segera menghubungi Keyra, namun nomor wanita cantik itu sedang tidak aktif.
"Maafin aku queen.!" ucap River seraya mendudukan bokongnya dengan lemas dan wajah penuh penyesalan.
"Kenapa loe.?" tanya dua pasang kekasih serempak.
"Gue tinggalin marmut dimall, ya Tuhan queen.!" diusap wajah tampan itu dengan gemasnya.
"Brengsek loe.!" umpat Aezar dan Bendino bersamaan.
"Bisa sampe begitu loe.? dari kapan loe tinggalin.?" tanya Aezar dengan suara yang mulai meninggi.
Sementara Camelia sedang menahan kesalnya. Tangannya pun sudah mengepal dengan erat dan kejadian itu tertangkap diindra pengelihatan Jaleswari dan Deveen.
Kedua wanita cantik itu pun sontak saja saling bertukar tatap dan mulai bermain dengan fikiran masing masing.
"Dua jam yang lalu." jawab River lirih seraya melihat benda penunjuk waktu yang melingkar ditangannya.
"Jahat banget loe pi, mentang mentang ketemu cinta lama sampe lupa sama wanita yang selalu mendampingi loe dan membuat loe bahagia selama ini." sarkas Deveen.
Sontak saja Camelia langsung memberi tatapan tajam kepada Deveen, namun beberapa detik kemudian Camelia langsung merubah mimik wajahnya dan menampilkan senyum terbaiknya.
"Iya gue emang jahat." sahut pasrah River.
"Pear kamu pulang sendiri bisa kan.? besok kita ngobrol lagi. Aku mau kerumah calon istri aku dulu." ucap River.
"Calon istri.?" ucap Camelia
"Besok aku ceritain dan aku kenalin sekalian sama kamu. Aku tinggal ya.?" River mengambil kartu nama dari dalam dompetnya dan memberikan kepada Camelia "kamu hubungi aku aja besok ya.?" ucap River lagi.
"Percuma aja loe kesana sekarang, dihajar balok kayu kepala loe yang ada. Dasar bloon, kelewatan loe jadi manusia." umpat Bendino geram.
"Gue lupa kus, goblok banget gue emang." balas River seraya kembali mencoba menghubungi nomor Keyra.
"Sial..!" umpatnya saat nomor yang ia tuju masih saja tidak terhubung.
"Semoga aja loe enggak ditinggalin sama marmut. Kalau gue digituin, gue lempar loe jauh jauh dari hidup gue. Penghinaan banget itu, parah." ucap Jaleswari.
"Gue bikin hamil dia kalau berani ninggalin gue." sahut River ketus.
"Emang loe fikir loe siapa..?" tanya Deveen dengan suara yang meninggi "jangan mentang mentang loe orang paling kaya dinegeri ini, terus bisa seenaknya pi. Cinta macam apa yang bisa melupakan begitu aja keberadaan orang yang selalu menerima loe apa adanya." oceh Deveen emosi.
"Brengsek emang ini manusia..!" imbuh Aezar
Camelia pun semakin geram saja, ia tidak menyangka jika River begitu mencintai Keyra. Amarah, ambisi dan kecemburuan pun semakin menjulang tinggi dihatinya.
Sementara itu disuatu tempat, sosok pria tampan tengah menatap sebuah potret kebersamaannya dengan sosok wanita cantik. Wanita yang sangat ia cintai dan sangat sulit ia lupakan hingga saat ini. "Tunggu aku yang.!" gumamnya lirih.
💕Like,Vote dan kirim hadiahmu untuk karyaku ini ya readers..!!Jangan pelit ya,biar aku bisa selalu up dan selalu semangat untuk meneruskan cerita ini.💕