Cinta adalah anugerah terindah dari sang Pencipta kepada setiap hamba. Tapi cinta juga bisa menjadi sebuah mimpi buruk bagi setiap hamba yang salah menempatkan cinta.
Prasetyo Nugroho_ duda tampan yang setia menjaga cinta pertamanya harus rela menikah untuk kedua kalinya, untuk memenuhi permintaan sang Ibu.
Pras terjebak di antara dua wanita.
Bagaimana kelanjutan hubungan mereka?
Siapakah yang akan menjadi mempelai di pernikahan kedua Pras?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanna Devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Will you marry me?
❤️ Happy Reading ❤️
Jangan lupa untuk meninggalkan pesan tentang karyaku readers 😊 Masukan kalian sangat berharga menjadikan ku lebih baik 🤗😍
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sebenarnya ada sesuatu yang ingin dibicarakan Pras kepada Jenny, setelah kejadian malam itu. Tapi Jenny selalu menghindar dari Pras.
Pras ingin tahu apa sebenarnya masalah yang terjadi diantara mereka. Sehingga seringkali pria itu menguntit Jenny.
Pras merasa aneh dengan sikap Jenny yang tidak seperti biasanya. Yang biasanya bawel kini lebih banyak diam dan bicara hanya seperlunya saja.
"Jen, kamu sakit?" tanya Pras saat melihat wajah pucat nya.
"E.. nggak kok pak, cuma kurang tidur aja," jawab jenny dengan senyum ala kadarnya.
"Ya sudah, kalau begitu. Kalau pekerjaan kamu udah selesai kamu boleh pulang lebih awal," ucap Pras.
Jenny hanya mengangguk tanpa menjawab sepatah katapun. Bahkan untuk melihat wajah Pras saja pun ia tak berani.
Pras semakin merasakan ada sesuatu yang telah terjadi dengan Jenny. Namun Pras juga tidak akan memaksa Jenny untuk bercerita kepadanya. Karena itu adalah hak prerogatif seseorang.
Pras kembali ke dalam ruangannya. Selang beberapa menit kemudian nada dering handphone Pras berbunyi.
"Hai, assalamualaikum. Maaf ya aku belum ngasih kabar ke kamu" ucap Pras setelah dia mengangkat teleponnya.
"Waalaikumsalam. Gak apa-apa mas, aku tahu kamu pasti masih sibuk buat laporan kerja setelah tugas luar, kan?" suara lembut dari seberang yang meneduhkan hati Pras.
"Oh iya, kamu apa kabar?" tanya Pras dengan rasa sedikit kikuk.
"Alhamdulillah, aku baik mas. kamu juga kan?" jawab Nadya.
"Alhamdulillah baik. Mm.. Nad, kalau kamu tidak keberatan, mau nggak dinner bareng aku ntar malem?" ajak Pras.
"Boleh, mas." jawab Nadya.
"Ya udah ntar kamu share lokasi kamu, aku jemput kamu ya," ujar Pras dengan perasaan bahagia.
"Alhamdulillah.. akhirnya aku bisa bertemu lagi dengan nya, semoga ini awal yang baik untuk kami ya Allah," ucap Pras setelah menyelesaikan dua rakaat sebelum matahari tepat di atas kepala.
Mungkin karena Istiqomahnya dia menjaga dua rakaat ini, dia mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam hidupnya.
****
Jam kerja pun usai, Pras melihat meja Jenny telah rapi. Itu artinya dia telah pulang lebih dulu. Pras pun melangkahkan kakinya meninggalkan kantor menuju parkiran mobil.
Pras tidak bisa mengungkapkan rasa bahagianya. Dia akan mengungkapkan perasaannya kepada Nadya. Karena dia tidak ingin menunda waktu lebih lama lagi.
Dia merasa telah menemukan orang yang tepat untuk mengisi bagian hatinya yang kosong.
Tak terasa mobil yang dikendarainya telah membawanya sampai di parkiran rumah. Pras turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.
Dia mencari ibu dan Zylva. Namun tidak ada jawaban, dia menjelajahi seluruh sisi rumah. Tapi tetap tidak dapat menemukan ibu maupun Zylva.
Tak lama kemudian panggilan telepon masuk dari Shella.
"Hallo calon suami, maaf ya aku tadi jemput ibu dan Zylva nggak ijin dulu ke kamu, aku cuma mau mengajak mereka dinner kok. Boleh kan," ucap Shella dari balik telepon.
"Berani sekali kamu!! membawa anakku tanpa persetujuan dari ku!" ucap Pras kalut dengan kelakuan shella.
Belum sempat Shella melanjutkan pembicaraan Pras sudah langsung mematikan teleponnya.
Pras sangat marah, baik kepada Shella maupun ibunya sendiri. Tapi dia tidak akan dapat menjemput ibu dan anaknya. Dia tetap pergi bersama Nadya.
Pras sudah menjemput Nadya dirumahnya. Mereka pun pergi ke salah satu cafe yang sudah di pesan khusus oleh Pras.
"Mas, kamu yang pesan ini semua?" tanya Nadya.
Pras tersenyum memandang paras ayu nan lembut yang sedang duduk bersamanya saat ini.
"Kamu suka?" tanya Pras.
Nadya menganggukkan kepalanya seraya berkata, "Iya mas, aku suka banget, bagus," tukasnya.
"Syukurlah kalau kamu suka, berarti aku tidak salah pilih," ucap Pras sambil tersenyum manis.
"Nad", "Mas", serentak mereka bersamaan saling memanggil.
"Hehe..ya sudah kamu duluan," mempersilahkan Nadya untuk mengutarakan maksudnya lebih dulu.
"Ya udah kamu saja duluan, mas," balas Nadya.
Pras menganggukkan kepalanya. Lalu dia menatap dalam wajah cantik Nadya.
Membuat rona merah pipi Nadya tercipta. Dia menjadi salah tingkah dengan tatapan mata yang penuh makna.
Pras menyodorkan sebuah boks berwarna merah lalu membukanya dan menunjukkan kepada Nadya seraya berkata, "Nad, Will you marry me?" sontak ucapan Pras membuat Nadya terkejut.
Dia tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya. Rona pipinya semakin memerah, dan kedua bibir merahnya tak mampu mengucapkan kata-kata. Dia terpesona dengan keromantisan Pras.
Pras meraih tangan Nadya yang masih bengong, "Nad?" panggil Pras dengan lembut.
Nadya tidak mampu berkata-kata sangking bahagianya. Karena maksud dan tujuannya menghubungi Pras adalah meminta untuk segera melamarnya.
Karena dia akan dijodohkan dengan laki-laki yang usianya jauh lebih tua dari nya, bahkan sudah hampir mengimbangi usia ayahnya.
Akhirnya dengan keyakinan yang kuat dia menjawab, "Bismillah.. aku menerima lamaran mu, mas."
Tak terasa ada bulir air mata yang menetes di pipi Nadya. Air mata kebahagiaan saat Pras memasangkan cincin putih yang berhiaskan berlian, melingkar di jari manisnya.
"Nad, thanks udah menerima aku. Insyaallah aku akan selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik buat kamu," ucap Pras dengan tatapan kebahagiaan.
"Aku juga berterima kasih, mas. Kamu melamar aku. Karena aku juga punya perasaan yang sama seperti kamu, semoga restu Allah selalu menyertai kita ya mas," tutur Nadya.
"Aamiiin, semoga ya. Jadi secepatnya kamu akan aku kenalkan dengan ibu dan juga anakku," ujar Pras.
Nadya hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Oh iya, tadi kamu juga ingin mengatakan sesuatu. Boleh aku tahu?" tanya Pras.
"Hmm, nggak penting kok mas. Yang penting sekarang adalah kebersamaan kita. Aku hanya ingin menikmati kebahagiaan malam ini, bersama kamu," jawab Nadya.
Mereka sangat menikmati candle light dinner yang romantis malam ini.
Dan mereka tidak menyadari ada seseorang yang sudah menguping pembicaraan mereka sedari tadi.
sabar yaa
ijin follow Thor, jangan lupa follback ya ☺️🙏
Patrick atau Hulk?? ☺️