SELAMAT MEMBACA🤗🤗🤗
Tentang perjodohan konyol yang dilakukan oleh kedua orang tua mereka membuat Raffa dan Kaila tumbuh dewasa lebih cepat
Raffa Arsenio mau tak mau menyetujui permintaan papanya untuk menikah karena terlibat janji dengan sahabatnya.
Kaila Leteshia diam-diam menyukai Raffa namun ia tidak bisa mengungkapkan perasaannya kepada Raffa dan entah keberuntungan apa yang ia dapat hingga suatu hari orang tuanya menjodohkannya dengan laki-laki yang ia cintai.
Awal pernikahan mereka saling berusaha untuk terbiasa satu sama lain dan Raffa berusaha untuk mencintai Kaila dengan hatinya.
Namun apakah cinta keduanya akan berjalan mulus? apa saja masalah yang akan dihadapi oleh keduanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Listri Amanda Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah Mertua
Sesuai dengan janji yang telah Raffa katakan pada Kaila, kini ia dan Kaila sudah bangun di hari minggu pagi yang cerah. Karena Kaila harus menyiapkan beberapa pekerjaan, jadilah Raffa pergi untuk jogging di sekitar apartementnya.
Sedangkan Kaila sibuk membereskan apart seperti mencuci pakaiannya dan Raffa, mencuci piring, membereskan barang-barang dan juga menyiapkan sarapan pagi untuk dirinya dan juga suaminya.
"Selesai!" Kaila bersorak senang dalam hatinya, pancake buatannya selesai dengan sempurna.
Kue dadar manis khas dari benua eropa itu sudah tersaji diatas meja makan disandingkan dengan segelas susu hangat yang akan memberikan semangat untuk menjalani hari yang panjang.
Kaila masuk ke dalam walk in closet yang ada didalam kamar, mengganti bajunya sebelum pergi kerumah mamanya bersama Raffa, lagipula Raffa akan segera kembali.
Kaila mengambil dress selutut berwarna peach kalem yang terlihat serasi dengan kulit berwarna kuning langsat Kaila. Ia juga mengikat ponytail rambutnya dan merias wajahnya secukupnya, hanya bedak tipis dan juga liptint.
Kaila mengambil sling bag berwarna cokelat tua polos dan juga sandal berhak 3cm yang membuat penampilannya semakin girly dan manis.
Selesai dengan dandanannya, Kaila langsung keluar menuju ke dapur dan betapa terkejutnya Kaila saat melihat Raffa yang sudah duduk di meja makan sambil memainkan ponselnya.
"Udah pulang?" tanya Kaila.
"Dari mana?" tanya Raffa.
"Ganti baju." jawabnya lalu duduk di hadapan Raffa.
"Pantes aja, tadi waktu gue masuk gue panggil gak nyaut, ternyata lagi ganti baju."
"Ya udah makan dulu sarapannya, abis itu lo mandi siap-siap trus kita langsung ke rumah bunda." kata Kaila dan diangguki oleh Raffa.
......💜💜💜......
Kaila langsung terlihat semangat saat mobil yang dikendarai oleh Raffa berhenti di pekarangan rumah orang tuanya. Dengan buru-buru Kaila langsung turun meninggalkan Raffa sendirian.
"Segitu semangatnya dia mau ketemu orang tuanya." gumam Raffa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya dengan tingkah lucu Kaila.
"ASSALAMUALAIKUM BUNDA AYAH!!!!" Pekik Kaila begitu ia masuk kedalam rumah kedua orang tuanya.
Padahal Kaila baru seminggu berpisah dengan orang tuanya dan tinggal di apart bersama dengan Raffa suaminya, namun entah mengapa Kaila merasa dirinya sangat merindukan orang tuanya apalagi ia hanya sendiri jika Raffa sibuk dengan urusannya.
"Waalaikumsalam, Kaila anak bunda!!!!" Devi langsung merentangkan kedua tangannya dan Kaila langsung menghambur kedalam pelukan bundanya itu.
Pelukan yang sepertinya akan Kaila rindukan mulai sekarang.
"Ya ampun udah dateng aja, kok gak bilang udah mau sampai tadi? kan bunda bisa siapin makanan buat kamu sama Raffa, oh iya mana suami kamu?" tanya Devi antusias.
"Assalamualaikum...." Raffa masuk ke dalam rumah setelah meletakkan sepatunya di teras rumah, ia membawa buah-buahan segar untuk mertuanya.
Ya, saat diperjalanan tadi Kaila sempat meminta Raffa untuk mampir sebentar membeli buah, mana mungkin mereka datang dengan tangan kosong ke rumah orang tuanya alhasil mereka membawa buah-buahan segar.
"Ya ampun, gak perlu repot-repot bawa buah sayang, kalian berdua datang kesini aja bunda udah seneng kok."
"Kaila sama Raffa juga seneng bun."
"Loh, Kaila Raffa? udah disini?" tanya Bram, dari penampilannya ayahnya itu sepertinya baru selesai mandi.
"Pah..." Kaila dan Raffa bergantian menyalimi ayah dan mertuanya itu.
"Ayo masuk ke dalem, bunda udah siapin kue kacang kesukaan kamu dan Raffa kamu cobain juga pasti suka!"
Kaila langsung tersenyum senang mendengarnya, ia mengikuti mamanya menuju ke dapur disana sudah ada 3 toples kue kacang diatas meja bar.
"Ini nanti kalian bawa pulang aja, untuk cemilan dirumah." Devi menunjuk dua toples kue kacang karena satu toplesnya sudah di ambil oleh Kaila.
"Iya bun." jawab Raffa.
"Ayah mau ke taman dulu, kemarin bunda kalian beli tanaman baru jadi ayah mau nanam dulu bunganya." ucap Bram.
"Raffa ikut boleh yah?" tanya Raffa, karena mana mungkin ia terus menempel dengan Kaila, jadi lebih baik dirinya bercocok tanam dengan mertuanya itu.
Bram menganggukkan kepalanya, "Ayo!" ajaknya.
Bram dan Raffa berjalan menuju ke taman depan rumah meninggalkan Kaila dan juga mamanya yang masih ada didapur.
"Jadi gimana sayang? Raffa baik kan sama kamu?" tanya Devi tiba-tiba.
Kaila menguyah kue kacang miliknya, lalu ia duduk disamping bundanya dan tersenyum menampilkan senyuman bahagia.
"Iya bun, Kaila bahagia kok." jawabnya, ya tidak salah karena Kaila memang bahagia bisa tinggal dan berbagi berbagai aktivitas bersama Raffa walaupun Raffa masih sering bersama dengan Celine.
"Bunda lega kalau kamu bahagia sayang, karena sejujurnya bunda khawatir sama kamu mengingat ini pernikahan bukan karena keinginan kalian berdua, kalian menikah karena janji yang telah papa kalian berdua buat saat masih muda dulu."
Kaila menatap mamanya lekat, ada guratan kekhawatiran di wajah bundanya, Kaila mengerti apa yang bundanya rasakan apalagi Kaila dengan ikhlas menerima perjodohan ini, sama sekali tidak menolak karena baktinya kepada orang tuanya.
"Bunda jangan khawatir, Kaila baik-baik aja mah apalagi Raffa baik dan menjaga Kaila dengan tulus jadi bunda gak perlu khawatir sama sekali soal ini." jawabnya, ia memeluk bundanya dengan erat menyalurkan kekuatan agar bundanya ikut merasakan bahagianya bukan rasa sedihnya.
Sedangkan Raffa kini tengah sibuk mencangkul tanah ditaman depan untuk menanam bunga-bunga yang ternyata tidak sedikit jumlahnya. Bram sibuk menata bunga-bunganya supaya terlihat cantik dan rapi, ia mulai memasukkan tanaman tersebut ke dalan lubang yang telah dibuat oleh Raffa.
"Raffa, kamu bisa potong beberapa ranting pohon mangga nya? kasihan bunganya tidak mendapatkan cahaya matahari karena terhalang ranting pohon mangga." pinta Bram.
Raffa mendongakkan kepalanya menatap kearah pohon mangga yang tidak terlalu tinggi itu namun rantingnya memang banyak dan daunnya lebat sekali.
Raffa menganggukkan kepalanya, "Bisa yah, biar Raffa kerjain sekarang." jawabnya.
Bram memberikan sebuah parang yang telah diasah ujungnya kepada Raffa dan dengan cekatan Raffa mulai ranting pohon mangga tersebut yang ada diujung terlebih dahulu.
"Wah Pak Bram lagi nanem bunga ya pak?" tanya salah satu tetangga yang lewat di depan rumah.
"Eh buk Irma, iya bu ini kemarin istri saya beli bunga lagi." jawab Bram.
Bu Irma menatap kearah Raffa yang tengah sibuk memotong ranting pohon mangga, ia memincingkan matanya.
"Wahh dia siapa Pak Bram? kok saya baru lihat ya." tanya Bu Irma.
"Oh, emm... dia ini anak sepupu saya bu kebetulan datang kerumah sebentar."
Raffa menatap ke arah papa mertuanya itu bergantian menatap seorang ibu-ibu yang berdiri di dekat pagar sambil menatapnya.
"Oh anak sepupu Pak Bram? ganteng ya pak, bisa dong nanti dijodohkan sama anak saya kan anak saya cantik, dia juga model terkenal." celetuk ibu itu.
Raffa langsung menegang mendengarnya, "Ah maaf bu, saya sudah punya tunangan dan saya sangat mencintai tunangan saya bu." jawab Raffa ragu-ragu.
Bu Irma langsung tersenyum kecut mendengarnya, "Kamu belum lihat saja anak saya, nanti kalau kamu tahu anak saja kamu bakalan jatuh cinta."
Raffa tersenyum sopan menanggapinya, "Saya tidak mencintai seseorang dari fisiknya bu, saya mencintai tunangan saya karena dia memiliki hati yang baik dan tulus." jawab Raffa.
Bu Irma terlihat marah dengan perkataan Raffa, ia langsung melenggang pergi begitu saja tanpa mengucapkan salam atau sekedar berpamitan dan Raffa hanya bisa menghela nafasnya.
btw siapa yg d'pesan raffa TF uang yyyy 🤔
moga aja celine g'ada niatan n rencana jahat buat misah'in kaila n raffa 😏