ASYIFA PUTRI WINATA
Kehidupan Asyifa yang dikelilingi 3 kakak yang sangat Posesif. Keluarga yang Overprotektif membuat semua pergerakannya terbatas.
Termasuk teman yang terbatas. Karena tidak semua orang bisa berteman dengan Syifa. Tentu saja karena keposesifan ketiga kakaknya.
Kehidupan yang awalnya di Panti Asuhan, kini dia hidup dikeluarga berada, rumah mewah yang bisa disebut Mansion.
Dengan kemewahan dan keharmonisan keluarga, lengkap sudah keinginan Syifa untuk memiliki keluarga yang harmonis, walaupun dengan keposesifan ketiga kakaknya.
Posesif yang sudah di level atas.
Akankah alur hidup Syifa selalu berjalan mulus?
Jika tidak, rintangan seperti apakah nantinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chnslai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
Happy Reading...😍
Pagi-pagi sekali Alfa sudah bersiap mandi karena ada sedikit urusan.
Ia ingin memberikan Syifa kejutan sebagai permintaan maaf. Oh ya, ngomong-ngomong, semalam Alfa tidak tidur sama sekali.
Adnan saja sudah memperingatinya untuk istirahat, tapi memang Alfa keras kepala. Jadi susah sekali dinasehati. Biarlah suka-suka Alfa saja.
"Hhh.. Lo mau pergi?" Tanya Adnan serak.
Ia baru bangun tidur. Dan mendapati Sahabatnya sudah rapi.
Alfa memakai Kaos hitam dan Celana kain hitam. Rambut sudah tersisir rapi dan tentunya memakai parfum andalannya yang maskulin.
...Diruangan VVIP ini terdapat Kasur lain yang bisa untuk ditempati Penunggu pasien, dan Adnanlah yang menempati kasur itu semalam. ...
Sedangkan Alfa hanya tiduran disofa, samping brankar Syifa. Tetap terjaga tidak tidur sama sekali.
Alfa semalaman terus memandangi wajah Syifa. Berharap saat itu juga, Syifa segera siuman, dan dirinya lah yang menjadi orang pertama dilihat Kekasihnya nanti.
Adnan sudah berkali-kali menawari Alfa untuk tidur dikasur ruangan ini. Dan berkali-kali juga Alfa menolaknya.
Adnan akhirnya pasrah membiarkan Alfa tidur disofa. Ia sangat yakin, pasti seluruh tubuh Alfa akan sakit dan pegal-pegal.
Kalau Keluarga Winata dan Sachdev, mereka pulang pukul 21.00 tadi malam. Lalu berencana akan berkunjung lagi saat pagi pukul 08.00.
Termasuk Bara dan Revan. Yang dipaksa pulang. Karena entah kenapa tiba-tiba Revan kondisinya kurang fit.
Revan merasa tubuhnya lelah. Tapi saat di suruh check ke Dokter. Dia malah menolak.
Akhirnya dengan pasrah mereka memaksa Revan pulang saja. Agar bisa beristirahat dirumah.
Revan yang merasa tidak adil. Ia menyeret Bara, agar ikut pulang seperti dirinya dan keluarganya.
Biarpun ia tidak menjaga 24 jam seperti Adnan dan Alfa. Setidaknya ada Bara yang bernasib sama dengannya.
Revan cemburuan sekali.
Mungkin dua jam lagi, semua anggota kedua keluarga. Bakal berkunjung kesini, karena sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 06.00.
"Iya. Gue mau beli makanan buat sarapan dulu."
"Tapi, balik lagi kan?"
Alfa yang baru saja memegang handle pintu. Harus terhenti karena pertanyaan Adnan.
"Iya. Gue balik lagi kesini ngasih sarapan buat Lo. Habis sarapan Gue masih ada urusan. Tapi Lo tenang aja, Gue gak bakal lama kok."
Lalu Alfa benar-benar keluar ruangan, dan hilang dibalik pintu.
Adnan menghela nafas. Bukan karena lelah menjaga Syifa. Hanya saja hatinya masih dirundung Khawatir.
Tentang Princessnya, Ifa yang tak kunjung siuman.
Adnan bergegas ke kamar mandi, untuk membersihkan diri. Agar lebih segar.
Setelah selesai membersihkan diri, ia segera memakai pakaiannya. Yang sudah disiapkan oleh Vina dan Sarah untuk putra putrinya di Almari pakaian, diruangan ini.
Adnan memilih Kaos hitam dan celana Jeans hitam juga. Ia memakai Pomade rambutnya, lalu menyisirnya dengan rapi.
...Setelah selesai, Adnan segera duduk dikursi samping brankar Syifa. Mengelus pucuk kepala Syifa, dan tangan satunya menggenggam tangan mungil Syifa....
"Hhh.. cepat bangun Sayang. Kakak selalu menunggu Ifa. Jangan buat Kakak khawatir terus menerus." Gumam Adnan pelan dan lirih.
Terlihat rapuh karena keadaan Adiknya.
Adnan terus berbicara pada Syifa, walaupun tidak direspon sama sekali.
Juga telapak tangannya tak pernah lelah untuk terus mengusap pucuk kepala Syifa dan sesekali mengusap pipi chubbynya.
Setelah beberapa saat, datanglah Alfa dengan tentengan Plastik ditangannya. Berisi dua porsi makanan lengkap dengan air minumnya.
"Ad, sini makan dulu"
Alfa mengajak Adnan, calon Kakak Ipar. Seraya tangannya mengangkat singkat Plastik ditangannya.
Alfa duduk di sofa.
Tangannya dengan segera menata makanan itu diatas meja. Menyiapkan untuk Adnan dan juga untuk dirinya.
Setelah semua siap, ia malah beranjak dari duduknya. Dan menghampiri brankar Tunangannya. Ia ingin bertegur sapa dahulu dengan Syifa.
Adnan hanya menatap gerak-gerik Alfa. Lalu mengedikkan bahunya, tak peduli.
Ia sudah yakin, Alfa pasti menghampiri Syifa.
Adnan dengan santai menyantap sarapannya. Dengan menonton kelakuan Alfa didepan sana.
Alfa mengecup dahi dan pipi Syifa.
Cup.
Cup.
Kekasihnya ini, wajahnya sungguh polos dan manis saat menutup mata begini. Kalau cantik, tak perlu diragukan.
Cocok sekali dengan dirinya yang Tampan.
Alfa gitu lho! Batin Alfa menyombongkan dirinya.
"Kamu kapan bangunnya? Aku udah nungguin kamu sadar dari tadi malam. Kamu udah gak sayang sama Aku?."
Alfa bertanya dengan beruntun. Dan tidak mendapatkan jawaban satu pertanyaanpun.
Hening.
Alfa menghela nafas.
"Cepet bangun yah. Aku aja udah mau sarapan. Kamu gak mau sarapan? Nanti laper."
Hening.
Lagi.
"Ya udah. Aku sarapan dulu yah" tangannya tak lupa mengusap kepala Syifa pelan.
Lalu ia kembali duduk disofa untuk menyantap sarapannya.
...●●●...
Kini semua anggota Keluarga dengan cemas menunggu didepan ruang rawat Syifa.
Dengan dokter dan perawat didalam sana, untuk mengecek keadaan Syifa. Yang semoga saja ia baik-baik saja.
Flashback.
Setelah Adnan dan Alfa selesai sarapan. Mereka asik duduk santai disofa.
Sesekali mengerjakan pekerjaan mereka yang memang selalu menumpuk itu. Baik E-mail maupun berkas-berkas dalam bentuk kertas.
"*Lo lagi banyak kerjaan?"
Adnan menoleh pada Alfa yang mengajukan pertanyaan padanya.
"Ya lumayan banyak sih"
"Lo juga?" Lanjut Adnan giliran bertanya.
"Enggak terlalu. Lagian semuanya bakal Gue serahin ke Kenzo. Biar dia yang handle"
"Baguslah. Biar Lo fokus sama Syifa"
Alfa hanya menganggukan kepalanya*.
Dan pada pukul 08.05, Aditya, Vina, Bara, Revan, Dravin, sarah, Bian, dan Nara. Mereka semua datang berkunjung kemari.
Semuanya bercengkrama dengan santai.
"*Sibuk banget si Kak"
Revan merecoki Adnan yang sedang fokus pada pekerjaannya.
"Daripada Lo, bolos sekolah udah berapa hari hah?!"
"Gue kagak bolos ya. Gue udah Izin kok"
"Sama aja"
"Ya beda lah"
Saat Adnan dan Revan asik dengan argumennya*.
Tanpa diduga.
Bara yang kebetulan sedang duduk dikursi samping brankar. Melihat pergerakan kecil dari Princess, Babynya.
Ia sedikit panik tapi juga senang.
Ia dengan spontan berteriak.
"Mom!!. Dad!!. Baby ada kemajuan. Tangannya tadi gerak-gerak!!!."
"Mana?!!" Sekarang Revan ikut menaikkan suaranya.
Semuanya mendekati Bara dan Syifa.
Mereka semua berharap Syifa segera siuman. Dan ini adalah tanda-tanda akan hal itu.
Aditya segera menghampiri Bara. Lalu tangannya memencet tombol Emergency, didinding dekat brankar. Untuk memanggil Dokter agar datang dengan segera.
Karena itulah, semua orang diminta untuk keluar ruangan. Karena Dokter akan meriksa Syifa.
Flashback End.
Dokter keluar dengan wajah sumringah, maksudnya dengan raut wajah bahagia dan lega.
Dokter itu mengatakan bahwa pasien sudah siuman saat diperiksa tadi olehnya.
Dan sekarang mereka semua sudah diperbolehkan masuk ruangan rawat.
"Sayang.."
Vina segera berlari kecil. Lalu mendekap hangat tubuh Syifa yang masih lemah.
Dengan pelukan pelan dan tidak erat sama sekali. Vina juga masih takut-takut kalau tubuh putrinya masih merasa sakit dan lemas.
"Mommy.."
Syifa menganggil Vina lirih.
Bahkan suaranya hampir tak terdengar.
Vina melepaskan pelukannya.
Tangannya dengan sigap mengambil gelas berisi air putih lengkap dengan sedotan diatas nakas. Membantu Syifa meminum air itu dengan perlahan.
"Maafin kita semua yah Ifa Sayang. Kakak sungguh-sungguh minta maaf. Karena udah prank Ifa keterlaluan. Bahkan sampai bikin Ifa drop begini"
Sesal Adnan pada Adiknya.
Semuanya mengangguk, membenarkan ucapan Adnan.
Mereka satu persatu meminta maaf pada Syifa. Kecuali Sarah dan Dravin yang hanya senyum. Karena memang sepasang suami istri tersebut tidak terlibat sama sekali.
Syifa tersenyum lebar walau lemah.
"Gak apa-apa kok. Syifa udah maafin Kalian. Kalian gak salah. Jangan sedih.."
Syifa berucap dengan mata lucunya. Membuat suasana tidak jadi mellow.
Alfa tersenyum senang.
Kekasihnya ini yang terbaik, paling baik, dan satu-satunya. Ia jadi makin sayang dan cinta pada Syifa.
Selagi semuanya ngobrol.
Alfa pergi menjauh dari mereka. Alfa berniat menelfon seseorang. Lebih tepatnya anak buahnya.
Tuut~
"Halo Tuan"
"Bagaimana persiapannya. Udah beres kan?"
"Sudah 75%, tinggal sisanya 25% Tuan"
"Bagus. Saya tunggu secepatnya dalam waktu 3 hari harus sudah selesai. Lengkap, sesuai dengan yang Saya inginkan."
"Siap Tuan. Saya jamin dalam waktu 3 hari. Semuanya sudah beres." Balas seseorang dibalik telepon.
Alfa mengangguk sejenak.
"Baiklah."
Tuut~~
"Telepon dengan siapa Kak?"
Revan menginterupsi dibalik punggung tegap Alfa.
"Ahh, bukan siapa-siapa. Hanya anak buah ku"
Revan mengangguk saja mendegar balasan Alfa. Lalu kembali gabung dengan yang lain.
...●●●...
Sudah 3 hari berlalu.
Sesuai rencana Alfa, ia akan membawa Kekasihnya ke taman rumah sakit. Memberi sedikit kejutan untuk Syifa.
Mumpung keadaan Syifa sudah lebih baik daripada 3 hari yang lalu.
Tentunya kondisi tubuh Syifa sudah lebih sehat.
...Alfa segera memakaikan Syifa sebuah kain untuk menutup matanya. Dan ia yang bakal menuntun Syifa menuju Taman Rumah Sakit yang ada di Aussie....
"Syifa mau dibawa kemana sih Kak?"
"Ada deh"
"Ish, tapi kenapa mata Syifa harus ditutup segala sih"
"Nanti Kamu juga bakal tau Sayang"
Alfa berbisik ditelinga Syifa. Membuat tubuh Syifa merinding mendengarnya.
Setelah sampai di Taman, Alfa membuka penutup mata Syifa dan menyuruh Syifa membuka matanya.
Pertama kali objek yang tertangkap oleh retina mata Syifa adalah sebuah rerumputan Taman yang ditaburi bunga.
Banyak kursi-kursi ditata rapi. Yang sebenarnya itu adalah bangku yang biasanya di Taman ini. Tetapi ditata sedemikian rupa.
Lalu Alfa memberi kode pada anak buahnya. Untuk menyiapkan sesuatu.
Anak buah Alfa pun mengangguk mengerti. Lalu segera mengambil barang yang dimaksud.
Sebuah bucket bunga mawar merah yang cukup besar.
Ada juga beberapa kado, yang ditaruh di dua paperbag.
Alfa mengambil bucket bunganya dan kadonya dari tangan anak buahnya.
Memberikan kado dan bunganya pada Kekasihnya, Syifa.
Syifa tanpa sadar sudah menganga. Ini terlalu mewah. Bahkan hadiahnya sangat mahal. Contohnya Tas dari Channel.
Merk itu sudah tertera dipaperbag nya. Wah, sungguh ini membuat Syifa tidak menyangka.
Alfa terkekeh melihat mulut Syifa yang terbuka. Alfa menutup mulut Syifa dengan tangannya.
Syifa yang sadar mulutnya sudah menganga lebar lansung mengatupkan bibirnya. Lalu menyengir lucu.
"Kak Alfa, apa ini gak terlalu berlebihan. Pasti ini sangat mah-"
"Gak usah Khawatir Aku bangkrut Sayang. Tenang aja. Aku gak bakalan bangkrut hanya karena kasih kamu hadiah."
"Ishh. Siapa yang bilang Kak Alfa bakalan bangkrut. Gak ada tuh."
Syifa mengerucutkan bibirnya kesal.
"Iya gak ada kok. Tapi hadiah dari Aku diterima kan?."
"Iya dong diterima. Makasih banget ya Kak Alfa. Syifa sayang Kak Alfa"
"I love you" Alfa mengecup kening Syifa lembut.
"I love you too" Syifa pun membalas dengan mengecup pipi kiri Alfa.
Mereka berdua bertatapan, lalu tertawa berbarengan dengan apa yang barusan mereka lakukan.
...■■♧■■...
1652 Karakter.
Aku Up Malam..😀
Ada yang nungguin cerita ini gak??.
Entah kenapa mata aku sakit. Apa mungkin terlalu sering lihat HP yah??.
Semoga suka part ini😆💕
Jangan lupa VOTE✅✅✅
COMMENT✅✅✅
Tunggu next chapter...😉
Good Night🌘🌘🌘
Dadah👋👋👋
^^^Selasa, 20 Oktober 2020.^^^
makanya, jangan menistakan orang lain kalau nggak mau di nistakan juga 😂😂
dan smngt trs thorrrr untk lnjt crtny dan thor jan lam2 bnget dong up ny sya kan jdi greget nunggunya dan klau thor ad wktu crazy up dong thor