Farhan adalah seorang pebisnis sukses, setelah menikah Farhan memenuhi segala kebutuhannya istrinya, ATM baru pun Farhan siapkan untuk mempermudah istrinya untuk beli apapun yang diinginkannya.
Sifat Farhan yang cuek dan keluhan istrinya dianggap sebagai hal biasa dan dianggap istrinya belum terbiasa dengan kebiasaannya yang sangat males keluar rumah jika sudah pulang kerja lebih memilih tidur setelah seharian bekerja.
Rasa kesal dan hambar selama pernikahan akhirnya Mila istri Farhan memilih untuk pergi tanpa memberikan kabar sama suaminya, setelah kepergian Mila membuat Farhan baru sadar akan kehadiran istrinya yang selama ini diabaikan dan protesnya tidak pernah dipedulikan. Mampukah Farhan menemukan Mila dan membuat istrinya untuk kembali sekaligus memperbaiki rumah tangga yang selama ini terasa hambar dan merubah kebiasaannya dan lebih mementingkan meluangkan waktu untuk membahagiakan istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26
Menjalankan tugas yang seharusnya tidak dilakukan Erik karena tahu Mila pergi dari apartemen, sesungguhnya tidak yakin jika Mila kembali ke rumahnya Farhan disaat hatinya lagi kacau apa lagi tahu ketiga Kakaknya Farhan tidak menginginkan Mila ada di rumahnya.
Penasaran siapa yang datang ke rumah masih pagi membuat Gendis langsung buka pintu setelah mendengar bel rumahnya dibunyikan, melihat tamu yang dikenalnya membuat Gendis mempersilahkan Erik masuk kedalam rumahnya.
"Bagaimana kondisi kamu Kak apa sudah membaik, Farhan minta saya untuk anterin kamu kontrol ke rumah sakit?" tanya Erik basa basi, tidak mungkin kasih tahu alasan sebenarnya datang ke rumahnya.
"Masih sakit, wah terimakasih iya mau direpotkan seperti ini padahal sudah ada suster yang siap anterin saya ke rumah sakit." lanjut Gendis senang sahabat adiknya mau anterin dirinya ke rumah sakit.
"Iya sudah siap-siap iya Kak bakal saya temani ke rumah sakit, rumah sepi sekali apa tidak ada orang sama sekali di rumah?" tanya Erik hati-hati supaya Gendis tidak curiga dengan alasan sebenarnya datang ke rumah masih pagi.
"Iya nih di rumah cuman sama Bibi dan suster saja, soalnya Ihsan dan Raka sudah berangkat ke kantor dari tadi, iya sudah saya siap-siap dulu kalo begitu." lanjut Gendis langsung menjalankan kursi rodanya jalan menuju kamarnya.
Puas mendengar ucapannya Gendis membuat Erik langsung kirim chat ke Farhan kasih tahu jika istrinya tidak ada dirumah, karena tahu kebiasaan Mila jam segini masih ada dirumah untuk siap -siap sebelum berangkat jualan setelah selesai merapikan dagangannya dan Gendis tidak akan berbohong jika Mila ada di rumah pasti sudah emosi sebut nama adik iparnya.
**
Semangat kerja hari ini rasanya sudah hilang entah kemana, mengendarai mobil dengan perasaan cemas dan berharap bisa ketemu sama istrinya, mendengar handphone nya berdering ada notifikasi masuk dan ternyata dari Erik membuat Farhan perlahan menepi dan baca chat yang dikirim Erik.
"Benar juga Mila tidak akan pulang seenaknya bisa-bisa berantem sama mereka bertiga jika tahu Mila pulang tanpa kasih kabar seperti ini, lalu pergi kemana Mila jadinya. Yank kenapa harus begini Yank jika emosi sama aku maafkan aku yang egois Yank pulang lah Yank kita bahas bersama." ucap Farhan setelah baca chat yang dikasih Erik barusan dan baru sadar akan kesalahannya selama ini, berjanji akan merubah segalanya demi membahagiakan Mila dan tidak lagi membiarkan istrinya merasa sendirian lagi.
**
Muter-muter keliling kota membuat Farhan merasa pusing dan lemah apa lagi dari pagi tidak makan sama sekali, tidak selera makan karena memikirkan keberadaannya Mila dan kwatir istrinya belum makan dan belum tahu dimana istrinya tinggal saat ini.
Sisa tenaga membuat Farhan mencoba telefon Dion untuk ke taman kota tempat terakhir Farhan ketemu sama Mila kemarin, satu jam menunggu akhirnya Dion tiba juga dengan membawa makanan yang diminta Farhan ditelfon tadi.
"Kamu cari istri saya sampai ketemu, saya akan bayar mahal jika kamu berhasil menemukan istri saya." ucap Farhan lemah sambil makan makanan yang dibawa Dion.
"Dengan senang hati Pak Dion, saya akan minta pengawal anda untuk mencari keberadaan istri anda, jika anda masih galau lebih baik anda di apartemen saja Pak untuk istirahat disana, insyaallah saya akan siap kerjain pekerjaan kantor dan konsultasi bareng Pak Erik juga supaya meringankan pekerjaan anda dan anda bisa fokus cari dimana istri anda berada." ucap Dion siap kerjain pekerjaan kantor lebih banyak, karena sudah tahu tugas barunya untuk menemukan dimana istrinya Farhan berada.
"Bagus kalo kamu siap kerjain pekerjaan kantor saya bisa fokus mencari dimana istri saya berada." lanjut Farhan senang memiliki dua asisten yang bisa diandalkan saat dirinya sibuk mencari dimana Mila berada.
Kebutuhan makan membuat Farhan terpaksa menikmati makanan yang dibawa Dion, rasanya tidak enak makan dengan kondisi fikiran yang tidak tenang sama sekali seperti ini.
Berharap bisa menemukan Mila dan ajak istrinya untuk pulang dan selesaikan masalah rumah tangganya, belum siap berpisah dari Mila wanita yang sangat di cintainya selama ini.