Dibuang oleh keluarga, dikhianati oleh orang yang dicintai, dan merasa tidak memiliki siapa-siapa.
Laura mengira hidupnya telah berakhir.
Sampai seorang pria asing datang dan berkata.“Kamu adalah mempelai ku.”
Laura tidak tahu siapa pria itu.
Yang dia tahu, sejak pertemuan malam itu, hidupnya tak akan pernah sama lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24 : PUTRI KELUARGA VALENCIA
Di sebuah kediaman mewah yang berada jauh dari pusat kota, Aurel Valencia baru saja tiba setelah pertemuannya dengan Laura. Sejak meninggalkan tempat itu, wajahnya terlihat tidak tenang.
dia berjalan melewati ruang utama yang luas hingga akhirnya menemukan ayahnya sedang duduk di sebuah sofa sambil membaca beberapa dokumen.
Pria itu adalah Rafael Valencia, kepala keluarga Valencia sekaligus salah satu penguasa ternama yang memiliki pengaruh besar di dunia bisnis dan jaringan kekuasaan.
Aurel berhenti di hadapannya.“Ayah.”
Rafael perlahan menurunkan dokumen yang sedang dibacanya. dia memperhatikan wajah putrinya yang terlihat kesal.
“Kenapa wajahmu seperti itu?” tanyanya.
Aurel langsung duduk di sampingnya. dia menarik napas panjang sebelum akhirnya menceritakan apa yang terjadi.“Ayah, aku bertemu dengan wanita yang sekarang bersama Hero.”
Rafael mengangkat alis. “Hero sudah mendapatkan wanita lain?”
Aurel mengangguk dengan tatapan penuh kekesalan. “Iya. Namanya Laura.”
Rafael terdiam beberapa saat dia sebenarnya sudah mengetahui bahwa hubungan antara putrinya dan Hero tidak pernah benar-benar berjalan seperti yang diharapkan keluarga Valencia.
“Aku sudah melihatnya,” lanjut Aurel. “Dia masih kuliah, Ayah. Tapi Hero justru membawanya ke rumahnya dan memperlakukannya seperti seseorang yang sangat penting.”
Rafael menghela napas pelan. “Aurel, sejak awal Hero tidak pernah mengatakan bahwa dia menerima pertunangan kalian.”
Perkataan itu membuat Aurel langsung menatap ayahnya.“Itulah yang membuatku kesal!” serunya. “Kenapa Hero tidak pernah mau menyetujui pertunangan denganku?”
Rafael tidak langsung menjawab.
Aurel menggenggam tangannya sendiri. Selama bertahun-tahun, keluarga Valencia dan keluarga Valdren memang memiliki hubungan yang kuat. Karena itu, Aurel selalu menganggap bahwa suatu hari nanti dirinya akan menjadi pasangan Hero.
Namun, Hero tidak pernah memberikan kepastian.
“Ayah tahu sendiri bagaimana keluarga kita,” ujar Aurel dengan suara lebih pelan. “Aku tidak pernah kekurangan apa pun. Aku juga sudah mengenal Hero sejak lama. Lalu kenapa dia memilih wanita yang baru dikenalnya?”
Rafael menatap putrinya dengan tenang.“Jangan menganggap semuanya sesederhana itu.”
“Lalu bagaimana, Ayah?”
“Hero adalah orang yang sulit mengambil keputusan berdasarkan keinginan orang lain. Kalau dia tidak menginginkan sebuah pertunangan, keluarga kita tidak bisa memaksanya.”
Aurel tidak menyukai jawaban itu.“Ayah, aku tidak mau kalah dengan wanita itu.”
Rafael menatap Aurel cukup lama sebelum akhirnya berkata, “Kamu sudah bertemu Laura. Bagaimana menurutmu?”
Aurel teringat bagaimana Laura berdiri di hadapannya dengan wajah bingung ketika dirinya mengatakan bahwa dia adalah tunangan Hero.
“Dia masih terlalu muda,” jawab Aurel. “Dia bahkan belum selesai kuliah. Menurutku, dia tidak cocok dengan Hero.”
Rafael menghela napas.“Aurel, jangan meremehkan seseorang hanya karena usianya atau kehidupannya.”
Aurel terdiam sebentar, tetapi rasa kesalnya belum hilang.“Aku hanya ingin tahu satu hal, Ayah.”
“Apa?”
“Kenapa Hero tidak pernah mau menyetujui pertunangan denganku?”
Rafael sendiri tidak memiliki jawaban yang benar-benar bisa diberikan kepada putrinya. Hero memang selalu menjaga jarak dari pembicaraan mengenai pertunangan itu.
“Karena mungkin,” jawab Rafael akhirnya, “Hero memang tidak melihatmu sebagai wanita yang ingin dia jadikan pasangan.”
Aurel langsung menatap ayahnya jawaban itu terasa menusuk.“Jadi Ayah juga berpikir aku tidak cukup baik untuk Hero?”
“Bukan begitu,” jawab Rafael tenang. “Ini bukan masalah cukup baik atau tidak. Perasaan seseorang tidak bisa dipaksakan.”
Aurel menundukkan wajahnya dia tidak ingin menerima kenyataan tersebut.di dalam pikirannya, satu nama terus muncul,Laura.
Wanita yang bahkan belum lama mengenal Hero, tetapi sudah berhasil mendapatkan perhatian yang selama ini tidak pernah diberikan Hero kepadanya.
Aurel kemudian mengangkat wajahnya kembali.“Kalau begitu, aku ingin tahu siapa sebenarnya Laura itu.”
Rafael memperhatikannya dengan tatapan serius.“Jangan melakukan sesuatu yang akan membuat keadaan menjadi lebih rumit.”
Aurel tidak menjawab dia hanya berdiri dan berjalan menuju tangga.Namun sebelum meninggalkan ruangan, dia berhenti sejenak.
“Aku hanya ingin mendapatkan jawaban dari Hero sendiri.”
Setelah itu, Aurel pergi meninggalkan ayahnya.Rafael hanya bisa menghela napas sambil kembali menatap dokumen di tangannya.Sementara itu di lantai atas, Aurel berdiri di depan jendela kamarnya.
Tatapannya kosong menatap halaman rumah.
“Aku tidak mengerti, Hero,” gumamnya pelan. “Kenapa kamu tidak pernah mau menerima pertunangan denganku?”
Aurel mengepalkan tangannya dan untuk pertama kalinya, kehadiran Laura membuat Aurel merasa bahwa posisinya di sisi Hero benar-benar sedang terancam.
sedih kan ya...
kaki emak melyang terbang menghantam kepala richard.
DUAK
"emm.. puas emak, RASAIN! set ... an!" 🤯🤯🤯