NovelToon NovelToon
Luka Pernikahan

Luka Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: e_Saftri

Ujian dalam rumah tangga Aini dan Andra dimulai saat Andra mendapat kenaikan jabatan di perusahaan tempatnya bekerja

Ekonomi yang membaik, membuat Andra mulai merasa bosan dengan istrinya yang menurutnya tidak bisa merawat diri, hingga membuatnya terjerat pesona rekan kerjanya sendiri

Aini begitu terluka, saat suaminya membawa seorang wanita yang tengah berbadan dua yang ia perkenalkan sebagai istri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

"Dipecat? Maksud kamu sekarang kita gak punya penghasilan?" Teriakan Sarah membuat dua anak kecil dirumah itu menangis secara bersamaan

"Apa kamu tidak bisa diam? Anak-anak menangis, Sarah"

"Ini gak mungkin kan, mas? Aku gak mau hidup miskin. Aku gak mau"

Astaga, Sarah menikahi Andra untuk hidup enak. Bukannya hidup penuh kekurangan seperti ini

Tidak disangka, niat hati ingin hidup mewah malah jatuh miskin

"Kamu tenang saja, aku akan cari pekerjaan baru" Ujar Andra, kepalanya sedang sakit. Namun ia harus tetap berusaha untuk kehidupan istri serta dua buah hatinya

"Jika kamu tidak bisa, biar aku yang kerja" Ucap Sarah membuat sang suami meradang

"Apa maksud kamu?"

"Kamu gak ngerti? Aku akan bekerja"

"Lalu bagaimana dengan anak-anak? Terlebih Riski masih bayi" Andra tentu saja memikirkan nasib putra kecilnya yang masih menyusu

"Aku gak peduli, aku udah berulang kali bilang untuk pake pengasuh, tapi kamu selalu menolak" Kesal hati Sarah saat ini, ia lelah dan sekarang suaminya malah pulang dengan berita buruk

"Kamu yang gak ngerti, kamu tahu sendiri kalau sekarang aku gak punya pekerjaan, lalu dari mana kita dapat uang untuk bayar pengasuh"

Suara tangis bayi semakin menggema, namun pasangan suami istri itu enggan untuk berhenti

"Aku gak mau tau mas, besok kamu udah harus punya kerjaan" Sarah keluar dari rumah, ia butuh yang namanya ketenangan dan ia tidak sanggup dengan suara tangisan bayi

Andra menghampiri kedua buah hatinya, dengan lembut ia menenangkan keduanya yang terus saja menangis

Sementara itu ditempat berbeda, tepatnya sebuah kamar sederhana. Aini tersenyum membaca pesan yang dikirimkan oleh Tristan

Setiap kata nya membuat hatinya puas, sekarang kehancuran dua orang yang telah melukainya telah dimulai

"Ini belum ada apa-apanya, mas. Aku akan memastikan kalian jatuh hingga ke dasar" Aini menyimpan kembali ponselnya, besok ia akan bertemu dengan pengacara yang Tristan katakan

Keesokkan harinya, Aini bertemu seorang pria paruh baya. Dia adalah pengacara ternama di kota ini

"Tuan Tristan sudah mengatakan semuanya. Saya sudah menyiapkan semuanya disini" Pria paruh baya itu menyodorkan sebuah map pada Aini

Wanita cantik itu tersenyum, selangkah lagi ia akan mendapatkan kembali hak asuh atas putrinya

"Kita juga bisa menuntut dengan undang-undang perlindungan anak" Ujar Pria didepan Aini

"Tidak perlu, pak. Saya tidak ingin berurusan dengan pihak berwajib"

Pria paruh baya itu hanya menurut, jika itu yang kliennya inginkan maka akan ia laksanakan

"Baiklah, jika nona sudah setuju maka saya akan segera menyerahkan berkas perkara ini pada pengadilan dan nona Aini akan segera mendapatkan kembali hak asuh itu"

"Terima kasih, pak" Keduanya saling berjabat tangan, sebelum akhirnya Aini meninggalkan restoran

"Sebentar lagi kita akan kembali bersama sayang" Aini menitihkan air matanya, sebentar lagi ia dan buah hatinya akan tinggal bersama lagi

Sementara itu, seorang pria kembali melangkah keluar dari sebuah gedung perusahaan

Ini sudah perusahaan ke-lima dan dirinya belum juga mendapatkan pekerjaan. Sekarang apa yang bisa ia lakukan, Andra merasa dirinya tidak berguna sebagai seorang kepala rumah tangga

"Ya Allah, kenapa cari kerja sesusah ini?" Andra mengusap keringat yang membasahi wajah serta lehernya lalu kembali menyusuri trotoar

***

Sebelum mengetuk pintu, Aini menghela napasnya. Saat keberanian itu didapatkan barulah ia mengetuk

Terdengar suara sahutan dari dalam, pintu terbuka dan menampilkan seorang pria yang tengah menenangkan seorang bayi kecil yang tengah menangis

"Aini? Kamu disini?"

Aini menatap penampilan suaminya, Andra terlihat kacau dengan penampilan yang berantakan dan rambut yang acak-acakan

"Apa kamu ada waktu? Bisa kita bicara sebentar?" Tanya Aini

Andra mengangguk, ia bergeser hingga Aini kini telah berada didalam rumah

"Kamu duduk dulu! Biar aku tidurin Riski dulu" Aini melihat suaminya yang kesulitan menenangkan bayi dua bulan itu

"Dimana istri kamu, mas?" Andra menoleh pada sang mantan istri yang duduk diatas sofa

Andra merutuki kebodohannya, apa yang membuatnya berpaling? Lihatlah Aini, wanita ini sangat sempurna, bahkan semenjak bercerai sepertinya wanita ini semakin cantik saja

"Sarah keluar untuk cari kerja. Untuk sementara ini aku belum kerja karena aku dipecat" Jawab Andra, Aini juga tidak berniat untuk bertanya lebih lanjut

"Dia kenapa?"

"Riski demam sejak semalam, mungkin karena belum biasa ditinggal sama ibunya"

Aini bangun dari duduknya, wanita cantik itu mengulurkan tangannya meminta bayi kecil itu

Andra menyerahkannya tanpa bertanya "Sepertinya perutnya kembung" Ujar Aini

Bayi kecil itu dibaringkan diatas sofa panjang dan Aini mulai menepuk pelan perutnya

"Kamu punya minyak kayu putih?" Tanya Aini lembut

"Ada dikamar, Sebentar" Andra berlalu, tak lama ia datang dengan botol minyak kayu putih lalu menyerahkannya pada sang mantan istri "Ini"

Aini membalurkan minyak tersenyum ke tubuh sang bayi dengan usapan lembut, perlahan tangisan Riski juga berhenti, hanya terdengar isakan kecil saja

"Biar aku ganti pakaiannya dulu! Kasian dia pasti gak nyaman" Ujar Aini pada Andra

"Gak apa-apa, biar nanti sama aku aja!" Andra jelas tidak enak membiarkan Aini mengurus anak nya

"Gak apa-apa mas, kasian. Popoknya sepertinya juga penuh"

"Ya udah aku ambil keperluannya dulu" Andra menurut saja, bagaimanapun ia tidak bisa mengurus bayi

Aini mengurus bayi kecil itu dengan telaten, Andra memperhatikan nya tanpa berkedip. Sungguh ia adalah laki-laki paling bodoh didunia

Ia kehilangan wanita paling sempurna, hanya karena kesenangan sesaat. Lihatlah Aini! Wanita ini adalah definisi istri serta ibu idaman

"Susunya?" Aini mengulurkan tangan dan Andra menyerahkan botol susu ke tangan sang mantan

Aini lebih dulu mengecek suhu dari susu itu lalu memberikannya pada si kecil. Bayi itu menghisap sambil menatap wajah Aini yang sepertinya asing

Namun alih-alih menangis, bayi kecil itu justru sangat tenang dalam dekapan hangat Aini

"Itu sepertinya suara Kasih, dia pasti udah bangun" Andra kembali kedalam kamar, tak lama ia kembali sambil menggendong seorang gadis kecil yang menangis

Melihat sang ibu, Kasih merengek minta untuk diturunkan. Andra kewalahan dan memilih untuk menurunkannya

"Bu" Kasih sudah menangis, Aini tersenyum melihat putrinya yang sepertinya cemburu

"Sebentar yaa sayang"

"Sini Riski nya, dia juga udah selesai tuh nyusunya" Bayi kecil itu terlihat menguap

"Sebentar mas" Aini mendudukkan bayi kecil itu lalu menepuk pelan punggungnya hingga terdengar suara "Biar perutnya nyaman"

Andra mengangguk, ada banyak hal yang ia tidak ketahui. Selama Kasih bayi, ia tidak pernah turut serta dalam mengasuhnya

"Dia udah tidur, sini! Biar mas pindahin ke kamar" Aini menyerahkan putra dari mantan suaminya itu lalu bergantian memangku putri kecilnya yang semakin menggemaskan

"Kasih kangen sama ibu yaa?" Tanya Aini lembut pada putrinya "Ibu ada hadiah untuk Kasih" Bocah menggemaskan itu begitu senang melihat boneka lembut yang ibunya berikan

Tak lama Andra kembali dan wajahnya terlihat begitu lelah. Mengurus dua bayi kecil memang sangat tidak mudah

"Kamu seperti nya kewalahan, mas"

"Mas cuma belum biasa aja" Jawab Andra lalu menegakkan tubuhnya menatap wanita cantik yang duduk dihadapannya "Ngomong-ngomong kamu ada perlu apa kesini?"

"Aku mau bawa ini" Aini menyerahkan sebuah amplop pada mantan suaminya itu

"Apa ini?"

"Aku mau menuntut kembali hak asuh atas Kasih"

1
Ilfa Yarni
mari kita lihat sampe mana km bisa bertahan tristan
Ilfa Yarni
hahahaha kasian deh
Ilfa Yarni
sebenarnya tidak keterlaluan Aini itulah hukuman bagi yg suka menyakiti tp Klo km kasihan minta Tristan untuk kasih dia pekerjaan
sunaryati jarum
Memang bukan anak pengungsaha ,tapi jadi wanita simpanan suami pengusaha
sunaryati jarum
Semoga Tristan jadi bucin pada Aini
Ilfa Yarni
Aini jodohmu yg tepat tristan
Ilfa Yarni
knp ya ga di novel atau dunia nyata standar se seorang diukur dgn uang
Heny
Klau aqu jawab mau suami selingkuh mertua jahat
sunaryati jarum
Awalnya kontrak tapi nanti Tristan bucin duluan
Ilfa Yarni
kadang kita emang minder klo berada fitengah2 orang kaya
Ilfa Yarni
aini sama Tristan aja Duda dan janda premium klo yudha msh bisa dpt yg perawan
sunaryati jarum: Emak setuju
total 1 replies
Ariany Sudjana
Tristan sudah jatuh hati sama Aini, cuma ga mau mengakuinya,masih belum move on dari almarhumah istrinya.

lebih suka Aini sama Yudha saja sih, Yudha juga laki-laki yang baik
sunaryati jarum
Setia itu bagus Nak zTristan tapi dia sudah meninggal,jika kau jatuh cinta pada wanita lain bukan berkhianat
Ilfa Yarni
mknys istri udah meninggal yg diingat trus boleh kok ingat tp km kan hrs menjalani hidup jg
sunaryati jarum
Yang nkeluar dari bibirmu lain di hatimu
sunaryati jarum
Semoga Aini bisa menghancurkan benteng pertahanan hati Tristan
Ilfa Yarni
mantan aini nyelingkuhi aini krn aini dasteran aja skr aini cantik diperebutin 2 cowok kaya
Sri Angga
di sia2 kan suami direbutin duo cwo gnteng +tajir.
Ilfa Yarni
aini knp msh baik sih sama dia
Ariany Sudjana
hahaha itulah makanya Andra bodoh, menyia-nyiakan istri tercinta demi pelacur murahan 🤣🤣😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!